21 April 2026

#Kementan

Tingkatkan Peluang Bisnis, Polbangtan Kementan Gandeng Walikota Yogyakarta Dorong Tekuni Industri Jamu

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Di era digitalisasi ini, Walikota Yogyakarta mendorong mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) salah satu perguruan tinggi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menekuni industri jamu.

Pasalnya Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas tanaman obat terbesar di dunia. Yakni 30.000 jenis tanaman, 9.600 di antaranya memiliki khasiat obat.

Sementara itu, digitalisasi menyuguhkan peluang besar untuk pengembangan industri jamu nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan hilirisasi pertanian sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam mendorong inovasi sektor pertanian berbasis lokal.

Demikian pula Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menyebut pentingnya digitalisasi dalam dunia pertanian.

“Memasuki dunia digital adalah sebuah keharusan. Digitalisasi pertanian sendiri merupakan perubahan mendalam yang mengubah lanskap pertanian modern, menghadirkan revolusi yang terus berkembang dengan dampak signifikan terhadap rantai produksi dan konsumsi pangan,” papar Idha.

Pada kuliah umum yang digelar Polbangtan Yoma di Gedung Serbaguna, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Sabtu (9/8/2025), Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyebut generasi muda sebagai digital native yang memiliki peran strategis.

“Generasi muda memiliki kemampuan digital marketing dan lebih adaptif dengan perkembangan teknologi saat ini. Mereka mempunyai peran besar dalam mengembangkan industri jamu”, papar Hasto.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Berikan ToT bagi Penyuluh dan Babinsa Provinsi Bangka Belitung

Mereka bisa memilih menjadi inovator, edukator, entrepreneur, digital marketer, develpoer, atau peneliti muda di industri ini.

Alih-alih ingin meninggalkan jamu- jamuan, Walikota Yogyakarta sekaligus dokter spesialis kandungan ini justru mengajak mahasiswa untuk menekuni industri jejamuan. Ia mengatakan industri jamu memiliki pangsa pasar yang sangat luas.

“Pada tahun 2023 – 2024, sekitar 59,6% masyarakat Indonesia telah mengkonsumsi jamu. Setara dengan 6 dari 10 orang. Sementara di Pulau Jawa sebesar 72,62%,” jelasnya.

Ia menyebut generasi muda harus memanfaatkan peluang digitalisasi.

“Media sosial bisa digunakan sebagai sarana edukasi dan promosi. Aplikasi digital digunakan untuk mengidentifikasi tanaman obat dan manfaatnya. Serta tersedianya big data untuk melakukan riset dan pengembangan formulasi jamu,” ucap Hasto.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyambut antusias dukungan pemerintah kota Yogyakarta dalam upaya meningkatkan minat generasi muda pada bisnis jamu nasional.

Ia mengatakan pihaknya telah menginisiasi pengembangan biofarmaka pada kurikulum akademik. Dan berupaya untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dalam menyambut peluang digitalisasi di industri jamu.(***)

Konsultasi Gratis, UPT Pelatihan Kementan Beri Solusi Bagi Petani

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (07/08/2025).

Kali ini, konsultasi diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri sekitar 30 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik KAK.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan KAK dibangun dan dikembangkan karena komitmen kuat untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Konsultasi sendiri dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center. Sementara secara offline (luring), para petani datang langsung ke kantor dan KAK datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Baca juga:

Gen Z Pelajari Pertanian Melalui PKL di UPT Kementan

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi petani di berbagai kecamatan Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan yaitu widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Kunjungan ke BP3K Cipatat merupakan kunjungan ke-11 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani dengan rasa ingin tahu besar atau mereka yang memiliki pertanyaan untuk disampaikan.

Dalam rangkaian KAK kali ini konsultasi berjalan dalam bentuk diskusi. N. Ida Farida dan Iwan Hernawan menjadi widyaiswara fasilitator. Konsultasi dimulai dengan materi ajar mengenai tanaman hia

Materi tanaman pangan diangkat untuk memberikan petani wawasan alternatif dalam bercocok tanam. Petani di daerah Cipatat mayoritas adalah petani dan menurut Ida akan membantu penghasilan mereka apabila menanam komoditas lain.

Komoditas tanaman hias seperti sukulen ideal karena dapat dibudidayakan dengan bahan yang relatif murah dan memberikan imbal hasil yang cukup baik.

