19 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Perangkat Desa Kab Bogor Belajar Teknologi Pertanian Modern di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 366 orang perwakilan dari 27 kecamatan, termasuk sejumlah perangkat desa, di Kabupaten Bogor mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Rabu (16/10/2024).

Kunjungan dilakukan untuk mendalami teknologi pertanian modern di BBPP) Lembang sekaligus memperdalam ilmu para perangkat desa tentang pertanian untuk ketahanan pangan di desa mereka masing-masing.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pangan bagi ketahanan suatu negara.

“Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara, kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid-19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya, jadi kita harus betul-betul bersama-sama menjaganya,” tegas Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa prioritas Kementan saat ini adalah meningkatkan ketahanan pangan di dalam negeri melalui program Penambahan Areal Tanam (PAT) dengan pompanisasi, pemanfaatan lahan rawa dan lahan perkebunan, dan sebagainya.

Dalam sambutannya kepada peserta kunjungan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat desa dan selanjutnya kecamatan. Sehingga, seluruh bagian masyarakat terpenuhi kebutuhan pangannya.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama agar bisa mencukupi kebutuhan pangan di masing-masing desa,” terang Ajat.

Rombongan kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjalani praktik di lahan BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/pelatihan-fungsional-kementan-optimalkan-peran-penyuluh-pertanian/

Lahan yang terletak di areal Inkubator Agribisnis menunjukkan berbagai komoditas dengan memanfaatkan teknologi pertanian terkini.

Salah satu teknologi yang menjadi penarik perhatian peserta adalah penanaman padi di atas air secara terapung. Teknik yang dikenal dengan akuaponik ini diadaptasi dari yang sudah diterapkan di negara seperti Cina dan Kamboja.

Para peserta juga mengunjungi screen house hidroponik yang ditanami melon, tomat, dan pak choi. Screen house yang diperagakan menarik minat karena telah diotomatisasi dan menggunakan teknologi smart green house.

Melengkapi wawasan tentang teknologi pertanian terkini, ada juga pendalaman mengenai praktik pertanian konvensional yang dipandu oleh widyaiswara BBPP Lembang Cece Mulyana dan Riyadi Pratiwa Sutardjo.

Cece menerangkan tentang penanaman jagung dimulai dari pengolahan lahan hingga penanaman dan perawatan tanaman jagung.

Di plot tanah yang lain, Riyadi menerangkan mengenai budidaya kedelai dan cara meraup untung sebesar mungkin.

Menutup, Riyadi menerangkan kepada para peserta kunjungan tentang penggunaan teknologi pertanian.

“Prinsipnya, untuk mendapatkan keuntungan yang setinggi mungkin, dibutuhkan penggunaan teknologi yang semaksimal mungkin,” paparnya.(***)

Pelatihan Fungsional, Kementan Optimalkan Peran Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//PANDEGLANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, dilaksanakan 15 Oktober – 4 November 2024, di Kantor BPSDMD Kabupaten Pandeglang.

Peserta terdiri dari penyuluh pertanian dari kabupaten/kota di Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Cilegon.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh pertanian adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan.

“Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menyebutkan peran penyuluh pertanian penting untuk meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor. Terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/siapkan-regenerasi-kementan-asah-wawasan-siswa-sekolah-menengah-kejuruan/

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” tutur Santi.

Pelatihan dibuka Selasa (15/10/2024) oleh Kepala BPSDMPD, Untung Saritomo.

“Pelatihan bertujuan untuk menyamaratakan persepsi dalam hal tugas, fungsi, organisasi, tata kerja, dan hubungan kerja penyuluh pertanian, memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta perilaku sebagai penyuluh pertanian, dan memberikan serta meningkatkan daya berpikir penyuluh pertanian secara komprehensif,” tutur Untung.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang juga menghadiri kegiatan pembukaan, mengatakan pentingnya untuk terus belajar.

“Terus bekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, kuasai informasi teknologi agar penyuluh pertanian mampu mendampingi petani sampai petani berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraannya,” kata Ajat.

Dalam pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi sebanyak 174 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi.

