13 Februari 2026

admin

Hidroponik dan Hilirisasi UPT Pelatihan Kementan Tarik Minat Calon Purna Tugas BUMN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Kamis (20/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Rombongan calon purna tugas PT KAI disambut Kepala Balai, Ajat Jatnika.

Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh berhenti, karena menyangkut penyediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Sektor pertanian bisa menjadi alternatif untuk mengisi masa purnabhakti dan bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan, asalkan dilakukan dengan tepat, memanfaatkan teknologi, pemilihan komoditas yang tepat dengan memperhatikan skala usahanya, serta jalin kemitraan untuk pemasarannya,” tuturnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/19/bangun-pertanian-indonesia-upt-pelatihan-kementan-gandeng-mahasiswa-magang/

“Sektor hilir yaitu pengolahan hasil pertanian menjanjikan margin keuntungan lebih karena itu peluang di sektor hilirisasi juga bisa diupayakan,” kata Ajat lagi.

Staf Ahli Utama di Direktorat SDM dan Umum PT. KAI (persero), Agung Susilo Putro, menjelaskan jika para calon purna tugas study visit Ini Ingin belajar dan berharap ada penambahan wawasan tentang pertanian.

"Sehingga nantinya bisa menjadi peluang untuk berwirausaha dibidang pertanian saat memasuki masa purna tugas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang teknologi hidroponik, yaitu mengenalkan berbagai sistem hidroponik. Di antaranya, deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), irigasi tetes, aeroponik, dan wick system yang diterapkan di BBPP Lembang.

Mulai dari pembuatan instalasinya, pemberian nutrisi, pemeliharaan dan peluang bisnis masing-masing sistem.

Agar lebih memahami teknologi hidroponik, peserta diajak praktik membuat instalasi DFT di Inkubator Agribisnis di zona rumah pangan lestari.

Petugas mendemokan pembuatan instalasi DFT dengan menyambungkan rangka baja, paralon, knee dan bahan lainnya. Selain itu diperlihatkan pelarutan nutrisi A dan B sebagai nutrisi utama budidaya hidroponik.

Setelah itu, peserta beranjak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara dibantu petugas laboratorium memperkenalkan konsep pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan. Peserta dikenalkan satu produk olahan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat es krim jagung dan peserta juga ikut mempraktikkannya. Saat mencicipi es krim jagung, rata-rata peserta memberi komentar positif.

“Enak es krimnya, manisnya pas, dan segar pastinya apalagi dinikmati saat cuaca panas seperti ini, membuatnya juga cukup mudah,” ucap mereka.(***)

Bangun Pertanian Indonesia, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Mahasiswa Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberi kesempatan kepada lima mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, melaksanakan praktik magang, periode 20 Januari sampai 20 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya, pelatihan, kunjungan singkat dan kegiatan magang atau PKL.

Para mahasiswa semester 7 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon melaksanakan kegiatan PKL di laboratorium pengolahan hasil pertanian dan tentang penyuluhan pertanian BBPP Lembang.


Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/19/lirik-peluang-bisnis-calon-purna-tugas-bumn-dalami-pertanian-modern/

Setelah satu bulan, para mahasiswa melaksanakan seminar hasil, Selasa (18/2/2025), yang dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil magang tentang Pembuatan Video Pembelajaran di BBPP Lembang dengan mengikuti proses produksi video pembelajaran tentang rangkaian budidaya tomat beef.

Peserta magang juga melakukan Analisis Usaha Pengolahan Hasil Pertanian di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang untuk produk es krim jagung, sorbet mangga, sistik wortel, dan eggroll pisang.

Selesai melaksanakan seminar hasil, salah satu peserta, M. Irfan Akbar menyampaikan kesannya menjalani magang selama satu bulan di BBPP Lembang.

“Pengalaman yang sangat berharga dan mendalami magang di BBPP Lembang. Di sini lingkungan belajarnya kondusif, fasilitas yang lengkap, serta dukungan dari para mentor dan staf yang sangat berpengalaman," katanya.

"Saya merasa sangat beruntung bisa belajar langsung tentang teknologi pertanian modern, manajemen pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian di sini,” ucapnya.

Irfan menceritakan selama interaksi dengan peserta pelatihan dan rekan-rekan magang lainnya juga memperkaya wawasan tentang berbagai praktik pertanian dari berbagai daerah.