“Tanaman hias dapat memberikan penghasilan jika dikembangkan untuk jual-beli, misalkan sebagai suvenir,” terang Ida.

Selain itu tanaman hias lain memiliki nilai ekonomis tinggi bergantung dengan tren dan musim. Ida memisalkan tanaman janda bolong yang kerap menjadi perhatian di kala pandemi sekitar tahun 2020 hingga 2021.

Sedangkan Iwan membuka sesi diskusi yang lebih aktif. Beberapa petani menanyakan cara untuk menghindari anjloknya harga dan menanggulangi perubahan musim. Iwan menerangkan bahwa kunci dari menanggulangi hal tersebut adalah dengan memiliki data.

“Bapak dan ibu sekalian dapat menggunakan data untuk mengenali potensi tanaman yang akan dibudidayakan, paling sederhana adalah dengan menggunakan teori supply dan demand,” terang Iwan.

Ia kemudian memisalkan harga tanaman atau buah-buahan di pasar suatu ketika dapat turun bergantung dengan ketersediaan.

Sehingga petani harus mengenal musim dan harga untuk menentukan momentum menanam tanaman dan buah yang sesuai untuk memaksimalkan keuntungan.

“Petani harus mengenal pasar agar mampu menentukan potensi tanaman yang akan dibudidayakan,” tuturnya.(***)

Gen Z Pelajari Pertanian Melalui PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebagai upaya melakukan regenerasi petani, Kementerian Pertanian, melalui BBPP Lembang, membuka kesempatan bagi generasi muda untuk praktik atau magang. Hal ini dimanfaatkan sejumlah mahasiswa dari Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.”

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Sementara itu kebutuhan akan bahan pangan semakin meningkat.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Kegiatan PKL Unsoed dan Unpad diikuti empat mahasiswi selama satu bulan dan berakhir Selasa (5/8/2025). Para mahasiswi ini menyuguhkan hasil pembelajaran praktiknya kepada para widyaiswara di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Pertanian, Delapan Mahasiswa Unila Tamatkan PKL di UPT Pelatihan Kementan

Suasana sidang berlangsung dengan atmosfer akademik dengan adanya pembimbing dan pembahas yang juga berlaku sebagai penguji. Masing-masing peserta didik melaksanakan PKL-nya di berbagai instalasi di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Ulima Fatikah Nadia Fawwaz dan Naurotul Ahadiyah dari Universitas Jendral Soedirman mempelajari budidaya dan pengolahan hasil tanaman Kopi.

Ulima mendalami pengolahan kopi dengan metode full wash dan semi wash sementara Naurotul belajar pengolahan dengan metode honey dan wine. Kopi tersebut mereka pelajari dari perawatan, pemanenan, hingga pasca panen.

Sedangkan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, Vamela Amelia Mulyana dan Dea Mariska, mempelajari budidaya Pakcoy.

Vamela mendalami teknik persemaian untuk peningkatan produksi bibit sementara Dea mempelajari sistem irigasi tetes dengan pemanfaatan internet of things untuk budidaya pakcoy di dalam screenhouse.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika mengatakan bahwa pendidikan mahasiswa PKL dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi di bidang pertanian.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tutup Ajat.(***)

Regenerasi Pertanian, Delapan Mahasiswa Unila Tamatkan PKL di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak delapan mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila), menyelesaikan tahap akhir praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Senin (04/08/2025).

Ke-8 mahasiswa itu adalah Lutfi Apriyadi, Made Wira Dika, Cintami Amajaya Prauli, Muhammad Ijlal Mua’fa, J Prima Yudha, Dini Anggraini, Meila Adzra Azzahra, dan Mazaya Ajrina Nahdah. Di tahap akhir ini mereka menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL melalui seminar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI AD

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Dalam seminar hasil PKL, widyaiswara penguji dan pembimbing silih bergantian mengajukan pertanyaan setelah presentasi masing-masing mahasiswa tersebut.

Mereka juga berdiskusi dengan rekan PKL dari kampus lain untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari lebih lanjut. Mereka pun silih bertukar informasi mengenai teknologi yang mereka pelajari di BBPP Lembang.

Delapan mahasiswa Unila tersebut melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang. Berbagai topik dipelajari meliputi budidaya, manajemen agroeduwisata, penerapan smart farming, dan penyakit pada tumbuhan. Komoditas yang dipelajari pun beragam mulai dari brokoli, kentang, selada, hingga kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Lutfi yang mendalami penyakit pada benih kentang aeroponik meninggalkan kesannya.

