21 April 2026

#Kementan

Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai pengembangan profesionalisme sesuai amanat PermenpanRB Nomor 42 Tahun 2021, widyaiswara BBPP Lembang akan melaksanakan kajiwidya berkaitan dengan penerapan smart farming.

Untuk mendukung hal itu, Kamis (24/7/2025), dilaksanakan seminar proposal kajiwidya, di Aula Catur Gatra BBPP Lembang.

Seminar dibuka Kepala Bagian Umum dan dihadiri tim manajemen BBPP Lembang, seluruh pejabat fungsional widyaiswara, peserta PKL, pejabat fungsional lainnya.
Sedangkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas Winayamukti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sangat mendukung penerapan smart farming di Indonesia. Ia melihat smart farming sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing sektor pertanian.

Mentan Amran juga melihat smart farming sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan disektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mendorong penerapan smart farming sebagai solusi untuk pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu

Dalam seminar, diketahui jika judul yang diangkat widyaiswara untuk kajiwidya adalah: 1) Persepsi Petani terhadap Inovasi Teknologi Perangkap Hama (smart trap), 2) Inventarisasi dan Identifikasi Serangga Menggunakan Smart Trap pada Tanaman Cabai Merah, dan 3) Penggunaan Alat Perangkap Hama (smart trap) sebagai Upaya Efisiensi Biaya Produksi pada Budidaya Cabai Merah.

Masing-masing perwakilan widyaiswara setiap kelompok mempresentasikan proposalnya, dilanjutkan diskusi, dan setiap narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Winayamukti, dan Politeknik Negeri Jakarta mereviu isi proposal baik secara teknis maupun administratif.

Kajiwidya yang dilaksanakan oleh widyaiswara bertujuan sebagai dasar pengembangan kurikulum pelatihan agribisnis hortikultura yang relevan dan aplikatif, sebagai sumber data ilmiah untuk memperkuat pelatihan berbasis bukti (evidence-based training), dan sebagai bahan ajar pada proses pelatihan atau referensi dalam kegiatan pelatihan yang berbasis pengalaman di lapangan.

Selain itu, hasil kajiwidya nantinya diharapkan menjadi dasar untuk merancang dan mengembangkan program pelatihan, pendampingan dan diseminasi teknologi pertanian yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani.

Salah seorang narasumber, Gontom Citoro Kifli, peneliti dari BRIN mengatakan saya sangat mengapresisasi dengan telah terlaksananya seminar proposal kajiwidya ini. Kajiwidya merupakan kegiatan kajian atau penelitian ilmiah yang mendasari suatu inovasi teknologi yang akan disebarluaskan kepada penggunanya. Kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan keilmuan dan kompetensi profesi widyaiswara dan institusi didalamnya, ujarnya.

Lebih lanjut Gontom menyampaikan bahwa kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan bahan ajar modul pelatihan, dan metode pembelajaran, yang akan sangat bermanfaat bagi sebuah institusi pelatihan.(***)

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan hilirisasi komoditas pangan strategis kepada 30 orang anggota kelompok wanita tani (KWT) di Kota Batu, Jawa Timur, yang berkunjung ke BBPP Lembang, Kamis (24/7/2025).

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dan integrated farming kepada 35 orang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” ujar Kabadan Santi.

Rombongan asal Kota Batu diterima Kepala Bagian Umum BBPP Lembang. Selanjutnya, terbagi dua kelompok, rombongan menerima materi dari widyaiswara dan mengunjungi Inkubator Agribisnis.

Kelompok pertama bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara menjelaskan materi tentang olahan pangan lokal dan packing produk yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Baca juga:

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

Kegiatan dilanjutkan peserta praktik membuat dua jenis olahan bahan lokal yaitu eggroll kentang dan sistik wortel. Widyaiswara didampingi petugas mengenalkan alat dan bahan pembuatan kedua olahan tersebut dan peserta praktik membuatnya.

Kelompok lainnya, menerima materi tentang integrated farming dan setelahnya beranjak menuju rumah kompos dan instalasi biogas.

Di sana, diperkenalkan aneka produk olahan limbah ternak seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, bioslury, ecoenzym dan kom-mix (kompos mix agensia hayati) yang diproduksi oleh BBPP Lembang.

Peserta juga diperlihatkan pembuatan kom-mix hayati. Terlebih dahulu pembuatan kompos dan ditaburkan trichoderma yang berfungsi mencegah penyakit misalnya penyakit akar gada pada tanaman sayuran.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, mengaku terkesan dengan kunjungan ini.

”Kami sangat terkesan dengan kunjungan ke BBPP Lembang karena di sini sangat mendukung untuk pengembangan SDM pertanian. Kami berkomitmen untuk menerapkan dan mengadopsi apa yang dipelajari di sini karena secara topografi Kota Batu dan Lembang komoditas unggulannya sama yaitu hortikultura,” ujarnya.

