16 Maret 2026

Kolaborasi Kementan dan Dinas Provinsi Jabar, Tingkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman

0
IMG-20250927-WA0011

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) di Jawa Barat, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan kolaborasi dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi diwujudkan dalam serangkaian pelatihan untuk membekali para PBT dengan pengetahuan dan keterampilan terkini dalam aspek pengawasan mutu benih. Pelatihan dilaksanakan 23 hingga 25 September 2025 dan diikuti 25 orang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya benih berkualitas sebagai fondasi utama pertanian yang maju dan berkelanjutan.

“Kualitas benih adalah penentu utama keberhasilan panen. Tanpa benih yang unggul, mustahil kita mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya memiliki sumber daya manusia pertanian yang mumpuni.

Dalam berbagai kesempatan Santi menekankan bahwa sumber daya manusia pertanian yang komepten akan mendukung kemajuan pertanian Indonesia.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan pentingnya komoditas perkebunan dalam pertanian yang berkelanjutan.

“Sektor perkebunan merupakan penyumbang devisa yang penting bagi negara kita, sehingga memastikan benih berkualitas adalah tugas yang sangat penting,” tegasnya.

Baca juga:

Libatkan Aparatur Desa Megamendung, UPT Pelatihan Kementan Wujudkan Pertanian Modern

Pelatihan dilakukan untuk memastikan setiap PBT memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi seputar perbenihan di Indonesia dan luar negeri, penyimpanan benih, pengambilan sampel benih, pencandraan varietas benih spesifiknya tanaman kopi, pengenalan serta pengendalian OPT, karantina benih tanaman perkebunan, dan cara mendaftarkan varietas serta pelepasan varietas tanaman perkebunan.

Pelatihan juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melakukan praktik lapang. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tona’s Coffee menjadi fasilitator.

Kurnia, selaku ketua P4S Tona’s Coffee, memberikan materi mengenai pembibitan kopi dari sudut pandang praktik di level UMKM dan industri kopi kecil.

Pelatihan ini juga menjadi forum penting untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan PBT, serta memperbarui informasi terkini seputar regulasi dan inovasi di bidang perbenihan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa, berharap pelatihan dapat meningkatkan keterampilan PBT dalam identifikasi benih, sertifikasi benih, dan memperkuat integritas serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Barat, R. Krisna Risna Gunara, menyatakan bahwa dari BBPP Lembang telah didapat pembelajaran yang efektif dan menjadi tempat diskusi serta bertukar pengalaman bagi peserta pelatihan.

Peserta pelatihan, Beny Badruzaman, mengaku senang mendapatkan pelatihan. “Semoga hasil pelatihan ini mampu membekali tugas kami di lapangan ke depannya,” katanya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Rima Anggita Putri dan Lestari Indah Prasanti, yang mengatakan pelatihan berjalan dengan cukup baik. “Sangat edukatif bagi kami,” tegasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *