21 April 2026

#Kementan

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 60 orang siswa kelas VII, VIII, dan IX Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Binaa Bekasi yang berkunjung Jumat (3/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal teknologi pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Pada kunjungan ini, para siswa SMP IT Al-Binaa Bekasi dibagi 2 kelompok Mereka diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen tanaman hias, petugas mengenalkan aneka tanaman hias kaktus dan sukulen serta menjelaskan proses perbanyakannya melalui teknik grafting untuk kaktus dan stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Beralih ke lahan terbuka, petugas menjelaskan aneka komoditas yang sedang dibudidayakan secara konvensional pada hamparan yang ditutupi mulsa plastik hitam perak, seperti tanaman brokoli, selada, cabai, jagung, dan tomat.

Di sini juga diperkenalkan perangkat smart farming berbasis internet of things (IoT) yang dapat mengefisienkan kegiatan budidaya pertanian.

Baca juga:

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

Sementara itu, petugas di zona hidroponik menjelaskan teknologi menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy dan seledri.

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, salah satunya hidroponik sistem deep flow technique yang menggunakan instalasi berupa sambungan paralon dan terdapat bak nutrisi AB mix yang dicampurkan dengan air untuk nutrisi tanaman.

Salah satu spot kegiatan agroeduwisata di BBPP Lembang yang selalu menarik untuk dikunjungi adalah screen house tanaman anggur.

Buah anggur yang sudah bermunculan setelah sebelumnya dilakukan pruning beberapa kali demi menghasilkan buah anggur yang berkualitas baik, menarik anak-anak gen z dan para guru untuk bertanya dan berdiskusi dengan petugas tentang budidaya anggur.

Tanaman anggur juga dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan.

Anggur yang memiliki citarasa manis, asam, dan menyegarkan, memiliki harga jual yang tinggi sehingga diminati untuk dibudidayakan.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak menyerbu koleksi es krim yang segar dan sehat yaitu es krim jagung, es krim labu, es krim kangkung, sorbet mangga, sorbet pakcoy, dan sorbet cabai.

Komoditas ini secara rutin diproduksi sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan agar anak-anak mau mengkonsumsi sayuran dan buah karena memiliki kandungan vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Perwakilan peserta, Adhmirza, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini.

“Study tour ke BBPP Lembang ini seru sekali. Di sini banyak tanaman dibudidayakan, seperti sayuran selada yang ditanam secara hidroponik. Kami belajar banyak di sini karena melalui hidroponik, sayuran bisa lebih cepat dipanen, rasanya juga lebih renyah dan nilai jualnya lebih tinggi,” katanya.(***)

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Selasa (30/9/2025).

Kunjungan dilakukan dalam rangka sharing knowledge dan memperkuat kembali semangat melakukan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelatihan untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian haru memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kunjungan Bapeltan Soropadan ke BBPP Lembang sendiri dipimpin kepala Bapeltan, Opik Mahendra, dan didampingi pejabat struktural dan fungsional widyaiswara. Rombongan diterima langsung Kepala BBPP Lembang dan tim manajemen.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang dibidang pelatihan teknis, fungsional, dan aktivitas penunjang lainnya dalam rangka peningkatan kompetensi SDM pertanian baik aparatur, petani, dan generasi muda.

Kegiatan konsultasi agribisnis, sertifikasi profesi, praktik kerja lapangan, dan kegiatan kunjungan/agroeduwisata bagi generasi muda dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian yaitu regenerasi petani juga secara massif dilakukan.

Baca juga:
Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan
Kepala Balai juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi dibidang pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti learning management system, konsultasi agribisnis secara online dan offline, dan inovasi dibidang administrasi seperti e-arsip dan WA center.

Inovasi dibidang teknis pertanian juga dijelaskan tentang teknologi kultur jaringan, smart farming berbasis IoT, kom-mix hayati, dan pengaplikasian pendingin dan cold storage di packing house untuk komoditas hortikultura sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk.

Diskusi menarik tentang kegiatan pengelolaan SDM di internal BBPP Lembang dan kegiatan sertifikasi kompetensi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang.

