8 Juni 2026

Hari: 10 September 2025

Meriahkan HPN 2025, BRI KC Depok Berbagi Bingkisan ke Nasabah

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - Hari Pelanggan Nasional (HPN) resmi diperingati setiap 4 September. HPN diresmikan pada 2003 dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bank BRI menjadi salah satunya yang juga memperingati HPN.

Salah satu cabangnya yaitu BRI Kantor Cabang (KC) Depok juga memeriahkan HPN dengan memberikan bingkisan kepada para nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi BRI KC Depok kepada para nasabah setia.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan berbagi bingkisan kepada para nasabah serta menyediakan camilan di kantor pelayanan kami," ujar Pemimpin BRI KC Depok, Aris Abdillah.

Aris menjelaskan, pihaknya memberikan bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI KC Depok dengan nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI KC Depok dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tandasnya.(***)

Siapkan Regenerasi Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) secara serius mengupayakan regenerasi pertanian melalui perguruan tinggi vokasinya. Sejalan dengan itu, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) mengukuhkan mahasiswa baru di kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Selasa (09/09/2025).

Dari 2.558 pendaftar di Tahun 2025, Polbangtan Yoma menerima 364 mahasiswa baru dari 22 provinsi di Indonesia. Mereka tersebar di 6 program studi. 66 mahasiswa di Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, 60 di Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, 62 di Agribisnis Hortikultura, 61 di Teknologi Benih, 35 di teknologi Pakan Ternak, dan 60 di Teknologi Produksi Ternak.

Setelah melalui serangkaian seleksi, yakni Tes tertulis dengan Computer Assisted Test (CAT) bagi mahasiswa jalur umum, Tes wawancara dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan psikologi dan fisik, mereka dinyatakan lulus dan menjadi mahasiswa baru Polbangtan Yoma.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatn menegaskan, regenerasi petani adalah keharusan. Oleh karena itu, Kementan menurutnya memiliki komitmen untuk terus membina dan memfasilitasi petani muda.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas. Dengan dukungan inovasi dan digitalisasi pertanian, generasi muda bisa menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi,” ujar Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

Baca juga:

Wujudkan Kemandirian Pangan, Kementan Dorong Mahasiswa Polbangtan Menjadi Motor Transformasi Pertanian

“Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan mengatakan regenerasi petani adalah keniscayaan.

“Sebagian besar petani kita sudah usia lanjut, maka kalian harus siap untuk menggantikan. Dengan teknologi informasi yang berkembang pesat, maka kita harus bisa menyesuaikan diri dan mengaplikasikannya mulai dari hulu sampai hilir dan baik on farm maupun off farm,” jelas Hermawan.

Ia mengatakan Kementan konsisten melakukan terobosan dalam rangka kemajuan sektor pertanian. Melalui peningkatan produksi maupun penyiapan sumberdaya manusia dalam upaya meningkatkan minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian.

“Sektor pertanian pada khususnya membutuhkan generasi muda untuk menjadi agrosociopreneur, pencetus ide, inovator dan motor penggerak pembangunan daerah. Kita harus adaptif memasuki era 4.0. Smart farming harus bisa diaplikasikan sehingga kemudahan, efektivitas dan kelestarian lingkungan dapat terjaga,” paparnya.

Untuk itu, di hadapan wali mahasiswa yang hadir, Hermawan meminta dukungan pada upaya mahasiswa menjadi qualified job creator.

“Oleh karena itu kami mengajak Bapak/Ibu orang tua wali untuk mendukung apabila putra putrinya nanti manjadi pengusaha bidang pertanian ataupun peternakan. Hal ini akan sangat membanggakan karena putra putri Bapak/Ibu bukan sebagai pencari kerja namun dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.(***)

Wujudkan Kemandirian Pangan, Kementan Dorong Mahasiswa Polbangtan Menjadi Motor Transformasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) memandang penting pada pembangunan SDM pertanian untuk segera mewujudkan swasembada pangan nasional. Pasalnya, generasi muda akan memegang kendali pengelolaan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan digitalisasi.

Hal ini disampaikan oleh Desrial, Guru Besar Institut Pertanian Bogor pada Kuliah Umum yang bertajuk “Peran Generasi Muda dan Brigade Pangan dalam Mensukseskan Program Swasembada Pangan” di Gedung Serbaguna Polbangtan Yoma, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Kamis (4/9/2025).

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa merubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif di sana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arisanti, menjelaskan pentingnya menguatkan peran generasi muda di sektor pangan.

"Kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian. Pertama, lebih meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga:

Aktif Berbagi Pengetahuan, Polbangtan Kementan Raih Anugerah Kementan Corpu

Dalam kuliahnya, Desrial menekankan bahwa isu pangan bukan hanya sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut hidup dan mati suatu bangsa, sebagaimana pernah ditegaskan Presiden Soekarno.

“Saat ini, dunia menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim, ketidakstabilan geopolitik, hingga inflasi pangan yang tinggi. Indonesia pun tidak terlepas dari tantangan kelangkaan beras dan penurunan produktivitas pertanian,” ucapnya.

Untuk itu, Ia mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri, membangun sektor pertanian dengan cara yang modern.

“Generasi muda, khususnya mahasiswa pertanian, harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi. Penguasaan alsintan, digitalisasi, dan keberanian berinovasi adalah kunci untuk mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Desrial.

Ia juga memperkenalkan konsep Brigade Pangan, yaitu model pengelolaan usaha tani modern yang melibatkan pemuda dalam pengelolaan lahan terstruktur dengan dukungan teknologi alsintan.

“Melalui skema ini, petani milenial dapat memperoleh pendapatan yang layak sekaligus menciptakan sistem agribisnis yang berkelanjutan,” jelasnya.

Di depan ratusan mahasiswa Semester 5, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan berharap kuliah umum ini mampu memotivasi mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi petani milenial, wirausahawan muda, maupun penyuluh yang inovatif.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap terjun langsung mengembangkan sektor pertanian Indonesia,” tegasnya.(***)