“Saya sangat terkesan dengan dedikasi dan semangat tim BBPP Lembang dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing,” tuturnya.

“Saya berharap agar BBPP Lembang ini terus berkembang dan menjadi pusat pelatihan pertanian terdepan di Indonesia. Semoga BBPP Lembang dapat terus memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun lembaga internasional, untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pengembangan inovasi pertanian," kata Irfan lagi.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak di BBPP Lembang yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengalaman berharga selama magang.(***)

Lirik Peluang Bisnis, Calon Purna Tugas BUMN Dalami Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Selasa (18/2/2025). Para calon purna tugas ini menyiapkan peluang bisnis di sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan selalu siap untuk melayani stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian modern.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/komitmen-kementan-cetak-regenerasi-petani-melalui-agrowisata/

Rombongan calon purna tugas PT KAI diterima secara resmi oleh Kepala Bagian Umum dan tim manajemen BBPP Lembang.

Dalam kesempatan itu, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang teknologi hidroponik, berbagai sistem hidroponik diantaranya deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), irigasi tetes, aeroponik, dan wick sistem.

Mulai dari pembuatan instalasinya, pemberian nutrisi, pemeliharaan dan peluang bisnis masing-masing sistem.
Agar lebih memahami teknologi hidroponik, peserta diajak praktik membuat instalasi DFT di Inkubator Agribisnis.

Petugas mendemokan pembuatan instalasi DFT dengan menyambungkan rangka baja, paralon, knee dan bahan lainnya. Selain itu diperlihatkan pelarutan nutrisi A dan B sebagai nutrisi utama budidaya hidroponik.

Setelah itu, peserta beranjak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Petugas laboratorium memperkenalkan konsep pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan.

Peserta dikenalkan satu produk olahan sayuran, yaitu manisan terong ungu.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat manisan terong dan peserta juga ikut mempraktikkannya.

Saat mencicipi terong ungu, rata-rata peserta memberi komentar positif.

“Enak manisan terong ini, manisnya pas, ada terasa segar karena diberi asam sitrat ya, dan yang amazing, rasa terong ungunya jadi tidak berasa ya, enak seperti kurma saja,” ucap mereka.(***)

Komitmen Kementan Cetak Regenerasi Petani Melalui Agrowisata

TANIINDONSESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 167 siswa kelas VIII dan IX SMP Al-Muhadjirin Bekasi, Rabu (12/2/2025). Para siswa yang didampingi sejumlah guru hadir untuk melakukan agrowisata.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.


Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/tingkatkan-kualitas-sdm-pertanian-upt-pelatihan-kementan-kenalkan-teknologi-true-shallot-seed/

Para siswa yang dibagi menjadi 4 kelompok, secara bergantian mengunjungi dan praktik budidaya tanaman hias. Widyaiswara BBPP Lembang dibantu petugas memberi informasi budidaya kaktus dan sukulen.

“Adik-adik, dari satu pot tanaman sukulen ini, bisa menghasilkan banyak anakan sukulen sehingga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan,” ujar Ida Farida, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya tanaman.

Para siswa lalu mempraktikkan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam. Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen. Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

Kelompok lainnya bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Di sana, widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Selanjutnya didampingi petugas laboratorium, murid-murid kelas VIII dan IX ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung. Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat es krim dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya.

“Ternyata mudah ya membuat es krim jagung ini. Kami akan coba praktikkan nanti di rumah,” ungkap mereka.

Anak-anak juga tampak antusias saat mencicipi rasa es krim jagung yang manis, gurih dan segar ini. Apalagi ketika merasakan produk lainnya seperti es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet mangga, dan sorbet cabai.(***)

Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi True Shallot Seed

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menjalin kerjasama peningkatan kompetensi SDM pertanian dengan dua perusahaan swasta, yaitu PT. Bejo Benih Indonesia dan PT. Saprotan Utama. Kerjasama dilakukan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) True Shallot Seed (TSS) Bawang Merah, Selasa (11/2/2025).

Bimtek diikuti 30 peserta terdiri dari widyaiswara, petugas teknis, dan mahasiswa yang sedang praktek magang di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong peningkatan produksi hortikultura, salah satunya bawang merah, agar mampu yang berdaya saing.

“Peningkatan produksi bawang merah penting agar kebutuhan nasional tercukupi dan bisa diekspor,” tuturnya.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan, bimtek, dan sebagainya.

Fasilitator dari PT. Bejo Benih Indonesia (PT. BBI) memberikan materi secara klasikal tentang True Shallot Seed (TSS), yaitu teknologi perbanyakan benih bawang merah yang mampu menghasilkan tanaman lebih baik dari sisi jumlah dan kualitas sehingga dapat memberi keuntungan lebih.

PT. BBI juga memperkenalkan minibulb yaitu umbi dari TSS yang disemai selama 85 hari untuk menghasilkan umbi yang siap tanam bagi petani bawang merah.

Setelah itu, peserta praktik membuat persemaian benih bawang merah di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Teknik pertama yang dikenalkan adalah persemaian di bedengan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/dorong-regenerasi-petani-demi-ketahanan-pangan-upt-pelatihan-kementan-gandeng-perguruan-tinggi/

Selain itu dikenalkan persemaian menggunakan tray dan alat soil block dengan media tanamnya berupa tanah, pupuk organik, cocopeat, dan arang sekam.

Peserta praktik menyiapkan media tanam, mencetaknya menggunakan soil block ke dalam tray, dan menyemai benih bawang merah. Selain itu juga praktik persemaian menggunakan media peatmoss.

Salah satu peserta yaitu widyaiswara, Sani Hanifah, mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa dari kegiatan ini.

“Mengikuti bimtek ini menjadi pengalaman yang luar biasa karena bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai perbanyakan benih bawang merah biji (TSS) yang merupakan teknologi terbaru dalam pertanian dan salah satu strategi budidaya bawang merah yang efektif,” katanya.

PT. BBI memberikan panduan yang informatif dan praktis, memberikan wawasan berharga serta solusi terbaik untuk meningkatkan hasil panen bawang merah.

Widyaiswara lainnya, Dewi PS, mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini.

“Bimtek ini menarik karena di BBPP Lembang belum pernah menanam benih bawang merah dengan TSS. Kami pun mengajarkan kepada peserta pelatihan menanam bawang merah melalui umbinya saja,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan tantangan mendiseminasikan TSS bagi petani bawang yang sudah terbiasa menanam benih menggunakan umbi. “Mengubah mindset petani dari menanam dengan umbi beralih ke TSS tidak mudah, terutama di kalangan petani kolotnial,” ujar Dewi.

Dewi berharap penanaman benih bawang merah dengan TSS ini bisa diajarkan ke peserta pelatihan baik penyuluh pertanian dan petani terutama petani milenial yang biasanya lebih adaptif dengan teknologi.

“Harus ada petani milenial champion yang bisa menjadi kiblat petani lain untuk mulai menggunakan TSS,” katanya.(***)

Dorong Regenerasi Petani Demi Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Perguruan Tinggi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Salah satu UPT di Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di antaranya melalui kegiatan praktik kerja lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menggagaskan bahwa generasi muda nantinya akan menjadi harapan bagi pertanian Indonesia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga berharap pada generasi muda.

Santi berpendapat bahwa kebutuhan pangan akan terus ada dan generasi petani saat ini sudah memasuki umur senja.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Mewujudkan hal tersebut, BBPP Lembang bersinergi dengan lembaga pendidikan baik perguruan tinggi maupun sekolah vokasi pertanian mendalami pertanian.

Jumat (14/2/2025), BBPP Lembang melepas lima orang mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang baru merampungkan periode magang.

Kelima mahasiswa tersebut merupakan peserta didik di Program Studi Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.

Menurut mereka, ketertarikan untuk mendalami pertanian muncul setelah datang dan mengunjungi BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/calon-purna-tugas-bumn-dalami-pertanian-modern-di-upt-pelatihan-kementan/

Salah seorang mahasiswa, Bryan Safiq Nugraha, mengaku tertarik untuk menjalani magang setelah mengunjungi BBPP Lembang pada Desember 2024 lalu.

“Kami jadi semakin tertarik untuk belajar tentang pertanian setelah kunjungan tersebut,” terangnya.

Setelah menjalani dua minggu periode magang, mereka mengaku bahwa banyak ilmu teknis yang dipelajari dari BBPP Lembang.

Mahasiswa lainnya, Erica Nadia Putrie, berharap ilmu yang didapat dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Kami yang selama ini hanya belajar teori di kampus jadi memahami teknik yang mungkin hanya dapat dipelajari ketika ada di lapangan,” sebutnya mengingat pengalaman magang mereka,

Layla Putri Hambali, peserta magang lainnya, mengaku sempat ada rasa kaget ketika menjalani magang.

“Ketika kami mulai belajar di sini, sempat agak kaget. Kami bertanya-tanya ‘kenapa tidak selalu menggunakan teknologi yang terbaru saja?’, namun setelah menjalani kami juga mengerti karena ini lembaga pelatihan dan yang kita hadapi nantinya adalah petani sehingga harus selalu bisa mengaplikasikan teknologi yang paling sederhana dan mudah didapat,” terangnya.

Sebagai penutup, Marsha Linda dan Pramesuara Cahaya Rahman menerangkan bahwa mereka juga mendapat pengalaman kerja sama yang berharga. Dari belajar di BBPP Lembang dan menjalani berbagai aktivitas bersama.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan bahwa ini merupakan komitmen dari BBPP Lembang untuk mencapai swasembada pangan.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung berbagai program strategis Kementerian Pertanian termasuk dalam regenerasi petani,” terang Ajat.(***)

Calon Purna Tugas BUMN Dalami Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 35 calon purna tugas dari PT. KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (13/2/2025) untuk mengenal pertanian modern dan potensi pengolahan hasil pertanian.

Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk berwirausaha di bidang pertanian atau sekadar menyalurkan hobi bertani di masa purna tugas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan jika penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha WIdi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Para calon purna tugas PT KAI sendiri berkunjung ke BBPP Lembang untuk mendapat bekal mengisi masa purna tugas.

“Kami harap kami dapat membekali calon purna tugas ini agar tetap bisa berkarya di masa depan,” terang Yudhistira selaku Kepala Bagian Sumber Daya Manusia PT KAI Daop 2 Bandung.

BBPP Lembang diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pertanian modern yang dapat dilakukan dengan praktis. Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementan, BBPP Lembang memiliki berbagai sarana untuk mewujudkan hal tersebut.

Beberapa teknologi yang ditunjukan pada peserta kunjungan pada kesempatan tersebut adalah hidroponik dengan metode deep flow technique (DFT) dan drip irrigation.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/14/gapai-indonesia-emas-2045-upt-pelatihan-kementan-gandeng-generasi-z/

Instalasi hidroponik berhasil menarik perhatian para peserta dan rasa ingin tahu mereka karena praktis dan tidak mengharuskan pelakunya untuk berada di lahan setiap saat.

Instalasi drip irrigation sendiri terbilang istimewa. BBPP Lembang merupakan salah satu UPT yang memiliki green house yang sudah terotomatisasi.

Setelah melakukan pemasangan dan penyetelan awal, rumah hijau tersebut dapat beroperasi sendiri. Masing-masing metode tersebut digunakan untuk menumbuhkan pakcoy dan melon.

Di samping mempelajari teknologi hidroponik, para peserta kunjungan juga mempelajari budi daya tanaman lain yang dapat tumbuh di dataran tinggi.

Beberapa komoditas tersebut dapat dilihat di Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Para peserta kemudian aktif bertanya dan berdiskusi dengan pendamping lapangan yang menerangkan mengenai budidaya brokoli, selada, daun bawang, dan komoditas hortikultura lainnya.

Terakhir, para peserta juga melihat potensi agribisnis dari tanaman hias dan pengolahan hasil pertanian. Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Lembang, mereka dibimbing untuk mengolah jagung menjadi es krim.

Para peserta juga berkesempatan untuk mencicipi berbagai olahan hasil pertanian yang dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah dan tidak memerlukan langkah yang panjang. Salah satu yang menjadi penarik perhatian adalah manisan terong.

Salah seorang peserta, Dadang, terlihat antusias mempraktikkan langkah-langkah pembuatan es krim.

