19 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Fokus Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya regenerasi petani muda. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua. "Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Tiga orang siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertanian I Sukaraja Kabupaten Sukabumi jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, melaksanakan PKL di BBPP Lembang mulai dari 7 Mei – 1 September 2024. Mereka melaksanakan PKL di 2 lokasi yaitu di budidaya sayuran brokoli dan lettuce lahan terbuka dan budidaya pakcoy teknologi hidroponik sistem deep flow technique (DFT).

Baca juga:

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil. Seminar dihadiri oleh widyaiswara dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang serta siswa-siswi dari sekolah lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang. Satu-persatu siswa mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Selasa (3/9/2024) saat ditemui setelah pelepasan oleh BBPP Lembang, ketiga peserta PKL dengan kompak menceritakan pengalaman menjalani PKL selama hampir 4 bulan di BBPP Lembang.
“Di sini kami jadi mengetahui dan memahami teknik budidaya sayuran baik secara konvensional maupun hidroponik,” kata Vera Fitriani. Siswi lainnya, berceloteh, “Melalui PKL ini juga kami jadi memiliki banyak teman baik dari SMK maupun universitas,” ucap Siti Salwa.

Sementara itu, Bunga Nuraliya menyampaikan ucapan terima kasihnya atas bimbingan dari petugas lapangan di BBPP Lembang. “Pegawai di BBPP Lembang juga sangat baik dan humble,” ucapnya. (Yoko/Che)

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya melakukan regenerasi. Menyiapkan petani muda berkualitas juga dilakukan Kementan di Papua. Salah satunya melalui PKL yang dilakukan siswa SMKN-PP Sentani, Kabupaten Jayapura, di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Sebagai Penggerak Perubahan

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pembangunan Pertanian (SMKN-PP) Sentani Kabupaten Jayapura diikuti sembilan belas siswa kelas XII jurusan pengolahan hasil pertanian, 15 Agustus – 10 September 2024. PKL dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Terbagi 4 kelompok, dibimbing petugas laboratorium, mereka mempelajari dan praktik langsung pembuatan 4 produk olahan komoditas pertanian yang dapat diaplikasikan sepulangnya ke Papua, yaitu teh daun kelor, manisan terong, es krim labu kuning, dan sorbet cabai merah.

Selain itu, mereka mempelajari tentang peralatan pengolahan yang ada di laboratorium, diantaranya hand sealer, UV sanitizer, vegetable cutting, ice cream maker, noodle maker, spinner, dll.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, Selasa (10/9), dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL selama 1 bulan, dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Peserta PKL, Yunita Ugipa, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kami belajar dengan baik di sini, dari tidak tahu menjadi memahami cara membuat 4 aneka olahan pangan yang nantinya ingin bisa diterapkan di Papua,” ungkapnya.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada BBPP Lembang atas dukungan, arahan dan mengajarkan kami tentang pengolahan hasil pertanian,” kata Yunita lagi.(***)

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Sebagai Penggerak Perubahan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Di tengah tantangan yang semakin kompleks, generasi muda harus hadir sebagai penggerak perubahan. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga: 

Optimisme Petani, Program Pompanisasi Kementan Tingkatkan Produksi Padi

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Dua orang mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) selama 1 bulan dari 5 Agustus – 5 September 2024. Selama 1 bulan, keduanya melaksanakan PKL di Laboratorium Agens Hayati.

Di Laboratorium Agens Hayati, dibimbing petugas laboratorium, mempelajari tentang agens pengendali hayati jamur trichoderma. Mereka mempelajari cara melakukan eksplorasi untuk mendapatkan trichoderma, cara perbanyakan trichoderma sampai melakukan pengamatan mengenai aplikasi formulasi trichoderma terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy.

Selain itu, keduanya juga mempelajari tentang tentang agribisnis tanaman mulai dari pembenihan, pengolahan lahan, perawatan tanaman, pengendalian OPT, panen hingga pasca panen.

Seminar hasil PKL dilaksanakan pada hari Jumat (6/9/2024). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta siswa dan mahasiswa lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang.

Mengambil judul penelitian Aplikasi trichoderma spp terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L) yang diinfeksikan penyakit akar gada, keduanya bergantian memaparkan hasil penelitian dan pengamatan selama 1 bulan. Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Peserta PKL, Tazkia Mega Aulya, mengaku mendapat kehormatan yang luar biasa karena pernah menjadi bagian dari BBPP Lembang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman yang di bidang pertanian.