Bapeltan Soropadan tertarik untuk pembentukan TUK Mandiri mengingat trend saat ini di dunia kerja menuntut kompetensi kerja yang terstandarisasi oleh lembaga sertifikasi LSP dan BNSP.

Ini bermanfaat karena akan meningkatkan daya saing dan peluang karier bagi para tenaga kerja dibidang pertanian di dunia kerja yang kompetitif, serta meningkatkan mutu dan profesionalisme di sektor pertanian secara keseluruhan.

Selanjutnya rombongan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Melihat penerapan teknologi pertanian hidroponik pada tanaman melon dan tomat beef, budidaya anggur dan tanaman hias, serta teknologi pengolahan hasil pertanian di laboratorium hasil pertanian.

Kepala Bapeltan Soropadan, Opik Mahendra, memberikan kesan mendalam di penghujung kunjungan.

“BBPP Lembang ini luar biasa, fasilitas untuk pelatihannya lengkap dari on farm hingga off farm dan dukungan SDM nya juga sudah baik,” ungkapnya.

“Karena itu, BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat rujukan penyelenggaraan pelatihan karena dikelola dengan baik, suasananya sejuk sehingga nyaman menjadi tempat belajar bagi peserta pelatihan dan stakeholder lainnya yang ingin belajar pertanian dan meningkatkan kompetensinya di sini,” jelas Opik.(***)

Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Terpadu, Andal, Luar Biasa, Inovatif, Solutif (KATALIS), Rabu (24/9/2025), di BP3K Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tema yang diangkat adalah mengenaj pertanian organik.

Hadir pada kegiatan ini konsultan dari widyaiswara BBPP Lembang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Sekretaris Camat Saguling dan kelompok tani dari 6 desa di Kecamatan Saguling.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian organik adalah solusi untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

“Pertanian organik dapat menyediakan pangan sehat yang ramah lingkungan dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi tinggi bagi petani, sekaligus menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim global,” tutur Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KATALIS sebagai salah satu standar pelayanan bagi para stakeholder dengan tujuan peningkatan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui konsultasi agribisnis," jelasnya.

Saat konsultasi, Widyaiswara BBPP Lembang sebagai konsultan, pada awal kegiatan menjelaskan prinsip pengendalian hama dan penyakit terpadu (HPT).

Pengendalian hama dan penyakit bisa dikombinasikan antara organik dan kimiawi, asalkan pemberian pupuk atau penyemprotan untuk hama dan penyakit secara kimiawi itu harus dikurangi dan dilakukan dengan bijaksana, tepat dosis dan tepat jumlah.

Baca juga:

Dukung Penelitian, UPT Kementan Fasilitasi Mahasiswa Biologi

Salah satu pengendalian HPT memanfaatkan jamur seperti Trichoderma. Trichoderma mampu mencegah penyakit tular tanah (fusarium) dan berperan untuk menjaga daya tahan tubuh/imunitas dari tanaman selayaknya pemberian vaksinasi pada manusia.

Widyaiswara didampingi petugas juga mempraktikkan perbanyakan Trichoderma.

Dijelaskan inokulasi Trichoderma dengan peralatan sederhana yang membutuhkan diantaranya isolat Trichoderma, lampu bunsen, spirtus, jarum ose, dan jagung sebagai media perbanyakannya.

Widyaiswara lalu menjelaskan titik kritis agar proses perbanyakan Trichoderma sukses.

“Titik kritis perbanyakan Trichoderma ada di sterilisasi tempat, dan saat inokulasi minimalisir berbicara keras supaya mencegah kontaminasi.”

Selanjutnya diberikan pula cara pengaplikasian trichoderma ke tanaman, bisa melalui berbagai cara seperti ditaburkan pada lubang tanam, dicampurkan dengan pupuk atau diaplikasikan sebagai larutan. Pemberian Trichoderma sebaiknya pada sore hari agar tidak terjadi penguapan berlebih.

Diskusi berjalan diantaranya tentang proses pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung dan pengendalian hama patek pada tanaman cabai.