Heru menyampaikan juga bahwa kegiatan ini untuk mendukung visi dan misi Kota Batu yaitu mengembangkan pangan lokal sehingga dapat menjadi ikon Kota Batu.

“Hasil olahan pangan seperti es krim dan sorbet sangat bagus dan akan kami adopsi di Kota Batu karena membuatnya mudah, sehat dan bernilai gizi tinggi,” imbuhnya.

Salah seorang peserta, Dewi Susanti, dari KWT Manissa Kota Batu, mengatakan kunjungan ini sangat menginspirasi.

“Di BBPP Lembang kami membuat olahan pangan yang sangat menginsipirasi bagi KWT yang ada di Kota Batu,” ujarnya.

Dirinya menceritakan bahwa sudah terbiasa membuat olahan keripik dari aneka sayuran dan buah, namun olahan pangan eggroll belum pernah dilakukan sehingga tertarik untuk mempraktikannya kembali agar bisa memperkaya jenis produk yang dihasilkan oleh KWT yang dikelolanya.(***)

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPPl Lembang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, menampilkan sejumlah inovasi dalam kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling di Kecamatan Lembang, Kamis (24/7/2025).

Konsultasi gratis ini diberikan BBPP Lembang sebagai solusi langsung di lapangan untuk para petani.
Metodenya berupa pemutaran tayangan atau bahan ajar yang dilanjutkan sesi tanya jawab. Konsultasi juga tersedia secara daring melalui situs BBPP Lembang.

Tujuannya, agar petani dapat menyelesaikan masalah pertanian dan meningkatkan kompetensinya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini bisa tercapai jika kita bergandengan tangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci kemajuan pertanian.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mendorong peningkatan SDM dibidang pertanian,” ujarnya.

Konsultasi di Lembang kali ini terasa istimewa karena selain menghadirkan Widyaiswara BBPP Lembang, turut melibatkan akademisi dari PNJ yang memperkenalkan inovasi smart trap.

Baca juga:

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

Alat jebakan pintar ini dirancang oleh dosen PNJ, Toha Zen. Menggunakan energi terbarukan dan teknologi Internet of Things, alat ini dapat dikendalikan lewat ponsel.

Smart trap dipasang di atas tiang besi dengan komponen seperti panel surya, lampu, dan penangkap serangga. Cahaya lampu memancing hama untuk terjebak di dalam alat.

“Toh, daerah Lembang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup baik, ini bisa dikembangkan untuk instalasi lainnya,” jelas Toha.

Alat ini juga bisa diatur sesuai jenis hama yang ingin dijebak dan waktu operasinya.
Petani lokal akan mengujicobakan alat ini dengan pendampingan dari widyaiswara BBPP Lembang, penyuluh pertanian, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, dan akademisi PNJ.

Yudi Permana, petani dari Kelompok Giri Tani Putri Cikole, menyampaikan apresiasinya.
“Kami berterima kasih atas kesempatannya. Konsultasi ini sangat membantu dan menjadi pengalaman berharga,” katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa pertanian kini makin modern.

“Tak perlu takut kotor ke sawah, teknologi bisa mempermudah mulai dari menanam hingga membasmi hama,” pungkasnya.(***)

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membekali 170 calon purnabakti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai persiapan menyongsong masa pensiun.

Pembekalan yang merupakan kerja sama antara BBPP Lembang, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan UPI Bandung, diberikan saat para calon pensiunan berkunjung ke BBPP Lembang, Rabu (23/7/2025).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berpendapat kerja sama akan memuluskan jalan bagi Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Selama kunjungan, para calon purnabakti UPI meninjau beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka mengawali kunjungan dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, dan dilanjutkan perjalanan ke screen house tanaman hias.

Di lokasi ini, para calon purnabakti disuguhkan pemandangan berbagai komoditas seperti kaktus, sukulen, dan anggrek.

Para peserta menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki anggrek sebagai tanaman hias, dan tak lupa mengabadikan momen dengan berfoto bersama tanaman-tanaman tersebut.

Baca juga:

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

Selanjutnya, mereka melintasi lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan, khususnya hortikultura, tampak tumbuh subur di dataran tinggi ini, termasuk brokoli, daun bawang, selada, dan jagung.

KRPL BBPP Lembang juga telah mengadopsi prinsip pertanian modern dengan memanfaatkan Internet of Things.

Rombongan calon purnabakti lalu meninjau instalasi hidroponik BBPP Lembang, termasuk instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Mereka melihat cara pengoperasian DFT yang praktis dan mampu menghasilkan volume panen yang signifikan, minat mereka semakin meningkat. Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas tomat.

