8 Juni 2026

Hari: 27 September 2025

Dukung Penelitian, UPT Kementan Fasilitasi Mahasiswa Biologi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, program studi Biologi, menyelesaikan PKL selama tiga bulan di BBPP Lembang. PKL diakhiri dengan seminar hasil, Rabu (24/09/2025.) Keduanya fokus pada penelitian di bidang Hortikultura.

BBPP Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian, berharap dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bagi mahasiswa yang akan lulus kuliah dan melanjutkan karir maupun pendidikan di bidang pertanian nantinya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga berharap kegiatan ini bisa turut meningkatkan produksi pangan.

“Kolaborasi yang baik diperlukan antara mahasiswa bersama petani dalam menggenjot stok pangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, sangat menekankan pertanian membutuhkan peranan generasi milenial.

Bahkan, ia mengajak generasi muda untuk menjadi kaya raya menjadi petani dengan jiwa wirausaha profesional.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, juga menyambut baik kontribusi kedua mahasiswa ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.

Baca juga:

Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

Dua mahasiswa UPI yang melaksanakan PKL di BBPP Lbang adalah Risma Khoerunisa yang meneliti Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3) terhadap Aklimatisasi Tanaman Anggrek Dendrobium.

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses adaptasi bibit anggrek yang baru dipindahkan dari botol ke lingkungan luar.

Temuannya menunjukkan bahwa aplikasi GA3 dapat mempercepat pertumbuhan akar dan daun, meningkatkan tingkat keberhasilan aklimatisasi, dan pada akhirnya membantu petani anggrek untuk mendapatkan bibit yang lebih kuat.

Mahasiswa lainnya adalah Sulastri Putri Imani yang fokus pada penelitian Respon Pertumbuhan Scion Kaktus yang Berbeda terhadap Grafting pada Rootstock yang Sama.

Penelitian ini mengeksplorasi teknik penyambungan (grafting) pada kaktus hias.

Sulastri berhasil mengamati bagaimana perbedaan jenis scion (batang atas) memengaruhi keberhasilan dan laju pertumbuhan setelah disambungkan ke rootstock (batang bawah) yang sama.

Hasilnya memberikan panduan praktis bagi pembudidaya kaktus untuk memilih kombinasi yang paling efektif.

Risma Khoerunisa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dari BBPP Lembang karena telah mengizinkan kami melakukan kegiatan PKL di sini. Selama kegiatan PKL di sini, kami banyak mendapatkan ilmu baru," ujarnya.

Senada dengan Risma, Sulastri Putri Imani menyoroti lingkungan dan bimbingan yang sangat mendukung.

"Kami juga bisa merasakan mendapatkan lingkungan yang nyaman, terus Widyaiswara-nya juga sangat baik, sangat membimbing kami dan kami juga bisa mendapatkan banyak ilmu baru. Dan juga untuk prasarananya juga sangat lengkap di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang ini," tambah Sulastri.

Melalui penelitian-penelitian dan pengalaman langsung seperti ini, Kementan dan BBPP Lembang terus berupaya menciptakan SDM pertanian yang andal, inovatif, dan berorientasi pada teknologi, sejalan dengan visi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)

Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mendapatkan kunjungan dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian DPD (Perhiptani) Kota Singkawang, Rabu (24/9/2025). Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang.

Kunjungan atau Temu Teknis ini bertujuan untuk Peningkatan Profesionalitas Penyuluhan dalam Mendukung Program Swasembada Pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa mengubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif disana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan selalu mendukung penuh upaya regenerasi petani.

“Dengan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, kita bisa menekan biaya produksi hingga 50 % dan meningkatkan produksi hingga 100%,” jelasnya.

Sembilan anggota Perhiptani Singkawang yang hadir di BBPP Lembang adalah Dwi Yanti (Kepala Dinas DPKPP), Joko Supriyanto (KJF Penyuluh Pertanian), Ya Subhan Jaya, (Penyuluh Pertanian), Yuliana Olipa, (Penyuluh Pertanian), Nur Fitriani, (Analis Lahan Pertanian), Sumiati, (Penyuluh Pertanian), Rusmiati, (Penyuluh Pertanian), Suzana, (Pengawas Mutu Hasil Pertanian), dan Masfiana Ayu Rosada Zulfian, (Analis Pasar Hasil Pertanian).