“Kami telah dibimbing oleh widyaiswara yang ahli dalam bidangnya,” kata Lutfi.

“Kami rasa BBPP Lembang dapat menjadi tempat untuk belajar mengenai pertanian baik dari budidaya hingga pengolahan hasil,” tambah mahasiswa lainnya, Cintami.(***)

Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI AD

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 40 siswa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) PNS Angkatan Darat Gelombang VIII TA. 2025 dari Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Ditajenad, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Senin (4/8/2025).

Para PNS Angkatan Darat ini mendapat pemahaman tentang pelayanan publik yang dilaksanakan di BBPP Lembang. Mereka juga diperkenalkan dengan pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meyakini Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan.

“Mimpi itu bisa terwujud dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI," tutur Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Saat menerima rombongan, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang berdiskusi dengan seluruh peserta terkait inovasi pelayanan publik, baik dari sisi pelatihan dan administrasi perkantoran.

Termasuk juga, website yang terintegrasi dengan learning management system, e-arsip, dan layanan pendukung diantaranya konsultasi agribisnis keliling, incubator agribisnis mulai dari kegiatan onfarm da off-farm, dan eduwisata.


Baca juga:

Pedagang Pasar Lembang Apresiasi Tindakan Tegas Mentan Ungkap Praktik Beras Oplosan

Pada studi lapangan ini, para siswa PKP PNS Angkatan Darat diajak melihat koleksi tanaman hias kaktus, sukulen, dan anggrek yang dibudidayakan di Inkubator agribisnis BBPP lembang.

Widyaiswara mengajak peserta untuk memanfaatkan peluang berbisnis di bidang tanaman hias yang menjanjikan.

Karena itu, mereka diajarkan teknik perbanyakan tanaman hias, mulai dari penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk Selain itu, mereka juga diperlihatkan teknik grafting untuk perbanyakan kaktus.

Selanjutnya, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara menjelaskan konsep sistem agribisnis dimana sub sistem yang menjanjikan keuntungan berlipat adalah sub sistem off-farm yaitu pengolahan hasil pertanian.

Dengan pengolahan, dapat memberi nilai tambah produk, meningkatkan harga jual dan memperpanjang masa simpan produk terutama hortikultura.

Peserta mempraktikkan langsung kegiatan pengolahan hasil pertanian komoditas jagung menjadi eskrim. Dimulai dari penjelasan alat dan bahan.

Peserta mempraktikkan pembuatan eskrim jagung dan mencicipi hasil olahan jagung ini dan beberapa varian olahan pangan lainnya seperti eskrim kopi, sorbet mangga, sorbet cabai, dan sistik wortel.

Salah seorang peserta, Sultan Hamjar, menyampaikan kesannya.

“Melalui kegiatan studi lapangan ini, kami melihat apa yang dilakukan oleh BBPP Lembang sudah baik, baik dari sisi pelatihan dan administrasi perkantoran dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan. Mengajak kami untuk bisnis pertanian yang ternyata sangat menarik untuk ditekuni,“ katanya.(***)

Pedagang Pasar Lembang Apresiasi Tindakan Tegas Mentan Ungkap Praktik Beras Oplosan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Beberapa pedagang di Pasar Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyambut positif langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Satgas Pangan Mabes Polri dalam mengungkap praktik pengoplosan beras. Dampaknya, beberapa kios beras di Pasar Lembang menjadi ramai pembeli, Rabu (6/8/2025).

Salah seorang pedagang beras, H. Udin, yang sudah bergelut sebagai pedagang pasar sejak belasan tahun, mengatakan terdapat peningkatan jumlah pembeli sejak adanya penindakan praktik pengoplosan beras oleh pemerintah.

Ia menyebut beberapa pembeli yang membeli beras darinya saat ini sangat hati-hati sebelum membeli beras.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Dinkes Jawa Barat Pulihkan Pasien dengan Agribisnis

“Ada peningkatan volume pembeli beras, terutama setelah munculnya pemberitaan mengenai kasus beras oplosan. Konsumen saya jadi bersikap lebih hati-hati membeli beras dan kerap menanyakan kualitas beras yang dijual,” ujarnya.

H. Udin menyampaikan apresiasi terhadap sikap tegas Menteri Pertanian yang dinilai telah melindungi konsumen kecil dari praktik curang dalam distribusi pangan.

“Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah sangat baik, supaya produsen beras tidak semena-mena lagi. Alhamdulillah, sejak pengungkapan kasus oleh Pak Menteri dan polisi, pembeli jadi lebih banyak. Pasar jadi ramai lagi,” ujarnya.

Langkah pemerintah ini turut mendorong pemulihan kepercayaan terhadap sistem distribusi pangan, serta memicu pergeseran konsumsi dari ritel modern ke pasar tradisional.(***)

Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Berikan ToT bagi Penyuluh dan Babinsa Provinsi Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM//BANGKA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peran aktif Brigade Pangan (BP) dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi. Untuk mendorong kemandirian BP, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) membekali penyuluh pertanian dan Babinsa di Provinsi Bangka Belitung dengan Training of Trainer (ToT).

Selama 3 hari dari Rabu (30/7) hingga Jumat (1/8), sebanyak 28 penyuluh pertanian dan 12 Babinsa mendapatkan materi mengenai literasi keuangan dan manajemen alsintan.

Hal ini dinilai strategis, karena penyuluh pertanian dan Babinsa merupakan pendamping utama BP di lapangan. Setelah mengikuti ToT ini, mereka akan memberikan bimbingan teknis kepada manajer dan anggota BP di wilayahnya masing – masing.

Membangun kemandirian BP menjadi hal yang penting. Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan BP menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil. Agar usahanya berorientasi bisnis dan menghasilkan keuntungan.

"Program Brigade Pangan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda," ujarnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya komitmen dan daya juang dalam mendampingi BP di lapangan.

“BP adalah program yang harus berkelanjutan. Kita harus memaksimalkan segala bantuan dan fasilitas yang diberikan pemerintah. Sebagai contoh untuk alsintan, rekan-rekan pendamping harus bisa mengarahkan BP agar dapat mengoperasikan dan merawat semua alat yang telah diberikan, supaya manfaatnya berkelanjutan,” tegas Idha.

Baca juga:

Cokelat Rosella, Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian

Idha juga menekankan bahwa keberadaan BP bukan hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi menjadi model transformasi pertanian di Indonesia.

“BP harus mandiri dan menjadi agen-agen perubahan di bidang pertanian. Ini adalah kesempatan emas bagi transformasi pertanian kita. Mereka bisa menjadi contoh nyata bagi petani konvensional untuk beralih ke sistem pertanian modern yang lebih terorganisir dan produktif,” tambahnya.

Hadir dalam pembukaan ToT, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggung jawab BP Provinsi Babel, R. Hermawan menyampaikan pentingnya giat ini untuk mensinergikan langkah – langkah pendampingan di lapangan.

"Giat ini sebagai menjadi kesempatan baik untuk koordinasi dan konsolidasi antar pihak untuk pengembangan dan kemandirian 48 BP di 6 Kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Bangka belitung," ujar Hermawan.

Dalam waktu dekat, lanjut Hermawan, pendamping BP akan melakukan bimtek dengan sistem kelas.

“Kelas I untuk BP yang mendapat alsintan dan semangat. Kelas II untuk BP yang mendapatkan alsintan namum belum semangat. Kelas III untuk BP yang belum mendapatkan alsintan dan belum semangat,” paparnya.

Ia menyebut ada berapa tantangan yang perlu dibahas. Antara lain MoU, permodalan, pembukaan rekening penyusutan dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan BP.

Materi ini menurutnya strategis untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.(***)

Cokelat Rosella, Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) Kementerian Pertanian (Kementan) merilis Cokelat Rosella untuk meningkatkan nilai ekonomi pada komoditas pertanian.

Mereka adalah Nania Dwi Rahayu, Nashwa Aydin Shahira Fella, dan Nikita Rahmawati dari program studi Agribisnis Hortikultura Tingkat 2. Baru-baru ini mereka berhasil menyabet juara harapan II pada ajang Lomba Inovasi Nasional yang digelar oleh Polbangtan Gowa.

Ini sejalan dengan program Kementan untuk mendorong generasi muda berinovasi menciptakan diversifikasi produk pertanian.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut kemajuan pertanian berada di tangan generasi muda, yang mau berinovasi dan turun langsung sebagai pelopor.

“Pertanian itu tentang teknologi, riset dan inovasi. Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan. Kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung. Jadilah pelopor, bukan penonton,” tegas Amran.

Dukungan penuh untuk generasi muda yang memiliki potensi besar untuk memajukan sektor pertanian melalui inovasi dan kewirausahaan juga digaungkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur muda di sektor pertanian.