Untuk pencegahan hama dan penyakit pada tanaman, widyaiswara menegaskan pentingnya pemberian pupuk berimbang pada tanaman dan pengaturan jarak tanam.

Pertanyaan lainnya tentang waktu yang tepat pemberian Tricoderma pada saat pembuatan pupuk organik.

“Pemberian tricoderma yang tepat untuk pembuatan kom-mix hayati (kompos dicampurkan dengan agens hayati Trichoderma adalah saat dekomposisi pupuk organik sudah berjalan 1 minggu atau sampai suhu dingin sekitar 23-25 derajat celcius,” terang Widyaiswara.

Saat ini, laboratorium agens hayati BBPP Lembang memproduksi Trichoderma dalam bentuk serbuk.

Widyaiswara berbagi tips cara pembuatannya dengan mencampurkan Trichoderma dengan zat kaolin dengan komposisi tertentu. Fungsinya untuk memperpanjang masa simpan trichoderma tersebut.

Dengan melakukan inokulasi Trichoderma, petani dapat mengendalikan penyakit tanaman secara alami dan meningkatkan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.

Salah seorang petani dari Kelompok Tani Cinta Asih I Desa Cipangeran, Aris Supardi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan KATALIS, kolaborasi BBPP Lembang dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB.

“Adanya konsultasi agribisnis ini menambah ilmu pengetahuan bagi kami tentang agen pengendali hayati, lalu juga tentang pengendalian hama dan penyakit pada tanaman berbagai tanaman yang kerap kami alami,” ucapnya.

“Semoga program ini bisa berkontribusi dan berkelanjutan untuk pembangunan pertanian di Kecamatan Saguling,” harap Aris.(***)

Dukung Penelitian, UPT Kementan Fasilitasi Mahasiswa Biologi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, program studi Biologi, menyelesaikan PKL selama tiga bulan di BBPP Lembang. PKL diakhiri dengan seminar hasil, Rabu (24/09/2025.) Keduanya fokus pada penelitian di bidang Hortikultura.

BBPP Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian, berharap dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bagi mahasiswa yang akan lulus kuliah dan melanjutkan karir maupun pendidikan di bidang pertanian nantinya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga berharap kegiatan ini bisa turut meningkatkan produksi pangan.

“Kolaborasi yang baik diperlukan antara mahasiswa bersama petani dalam menggenjot stok pangan,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, sangat menekankan pertanian membutuhkan peranan generasi milenial.

Bahkan, ia mengajak generasi muda untuk menjadi kaya raya menjadi petani dengan jiwa wirausaha profesional.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, juga menyambut baik kontribusi kedua mahasiswa ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.

Baca juga:

Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

Dua mahasiswa UPI yang melaksanakan PKL di BBPP Lbang adalah Risma Khoerunisa yang meneliti Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3) terhadap Aklimatisasi Tanaman Anggrek Dendrobium.

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses adaptasi bibit anggrek yang baru dipindahkan dari botol ke lingkungan luar.

Temuannya menunjukkan bahwa aplikasi GA3 dapat mempercepat pertumbuhan akar dan daun, meningkatkan tingkat keberhasilan aklimatisasi, dan pada akhirnya membantu petani anggrek untuk mendapatkan bibit yang lebih kuat.

Mahasiswa lainnya adalah Sulastri Putri Imani yang fokus pada penelitian Respon Pertumbuhan Scion Kaktus yang Berbeda terhadap Grafting pada Rootstock yang Sama.

Penelitian ini mengeksplorasi teknik penyambungan (grafting) pada kaktus hias.

Sulastri berhasil mengamati bagaimana perbedaan jenis scion (batang atas) memengaruhi keberhasilan dan laju pertumbuhan setelah disambungkan ke rootstock (batang bawah) yang sama.

Hasilnya memberikan panduan praktis bagi pembudidaya kaktus untuk memilih kombinasi yang paling efektif.