Di penghujung pelatihan, selama 1 minggu peserta akan menjalani praktik kompetensi, terjun langsung ke lokasi petani untuk menerapkan materi penyuluhan yang diperoleh secara klasikal.(***)

Siapkan Regenerasi, Kementan Asah Wawasan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan regenerasi petani dengan menyiapkan petani-petani muda berkualitas. Hal ini juga dilakukan kepada siswa-siswi SMKN 1 Rongga Kabupaten Bandung Barat yang melakukan PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian modern berbasis teknologi dan smart farming menjadi peluang untuk mendorong budidaya pertanian menjadi efisien, terukur, dan terintegrasi.

Menurutnya, menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Rongga Kabupaten Bandung Barat diikuti 3 orang siswa kelas XII, periode 15 Juli – 15 Oktober 2024.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya brokoli dan pakcoy.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/generasi-muda-pertanian-kementan-siapkan-siswa-smk-jadi-petani-berkualitas/

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Salah seorang siswa SMKN 1 Rongga, Agni Purnama Firmansyah, yang melaksanakan PKL di lahan budidaya pakcoy, menyampaikan kesannya.

“Semakin banyak pengetahuan pertanian yang saya peroleh terutama budidaya pakcoy. Langkah-langkah budidaya pakcoy dari awal penanaman sampai panen saya lalui,” ceritanya, Rabu (16/10/2024).

Agni menyampaikan semakin banyaknya pengalaman di dunia kerja bukan hanya banyak teori tetapi praktiknya juga. (yoko/che)

Generasi Muda Pertanian, Kementan Siapkan Siswa SMK Jadi Petani Berkualitas

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sejumlah siswa SMKN 1 Bojong, Kabupaten Purwakarta, mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang, UPT yang berada di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk melakukan regenerasi petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bojong Kabupaten Purwakarta, diikuti 5 orang siswa kelas XII, periode 1 Juli – 14 Oktober 2024.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/10/kementan-tni-ad-berkolaborasi-tingkatkan-kapasitas-dalam-pka/

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya brokoli, pakcoy, jagung manis, selada keriting, dan pengolahan kopi.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Senin (14/10/2024), salah satu siswa, Hilman Ardiansyah Hidayat, yang melaksanakan PKL di lahan budidaya pakcoy, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kegiatan PKL memperluas wawasan kami tentang pertanian,” katanya. Dirinya juga mengakui jadi mempunyai banyak teman baru.

“Bapak dan ibu pegawai BBPP Lembang juga sangat baik dan ramah serta membantu kami selama proses magang,” ungkapnya.(***)

Kementan Pikat Generasi Muda di Festival Lumbung Mataraman

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) berpartisipasi dalam Festival Lumbung Mataraman pada Rabu (16/10) hingga Kamis (17/10/2024). Kesempatan ini digunakan Kementan untuk menarik minat generasi muda terjun di dunia pertanian.

Melalui pameran produk mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Kementan meyakinkan generasi muda bahwa dengan inovasi, pertanian bisa memberikan keuntungan.

Pada kesempatan ini, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang mempromosikan hasil magang MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dan produk dari keikutsertaannya di program PWMP (Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian).

Kedua program ini menjadi andalan Kementan dalam meningkatkan peran serta generasi muda dalam membangun sektor pertanian. Kementan optimis dengan tumbuhnya wirausahawan muda akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, agar mahasiswa tidak ragu menjadi pengusaha yang bergelut di sektor pertanian. Pasalnya, 8 dari 10 pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Tekad kuat dan kerja keras, mengubah nasib mereka, sehingga mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi masa lalu," jelas Mentan Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran serta generasi muda di sektor pertanian.

Baca juga: 

https://detikutama.com/2024/10/11/optimalkan-irigasi-pompanisasi-kementan-dorong-peningkatan-ip-di-gunung-kidul/

“Saat ini, petani-petani kita sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah mengapa, sangat penting mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Idha.

Festival Lumbung Mataraman dibuka oleh Wakil Gubernur DIY didampingi Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY.

Membacakan sambutan Gubernur DIY, Wakil Gubernur DIY, Paduka Sri Pakualam mengatakan Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik bisa menjadi cermin dari kesadaran kita akan tanggung jawab besar. Yakni, memastikan bahwa setiap warga memiliki akses yang setara terhadap pangan yang layak dan berkualitas.

“Festival ini diharapkan membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga pangan sebagai hak dasar. Mari kita jaga warisan leluhur serta kembangkan potensi pangan lokal demi masa depan yang lebih baik. Semoga acara ini memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” jelasnya.

Hadir di lokasi, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto mengatakan giat ini menjadi momentum untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan.

Tak hanya itu, Ia mengatakan giat ini juga sangat strategis untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menganalisis kebutuhan pasar, sekaligus membangun jejaring.

“Even pameran merupakan ajang anak muda untuk mendiseminasikan dan mempromosikan produknya agar dikenal masyarakat luas dan menjaring kerjasama dengan pihak lain”, pungkasnya.(***)

Gelar Workshop, BPPSDMP Kementan Siapkan Rencana Strategis 5 Tahun Kedepan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menyiapkan rencana strategis yang akan diterapkan dalam 5 tahun kedepan. Hal itu dilakukan dalam Workshop Perumusan Target dan Kerangka Pendanaan Rancangan Rencana Strategis (Renstra) BPPSDMP 2025-2029, 15-17 Oktober 2024. Kegiatan ini diikuti peserta offline sebanyak 70 orang dari UPT dan Satker Dekon.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengajak para insan pertanian untuk bekerja lebih keras membangun pertanian Indonesia.

"Tidak perlu menunggu Indonesia Emas, kita ditargetkan swasembada pangan dalam kurun 2 tahun," katanya, Selasa (15/10/2024).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang membuka kegiatan ini secara online, berharap semua komponen terkait dapat bersinergi dan beradaptasi dengan program dan perencanaan terlebih akan ada kabinet baru.

"Akan ada lingkungan strategis baru khususnya di Badan SDM, diharapkan semua komponen di dalamnya dapat bersinergi dan beradaptasi," katanya.

Idha Widi Arsanti menambahkan, tahapan perencanaan harus visioner, serta mampu menterjemahkan tujuan menjadi langkah langkah konkrit yang mendukung Visi Indonesia Maju untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, ada beberapa poin yang merupakan Asta cita dari presiden terpilih Prabowo Subianto utamanya terkait fungsi BPPSDMP dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian.

"Swasembada pangan akan menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara, Meningkatkan lapangan pekerjaan dan pembangunan SDM (pertanian)," jelasnya.

Selain itu, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah, serta membangun dari desa, bottom up mulai dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Santi berharap pelaksanaan workshop dapat menghasilkan output, indikator kinerja dalam pembangunan SDM Pertanian 5 tahun kedepan.

Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah, yang memberikan prakata menjelaskan jika dalam 3 hari kedepan akan disusun rancangan Rencana Strategis BPPSDMP 2024 - 2029, dibantu oleh Konsultan dan menghadirkan narasumber dari Bappenas, Biro Perencanaan Kementan,

"Restra kita merupakan bagian dari program dari Kementerian yang juga pararel dengan tujuan pembangunan nasional," katanya.

Narasumber Zulfriadi, dari Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, menyampaikan materi Penyelarasan Target Nasional Pengembangan SDM Sektor Pertanian 2025 - 2029.

Dijelaskannya, draft RPJMN masih terus disusun dan masih membuka kesempatan untuk mengakomodir program program pemerintah 5 tahun kedepan yang akan ditandatangani presiden di Januari 2025.

"SDM pertanian merupakan bagian penting dalam pembangunan nasional khususnya di bidang pertanian," jelasnya.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat di pedesaan mendapat perhatian khusus Bappenas yang masuk dalam Draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 yang akan ditandatangani oleh presiden Januari 2025.

"Pemberdayaan dilakukan melalui penguatan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S), yang sudah terbukti menggerakan ekonomi pedesaaan melalui pola pelatihan dari oleh dan untuk petani," katanya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/09/07/kunker-di-banjar-kepala-bppsdmp-kementan-tanam-bersama-dan-kunjungi-upja/

Selain itu, P4S juga terbukti berkontribusi dalam menumbuhkan minat generasi muda dalam bidang pertanian, dimana Regenerasi Petani juga merupakan fokus dalam sasaran pembangunan sdm pertanian.

"Hal lain yang menjadi fokus dalam pembangunan pertanian dengan mendukung standarisasi profesi pertanian dengan penguatan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)," ujarnya.

Zulfriadi menjelaskan, penguatan standar ini dilakukan untuk menetapkan standar untuk profesi yang didalamnya memuat standar besaran pendapatan yang terkait bidang pertanian.

"Harapanya dengan penetapan standar yang baku, sektor pertanian menjadi sektor yang menjanjikan. Penyuluhan juga masih menjadi fokus bagaimana komandonya apakah akan disentralisasi ke pusat atau di daerah," katanya lagi.

Dihari terakhir Workshop, peserta mengikuti sosialisasi atribut BPPSDMP secara online.

Sosialisasi atribut meliputi logo, visual guide line untuk publikasi dan dokumentasi di lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) yang berlangsung di Ruang Catur Gatra, Kantor Pusat Kementan.(***)

Optimalkan Irigasi Pompanisasi, Kementan Dorong Peningkatan IP di Gunung Kidul

TANINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pemanfaatan pompanisasi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini agar petani dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

Disampaikan pada Gerakan Tanam Padi di Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan, Gunung Kidul pada Kamis (10/10/2024), Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian Suwandi menyambut baik penggunaan irigasi pompanisasi yang dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Luhur.

“Irigasi pompanisasi sudah berfungsi dengan baik. Targetnya bisa melayani minimal 20 hektar.” jelasnya.

Ia berharap, irigasi pompanisasi ini digunakan sebaik-baiknya, sehingga bisa meningkatkan IP.

“Yang tadinya 1 kali tanam padi, saat ini bisa 2 kali tanam dalam setahun. Bergantian dengan palawija seperti jagung, kacang tanah, kacang hijau.” tutur Suwandi.

Hadir di lokasi, Plt. Bupati Gunung Kidul, Heri Susanto mendorong penyuluh dan petani untuk meningkatkan produktivitasnya.

“Program Kementan sudah banyak membantu Gunung Kidul dalam meningkatkan indeks pertanaman (IP). Untuk itu, Gunung kidul harus bisa dioptimalisasi agar pangan tercukupi, kalau bisa mensuplai daerah lain” tegas Heri.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/09/20/siapkan-irigasi-pompanisasi-kementan-gerak-cepat-tanam-padi-di-gunung-kidul/

Ia mengingatkan bahwa negara lain menemui masalah kekurangan pangan yang disebabkan oleh el nino. Sementara itu, 283 juta penduduk Indonesia butuh pangan, namun jumlah petani dan lahan semakin berkurang.

“Antisipasinya tambah tanam di lahan yang sama. Kejar tanam untuk meningkatkan produksi,” ucapnya.

Untuk itu, Heri mendorong petani untuk mengoptimalkan sumber air dan sumber daya lahan yang ada. Salah satunya, melalui pompanisasi.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan irigasi pompanisasi menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan produksi padi, terlebih ketika menghadapi musim kemarau atau lahan yang berada cukup jauh dari sumber air.

Sebagai penanggung jawab pompanisasi wilayah Gunung Kidul, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Bambang Sudarmanto menyambut baik gerakan tanam ini untuk mendukung LTT (Luas Tambah Tanam).

“Gerakan tanam padi di bulan Oktober harus dipercepat agar target LTT Gunung Kidul bisa tercapai. Sehingga musim tanam Oktober – Maret tidak tertunda,” pungkas Bambang. (ss/os)

Kementan – TNI AD Berkolaborasi Tingkatkan Kapasitas Dalam PKA

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian menjalin kerja sama dengan berbagai instansi dalam menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Di antaranya kolaborasi antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dengan TNI AD.

Kolaborasi terjadi setelah 39 orang PNS di lingkup TNI AD dari seluruh Indonesia mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (02/10). Kunjungan ini merupakan salah satu tahap dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Para PNS TNI AD hadir untuk mempelajari segala hal terkait BBPP Lembang, mulai dari administrasi hingga pengelolaan lahan yang ada di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kerja sama Kementan dan TNI sangat penting. Beberapa program utama Kementan seperti Pompanisasi telah terbantu oleh personil TNI-AD.

Dalam peningkatan kapasitas, kerja sama tersebut dijalin. Hal ini dilakukan demi mewujudkan visi Indonesia swasembada pangan.

“Mimpi itu bisa terwujud dengan kolaborasi antara Kementan dan TNI,” tutur Mentan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menerangkan bahwa Kementan selalu berusaha mempercepat peningkatan produksi dan produktivitas agar Indonesia mampu mencapai tujuan tersebut.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” sambung Idha.