Dalam diskusi dengan Widyaiswara BBPP Lembang Saptoningsih, Dadang mempelajari bahwa es krim dapat dibuat dengan berbagai hasil pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menerangkan bahwa UPT Kementan selalu siap untuk melayani stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian modern.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.(***)

Gapai Indonesia Emas 2045, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Generasi Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Generasi Z sebagai ujung tombak untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Untuk itu, fungsi pendidikan dan pelatihan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) dimaksimalkan.

Hal ini telah dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dengan menyediakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam regenerasi pertanian.

Menteri Amran mengemukakan bahwa Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dunia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut salah satu tantangan yang dihadapi bidang pertanian adalah regenerasi petani.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” tuturnya.

Santi berharap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan harus turut aktif dalam membangun SDM pertanian yang mumpuni demi mencapai target swasembada pangan.

BBPP Lembang menjawab hal tersebut dengan membuka praktik magang yang diikuti peserta didik dari lembaga pendidikan baik kampus maupun sekolah pertanian.

Kesempatan itu dimanfaatkan mahasiswa Universitas Brawijaya, Oktavia Fatma Eka Nur Hadianti dan Kartika Indah Cahyani, untuk mempelajari budidaya pakcoy dan budidaya kangkung.

Selain praktik yang dilakukan dalam periode satu bulan, para peserta magang juga mendapat kesempatan belajar dengan suasana akademis sebagaimana di kampus asal mereka.

Selama magang, para peserta didik didampingi oleh Widyaiswara yang ahli dalam budidaya masing-masing tanaman tersebut.

Kemudian mereka diminta untuk menyusun laporan yang kemudian harus dipresentasikan sebagai pertanggungjawaban proses belajar mereka.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/14/upt-pelatihan-kementan-bekali-ilmu-pertanian-ke-calon-purna-tugas-bumn/

Oktavia misalnya, mempresentasikan pertumbuhan tanaman pakcoy dengan aplikasi trichoderma serta pengaruh perbedaan dosis pemupukan..

Sementara Kartika mendalami budidaya tanaman kangkung dan pakcoy ketika diberikan trichoderma pada fase perkecambahan.

Dalam sesi presentasi, mereka akan diuji dan diberikan masukan dari widyaiswara sehingga hasil laporannya lebih baik ketika dibawa ke kampus.

Selain itu, harapan dari BBPP Lembang adalah agar para peserta didik semakin mahir dalam budidaya tanaman untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan pertanian dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tandas Ajat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Bekali Ilmu Pertanian ke Calon Purna Tugas BUMN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada 31 calon purna tugas PT. KAI Daerah Operasional 2 Kota Bandung yang sedang menyiapkan diri untuk menyongsong masa pensiun. Bekal diberikan saat para calon pensiunan itu berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (11/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dalam mencapai swasembada pangan.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, Para Calon Purna Tugas PT KAI berkesempatan untuk melihat beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka memulai perjalanan mereka dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Kemudian mereka melanjutkan kunjungan ke screen house tanaman hias.

Di screen house tanaman hias, para calon purna tugas melihat komoditas kaktus, sukulen, dan anggrek yang tersedia.

Mereka melihat potensi tanaman anggrek sebagai tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi. Tidak lupa mereka berfoto dengan tanaman yang tersedia.

Selama perjalanan, mereka melalui lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tersedia di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan dibudidayakan di sini terutama tanaman hortikultura yang tumbuh subur di dataran tinggi. Komoditas seperti brokoli, daun bawang, selada, jagung, dan sebagainya dikembangkan di sini.

KRPL BBPP Lembang juga sudah menggunakan prinsip pertanian modern dengan menggunakan Internet of Things.

Di KRPL tersedia beberapa sensor yang dapat mendeteksi cuaca, nutrisi di dalam tanah, dan berbagai faktor yang dapat menentukan budidaya tanaman.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/09/sokong-ketahanan-pangan-kementan-siapkan-gen-z-sebagai-regenerasi-petani/

Para calon purna tugas kemudian melihat instalasi hidroponik BBPP Lembang. Instalasi hidroponik yang dikunjungi diantaranya adalah instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Para peserta kunjungan antusias dalam bertanya kepada petugas lapangan yang mendampingi perjalanan mereka.

Melihat pengoperasian DFT yang praktis dan dapat memberikan hasil dalam jumlah yang cukup besar meningkatkan ketertarikan mereka.

Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas melon.