Risma Khoerunisa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dari BBPP Lembang karena telah mengizinkan kami melakukan kegiatan PKL di sini. Selama kegiatan PKL di sini, kami banyak mendapatkan ilmu baru," ujarnya.

Senada dengan Risma, Sulastri Putri Imani menyoroti lingkungan dan bimbingan yang sangat mendukung.

"Kami juga bisa merasakan mendapatkan lingkungan yang nyaman, terus Widyaiswara-nya juga sangat baik, sangat membimbing kami dan kami juga bisa mendapatkan banyak ilmu baru. Dan juga untuk prasarananya juga sangat lengkap di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang ini," tambah Sulastri.

Melalui penelitian-penelitian dan pengalaman langsung seperti ini, Kementan dan BBPP Lembang terus berupaya menciptakan SDM pertanian yang andal, inovatif, dan berorientasi pada teknologi, sejalan dengan visi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)

Sinergi Kementan dan Perhiptani Singkawang Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mendapatkan kunjungan dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian DPD (Perhiptani) Kota Singkawang, Rabu (24/9/2025). Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang.

Kunjungan atau Temu Teknis ini bertujuan untuk Peningkatan Profesionalitas Penyuluhan dalam Mendukung Program Swasembada Pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa mengubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif disana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan selalu mendukung penuh upaya regenerasi petani.

“Dengan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, kita bisa menekan biaya produksi hingga 50 % dan meningkatkan produksi hingga 100%,” jelasnya.

Sembilan anggota Perhiptani Singkawang yang hadir di BBPP Lembang adalah Dwi Yanti (Kepala Dinas DPKPP), Joko Supriyanto (KJF Penyuluh Pertanian), Ya Subhan Jaya, (Penyuluh Pertanian), Yuliana Olipa, (Penyuluh Pertanian), Nur Fitriani, (Analis Lahan Pertanian), Sumiati, (Penyuluh Pertanian), Rusmiati, (Penyuluh Pertanian), Suzana, (Pengawas Mutu Hasil Pertanian), dan Masfiana Ayu Rosada Zulfian, (Analis Pasar Hasil Pertanian).

Baca juga:

Kolaborasi Kementan dan Dinas Provinsi Jabar, Tingkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman

Mereka memulai dengan eksplorasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian untuk mempelajari teknik-teknik yang dapat meningkatkan nilai jual dan memperpanjang masa simpan produk.

Setelah itu, rombongan bergerak ke Lahan Inkubator Agribisnis untuk memahami model bisnis dan praktik kewirausahaan pertanian yang berkelanjutan.

Kunjungan diakhiri dengan melihat fasilitas rumah pengepakan (packing house) dan budidaya tanaman hias, di mana mereka mendalami pentingnya standarisasi, sortasi, dan pengemasan yang profesional untuk memenuhi tuntutan pasar.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik antusiasme dari Perhiptani Singkawang.

"Kunjungan ini adalah bukti nyata sinergi antara UPT Kementan dan Perhiptani dalam upaya mencetak penyuluh yang adaptif. Kami membuka diri sebagai pusat pembelajaran untuk mendukung keberhasilan program utama Kementan," ujar Ajat.

Melalui pendalaman di berbagai fasilitas ini, Perhiptani Singkawang diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan mendalam mengenai pengolahan pasca panen dan manajemen kualitas produk.

Langkah strategis ini adalah kunci untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian di Singkawang, sekaligus memastikan produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat. (RIS/MIR)

Kolaborasi Kementan dan Dinas Provinsi Jabar, Tingkatkan Kemampuan Pengawas Benih Tanaman

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) di Jawa Barat, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan kolaborasi dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi diwujudkan dalam serangkaian pelatihan untuk membekali para PBT dengan pengetahuan dan keterampilan terkini dalam aspek pengawasan mutu benih. Pelatihan dilaksanakan 23 hingga 25 September 2025 dan diikuti 25 orang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya benih berkualitas sebagai fondasi utama pertanian yang maju dan berkelanjutan.

"Kualitas benih adalah penentu utama keberhasilan panen. Tanpa benih yang unggul, mustahil kita mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya memiliki sumber daya manusia pertanian yang mumpuni.