Dalam kesempatan kali ini para peserta PKA TNI-AD yang menetap di Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) mengunjungi BBPP Lembang untuk mengenal teknologi pertanian dan melihat pengelolaan BBPP Lembang terhadap aset-aset yang ada di lingkungan kampus.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/10/pam-jaya-latih-calon-purna-tugas-di-bbpp-kementan/

Tujuan tersebut diterangkan oleh Letkol Caj. Eko Purwadi (Kabagdik Pusdikajen).

“Kami kesini bukan hanya untuk belajar pertanian, namun juga untuk melihat manajemen di BBPP Lembang,” terang Eko.

Menyambut kedatangan para peserta PKA, Kepala Bagian Umum Yullyndra Tisna Diputri mewakili Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika mengutarakan para peserta diberi kesempatan untuk mengenal lebih baik tentang BBPP Lembang.

“Silakan bertanya mulai dari topik seputar pertanian hingga manajemen,” terangnya.

Para peserta PKA kali ini mengunjungi area Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Harapannya para peserta mendapatkan wawasan praktis mengenai berbagai aspek pelatihan dan pengembangan di sektor pertanian.

Selain mendapatkan gambaran mengenai jenis-jenis pelatihan yang dilakukan di BBPP Lembang, para peserta juga mengenal teknologi pertanian yang ada di BBPP Lembang.

Melalui kunjungan ke instalasi hidroponik, lab pengolahan hasil pertanian, dan screen house tanaman hias, para peserta mendapatkan gambaran lebih baik mengenai pertanian modern yang dikembangkan Kementerian Pertanian.

Menutup kunjungan, Endro Haksara selaku ketua kelompok pada PKA ini menghaturkan terima kasihnya. “Terima kasih atas bantuannya dalam memfasilitasi studi lapangan kami kali ini,” tuturnya.(***)

PAM Jaya Latih Calon Purna Tugas di BBPP Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP) Lembang, berkolaborasi dengan PAM Jaya melatih para calon purna tugas untuk memasuki sektor pertanian di masa pensiun mereka.

Melalui pelatihan ini, para purnatugas diharapkan tetap produktif di masa senja dan dapat dilakukan dalam berbagai sektor termasuk dalam bertani.

Pertanian modern memberikan kesempatan bagi seluruh kalangan untuk bertani tanpa banyak menggunakan lahan dan memakan tenaga. Salah satu yang dapat dipraktikkan oleh segala kalangan adalah teknik bertani hidroponik.

Mentan Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Mentan juga menekankan bahwa penggunaan teknologi pertanian secara masif dapat menekan biaya produksi secara signifikan dan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha WIdi Arsanti, menerangkan bahwa Kementan berkomitmen dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Idha.

Dalam kunjungan ke BBPP Lembang, para calon purna tugas PAM Jaya mempelajari teknik hidroponik yang dapat diaplikasikan di pekarangan masing-masing.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/10/dorong-regenerasi-petani-ma-assakinah-pelajari-pertanian-modern-di-upt-kementan/

Para peserta disambut Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, mewakili Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika.

Peserta lalu mempelajari teknik-teknik hidroponik di dalam kelas yang diampu oleh widyaiswara BBPP Lembang, Hendra Gunawan. Hendra menerangkan teknik-teknik serta keuntungan dan kekurangan berbagai cara hidroponik mulai dari wick system, deep flow technique (dft), nutrient film technique (nft), aeroponik, dan sebagainya.

Para peserta antusias berdiskusi untuk memenuhi keingintahuan mereka.

Setelahnya para peserta kemudian diarahkan ke area Inkubator Agribisnis untuk melakukan praktik.

Di instalasi hidroponik, para peserta kemudian dibimbing oleh petugas lapang BBPP Lembang untuk membuat instalasi hidroponik DFT sederhana.

Selain membuat kerangka untuk instalasi hidroponik, petugas lapang juga menerangkan nutrisi yang digunakan dan cara merawat tanaman dalam instalasi DFT.

Memenuhi rasa ketertarikan, para peserta kemudian melihat instalasi aeroponik di BBPP Lembang yang digunakan untuk menumbuhkan benih kentang.