“Sungguh pengalaman yang luar biasa karena bisa magang di BBPP Lembang dengan segala aktivitas yang tentunya sangat melatih softskill dan hard skill kami untuk siap dalam dunia kerja. Pengalaman ini akan menjadi salah satu bagian penting dan berkesan bagi kami yang tak akan pernah kami lupakan,” katanya.

“Di BBPP Lembang kami bisa berjumpa dengan orang-orang hebat yang selama ini membimbing dan mengajarkan kami banyak hal. Memotivasi kami untuk bisa hidup lebih bermanfaat lagi bagi banyak orang. Terima kasih BBPP Lembang," ucapnya.(***)

Optimisme Petani, Program Pompanisasi Kementan Tingkatkan Produksi Padi

TANIINDONESIA.COM//GARUT – Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan produksi pangan terus meningkat. Namun, alih fungsi lahan sawah terjadi secara massif setiap tahun. Untuk memastikan ketersediaan pangan, Kementerian Pertanian menggulirkan sejumlah strategi, di antaranya Perluasan Areal Tanam (PAT) dengan tiga program utama yaitu optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan padi gogo (tumpang sisip). Program pompanisasi ini dijalankan diberbagai daerah, seperti Garut.

Program Pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, fokus pada 2 cara yaitu memperbaiki pompa yang sudah ada dan menyediakan pompa baru sesuai kebutuhan petani di tiap wilayah.

“Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” tutur Amran.

Baca juga: 

Melalui Bimtek IMMACo, Kementan Tingkatkan Kapasitas Pengelola UPJA di Sukoharjo

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Garut, meninjau pelaksanaan pompanisasi di Kelompok Tani Serang Tani dan Sugih Mukti, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Minggu (8/9).

“Kami minta agar dilakukan musyawarah di dalam kelompok tani untuk terus mengoptimalkan produktivitas padi di kelompok tani masing-masing,” tutur Ajat.

Ketua Kelompok Tani Serang Tani, Asep Rahmat, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut atas bantuan pompanisasi.

“Kami yakin dengan pompanisasi, tadinya menanam hanya 1-2 kali setahun, saat ini bisa 3 kali. Hasilnya biasa 1 tumbak 6-8 kilo, saat ini bisa menjadi 10-12 kilo,” ucapnya.(***)

Melalui Bimtek IMMACo, Kementan Tingkatkan Kapasitas Pengelola UPJA di Sukoharjo

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong peningkatan produktivitas padi nasional. Salah satunya melalui bimtek Indonesia Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) atau Pertanian Modern Berbasis Korporasi bagi Petani Milenial di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (3/9/).

IMMACo merupakan program inisiatif Kementan untuk memperluas lahan produktif padi dengan mengintegrasikan sub sektor dalam rangka regenerasi petani dengan cara penumbuhkembangan wirausaha muda pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan produktivitas padi dapat meningkat dengan terobosan-terobosan program. Di antaranya Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pompanisasi yang menjadi solusi cepat di tengah musim kemarau saat ini.

Kepala BPPSDMP, Ida Widi Arsanti, mengatakan pihaknya sigap menjawab tantangan regenerasi petani.

“Saat ini, petani-petani sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” sebut Santi.

Sebagai wujud keseriusan dalam menyukseskan program tersebut, berbagai bantuan sarana produksi, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian telah diberikan Kementan kepada Poktan, Gapoktan, Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA), dan Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Baca juga: 

Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh, Kementan Gelar Study Tour

Pemberian bantuan ini harus diselaraskan dengan kualitas SDM pertanian yang memiliki keterampilan teknis dan manajerial yang handal. Sehingga, mekanisasi pertanian yang menjadi pendukung tercapainya peningkatan produktivitas padi nasional dapat segera terwujud.

Untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian di bidang teknis mekanisasi pertanian dan manajerial kelembagaan petani berbasis koorporasi, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Bimbingan Teknis Kelembagaan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA).

Kegiatan dilaksanakan, Selasa (3/9/) di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo. Peserta bimtek adalah ketua dan pengurus UPJA/KUB sebanyak 26 orang dan 7 orang koordinator penyuluh pertanian di wilayah binaan UPJA di 7 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat memberikan arahan menyampaikan bahwa output kegiatan ini adalah terbentuknya korporasi berbentuk koperasi Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA).

“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan, peserta dapat mengelola koperasi UPJA secara profesional,” tuturnya.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi tentang Kebijakan Pengembangan SDM Pertanian, Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), dan Penguatan Kelembagaan UPJA.