Baca juga:

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

Seperti halnya cokelat rosella. Melalui proses riset produk dari kemasan, inovasi ini mampu bersaing dan menarik publik.

Nikita, salah satu penemu mengatakan Cokelat Rosella jika dikembangkan dengan serius akan menghasilkan keuntungan.

“Dari hasil perhitungan diperoleh nilai rasio ERSE (margin laba kotor) sebesar 35,28%, yang menunjukkan bahwa 35,28% dari setiap pendapatan penjualan merupakan keuntungan kotor setelah dikurangi biaya pokok,” paparnya.

Selain mengenalkan produk olahan dari bunga rosella yang dikenal kaya akan antioksidan, mereka juga secara tidak langsung memberdayakan petani rosella. Pasalnya mereka menggunakan bahan baku dari petani.

”Dengan penghargaan ini kami merasa sangat bersemangat untuk terus berinovasi di bidang pertanian, apalagi jika inovasi yang dihasilkan memberikan dampak positif,” tambah Nikita.

Disampaikan dalam wawancara (31/7/2025), dosen Polbangtan Yoma, Novia Aristi mengaku bangga atas capaian mahasiswanya.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi dan kerja keras para mahasiswa yang telah berani tampil, membawa ide, dan mempersembahkan hasil karya terbaiknya. Semoga inovasi ini bisa menjadi salah satu referensi petani untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas hortikultura,” tuturnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Dinkes Jawa Barat Pulihkan Pasien dengan Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bersama Rumah Sakit Jiwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada pasien agar cepat pulih pasca perawatan.

Penjajakan kerja sama dilakukan dengan melihat langsung kegiatan agribisnis di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, Rabu (30/7/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika dikaitkan dengan pemulihan kejiwaan maka penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Saya harap pertanian dapat memberikan kontribusi positif dalam pemulihan kejiwaan dan pembangunan bangsa,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Wakil Direktur Medis, Keperawatan, dan Penunjang, Noki Irawan Saputra, menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pengembangan program terapi holistik bagi pasien dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Dalam kunjungan di BBPP Lembang, rombongan sebanyak 15 orang yang berasal dari tim manajemen rumah sakit, diterima secara resmi oleh tim manajamen BBPP Lembang didampingi widyaiswara ahli utama.

Rombongan lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis. Di screen tanaman hias, widyaiswara menjelaskan budidaya dan prospek tanaman hias terutama anggrek sebagai bisnis pertanian yang menguntungkan dengan proses budidaya yang tidak sulit.

Baca juga:

Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme

Selanjutnya, di zona kawasan rumah pangan lestari, budidaya seledri dengan hidroponik sistem deep flow technique menarik minat tim rumah sakit untuk membuat instalasi hidroponik di lingkungan.

Sistem itu akan menjadi bagian dari kegiatan terapi hortikultura untuk rehabilitasi medik pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Begitupun saat mengunjungi screen house hidroponik yang mengenalkan budidaya kentang sistem aeroponik, tomat beef dengan sistem irigasi tetes dan screen house anggur.

Cara ini semakin menarik minat mereka untuk mengembangkan pertanian dan meningkatkan kompetensi pasien pasca perawatan untuk terjun ke sector pertanian.

Di laboratorium kultur jaringan, rombongan menerima penjelasan tentang proses sub kultur tanaman berbagai tanaman termasuk anggrek.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aneka olahan pangan baik eskrim, sorbet, sistik wortel, eggroll kentang, abon cabai, manisan terong, memberi kesan bahwa pertanian di sektor off-farm dapat menjadi solusi terapi bagi pasien rumah sakit jiwa pasca perawatan.

Winda Ratna Wulan, Kepala Bidang Perawatan, mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk membantu recovery pasien.

“Kami ke sini dalam rangka recovery pasien untuk kegiatan pertanian dan tata boga (pengolahan hasil pertanian)," ujarnya.

Demikian juga yang disampaikan oleh Adah Sa’adah, Koordinator Rehabilitasi Psikologi.

Dijelaskannya, tujuan mereka datang ke BBPP Lembang adalah membuat dan mengembangkan program pemulihan bagi pasien ODGJ dan ODMK yang ada di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.(***)

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 50 petani milenial ambil bagian dalam Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis hingga Jumat (24-25 Juli 2025)

Kegiatan yang dilaksanakan di UPT Penyuluhan Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo ini, menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan bekal strategis untuk mendukung pengembangan usaha pertanian kaum muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak para generasi muda untuk terjun menekuni dunia pertanian.

