8 Mei 2026

Hari: 3 September 2025

Bertani on Cloud Kementan Berbagi Strategi Ekspor untuk Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian memberikan strategi untuk berekspor kepada petani dalam kegiatan Bertani On Cloud (BOC) volume 318, yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Kamis, (28/08/2025). Kegiatan diadakan di P4S Lembang Agri dengan narasumber petani millennial dan eksportir.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menekankan dalam berbagai kesempatan bahwa pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.

Dijelaskannya, fokus Kementerian Pertanian di samping mencapai swasembada pangan adalah mengambil peran lebih dalam perdagangan global.

“Target kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,” ujarnya.

Mentan menambahkan, hal tersebut dilakukan dengan berbagai upaya penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Salah satunya adalah dengan penguatan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran P4S dalam pertanian.

“P4S menjadi contoh bagaimana pendidikan vokasi pertanian bisa berjalan efektif di masyarakat. Dengan fokus pada bidang masing-masing, mereka bukan hanya mencetak petani, tetapi juga mencetak wirausaha muda pertanian,” kata Santi.

Sementara pelaksanaan BOC Volume 319 mengangkat tajuk “Dari Desa Cikidang Menembus Ekspor Hortikultura”.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran kepada KWT Kabupaten Bandung Barat

Hadir sebagai narasumber Dodih dari P4S Lembang Agri dan petani muda Desa Cikidang Ardiansyah sebagai mitranya.

P4S Lembang Agri dikenal sebagai salah satu kelembagaan petani yang sudah melakukan ekspor ke beberapa negara.

Komoditas yang mereka produksi adalah buncis yang pernah merambah pasar Singapura dan romaine lettuce yang dijual ke Taiwan.

P4S Lembang Agri juga menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan restoran untuk memenuhi stok mereka.

Lembang Agri juga mengajak petani muda untuk turun ke lahan untuk memenuhi permintaan berbagai komoditas.

“Untuk mengembangkan petani muda intinya kita harus membuat bidang pertanian menarik bagi mereka misalnya dengan menggunakan konten,” terang Dodih.

Sedangkan Ardiansyah memulai kiprahnya dalam pertanian setelah diajak Dodih untuk mengelola P4S. Lama-kelamaan bidang tersebut menjadi menarik.

“Saya juga menemukan healing melalui pertanian,” tambah Ardiansyah.

Selain menunjukkan petani milenial, BOC kali ini juga menghadirkan eksportir, PT. Global Agriculture Cooperation Indonesia (GACI), yang telah bekerjasama dengan P4S Lembang Agri untuk mengekspor berbagai komoditas ke Taiwan.

Direktur PT. GACI, Lee Pai-Po, hadir untuk berbagi dengan para petani yang hadir secara daring.

“Awal mulanya, saya melihat pertanian di Indonesia dan itu sangat luar biasa,” terang Lee mengenai awal mula terlibatnya dengan pertanian Indonesia.

“Saya melihat kesempatan di sini dan saya berinvestasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Lee melanjutkan menjelaskan mengenai kiat-kiat ekspor untuk petani Indonesia.

“Yang terpenting adalah kepastian yang diberikan oleh petani dalam memenuhi permintaan pembeli,” tuturnya.

Di bagian akhir, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyampaikan harapannya kepada para generasi muda.

“Generasi muda sudah mampu menunjukkan prestasinya hingga ke ekspor, ini merupakan penyemangat bagi generasi muda bahwa sektor pertanian sungguh prospektif di masa depan,” tuturnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tingkatkan Literasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Sosialisasi Literasi Informasi dan Layanan Perpustakaan. Hal ini dinilai strategis untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat inspirasi dan inovasi literasi yang mendukung terwujudnya kemandirian dan swasembada pangan nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti menyebut pentingnya mendorong kapasitas generasi muda dalam rangka mengakselerasi produktivitas sektor pertanian.

"Pertama, dengan meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga:

Cetak SDM Unggulan, Wamentan Lepas 267 Wisudawan Polbangtan Yoma

Untuk itu, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan menegaskan pentingnya penguasaan literasi pertanian untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Perpustakaan bukan hanya pusat koleksi, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa maupun dosen. Dengan literasi yang kuat, kita bisa mendukung lahirnya SDM pertanian yang mampu mendorong kemandirian pangan nasional,” ujarnya.

Hadir memberikan materi, Riko Bintari P, Pustakawan Madya Balai Besar Pustaka, menjelaskan perlunya literasi dalam menghadapi tantangan global.

“Akses terhadap informasi pertanian yang valid, mutakhir, dan terpercaya menjadi kunci untuk menjawab tantangan, seperti krisis pangan, mulai dari ancaman kelaparan, perubahan iklim, hingga keterbatasan produksi dalam negeri,” ucap Riko.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sumber-sumber informasi resmi, seperti repository pertanian, e-publikasi Pertanian Press, portal Cybex.id, serta website kementerian dan lembaga pendidikan, yang menyediakan data, hasil riset, dan referensi akademik berkualitas.

“Saya berharap mahasiswa dan civitas academika bisa lebih kritis dalam menilai kualitas informasi, dengan memperhatikan aspek kredibilitas, akurasi, kemutakhiran, dan relevansi dari setiap sumber yang digunakan.” jelasnya(***)