21 April 2026

Bulan: September 2025

BRI BO Bekasi Siliwangi Berbagi Bingkisan di HPN 2025

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - Hari Pelanggan Nasional (HPN) resmi diperingati setiap 4 September. HPN diresmikan pada 2003 dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bank BRI menjadi salah satunya yang juga memperingati HPN.

Salah satu cabangnya yaitu BRI Branch Office (BO) Bekasi Siliwangi juga memeriahkan HPN dengan memberikan bingkisan kepada para nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi BRI BO Bekasi Siliwangi kepada para nasabah setia.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan berbagi bingkisan kepada para nasabah serta menyediakan camilan di kantor pelayanan kami," ujar Pimpinan BRI BO Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira.

Maltha menjelaskan, pihaknya memberikan bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI BO Bekasi Siliwangi dengan Nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI BO Siliwangi dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tutupnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Kuatkan Peran Brigade Pangan Kalimantan Tengah melalui Pelatihan

KAPUAS — Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP). Kegiatan Tahap 5 ini digelar selama bulan September 2025, dilaksanakan sebanyak 55 angkatan.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bataguh, Kecamatan Kapuas, dan diikutinsebanyak 30 orang peserta dari Brigade Pangan (BP) Tani Sejahtera dan BP Pulau Kupang. Waktu pelaksanaan 1 – 3 September 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, untuk mencapai swasembada pangan, Kementan memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras.

Dijelaskannya, salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Praktikkan Agribisnis Kopi ke Petani Kabupaten Bandung Barat

Selain itu, tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) tahap 5 sebanyak 55 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari untuk masing-masing angkatan.

Di BPP Bataguh Kecamatan Kapuas yaitu angkatan 34, pada materi kelompok dasar, peserta memperoleh materi tentang Peran Brigade Pangan Mendukung Pencapaian Swasembada Pangan.

Pada materi kelompok inti, peserta memperoleh materi Proposal Usahatani Berorientasi Bisnis, Analisa Kelayakan Usahatani, dan Rencana Tanam. Sedangkan di materi kelompok penunjang, yaitu Rencana Tindak Lanjut.

Peserta mempraktikkan membuat analisa usahatani padi, perbedaan analisa usahatani padi varietas unggul dan varietas lokal.

Saat penutupan pelatihan, Rabu (3/9/2025), salah seorang peserta, M. Sabran, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia pelatihan baik BBPP Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas.

“Ilmunya sangat bermanfaat untuk kegiatan kami di brigade pangan,” ujar Sabran singkat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Praktikkan Agribisnis Kopi ke Petani Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Rabu (3/9/2025), di BP3K Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam kegiatan yang dihadiri 30 orang anggota kelompok tani dari 14 desa di wilayah Kecamatan Cipongkor, salah satu yang dijelaskan BBPP Lembang adalah seputar budidaya kopi.

Dalam kesempatan terpisah,.Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah sektor yang penting. Karena, pertanian menyediakan pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan Konsultasi Agribisnis sebagai salah satu standar pelayanan di Balai Besar Pelatihan.

Ajat menjelaskan, BBPP Lembang berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Sementara kegiatan KAK kali ini dihadiri widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian dan pascapanen pengolahan hasil pertanian. Selain itu, hadir petugas dari Inkubator Agribisnis dan pengelola perpustakaan BBPP Lembang.

Salah seorang peserta pembudidaya jagung dan rencana akan menanam kopi, menanyakan tentang budidaya kopi yang diawali dengan pemilihan dan perlakuan bibit kopi yang baik sehingga saat ditanam nantinya akan menghasilkan tanaman kopi yang berkualitas tinggi.

Baca juga:

Bertani on Cloud Kementan Berbagi Strategi Ekspor untuk Petani

Widyaiswara spesialisasi budidaya menjelaskan mulai dari pengolahan lahan, penentuan lubang tanam, penanaman, dan pemeliharaan tanaman kopi.