Acara pamungkas pada kunjungan hari itu adalah praktik pembuatan es krim jagung.

Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan ruang untuk mencoba di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Pada sesi praktik mereka diberikan bahan-bahan yang dibutuhkan serta proses dan cara dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik mereka juga berkesempatan untuk mencicipi es krim dari jagung, cabai, dan pak coy yang sebelumnya sudah disediakan.

Sesi diskusi berjalan aktif dengan peserta yang antusias bertanya mengenai jenis komoditas yang dapat diolah menjadi es krim atau bahan olahan lainnya.

Menutup, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” kata Ajat.(***)

Dukung Ekspor Pertanian, Wamentan Luncurkan Program Milenial Siap Ekspor di Bali

TANIINDONESIA.COM//BALI - Untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas pertanian, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melaksanakan pelepasan ekspor komoditas pertanian yang melibatkan petani milenial, dan didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Rabu (12/2/2025).

Kegiatan ini berlangsung serentak di berbagai wilayah dengan lokasi utama di Kabupaten Tabanan, Bali, yang turut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta.

Kegiatan yang digelar di Jalan Raya Marga Apuan Km 7, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ini juga melibatkan pejabat penting lainnya seperti Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, serta jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wamentan Sudaryono menegaskan pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan nasional, baik dalam menjamin ketersediaan pangan, mengurangi pengangguran di pedesaan, maupun mempercepat pemerataan ekonomi.

Sudaryono juga mengingatkan urgensi peran petani milenial dalam mengembangkan pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.

Ia mengajak petani milenial untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dan perbankan.

"Milenial Siap Ekspor adalah salah satu program Kementerian Pertanian untuk mendorong petani milenial agar produk mereka memiliki daya saing di pasar global," ujar Sudaryono.

Selain itu, program Link and Match atau Business Matching yang dilaksanakan dalam acara ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan industri, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian.

"Saya berharap petani milenial dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pelopor dalam pembangunan pertanian Indonesia," tambah Sudaryono.

Baca juga:

Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan, acara pelepasan ekspor ini diharapkan tidak hanya memperluas jaringan pasar untuk produk pertanian Indonesia, tetapi juga memberikan motivasi bagi petani milenial di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan pasar global.

“Ekspor kali ini melibatkan komoditas unggulan dari petani milenial, dengan total nilai ekspor mencapai Rp6,9 miliar,” ungkap Ida.

Lebih lanjut Idha memaparkan, para petani milenial yang berhasil menjadi eksportir diantaranya adalah Kadek Surya Prasetya Wiguna, dari Kabupaten Tabanan, Bali, yakni komoditas ekspor coklat ke negara Malaysia, Jepang, New Zeland, Qatar, USA, Hungaria, Polandia Vietnam, Thailand, dan Inggris dengan volume 3 ton serta nilai ekspor Rp3,6 Milyar melalui Pelabuhan Udara Ngurah Rai-Denpasar.

Ada pula, AA Gede Agung Wedhatama dari Kabupaten Badung, Bali dengan komoditas manggis 2,7 ton ke China dan 2 ton ke Jerman dengan nilai ekspor Rp400 Juta melalui Pelabuhan Udara Ngurah Rai, Denpasar.

Selain itu, Ella Rizki Farihatul Maftuhah dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, komoditas gula kelapa organik ke Malaysia, dengan volume 10.000 pack dan nilai ekspor Rp. 150 Juta melalui pelabuhan laut Tanjung Mas Semarang.

I Gusti Megawati dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, komoditas gula aren semut organik. Ekspor dalam bentuk cub/kemasan 200 gram, tujuan ekspor ke China dengan volume 1 ton dan Belanda dengan volume 1 ton, nilai Ekspor Rp150 Juta melalui pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya.

Terakhir, Andi Yulianto dari Kabupaten Belawan, Medan, Provinsi Sumatera Utara dengan komoditas kopi, tujuan ekspor ke negara Oman, Jazirah Arab dengan volume 26 ton, nilai ekspor Rp2,6 M melalui Pelabuhan Laut Belawan, Medan.

Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, pelepasan ekspor ini menjadi simbol nyata dari komitmen Kementan dalam mendorong hilirisasi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat perekonomian daerah melalui ekspor komoditas pertanian.

Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan memperbaiki neraca perdagangan nasional.(***)