Dalam berbagai kesempatan Santi menekankan bahwa sumber daya manusia pertanian yang komepten akan mendukung kemajuan pertanian Indonesia.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan pentingnya komoditas perkebunan dalam pertanian yang berkelanjutan.

“Sektor perkebunan merupakan penyumbang devisa yang penting bagi negara kita, sehingga memastikan benih berkualitas adalah tugas yang sangat penting,” tegasnya.

Baca juga:

Libatkan Aparatur Desa Megamendung, UPT Pelatihan Kementan Wujudkan Pertanian Modern

Pelatihan dilakukan untuk memastikan setiap PBT memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi seputar perbenihan di Indonesia dan luar negeri, penyimpanan benih, pengambilan sampel benih, pencandraan varietas benih spesifiknya tanaman kopi, pengenalan serta pengendalian OPT, karantina benih tanaman perkebunan, dan cara mendaftarkan varietas serta pelepasan varietas tanaman perkebunan.

Pelatihan juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melakukan praktik lapang. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tona’s Coffee menjadi fasilitator.

Kurnia, selaku ketua P4S Tona’s Coffee, memberikan materi mengenai pembibitan kopi dari sudut pandang praktik di level UMKM dan industri kopi kecil.

Pelatihan ini juga menjadi forum penting untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan PBT, serta memperbarui informasi terkini seputar regulasi dan inovasi di bidang perbenihan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa, berharap pelatihan dapat meningkatkan keterampilan PBT dalam identifikasi benih, sertifikasi benih, dan memperkuat integritas serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Barat, R. Krisna Risna Gunara, menyatakan bahwa dari BBPP Lembang telah didapat pembelajaran yang efektif dan menjadi tempat diskusi serta bertukar pengalaman bagi peserta pelatihan.

Peserta pelatihan, Beny Badruzaman, mengaku senang mendapatkan pelatihan. “Semoga hasil pelatihan ini mampu membekali tugas kami di lapangan ke depannya,” katanya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Rima Anggita Putri dan Lestari Indah Prasanti, yang mengatakan pelatihan berjalan dengan cukup baik. “Sangat edukatif bagi kami,” tegasnya.(***)

Libatkan Aparatur Desa Megamendung, UPT Pelatihan Kementan Wujudkan Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 30 aparatur Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Jumat (19/9/2025).

Kunjungan ini fokus pada keterampilan kewirausahaan pertanian yang inovatif, membekali perangkat desa dengan solusi praktis untuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan jika transformasi digital di sektor pertanian harus dipercepat.

“Kita butuh petani cerdas, teknologi cerdas, dan sistem pertanian yang terintegrasi secara digital agar Indonesia mampu bersaing secara global,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat hal itu dengan menyampaikan jika pelatihan berbasis teknologi harus menjadi prioritas dalam mencetak SDM pertanian masa depan.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan, termasuk penerapan IoT dalam pertanian. Petani milenial harus menjadi pionir,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Menurutnya, pertanian harus dimulai dari desa, karena di sanalah lahan terluas berada.

"Kami mendorong agar pertanian menjadi lokomotif ekonomi yang menggerakkan sektor lain di desa. Dengan memberdayakan pemuda dan menciptakan sistem ekonomi pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, desa dapat mengelola keuntungannya secara mandiri (close loop) dan bahkan mencapai potensi ekspor," ujarnya.

Ajat menambahkan, BBPP Lembang siap menjadi rumah bersama untuk berdiskusi dan memfasilitasi peningkatan kapasitas aparatur desa demi mewujudkan hal ini.

Baca juga:

Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat, Kementan Latih Kelompok Wanita Tani Olahan Pangan Lokal

Sementara aparatur Desa Megamendung yang berkunjung ke BBPP Lembang, terlibat langsung membuat instalasi hidroponik sistem DFT, sebuah solusi cerdas untuk budidaya sayuran di lahan terbatas.

Selain itu, mereka juga mengunjungi screen house tanaman hias BBPP Lembang untuk mendapatkan ide penataan desa yang asri sekaligus mengidentifikasi potensi agrowisata baru.