Peserta lainnya, yaitu penyuluh swadaya, menanyakan alternatif budidaya tanaman sayuran di lahan seluas 300m2 di lingkungan pesantren di Kecamatan Cipongkor yang dapat menjadi aktivitas menguntungkan bagi santriwan santriwatinya.

Widyaiswara menjelaskan berbagai alternatif jenis komoditas pertanian baik sayuran dan tanaman buah serta cara budidayanya baik konvensional maupun hidroponik.

Sementara itu, widyaiswara spesialisasi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian memberikan solusi alernatif pengolahan limbah kopi. Limbah kulit kopi dapat diolah menjadi briket.

Briket kulit kopi adalah bahan bakar padat alternatif yang dibuat dari limbah kulit kopi yang telah diproses melalui karbonisasi (diarangkan) kemudian dicampur dengan perekat tepung kanji dengan perbandingan 1 kg limbah kulit kopi dicampurkan dengan 100 gram tepung kanji dan air panas.

Setelah itu dicetak dan dikeringkan dan briket siap dimanfaatkan menjadi bahan bakar seperti arang dan bisa dipasarkan ke penjual sate atau industri lainnya yang memerlukannya.

Proses pengolahan kulit kopi menjadi briket ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah organik sehingga ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sehingga dapat menjadi energi alternatif, dan menciptakan potensi ekonomi karena memiliki nilai jual.

Dijelaskan pula proses pengolahan biji kopi hingga menjadi bubuk kopi. Beberapa teknik menyeduh kopi juga dikenalkan berikut alat seduhnya, seperti V60, espresso, french press, vietnam drip, siphon.

Widyaiswara menjelaskan dengan cara pengolahan kopi hingga menjadi secangkir kopi, akan menghasilkan keuntungan berlipat.

Peserta pun bersama-sama mencicipi olahan kopi khas BBPP Lembang, yaitu varietas kopi arabica yang diseduh dengan metode french press kopi.

“Rasanya sempurna sekali, ada asamnya dan juga terasa pahitnya,” ucap salah seorang peserta.

Lilim, Ketua Kelompok Tani Bumi Lestari Jaya Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, menyampaikan rasa bahagianya bisa ikut kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling yang dilakukan oleh BBPP Lembang dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat.

“Saya baru mulai menanam kopi yang dibarengi dengan menanam jagung sehingga saat tadi menanyakan bagaimana budidaya kopi, sangat jelas disampaikan oleh widyaiswara BBPP Lembang. Penjelasannya juga ditunjang adanya buku-buku berkaitan dengan agribisnis kopi yang dibawa di mobil KAK ini," katanya.

“InsyaAllah Ilmu budidaya kopi yang disampaikan akan saya sampaikan kepada anggota kelompok tani saya sehingga insyaAllah ilmunya bermanfaat bagi kelompok tani kami dan juga secara umum bagi masyarakat di Kecamatan Cipongkor,” ucap Lilim.(***)

Aktif Berbagi Pengetahuan, Polbangtan Kementan Raih Anugerah Kementan Corpu

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) meraih Juara 3 sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian (Kementan) yang berbagi aset pengetahuan terbanyak dalam kementancorpu.com.

Anugerah ini diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, dalam peluncuran Kementan _Corporate University_ (Kementan Corpu) di Aula Bina Karakter, BBPMKP Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mewakili Menteri Pertanian, Ia menyampaikan bahwa _Corporate University_ bukan hanya sebagai wadah pengembangan kompetensi ASN, melainkan juga wujud komitmen Kementerian Pertanian untuk menjadikan ASN sebagai motor penggerak organisasi sekaligus mendukung kemajuan pertanian nasional.

“Kementan Corpu dirancang untuk menjadi mesin pengembangan kompetensi, tidak hanya bagi ASN pusat, tetapi juga bagi seluruh aktor pembangunan pertanian di Indonesia. Tujuannya bukan hanya memenuhi kebutuhan pengembangan ASN di lingkungan Kementerian Pertanian, tetapi juga mendukung pengembangan kompetensi di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tingkatkan Literasi Pertanian

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan pengembangan kompetensi melalui jalur non formal memerlukan komitmen bersama seluruh unsur organisasi.

“Kita perlu melakukan prinsip berbagi peran, secara masif, dan berkesinambungan,” katanya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi ASN dan instansi pemerintah dalam implementasi pengembangan
kompetensi meliputi keterbatasan akses, sumber daya, serta korelasi dengan berbagai elemen lain.

Untuk itu, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan berkomitmen untuk membagi asset pengetahuan yang dimiliki melalui _Knowledge Management System_ (KMS), salah satu program unggulan kementancorpu.com.

“Kami mendukung upaya Kementan untuk mengembangkan kompetensi ASN, melalui berbagi pengetahuan yang kami miliki,” ucapnya.

Dalam kesempatan terdahulu, Polbangtan Yoma telah mengirimkan berbagai jurnal dan artikel garapan civitas academica Polbangtan Yoma.

Hermawan berharap upaya ini bisa memperkaya khasanah pengetahuan di sektor pendidikan, sekaligus penelitian dan pengabdian masyarakat.(***)

Bertani on Cloud Kementan Berbagi Strategi Ekspor untuk Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian memberikan strategi untuk berekspor kepada petani dalam kegiatan Bertani On Cloud (BOC) volume 318, yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Kamis, (28/08/2025). Kegiatan diadakan di P4S Lembang Agri dengan narasumber petani millennial dan eksportir.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menekankan dalam berbagai kesempatan bahwa pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.

Dijelaskannya, fokus Kementerian Pertanian di samping mencapai swasembada pangan adalah mengambil peran lebih dalam perdagangan global.

“Target kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,” ujarnya.

Mentan menambahkan, hal tersebut dilakukan dengan berbagai upaya penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Salah satunya adalah dengan penguatan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran P4S dalam pertanian.

“P4S menjadi contoh bagaimana pendidikan vokasi pertanian bisa berjalan efektif di masyarakat. Dengan fokus pada bidang masing-masing, mereka bukan hanya mencetak petani, tetapi juga mencetak wirausaha muda pertanian,” kata Santi.

Sementara pelaksanaan BOC Volume 319 mengangkat tajuk “Dari Desa Cikidang Menembus Ekspor Hortikultura”.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran kepada KWT Kabupaten Bandung Barat

Hadir sebagai narasumber Dodih dari P4S Lembang Agri dan petani muda Desa Cikidang Ardiansyah sebagai mitranya.

P4S Lembang Agri dikenal sebagai salah satu kelembagaan petani yang sudah melakukan ekspor ke beberapa negara.

Komoditas yang mereka produksi adalah buncis yang pernah merambah pasar Singapura dan romaine lettuce yang dijual ke Taiwan.

P4S Lembang Agri juga menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan restoran untuk memenuhi stok mereka.

Lembang Agri juga mengajak petani muda untuk turun ke lahan untuk memenuhi permintaan berbagai komoditas.

“Untuk mengembangkan petani muda intinya kita harus membuat bidang pertanian menarik bagi mereka misalnya dengan menggunakan konten,” terang Dodih.

Sedangkan Ardiansyah memulai kiprahnya dalam pertanian setelah diajak Dodih untuk mengelola P4S. Lama-kelamaan bidang tersebut menjadi menarik.

“Saya juga menemukan healing melalui pertanian,” tambah Ardiansyah.

Selain menunjukkan petani milenial, BOC kali ini juga menghadirkan eksportir, PT. Global Agriculture Cooperation Indonesia (GACI), yang telah bekerjasama dengan P4S Lembang Agri untuk mengekspor berbagai komoditas ke Taiwan.

Direktur PT. GACI, Lee Pai-Po, hadir untuk berbagi dengan para petani yang hadir secara daring.

“Awal mulanya, saya melihat pertanian di Indonesia dan itu sangat luar biasa,” terang Lee mengenai awal mula terlibatnya dengan pertanian Indonesia.

