17 Februari 2026

Hari: 13 Maret 2025

Antusiasnya Warga Lembang terhadap Gerai Pasar Pangan Murah Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Hingga hari ke-10, Gerai Pasar Pangan Murah Kementerian Pertanian (Kementan) yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang disambut antusias masyarakat Lembang dan sekitarnya.

Bahkan, Kamis (13/3/2025), sebelum jam buka operasional pasar jam 09.00 – 14.00 WIB, Masyarakat sudah mengantre, khususnya di bagian minyak goreng Minyakita yang setiap harinya memang menjadi primadona paling banyak dicari dan dibeli masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Serta, memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan operasi ini bertujuan untuk memastikan stok pangan cukup dan harga tetap stabil. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, pangan aman, ibadahpun nyaman.

Ditemui saat sedang membeli aneka bahan pangan bersama rekan-rekannya, Ratna, warga Kampung Sukahaji Kecamatan Lembang, mengatakan sangat terbantu pasar murah ini, terutama dari sisi harga dan kesegaran produknya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/08/temukan-3-perusahaan-minyakita-sunat-volume-mentan-amran-minta-tutup-dan-segel-perusahaannya/

“Kalau bisa diperpanjang terus donggg kegiatan pasar murahnya, tidak hanya bulan Ramadhan,” harapnya.

“Terima kasih Kementerian Pertanian yang telah mengadakan pasar murah terutama pada bulan Ramadhan karena yang biasanya harga pangan pokok melambung tinggi, di pasar murah ini sangat terjangkau,” ucap Ratna.

Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, sebagai penanggung jawab kegiatan Gerai Pasar Pangan Murah BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, mengatakan sejak dibuka tanggal 28 Februari hingga 12 Maret 2025, omzet penjualan sebesar Rp126.764.500.

“Kami sudah menjual aneka bahan pangan pokok. Produk pangan yang menjadi primadona karena paling banyak dicari dan antriannya selalu panjang adalah minyak goreng Minyakita yang sudah terjual 2.015 liter, beras premium 790 kg, telur ayam ras 520 kg, daging ayam beku 120 kg, daging kerbau 167 kg, bawang merah 259 kg, tepung terigu 400 kg, gula pasir 244 kg, dan beras SPHP sebesar 1.705 kg,” ujarnya.

“Alhamdulillah masyarakat sekitar antusias dan mengakui banyak terbantu dengan adanya operasi pasar pangan murah Kementerian Pertanian ini,” jelas Yullyndra.(***)

BRI Cilangkap Maksimalkan Pelayanan Jelang Idul Fitri 1446 H

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Komitmen BRI Branch Office (BO) Mabes TNI Cilangkap untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada setiap nasabah tidak diragukan lagi.

Pemimpin Cabang BRI Mabes TNI Cilangkap, Muhammad Alfie Syahrin mengatakan, hal ini dibuktikan dengan petugas BRI memastikan kondisi Mesin Echannel BRI selalu dalam keadaan terbaik, baik kondisi mesin maupun Premieses E-Channel tersebut sehingga nasabah merasa nyaman dan aman dalam bertransaksi di mesin E-Channel BRI.

Guna menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, petugas BRI melakukan pengecekan berkala di setiap mesin E-Channel BRI (ATM, CRM, EDC) di wilayah Cilangkap.

"Kegiatan ini bermaksud untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah untuk bertransaksi di mesin E-Channel BRI," terangnya.

Ia mengatakan, BRI akan terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah dalam bertransaksi di mesin E-Channel BRI.

"Kami juga menyediakan petugas yang siap menjaga mesin E-Channel selalu dalam keadaan baik," jelasnya.

Selanjutnya, dengan berbagai kemudahan dan keamanan yang disediakan, Branch Office Mabes TNI Cilangkap siap memenuhi kebutuhan transaksi perbankan kapanpun dan dimanapun.(***)

Sukseskan Program Swasembada Pangan, Kementan Turunkan Mahasiswa Polbangtan YOMA di Bangka Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) menurunkan 15 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) untuk mendampingi Brigade Pangan di wilayah optimalisasi lahan Bangka Selatan.

Mereka adalah mahasiswa semester 6 dari program studi Teknologi Benih dan Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan. Dalam rangka melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mereka akan mendampingi Brigade Pangan dalam budidaya padi rawa selama 3 bulan, dimulai 10 Maret sampai 10 Juni 2025.

Bertempat di Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi pada Senin (10/3/2025).

“Kehadiran adik-adik hebat ini menjadi angin segar bagi pertanian Bangka Selatan. Bersama petani milenial, kita siap berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi di sektor pertanian”, ucap Debby.

Wanita yang kerap disapa dengan Bunda ini berharap dengan semangat dan ilmu yang dibawa mahasiswa, pertanian Bangka Selatan makin maju dan mandiri.

“Mari bergerak bersama membangun pertanian yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, keterlibatan anak muda menjadi hal penting dalam mencapai swasembada pangan.

Ia menyebut Brigade Pertanian menjadi garda terdepan dalam rangka menggerakkan para petani untuk lebih produktif, terutama bagi petani milenial.

