1 Mei 2026

Hari: 20 Maret 2025

BRI Kanca Jakarta Warung Buncit Bagikan 450 Paket Sembako

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Di bulan yang penuh berkah ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memaksimalkan diri. Tak hanya memberikan pelayanan terbaik, memberikan produk dan program unggulan, BRI juga memiliki aktivitas sosial saat ramadan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan paket sembako kepada yang membutuhkan. BRI Kanca Jakarta Warung Buncit memberikan 450 paket sembako ke para pekerja yang membutuhkan di lingkungan kerja BPSDM Kementrian Hukum.

Pimpinan Cabang BRI Kanca Jakarta Warung Buncit, Pamadi Purno Widodo menjelaskan, ini merupakan program rutin ramadan, hanya saja lokasi berbagi disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahunnya. Adapun paket sembako yang diberikan terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan teh.

“Ramadan tahun ini kami memberikan 450 paket sembako kepada para pekerja yang membutuhkan di lingkungan BPSDM Kementrian Hukum,” ungkapnya.

Pamadi menambahkan, BRI mempunyai banyak aktivitas tak hanya di ramadan. Tentunya semua kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar yang ada di lingkungan BRI Kanca Jakarta Warung Buncit. Untuk jenis programnya sendiri juga beragam, dibidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lainnya.

BRI juga mengunggulkan pelayanan di kantor cabang maupun aplikasi online yaitu BRImo. Dimana para nasabah bisa mudah melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman di smartphone.

“Baik datang langsung maupun melalui aplikasi BRImo, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan dengan mudah dan nyaman,” tegasnya.

BRI juga terkenal dengan beberapa produk unggulan, bahkan ada program undian berhadiah yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Semakin banyak transaksi perbankan, nasabah berkesempatan mendapat hadiah menarik yang disediakan BRI.

“Ayo tingkatkan transaksi perbankan di BRI, dapatkan beragam benefit yang menarik,” tutupnya.(***)

Regenerasi Petani, Kementan Dukung Peningkatan Kapasitas Generasi Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sembilan siswa kelas XII dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Losarang, Kabupaten Indramayu, melaksanakan praktik kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selama 3 bulan, 16 Desember 2024 sampai 20 Maret 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Mentan Amran menambahkan, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, disetiap kesempatan mengingatkan bahwa salah satu upaya mencapai swasembada pangan, dengan meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama.

“Perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah kegiatan praktik kerja lapangan,” jelasnya lagi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/13/antusiasnya-warga-lembang-terhadap-gerai-pasar-pangan-murah-kementan/

Ajat meyakini dengan pendidikan formal yang dijalani para generasi muda di sekolah menengah kejuruan pertanian, akan menjadi kelebihan saat nanti menekuni dunia pertanian baik di dunia usaha dan dunia industri.

“Pertanian itu keren, apalagi dengan memanfaatkan teknologi karena generasi muda saat ini adaptif dengan teknologi. Ayo tekuni dunia pertanian karena pertanian tidak boleh berhenti dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Siswa-siswi SMK Negeri 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Zona praktik meliputi, sayuran lapang tanaman brokoli, pakcoy, selada keriting, budidaya pakcoy secara hidroponik sistem DFT, budidaya tomat beef secara hidroponik sistem irigasi tetes, budidaya anggur, dan pascapanen pengolahan kopi.

Setelah 3 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil.
Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang, Manajer Inkubator Agribisnis, petugas pendamping di lapangan, serta siswa dan mahasiswa lain yang juga sedang praktik di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja.
Pelepasan kegiatan praktik kerja dilakukan Kamis (20/3/2025) oleh tim manajemen BBPP Lembang.

“PKL di BBPP Lembang membuat kami jadi banyak mengenal aneka tanaman yang dibudidayakan dengan berbagai metode baik konvensional dan teknologi hidroponik,” kata Rendi Sepino, salah seorang peserta, saat ditemui setelah pelepasan.

Hal senada disampaikan siswa lainnya, Urip Ramadhan. Ia mengatakan selama PKL jadi mengenal banyak teman dari berbagai sekolah dan kampus.

“Seruuuu praktik kerja di sini, kami diterima dengan baik dan semua pembimbing mendampingi kami dengan sabar,” ujar Urip.(***)

BRI Pasar Minggu Wujudkan UMKM Naik Kelas

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berupaya mengembangkan produk dan program perbankan unggulan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui BRI Cabang Pasar Minggu, disini program KUR bisa dirasakan sekali manfaatnya oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pimpinan Cabang BRI Pasar Minggu, Mochammad Syarif Budiman menjelaskan, untuk program pembiayaan memang didominasi oleh UMKM oleh karena itu BRI hadir di Pasar Santa khususnya ada salah satu nasabah berupa toko Dunia Kopi yang kini naik kelas.

BRI memiliki beberapa program baik pemerintah maupun sifatnya komersil. Namun khusus program KUR ini banyak sekali nasabah yang terbantu untuk meningkatkan usahanya, salah satunya oleh Pemilik Toko Dunia Kopi yang ada di Pasar Santa, Suradi.

Pemilik Toko Dunia Kopi, Suradi mengatakan, bahwa dalam mengembangkan usaha kopi tidak bisa dilakukan sendiri. Salah satu dukungan yang sangat berperan dalam ekspansi bisnisnya adalah fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

“Saya dulu di-backup sama BRI. Hampir semua modal usaha saya dibiayai BRI, dari beli kios hingga pengembangan usaha. Saya dapat KUR dari Rp100 juta hingga Rp500 juta,” ucapnya.

Dengan dukungan permodalan dari BRI, Suradi mampu memperbesar kapasitas usahanya, meningkatkan pembelian bahan baku, serta memperluas jaringan pemasaran. Ia juga bisa meningkatkan volume produksi hingga mencapai satu ton per hari, yang sebelumnya sulit dilakukan tanpa modal yang cukup.

Selain itu, BRI juga memberikan berbagai fasilitas lain yang mendukung kelancaran operasional bisnisnya, seperti kemudahan transaksi digital melalui QRIS dan layanan perbankan lainnya yang mempermudah pembayaran dari pelanggan.

Berkat bantuan KUR BRI, omzet Dunia Kopi meningkat secara signifikan. Semenjak mendapat bantuan dari BRI, pendapatan bisnisnya naik berkali-kali lipat. Kini, ia tidak hanya menjual kopi di pasar lokal tetapi juga memasok kopi ke berbagai negara, seperti Korea, Jepang, China, Bulgaria, dan Amerika.

“Kalau dulu lebih banyak pembeli dari luar negeri, sekarang sudah 50:50 antara dalam negeri dan luar negeri. Jadi pasar kita makin luas,” paparnya.

Selain itu, bisnis Dunia Kopi juga mampu memberdayakan banyak petani kopi di berbagai daerah di Indonesia. Ia menjalin kemitraan dengan para petani dan memberikan edukasi tentang cara meningkatkan kualitas kopi agar bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

“Kita juga kasih reward buat petani yang bisa mengolah kopi dengan bagus. Kalau kopinya berkualitas, kita kasih harga lebih tinggi supaya mereka semangat,” tegasnya.

Melihat perkembangan Dunia Kopi yang semakin pesat, Suradi optimis bahwa industri kopi di Indonesia akan terus berkembang. Ia berharap BRI terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil dan menengah agar bisa berkembang lebih jauh lagi.

“Saya berharap BRI bisa terus support usaha kecil kayak kita ini. Banyak teman-teman saya yang juga dibantu BRI dan berhasil mengembangkan usahanya,” terangnya.

Dengan semangat dan kerja kerasnya, serta dukungan dari KUR BRI, Dunia Kopi Pasar Santa kini telah menjadi salah satu ikon kopi di Jakarta. Kisah sukses Dunia Kopi, Suradi menjadi bukti bahwa dengan akses permodalan yang tepat dan strategi bisnis yang baik, usaha kecil bisa berkembang dan bersaing di pasar global.(***)