“Saya melihat kesempatan di sini dan saya berinvestasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Lee melanjutkan menjelaskan mengenai kiat-kiat ekspor untuk petani Indonesia.

“Yang terpenting adalah kepastian yang diberikan oleh petani dalam memenuhi permintaan pembeli,” tuturnya.

Di bagian akhir, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyampaikan harapannya kepada para generasi muda.

“Generasi muda sudah mampu menunjukkan prestasinya hingga ke ekspor, ini merupakan penyemangat bagi generasi muda bahwa sektor pertanian sungguh prospektif di masa depan,” tuturnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tingkatkan Literasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Sosialisasi Literasi Informasi dan Layanan Perpustakaan. Hal ini dinilai strategis untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat inspirasi dan inovasi literasi yang mendukung terwujudnya kemandirian dan swasembada pangan nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti menyebut pentingnya mendorong kapasitas generasi muda dalam rangka mengakselerasi produktivitas sektor pertanian.

"Pertama, dengan meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga:

Cetak SDM Unggulan, Wamentan Lepas 267 Wisudawan Polbangtan Yoma

Untuk itu, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan menegaskan pentingnya penguasaan literasi pertanian untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Perpustakaan bukan hanya pusat koleksi, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa maupun dosen. Dengan literasi yang kuat, kita bisa mendukung lahirnya SDM pertanian yang mampu mendorong kemandirian pangan nasional,” ujarnya.

Hadir memberikan materi, Riko Bintari P, Pustakawan Madya Balai Besar Pustaka, menjelaskan perlunya literasi dalam menghadapi tantangan global.

“Akses terhadap informasi pertanian yang valid, mutakhir, dan terpercaya menjadi kunci untuk menjawab tantangan, seperti krisis pangan, mulai dari ancaman kelaparan, perubahan iklim, hingga keterbatasan produksi dalam negeri,” ucap Riko.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sumber-sumber informasi resmi, seperti repository pertanian, e-publikasi Pertanian Press, portal Cybex.id, serta website kementerian dan lembaga pendidikan, yang menyediakan data, hasil riset, dan referensi akademik berkualitas.

“Saya berharap mahasiswa dan civitas academika bisa lebih kritis dalam menilai kualitas informasi, dengan memperhatikan aspek kredibilitas, akurasi, kemutakhiran, dan relevansi dari setiap sumber yang digunakan.” jelasnya(***)

BRI BO Jakarta Menara BRILiaN Berbagi Jumat Berkah ke Warga Sekitar

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Jakarta Menara BRILiaN kembali menggelar program Jumat Berkah. Program ini merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan oleh BRI BO Jakarta Menara BRILiaN. Kali ini program Jumat Berkah diadakan didepan Kantor BRI BO Jakarta Menara BRILiaN pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Pimpinan BRI BO Jakarta Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita menjelaskan, untuk Program Jumat Berkah kali ini dilaksanakan didepan kantor BRI BO Jakarta Menara BRILiaN berupa 100 nasi boks. Pembagian ditujukan kepada warga sekitar yang kurang mampu yang melintas didepan area kantor BRI BO Jakarta Menara BRILiaN.

“Alhamdulilah kami selalu mengagendakan Program Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Marco menambahkan, adapun bingkisan yang diberikan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga dengan adanya bantuan dari Program Jumat Berkah ini bisa membantu meringankan kebutuhan warga sekitar.

“Kami membagikan 100 nasi boks kepada para warga dekat kantor yang melintas, siapa tahu ada yang belum sempat mengisi perut,” tegasnya.

Selain Program Jumat Berkah, BRI juga mempunyai beragam produk dan program unggulan. Mulai dari program untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ada program undian berhadiah hingga produk perbankan online melalui BRImo yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dalam satu genggaman.

"Nasabah bisa bertransaksi perbankan mulai dari produk tabungan, pinjaman, pembayaran, asuransi, investasi hingga lifestyle tersedia diaplikasi BRI," tutupnya.(***)