Baca juga:

Kolaborasi Kementan dan Dinas Provinsi Jabar, Tingkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman

Mereka memulai dengan eksplorasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian untuk mempelajari teknik-teknik yang dapat meningkatkan nilai jual dan memperpanjang masa simpan produk.

Setelah itu, rombongan bergerak ke Lahan Inkubator Agribisnis untuk memahami model bisnis dan praktik kewirausahaan pertanian yang berkelanjutan.

Kunjungan diakhiri dengan melihat fasilitas rumah pengepakan (packing house) dan budidaya tanaman hias, di mana mereka mendalami pentingnya standarisasi, sortasi, dan pengemasan yang profesional untuk memenuhi tuntutan pasar.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik antusiasme dari Perhiptani Singkawang.

"Kunjungan ini adalah bukti nyata sinergi antara UPT Kementan dan Perhiptani dalam upaya mencetak penyuluh yang adaptif. Kami membuka diri sebagai pusat pembelajaran untuk mendukung keberhasilan program utama Kementan," ujar Ajat.

Melalui pendalaman di berbagai fasilitas ini, Perhiptani Singkawang diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan mendalam mengenai pengolahan pasca panen dan manajemen kualitas produk.

Langkah strategis ini adalah kunci untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian di Singkawang, sekaligus memastikan produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat. (RIS/MIR)

Kolaborasi Kementan dan Dinas Provinsi Jabar, Tingkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) di Jawa Barat, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan kolaborasi dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi diwujudkan dalam serangkaian pelatihan untuk membekali para PBT dengan pengetahuan dan keterampilan terkini dalam aspek pengawasan mutu benih. Pelatihan dilaksanakan 23 hingga 25 September 2025 dan diikuti 25 orang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya benih berkualitas sebagai fondasi utama pertanian yang maju dan berkelanjutan.

"Kualitas benih adalah penentu utama keberhasilan panen. Tanpa benih yang unggul, mustahil kita mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya memiliki sumber daya manusia pertanian yang mumpuni.

Dalam berbagai kesempatan Santi menekankan bahwa sumber daya manusia pertanian yang komepten akan mendukung kemajuan pertanian Indonesia.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan pentingnya komoditas perkebunan dalam pertanian yang berkelanjutan.

“Sektor perkebunan merupakan penyumbang devisa yang penting bagi negara kita, sehingga memastikan benih berkualitas adalah tugas yang sangat penting,” tegasnya.

Baca juga:

Libatkan Aparatur Desa Megamendung, UPT Pelatihan Kementan Wujudkan Pertanian Modern

Pelatihan dilakukan untuk memastikan setiap PBT memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi seputar perbenihan di Indonesia dan luar negeri, penyimpanan benih, pengambilan sampel benih, pencandraan varietas benih spesifiknya tanaman kopi, pengenalan serta pengendalian OPT, karantina benih tanaman perkebunan, dan cara mendaftarkan varietas serta pelepasan varietas tanaman perkebunan.

Pelatihan juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melakukan praktik lapang. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tona’s Coffee menjadi fasilitator.

Kurnia, selaku ketua P4S Tona’s Coffee, memberikan materi mengenai pembibitan kopi dari sudut pandang praktik di level UMKM dan industri kopi kecil.

Pelatihan ini juga menjadi forum penting untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan PBT, serta memperbarui informasi terkini seputar regulasi dan inovasi di bidang perbenihan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa, berharap pelatihan dapat meningkatkan keterampilan PBT dalam identifikasi benih, sertifikasi benih, dan memperkuat integritas serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Barat, R. Krisna Risna Gunara, menyatakan bahwa dari BBPP Lembang telah didapat pembelajaran yang efektif dan menjadi tempat diskusi serta bertukar pengalaman bagi peserta pelatihan.

Peserta pelatihan, Beny Badruzaman, mengaku senang mendapatkan pelatihan. “Semoga hasil pelatihan ini mampu membekali tugas kami di lapangan ke depannya,” katanya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Rima Anggita Putri dan Lestari Indah Prasanti, yang mengatakan pelatihan berjalan dengan cukup baik. “Sangat edukatif bagi kami,” tegasnya.(***)