“Brigade Pangan adalah pasukan terdepan yang melibatkan petani, dikawal oleh penyuluh pertanian, Babinsa, dan pegawai ASN Kementan, serta generasi muda untuk berkolaborasi dalam mengoptimalkan sektor pertanian,“ jelasnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/28/perluas-wawasan-mahasiswa-polbangtan-dan-pepi-kementan-delegasi-jepang-kenalkan-ssw/

Ia menekankan tujuan meluncurkan program Brigade Pangan ini agar mahasiswa bisa menjadi petani milenial dengan mengolah lahan pertanian, untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

“Brigade Pangan tidak hanya bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga menjadi model pemberdayaan petani secara berkelanjutan,” kata Mentan Amran.

Karena strategisnya program ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan perlunya melibatkan petani milenial dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, teknologi akan mengakselerasi produktivitas pertanian.

Hadir mewakili Direktur Polbangtan YOMA, Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Siti Nurlaela menyebut mahasiswa akan turun langsung dalam kegiatan pendampingan Brigade Pangan.

“Mahasiswa akan mendampingi pengelolaan alsintan, olah lahan dan teknis budidaya, mendampingi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam kegiatan penyuluhan, serta penyelesaian administrasi Brigade Pangan,” paparnya.

Laela menambahkan, mahasiswa akan bertugas untuk mendampingi 33 Brigade Pangan di Kabupaten Bangka Selatan.

“Mereka akan terjun di kecamatan Air Gegas, Pulau Besar, Lepar, Simpang Rimba, dan Toboali,” jelas Laela.

Ia optimis dengan menerjunkan mahasiswa, selain bisa meningkatkan pemahaman mahasiswa melalui praktik pertanian di lokasi Brigade Pangan, sekaligus berkontribusi aktif dalam upaya mencapai swasembada pangan.

“Kami berharap program pendampingan ini bisa mendukung petani setempat dalam penerapan inovasi pertanian modern serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Bangka Selatan,” pungkasnya. (TW/os)

BRI Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Bersama BPBD Kota Bekasi

TANIINDONESIA.COM//BEKASI – BRI Kantor Cabang ( KC) Bekasi Harapan Indah (HI) melaksanakan sosialisasi penanggulangan bencana dengan BPBD Kota Bekasi (14/02/2025).

Pada sosialisasi ini tema yang diambil adalah Gempa Bumi dan Banjir, upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi Bencana Alam tersebut.

"Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang tata cara menghadapi jenis-jenis bencana yang akan terjadi, seperti Gempa Bumi dan Banjir," ujar Pemimpin Cabang BRI Bekasi, Yudhistira Riza.

Dalam sosialisasi ini BPBD Kota Bekasi informasikan apa saja yang harus dievakuasi pertama kali, seperti membawa tas darurat yang di dalamnya terdapat surat-surat penting, pakaian ganti, dan alat komunikasi.

Kemudian yang harus dipersiapkan juga seperti kotak P3K, perahu karet dan pelampung untuk banjir. BPDB Kota Bekasi juga memberikan simulasi evakuasi bencana pada tamu-tamu yang hadir.

"Hal ini bertujuan untuk memberitahukan bahwa setiap peserta memiliki pengetahuan dengan perannya sendiri," ungkapnya.

Pada sesi akhir sosialisasi ditutup dengan tanya jawab oleh tamu yang hadir dan disampaikan langsung kepada BPBD Kota Bekasi guna memperkuat informasi yang akan diterima oleh para tamu yang hadir.

"Semoga dengan adanya sosialisasi ini, bisa mengedukasi masyarakat, khususnya Kota Bekasi," tutupnya.(***)

BRI Cabang Cimanggis Dukung Perkembangan Bisnis UMKM di Tapos

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - BRI Cabang Cimanggis terus mendukung kegiatan UMKM yang ada di Kecamatan Tapos. Disini BRI Cabang Cimanggis Bersinergi dengan UMKM se-Kecamatan Tapos untuk mengembangkan bisnis UMKM yang ada di wilayah tersebut

Micro Business Area Manager BRI Cabang Cimanggis, Setyo Agung Yulianto menerangkan, pihaknya melalui kegiatan Gathering bersinergi antara BRI dan UMKM yang dihadiri oleh Plt Camat Tapos dan para pelaku UMKM.

"BRI siap mendukung pengembangan UMKM se-Kecamatan Tapos melalui pembiayaan dan transaksi perbankan yang dapat memudahkan para pelaku bisnis UMKM mengelola usahanya," ucapnya.

Ia menambahkan, dalam hal pembiayaan, BRI menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan produk pinjaman lainnya. Sedangkan untuk transaksi, UMKM dapat memanfaatkan fitur Qris, EDC dan transaksi di aplikasi BRIMo serta akses perbankan melalui agen BRIlink dan agen UMI.

Sementara itu, Plt.Camat Tapos, Suhendar SP menyambut baik atas sinergitas BRI dengan komunitas UMKM se-Kecamatan Tapos. Tentunya ini bisa memudahkan dan mengembangkan kegiatan bisnis masyarakat dan membantu Para UMKM Naik Kelas. Terutama dalam hal pengembangan SDM, membimbing UMKM mulai dari proses produksi. Tak hanya sampai disitu, bahkan juga ke tahap bentuk kemasan serta pemasaran juga akses Para UMKM ke Perbankan.

"Dengan peran Agen Brilink dan Agen UMI untuk Pembiayaan Super Mikro guna meningkatkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Tapos," tutupnya.(***)