Bagian paling menarik adalah praktik membuat es krim jagung. Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aparatur desa belajar mengubah dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Ahdan Akbar Pangestu, Sekretaris Desa Megamendung, mengaku menjadi lebih banyak tahu tentang pertanian dari mulai teknik pertanian hidroponik, tentang pengolahan hasil pertanian, dan tanaman hias.

"Mudah-mudahan sistem seperti ini kita bisa terapkan di desa kita, yaitu Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor,” katanya.

“Terima kasih untuk Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang atas waktunya, atas kerja samanya. Mudah-mudahan ilmu yang kita dapat bermanfaat bagi kita semua,” imbuh Ahdan.

Setelah kembali, aparatur Desa Megamendung berencana segera membentuk tim khusus untuk merintis projek hidroponik, unit usaha eskrim jagung, menjadikan Megamendung sebagai contoh desa yang maju, inovatif, dan berdaya saing. (RIS/MIR)

Wujudkan Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Dorong Peran Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan nasional. Salah satunya dilakukan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) dengan menggelar Kuliah Umum Kebijakan Swasembada Pangan di Polbangtan Yogyakarta-Magelang pada Kamis (18/9/2025).

Bertempat di Kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta, Polbangtan Yoma mengundang Sam Herodian, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus pakar pembangunan pertanian nasional.

Ini adalah salah satu upaya Polbangtan Yoma mempersiapkan generasi muda untuk berperan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa merubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif disana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran di kesempatan lalu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam kesempatan lain mengatakan selalu mendukung penuh upaya regenerasi petani.

Hadir sebagai narasumber Kuliah Umum, Sam Herodian menyebut krisis pangan global dan tantangan ketahanan pangan nasional menuntut adanya transformasi pertanian modern.

“Dengan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, kita bisa menekan biaya produksi hingga 50 % dan meningkatkan produksi hingga 100%.” jelasnya.

Baca juga:

Siapkan Generasi Pertanian Tangguh dan Adaptif, Polbangtan Kementan Giatkan Pramuka

Sam menyebut perlunya melibatkan petani milenial/ gen-z dalam mempercepat transformasi ini. Menurutnya, Generasi milenial dan Gen Z memiliki karakter dan psikografi yang hampir sama dikenal dengan 3C yaitu Creative, Confident, dan Connected.

“Dengan kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi serta sangat bergantung dengan internet dan digital dibandingkan generasi lainnya, generasi ini diharapkan tidak hanya menjadi job seeker melainkan mampu menjadi job creator.” ungkap Sam.

Ia menyebut generasi ini mempunyai kemampuan beradaptasi yang tinggi/ kreatif, technology savvy, dan mampu berpikir kritis. Kemampuan inilah yang menurutnya diperlukan untuk mensukseskan program – program strategis Kementerian Pertanian. Salah satunya, program Brigade Pangan.

“Dengan menggunakan solusi inovatif, teknik adaptif, dan alat digital, kita optimis bisa meningkatkan ketertarikan anak muda ke bidang pertanian.” papar Sam.

Dalam kesempatan ini, Ia mengatakan bahwa pemimpin sejatinya dilahirkan, yang artinya sejak dini seseorang harus membiasakan diri dengan sikap dan kebiasaan seorang pemimpin.

“Lakukanlah aktivitas keorganisasian apa pun bentuknya ketika di kampus, karena pengalaman-pengalaman itulah yang kelak akan berguna ketika kalian menjadi pemimpin di masyarakat,” pesannya.

Hadir di lokasi, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan menyampaikan harapan agar mahasiswa termotivasi untuk mempersiapkan diri, sejak menempuh pendidikan hingga setelah lulus dari Polbangtan.

“Ke depan, para alumni diharapkan mampu menjadi bagian dari Brigade Pangan, garda muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional.” ucap Hermawan.(***)

Siapkan Generasi Pertanian Tangguh dan Adaptif, Polbangtan Kementan Giatkan Pramuka

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Dalam upaya menyiapkan generasi penerus sektor pertanian yang unggul, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menggiatkan kembali Pramuka sebagai agenda rutin kemahasiswaan.