Fasilitator berasal dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, IMMACo Kabupaten Sukoharjo, dan Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Kabupaten Sukoharjo.(***)

Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh, Kementan Gelar Study Tour

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus berupaya meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh bidang teknis, kelembagaan petani, dan manajemen usahatani. Salah satu upaya dilakukan adalah menggelar Study Tour bagi Petani dan Penyuluh Pendamping Program READSI, 2 – 6 September 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan serentak di 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus mendorong dan memfasilitasi tumbuh kembangnya usahatani.

“Kementan terus mendorong dan memfasilitasi bertumbuhnya usahatani. Pemerintah berkomitmen menjadikan pertanian sebagai dunia usaha atau bisnis yang strategis dan menguntungkan," kata Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, saat membuka kegiatan, mengatakan bahwa untuk mengembangkan usahatani perlu ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kegiatan hulu sampai hilir di sepanjang rantai nilai usahatani perlu terintegrasi melalui konsolidasi usaha produktif berbasis komoditas potensial dalam satu kesatuan klaster usaha berskala ekonomi," kata Santi.

Santi menyampaikan Kementan terus mendukung dan memfasilitasi peningkatan usahatani. Di antaranya dengan meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh dalam mengelola usaha tani seperti melalui kegiatan study tour.

Baca juga: 

Hasilkan Generasi Unggul, Polbangtan dan PEPI Kementan Laksanakan Wisuda Nasional

Di BBPP Lembang, 158 orang peserta yang berasal dari 5 provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan NTT, diajak mengunjungi kelembagaan tani dalam wadah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) binaan BBPP Lembang, yaitu P4S Lembang Agri, P4S Sawargi, P4S Raden Farm, Asosiasi Agrotani Lembang, dan KWT Akrab.

Peserta juga diajak mengenal Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Widyaiswara sharing knowledge tentang pertanian organik, dilanjutkan praktik membuat eco-enzyme dan pupuk organik cair di zona rumah kompos.

Selain itu, peserta diberikan materi peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui proses pengolahan hasil pertanian.

Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, praktik membuat olahan pangan pisang menjadi eggroll. Alat dan bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, murah dan mempraktikkannya juga cukup mudah.

Salah seorang peserta, Wanti Widiarini, penyuluh pertanian dari BPP Buah, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, mengaku banyak mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini.

“Banyak pengetahuan yang kami dapat selama berada di BBPP Lembang dan mengunjungi beberapa petani maju. Sangat menginspirasi kami sebagai penyuluh dan memberikan pelajaran penting petani binaan kami dalam mengelola usahataninya,” katanya.

Saat menutup kegiatan, Kamis (5/9/2024), Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menyampaikan harapannya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan study tour ini, petani dan penyuluh di wilayah Program READSI bisa mempelajari dan mempraktikkannya di wilayah masing-masing tentang teknis pertanian yang diperoleh serta kelembagaan petani yang sudah dipelajari dan dilihat langsung. Dengan begitu, dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing,” katanya.(***)

Kunker di Banjar, Kepala BPPSDMP Kementan Tanam Bersama dan Kunjungi UPJA

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Rangkaian kegiatan dilakukan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (5/9/2024).

Usai beraudensi dengan Bupati Banjar, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, melakukan tanam bersama di Lokasi PAT Kecamatan Martapura Timur, dilanjutkan kunjungan ke Usaha Pelayanan Jasa Alat Pertanian (UPJA) Maju Bersama, Kecamatan Astambul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah. Oleh karena itu, Kementan terus memantau pertanian di daerah untuk memastikan pangan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: 

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

Sementara dalam kegiatan tanam padi bersama petani di Kecamatan Martapura Timur, Kepala BPPSDMP turut didampingi Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq. Kegiatan ini juga diikuti para siswa SMK PP Negeri Banjarbaru yang melaksanakan kegiatan Perluasan Area Tanam atau PAT.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, berharap pompanisasi yang dilaksanakan dapat membantu dalam upaya perluasan area tanam yang nantinya akan meningkatkan produksi padi.

Usai tanam bersama, Kepala Badan mengunjungi Kelompok Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Maju Bersama di Kecamatan Astambul. Ia mengimbau UPJA membantu petani untuk meningkatkan produksi.

“Kelompok UPJA sebagai penyedia alsintan, harus berupaya dalam membantu petani dalam peningkatan produksi para petani,” katanya.

Santi juga berharap para kelompok UPJA dapat meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya dalam mengelola alsintan.

“Baik dengan melakukan pencatatan keuangan maupun perawatan alsintan guna menjaga keberlangsungan pemanfaatan alsintan,” imbaunya.

Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, berharap kedatangan Kepala Badan dan tanam bersama dapat memotivasi petani di Kecamatan Martapura Timur (Martim) pada khususnya dan Kab Banjar pada umumnya.

“Sedangkan untuk kelompok UPJA di Kecamatan Astambul, kita berharap semoga dengan kedatangan Kepala Badan dapat menambah motivasi untuk optimalisasi dan profesionalitas kelompok UPJA di kecamatan Astambul,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, menyampaikan jika Pemerintah Kabupaten senantiasa memperhatikan para kelompok UPJA.

“Karena merupakan hal yang penting dalam membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas,” tandas Nasrullah.(***)

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Untuk memastikan pertanian di Kalimantan Selatan tidak terganggu dengan ancaman krisis pangan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memonitoring sejumlah program yang dijalankan di Kabupaten Banjar, di antaranya program Perluasan Areal Tanam (PAT) sekaligus program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Hal tersebut diketahui saat Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H. Saidi Mansyur, Kamis (5/9/2024), di Gedung Mahligai Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Audiensi juga dihadiri Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso dan Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah sebagai bentuk antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan. Sejumlah program yang dijalankan Kementerian Pertanian adalah Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pompanisasi, Optimasi Lahan (OPLAH) dan Padi Gogo.

Baca juga: 

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian Aceh

Sementara BPPSDMP turut berperan aktif dalam menyukseskan program-program utama Kementan. Selain itu, melalui program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), BPPSDMP turut berkontribusi dalam menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Kalimantan Selatan sendiri menjadi salah satu wilayah program YESS.

Menurut Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, program Perluasan Area Tanam (PAT) berupa Pompanisasi di Kabupaten Banjar telah mencapai 99,5% dan luas tanam menduduki posisi 2 teratas di di Kalimantan Selatan.

“Hal ini merupakan capaian yang baik guna mensukseskan capaian target PAT,” sebut Santi.

Selain PAT yang hampir mencapai 100%, Santi mengatakan perkembangan program YESS di wilayah Banjar dengan tingginya angka penerima manfaat, baik berupa HK individu maupun HK klister, diharapkan menjadi pembuka kesempatan bagi para petani milenial untuk bekerja dan berusaha di bidang pertanian.

“Dan diharapkan SMK PP Negeri Banjarbaru, yang menjadi perpanjangan tangan Program YESS di Kalimantan Selatan, dapat berkoordinasi dengan baik kepada Pemerintah Kabupaten Banjar agar target target dari program YESS dapat tercapai dengan baik,” katanya.

Santi pun berharap Pemerintah Kabupaten Banjar, Bupati beserta jajaran, dapat mendukung dan mensukseskan program Kementan.

“Program PAT akan menjadi manfaat bagi para petani dalam hal pengairan dan dapat membatu para petani untuk melakukan penanaman padi kedepan. Sedangkan program YESS digulirkan agar dapat mencetak petani petani muda yang sukses kedepannya,” jelasnya.

Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, menegaskan selalu siap dalam mengupayakan program tersebut, baik dalam penyajian data maupun sarana prasarana dalam pelaksanaan PAT dan Program YESS.(***)

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Gandeng Perusahaan Jamu Nasional

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), menandatangani MoU dengan PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga, Selasa (3/8/2024).

PT. Naturindo Surya Niaga adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan retail produk kesehatan tradisional asli Indonesia. Bersama Polbangtan YOMA, keduanya berkomitmen untuk mengembangkan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Upaya ini dilakukan untuk menguatkan kapasitas mahasiswa Polbangtan YOMA, khususnya program studi Agribisnis Hortikultura. Dalam kerjasama ini, Polbangtan YOMA mengajak PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga untuk mengembangkan kurikulum, mendukung proses pembelajaran, magang, pendampingan, dan kegiatan sejenisnya.

Baca juga: 

Lulus Yudisium, Mahasiswa Polbangtan Kementan Siap Dukung Pertanian Indonesia

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam mendukung program utama Kementan merupakan strategi khusus yang akan menjadi contoh pertanian modern di masa mendatang.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” tambah Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pentingnya mahasiswa praktik di lapangan. Hal ini akan meningkatkan pemahaman dan teknik pertanian yang lebih efektif.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan harapannya setelah terjalinnya kerja sama ini.

"Lebih banyak lagi yang bisa dikolaborasikan dengan kerjasama ini, sebagai dosen praktisi lokasi MBKM (PKL dan Magang), kerjasama pengelolaan Teaching Factory), off taker produk usaha mahasiswa serta penelitian dan pengabdian masyarakat bersama," papar Bambang.