Puncak acara kunjungan adalah praktik pembuatan es krim jagung. Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan kesempatan untuk berkreasi di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Selama sesi praktik, mereka dibekali bahan-bahan yang dibutuhkan serta panduan langkah demi langkah dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik, mereka juga berkesempatan mencicipi ragam rasa es krim hasil kreasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian yang telah disediakan sebelumnya.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar jenis komoditas lain yang dapat diolah menjadi es krim atau produk olahan lainnya.

Menutup kegiatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, kembali menegaskan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

"Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan," pungkas Ajat.(***)

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//KAPUAS - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan pelatihan "Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP)" di Balai Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, 17-19 Juli 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kementan untuk mencapai target swasembada pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan fokus pada peningkatan produksi pangan. Dan pembentukan Brigade Pangan adalah salah satu strategi utama.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran vital Brigade Pangan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Salah satu tugas krusial mereka adalah mengoptimalkan lahan tidur dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan petani," tuturnya.

Baca juga:

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

Terpisah, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menilai Brigade Pangan yang sudah terbentuk perlu terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan.

“Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Ajat.

Pelatihan selama tiga hari ini diikuti oleh 30 peserta dari Angkatan 17, yang berasal dari dua Brigade Pangan, yaitu Brigade Pangan Empati Kom III dan Empati Kom IV.

Pelatihan kali ini fokus pada agribisnis. Peserta diajak mengedepankan kelembagaan dimulai dengan menyusun proposal usaha tani berorientasi bisnis, analisa kelayakan usaha tani, dan menghitung penyusutan alsintan.

Para pesertapun mendapatkan materi baik secara klasikal maupun praktik.

Setelah penutupan pelatihan, Sabtu (19/7/2025), peserta pelatihan mengungkapkan apresiasinya.
Pelatihan dinilai sangat bermanfaat karena selain mengenai budi daya padi, Brigade Pangan juga dibekali tentang agribisnis padi.(***)

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, periode 2 – 31 Juli 2025.

Para mahasiswi ini melakukan riset mini dan pengolahan hasil pertanian laboratorium.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Sementara empat mahasiswi Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

Mereka melakukan mini riset berkaitan dengan 4 produk olahan yaitu stik wortel, manisan terong, sorbet buah naga dan sorbet cabai.

Selama melakukan mini riset, didampingi oleh widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian dan petugas laboratorium.

Mahasiswi membuat olahan pangan dengan memberikan 3 perlakuan berbeda untuk setiap jenis olahan dan dibandingkan dengan P0 kontrol yang biasa dibuat oleh laboratorium.

Pada sorbet buah naga diberikan bahan tambahan pangan CMC untuk memperlambat daya leleh produk sorbet dan tanpa menggunakan cake emulsifier SP.

Pada produk cistik, ada perlakuan menggunakan dan tanpa menggunakan backing soda dan soda kue.

Setelah produk jadi, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui preferensi (kesukaan) konsumen dengan menilai karakteristik produk seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan penampakan.

Uji organoleptik dilakukan dengan mengundang 10 pegawai lingkup BBPP Lembang datang ke laboratorium. Masing-masing melakukan penilaian dari 5 aspek tersebut terhadap 4 sampel setiap produk olahan.

Uji organoleptik penting untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap suatu produk dan dapat digunakan untuk pengembangan produk, pengawasan mutu, dan perbandingan dengan produk pesaing.

Saat ditemui, Kamis (17/7/2025), Nabila Maulida, salah seorang mahasiswi, mengaku lebih memahami dunia kerja.

“Mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang menjadikan kami lebih memahami tentang dunia kerja, bagaimana kerja sama tim dan yang terpenting bagaimana mengolah pangan lokal menjadi olahan pangan yang memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3. Kegiatan ini digelar selama bulan Juni dan Juli 2025 dengan total sebanyak 117 angkatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan fokus meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras, untuk mencapai swasembada pangan.

Salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

Dijelaskannya, Brigade Pangan bertugas untuk mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika berharap Brigade Pangan yang sudah terbentuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3 sebanyak 117 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan.
Salah satu lokasinya di Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Selama 3 hari pelatihan, 30 orang peserta dari 2 BP yang tergabung di Angkatan 8, memperoleh materi secara klasikal dan praktik. Peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan biosaka serta pengendalian hama penyakit.

Salah seorang peserta, Agus Anwar, Ketua Brigade Pangan Kupang 2, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan, Rabu (2/7/2025).

“Terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini baik dari BBPP Lembang maupun dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan BPP Kecamatan Bataguh,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

TANIINDONESIA.COM//PULANG PISAU - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, 10 – 12 Juli 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, Kementan fokus meningkatkan produksi untuk merealisasi target swasembada pangan

Dijelaskannya, salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Dan salah satu tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani," jelasnya.