Bertepatan dengan kedatangan mahasiswa baru, Polbangtan YoMa menggelar Kursus Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada 15 – 16 September 2025. Sejumlah 189 mahasiswa jurusan Pertanian mengikuti giat ini sedangkan dari Jurusan Peternakan Kampus Magelang sebanyak 155 mahasiswa baru.

Seperti halnya disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa generasi muda adalah kunci kemajuan pertanian Indonesia.

“Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan, kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar tangguh secara karakter dan adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk tantangan ketersediaan pangan.

Baca juga:

Siapkan Regenerasi Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru

Direktur Polbangtan YoMa selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Polbangtan YoMa membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya Direktur Polbangtan YoMa menyampaikan pentingnya KMD sebagai bekal bagi calon pembina Pramuka dalam membina anggota muda. Kegiatan ini ditekankan pada pembekalan ketrampilan dan komitmen untuk menanamkan nilai - nilai kepramukaan seperti kemandirian, kedisplinan dan gotong royong kepada mahasiswa baru.

Menurutnya, kegiatan KMD ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YoMa dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademis dan pertanian tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.

Direktir juga menyampaikan para peserta diajak untuk menjadi Pramuka yang berdaya saing, peduli pertanian, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mewujudkan generasi Pramuka yang berkarakter dan inovatif untuk masa depan pertanian Indonesia.

Ia menyebut Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman moral atau perbuatan mulia yang harus dipegang dan diamalkan oleh setiap anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.(***)

Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat, Kementan Latih Kelompok Wanita Tani Olahan Pangan Lokal

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Guna memperkuat kemampuan pengolahan bahan pangan lokal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) melatih sebanyak 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai kabupaten di Jawa Barat.

Pelatihan praktik pengolahan hasil pertanian ini berlangsung di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BBPP Lembang dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, melalui UPTD Balai Pelatihan Peternakan dan Ketahanan Pangan, Cikole Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.
“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan, pelatihan merupakan investasi krusial dalam SDM pertanian.
"KWT di pedesaan merupakan garda terdepan ketahanan pangan rumah tangga," ujarnya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan bimbingan praktik langsung untuk mengolah hasil panen dan ternak menjadi tiga produk kreatif dengan nilai jual tinggi Es Krim Jagung, Nugget Ayam, dan Eggroll Mocaf.

Baca juga:

Edukasi Siswa Sekolah Menengah Pertama, Kementan Upayakan Regenerasi Petani

Perwakilan KWT Kenanga Karawang, Mulyani, menyampaikan kesan positifnya setelah menyelesaikan sesi praktik.

"Praktik pengolahan hari ini meliputi es krim jagung, nugget ayam, dan eggroll mocaf—manfaatnya banyak sekali. Rasanya manis, gurih, dan lezat,” ucapnya.

Salah satu peserta, Mulyani mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan ia dan peserta lainnya meningkat di sini, dan proses pembuatannya sangat mudah untuk diaplikasikan.

Ia juga memuji tim pelatih. “Para resource person dari BBPP Lembang sangat ramah, baik hati, dan menyenangkan. Kami berterima kasih kepada BBPP Lembang," katanya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Zunikadi, dari KWT Mekarsari Majalengka.
“Kegiatan ini bermanfaat sekali bagi kami KWT dan pelaku usaha karena ternyata pangan lokal seperti jagung bisa dikreasikan menjadi eskrim yang lezat dan tentunya sehat,” katanya.

Dirinya mengajak para pelaku usaha lainnya untuk bisa memanfaatkan pangan lokal menjadi aneka olahan pangan yang memiliki nilai tambah dan bernilai jual tinggi.

Kegiatan diakhiri dengan sesi evaluasi produk hasil praktik, dan 20 anggota KWT pulang dengan semangat baru untuk menjadi motor perubahan di sektor agribisnis dan ketahanan pangan Jawa Barat.(***)