Lebih lanjut, Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Jurusan Pertanian Polbangtan YOMA, R. Hermawan, mengatakan bahwa kerja sama ini sebetulnya telah lama dilaksanakan antara kedua belah pihak. Namun memang belum dituangkan lebih lanjut dalam suatu perjanjian yang mengikat.

Setelah dilakukan koordinasi dengan antar pihak, maka dituangkanlah kerja sama ini dalam suatu kesepakatan bersama yang ditandatangani.

Tak hanya itu, PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga juga bersepakat untuk merekrut alumni Polbangtan YOMA yang memenuhi kualifikasi perusahaan.(*)

Kementan Permudah Akses Petani Terhadap Pupuk Bersubsidi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) telah memberi kemudahan bagi para petani untuk menebus pupuk bersubsidi. Kemudahan juga merupakan langkah Kementan dalam percepatan penyerapan pupuk bersubsidi yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Jekvy Hendra mengatakan kemudahan penebusan pupuk dituangkan melalui Kepdirjen 07 Tahun 2024 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dari Kios ke Petani.

"Kami sudah memberi fleksibilitas kepada petani melakukan penebusan pupuk bersubsidi melalui Kepdirjen," ungkap Jekvy dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Gedung Phonska PT Pupuk Indonesia, Jakarta, Senin (02/09).

Beberapa kemudahan yang diberikan dalam Kepdirjen tersebut adalah penebusan secara berkelompok melalui surat kuasa, penebusan diwakilkan oleh anggota keluarga menggunakan kartu keluarga (KK), penebusan diwakilkan oleh ahli waris melalui surat keterangan. Penebusan juga bisa dilakukan oleh penggarap pengganti yang ditunjukkan dengan berita acara pengalihan garapan dan surat kuasa, penebusan di wilayah blankspot (susah sinyal), serta beberapa kelonggaran dalam pelaporan administrasi pupuk bersubsidi.

"Kita perlu terus sosialisasikan Kepdirjen ini kepada petani, penyuluh pertanian, dan kios pengecer," jelasnya.

Tim Satgas Khusus Pencegahan Korupsi Mabes Polri Hotman Tambunan mengapresiasi langkah-langkah Kementerian Pertanian dalam menjamin mekanisme penebusan pupuk bersubsidi yang mudah dan akuntabel, yakni melalui implementasi aplikasi iPubers dan Kepdirjen Penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Kios ke Petani.

"Banyak persoalan pupuk bersubsidi yang terjadi terutama pada tahun 2022 kebawah karena banyaknya pendataan yang fiktif. Sekarang ini sudah mulai teratasi," terang Hotman.

Baca juga:

Pemerintah Perketat Pengawasan Pupuk dan Pestisida Palsu

Hotman mengingatkan agar pembinaan kepada kios dan distributor agar terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dan adanya temuan dari pihak aparat penegak hukum (APH).

"Tidak hanya serapan saja yang penting, namun perlu dipastikan semua petani yang berhak dapat terdata sebagai penerima pupuk bersubsidi," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah menegaskan, pupuk subsidi merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan pemerintah kepada petani. Dengan menggunakan APBN, maka pengalokasian hingga distribusi pupuk bersubsidi ini harus akuntable.

Andi mengatakan, bentuk akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan uang negara ini dijabarkan dengan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi. Salah satunya yang menggunakan iPubers saat ini.

"Mekanisme penebusan pupuk subsidi dengan iPubers ini mudah, petani datang ke kios dengan membawa KTP untuk membeli pupuk bersubsidi, lalu difoto untuk verifikasi dan laporan atas penebusan itu," kata Andi.

Lebih lanjut dijelaskannya, secara otomatis dan paralel aplikasi iPubers akan melakukan pengecekan stok ke aplikasi Rekan dan pengecekan alokasi ke aplikasi e-Alokasi.

"Jika jumlah barang yang akan ditebus sesuai dengan stok dan alokasi, maka transaksi dapat dilanjutkan," pungkasnya.

Diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menaikan alokasi pupuk subsidi untuk seluruh Indonesia. Mentan mengatakan bahwa harus diperhatikan dalam pendistribusian sehingga tepat sasaran.

”Pupuk subsidi ini telah disiapkan pemerintah di tahun 2024 untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kami titip kios-kios dan distributor agar tidak melakukan kecurangan.” tegasnya.