Setelah puas mempelajarinya, peserta kemudian meninggalkan lahan BBPP Lembang.

Saptodewi, salah satu peserta, mengutarakan rasa puasnya setelah mempelajari beberapa teknik pertanian di BBPP Lembang.

“Sangat baik dan saya harap akan bermanfaat di masa pensiun saya nanti,” katanya.(***)

Dorong Regenerasi Petani: MA Assakinah Pelajari Pertanian Modern di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 113 siswa Madrasah Aliyah Assakinah Kabupaten Bandung Barat mengunjungi BBPP Lembang, Rabu (09/10/2024), untuk mempelajari sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian mendorong lebih banyak generasi muda untuk memasuki sektor pertanian.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, regenerasi petani penting dalam mempertahankan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Selain itu, Kementan juga menunjukkan kepada generasi muda bahwa dengan menggunakan teknologi pertanian modern, hasil pertanian akan lebih optimal.

“Bila sistem ini menguntungkan dengan menggunakan teknologi modern, petani millennial maupun generasi Z juga akan turun,” terang Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Tentu saja kita sangat berharap dengan kehadiran anak-anak muda ini, mereka akan menjadi pengganti atau penerus dari SDM pertanian yang ada di Indonesia,” ujar Santi.

Untuk menarik minat generasi muda, Unit Pelaksana Teknis di bawah BPPSDMP membuka lebar pintunya bagi pelajar yang ingin mendalami sektor pertanian.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang adalah salah satu unit kerja yang mewujudkan visi tersebut. Di antaranya dengan menerima kunjungan siswa Madrasah Aliyah Assakinah Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Sekolah MA Assakinah, Jaja Taufik Hidayat, berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan ini.

“Saya harap para murid dapat memanfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk mempelajari pertanian,” terangnya.

Rombongan MA Assakinah diterima Kepala Bagian Umum Yullyndra Tisna Diputri, mewakili Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, yang juga mengenalkan seputar balai.

“Balai kami mengembangkan berbagai tanaman hortikultura mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan pengolahannya.” ujar Yullyndra.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/10/poligonisasi-kunci-kementan-efektifkan-pompanisasi/

Siswa dan siswi MA Assakinah kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk mengunjungi Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Satu kelompok memulai kunjungannya di laboratorium pengolahan hasil pertanian sementara kelompok lainnya mengunjungi rumah kompos.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, para murid melihat olahan-olahan yang dapat dibuat dari hasil panen. Kesempatan ini para murid dapat melihat proses pembuatan es krim berbahan dasar jagung.

Perwakilan dari para murid kemudian dibimbing untuk mempraktikkan tahap-tahapnya. Tentunya dari hasil es krim yang mereka buat, para murid dapat mencicipi es krim jagung kreasi mereka.

Rombongan murid yang mengunjungi rumah kompos dapat mengetahui tahap-tahap membuat pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi.

Di rumah kompos para murid antusias bertanya mengenai bahan-bahan yang juga dapat meningkatkan efektivitas pupuk kandang.

Petugas di rumah kompos juga menunjukkan cara membuat Kom-mix Hayati yang merupakan pupuk yang dibuat dari bahan dasar sisa makanan dengan prinsip zero waste.

Selanjutnya para murid bertukar tempat dengan kelompok yang lainnya. Dalam perjalanan dari laboratorium ke rumah kompos, mereka berhenti di instalasi hidroponik BBPP Lembang.

Di sini para murid mempelajari pertanian dengan menggunakan teknik-teknik hidroponik yang tidak membutuhkan tanah.

Mereka pun bertanya mengenai jenis-jenis tanaman yang dapat ditanamkan serta hal yang dibutuhkan ketika ingin bertani hidroponik yang populer digunakan di perkotaan atau ketika menghadapi keterbatasan lahan.

Para murid juga melewati Rumah Pangan Lestari yang ada di BBPP Lembang. Lahan yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam tanaman seperti jagung, kopi, selada, kol, brokoli, cabai, dan sebagainya menjadi salah satu yang memikat para murid-murid.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan komitmennya dalam memfasilitasi peningkatan SDM di bidang pertanian.

“Sangat penting penerapan teknologi di bidang agribisnis pertanian dan kami mengelola Inkubator Agribisnis sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat yang berkunjung ke BBPP Lembang,” terang Ajat.(***)