Baca juga:

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, mengimbau Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan.

"Sebab, Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam pelatihan yang berlangsung 3 hari, terdapat 30 peserta yang tergabung di Angkatan 4. Para peserta berasal dari 2 brigade pangan yaitu Brigade Pangan Bunga Dahlia dan Harapan Kita Bersama. Mereka memperoleh materi secara klasikal dan praktik.

Saat ditemui selepas penutupan pelatihan, Rabu (12/7/2025), salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena menambah wawasan tentang budidaya padi lahan rawa terutama lahan rawa pasang surut.

Terima kasih kami sampaikan kepada pendamping brigade pangan dan semua panitia yang telah menyelenggarakan pelatihan ini,” tuturnya.(***)

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) mengisi perayaan Dies Natalis Ketujuh dengan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur Polbangtan YoMa. Kunjungan pun dilakukan dengan tanam bibit bersama anak-anak panti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah milik seluruh masyarakat.

"Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan pangan. Semua membutuhkan pangan. Oleh sebab itu, semua pun harus peduli dengan pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, pertanian harus bisa merangkul semua pihak.

Bakti sosial Polbangtan YoMa di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, diawali dengan sambutan dari pengurus panti, Marwanta.

“Hal yang yang sudah biasa dilakukan anak-anak muda dalam beramal adalah berbagi ke anak-anak panti seperti yang sekarang dilakukan mahasiswa Polbangtan YoMa," katanya.

Baca juga:

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

Hanya saja, Marwanta mengakui kunjungan yang dilakukan para mahasiswa Polbangtan kali ini berbeda dengan yang lain.

"Bedanya, mahasiswa Polbangtan YoMa juga berbagi ilmu dengan penanaman bibit terong. Bibit terong ditanam bersama anak-anak panti sebagai simbol harapan dan tumbuhnya kebaikan," imbuhnya.

Suasana semakin ceria saat sesi game edukatif berlangsung, mempererat keakraban antara panitia dan adik-adik panti yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMK.

Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan dan penyerahan donasi, paket sayur dan sembako sebagai bentuk dukungan nyata untuk kebutuhan mereka.

Polbangtan YoMa diwakili oleh pendamping kegiatan Bakti Panti, Annisa Khoiriyah, menyampaikan harapannya.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Panti Asuhan Ghifari dapat terus tumbuh dengan semangat, memiliki rasa percaya diri yang kuat, serta terus mengejar impian mereka. Semoga setiap kebaikan yang ditanam hari ini menjadi bekal bagi masa depan yang lebih cerah," imbuhnya.(***)

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (10/7/2025), di kawasan waduk Saguling, di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan dihadiri 35 orang anggota kelompok tani dari 10 desa di wilayah Kecamatan Cihampelas yang mayoritas menekuni usahatani komoditas padi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah sektor yang penting. Karena, pertanian menyediakan pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan Konsultasi Agribisnis sebagai salah satu standar pelayanan di Balai Besar Pelatihan.

Ajat menjelaskan, BBPP Lembang berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Kompetensi Penyuluh Ditingkatkan

Kegiatan KAK kali ini dihadiri widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian, sosial ekonomi pertanian, dan penyuluhan pertanian. Selain itu, hadir petugas dari Inkubator Agribisnis dan pengelola perpustakaan BBPP Lembang.

Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Suherman, mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan solusi atas masalah petani.

“Kami ajak para petani di sini untuk bisa bertanya dan berdiskusi langsung apabila ada permasalahan yang dihadapi di lapangan, untuk diberikan solusi terbaik oleh para konsultan yang hadir," katanya.

Pada kunjungan kali ini, berbagai permasalahan diungkapkan terkait kegiatan budidaya pertanian tentang pengairan, pengendalian hama dan penyakit terutama hama tikus, penentuan varietas benih padi unggul dan pemasaran.

Widyaiswara memberi solusi berkaitan dengan varietas tanaman, solusi pengairan, pemeliharaan tanaman yang baik, alternatif pengendalian hama dan penyakit.

Widyaiswara juga menyampaikan 4 solusi mengatasi fluktuasi harga di sektor pertanian, yaitu menjalin kemitraan, pencatatan pola tanam, menerapkan tumpang sari, dan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah.

Asep Rustandi, Ketua Kelompok Tani Mukti Jaya I Desa Tanjungjaya, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Adanya kegiatan konsultasi agribisnis keliling ini sangat bermanfaat bagi kami, menambah pengetahuan tentang agribisnis pertanian,” ujarnya.

Asep pun menaruh harapan agar kegiatan ini rutin dilaksanakan.

“Semoga kegiatan serupa terus dilaksanakan agar dapat meningkatkan kompetensi petani dan berujung peningkatan kesejahteraannya,” katanya.(***)