"Masa depan pertanian ada di anak-anak muda. Makanya generasi muda juga harus peduli dan sama-sama memajukan pertanian," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika pertanian kini sudah tersentuh teknologi.

"Dan teknologi ini dekat dengan anak-anak muda. Makanya mereka kita harapkan bisa menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan hasil pertanian," jelasnya

Kegiatan ini sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani milenial Kulon Progo dalam memasukkan pemasaran secara digital.

Selain itu, untuk mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan denga target pasar dan mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan dengan target pasar

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Drajat Purbadi, menjelaskan pentingnya kegiatan ini.

“Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menggarisbawahi pentingnya digital marketing dalam transformasi petani milenial, mulai dari branding, promosi berbasis storytelling, hingga penetrasi pasar lokal dan global," ujarnya.

Salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan disampaikan perwakilan Nazma Office, Wiji Nurastuti, yang menyampaikan panduan praktis membangun bisnis melalui Instagram dan TikTok Shop, serta pentingnya manajemen konten dan desain visual yang konsisten.

Materi dilanjutkan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Fitria Agustin Sri Arwandi membekali peserta dengan pemahaman ekspor UMKM, strategi pemasaran digital global, dan pemanfaatan ruang inkubasi PLUT.

Manajer Pembelian Manna Kampus Yogyakarta, Muhammad Wahyu Kurniawan, juga menyampaikan materi mengenai membuka peluang kemitraan pemasaran retail modern, dengan menekankan pentingnya standarisasi produk, legalitas, dan kemasan yang menarik.

Baca juga:

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

Selain itu kegiatan juga diisi oleh dari pertanian sayur organic Merbabu, Shofyan Adi Cahyono dari Sayur Organik Merbabu.

Shofyan menegaskan pentingnya ekosistem kolaboratif dan pendekatan komunitas dalam memasarkan produk organik, termasuk strategi B2B dan B2C serta pemanfaatan media digital.

Melengkapi seluruh materi tersebut, Ketua Lembaga Distribusi Pangan Gapoktan Sidomulyo, R. Bangun sebagai pelaku langsung sektor pertanian menampilkan praktik kemitraan industri pertanian yang kuat, strategi distribusi skala luas hingga 325 ton/bulan (DIY dan luar DIY), pemasaran digital melalui marketplace, serta pemenuhan standar keamanan pangan dan legalitas produk.

Gapoktan Sidomulyo juga menekankan pentingnya konsistensi mutu, perhitungan harga berbasis biaya dan margin realistis, serta dukungan kelembagaan dan SDM dalam menghadapi tantangan produksi dan pasar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya petani milenial yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas tinggi, berstandar mutu, dan memiliki jaminan kontinyuitas produksi.

Beliau mencontohkan keberhasilan brand Kopi Menoreh yang telah dirilis sebagai produk unggulan Kabupaten Kulon Progo.

"Ini menunjukkan bahwa ketika kualitas dan keberlanjutan produksi dijaga, maka pasar akan terbuka luas. Untuk itu, jejaring petani milenial yang terbentuk melalui pelatihan ini akan terus kita pantau secara langsung sebagai bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah," katanya.

Harapannya, kegiatan pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut dalam batch-batch berikutnya agar semakin banyak petani milenial yang siap bersaing di pasar nasional maupun global dengan produk yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga bernilai tambah.

Pada akhir kegiatan, Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, menyampaikan bahwa kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, antara Polbangtan YoMa dan Kabupaten Kulon Progo sejatinya telah terjalin selama lebih dari satu dekade.

"Namun, hingga saat ini belum pernah diformalkan dalam bentuk dokumen resmi. Oleh karena itu, pada kesempatan yang sangat baik ini sekaligus dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), serta perjanjian kerja sama antara Wakil Direktur I Polbangtan YoMa dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo," jelasnya

Direktur berharap, kerja sama ini tidak hanya menjadi dasar hukum yang memperkuat kolaborasi yang telah berjalan, tetapi juga mampu membawa manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Lebih lanjut, melalui kegiatan Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial ini, Direktur berharap para petani milenial di Kabupaten Kulon Progo dapat meningkatkan nilai tambah (value) produk yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing dan diterima dengan baik di pasar lokal maupun global.(***)