19 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Poligonisasi, Kunci Kementan Efektifkan Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Untuk meningkatkan efektivitas sejumlah program, seperti pompanisasi lahan, pemanfaatan lahan rawa, dan cetak sawah, Kementerian Pertanian mendorong pemanfaatan teknologi. Di antaranya pemanfaatan poligon dalam aplikasi geospasial pada peta atau poligonisasi.

Pemetaan geospasial memberikan gambaran serta informasi mengenai objek dan karakteristik suatu lahan termasuk ketinggian, luas, dan sebagainya.

Penggunaan aplikasi geospasial dapat dimanfaatkan petani agar mengenal lebih baik lahan dan dengan efektif menggunakan benih, pupuk, dan jumlah air yang harus digunakan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan dalam pertanian modern, penggunaan iptek adalah kuncinya.

”Kita membangun cluster pertanian modern ini dengan melibatkan generasi muda. Bagaimana caranya? Dengan teknologi tinggi, alat mesin pertanian yang canggih, dan yang terpenting, memastikan mereka mendapat keuntungan,” jelas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menerangkan konsep pertanian modern memerlukan kontribusi dari petani milenial dan generasi muda.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/08/pertanian-modern-kementan-tarik-minat-brida-dan-bapperida-kota-surakarta/

“Kita ingin sampaikan pada dunia bahwa Indonesia telah berhasil melakukan perluasan areal tanam serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, khususnya padi,” ujar Santi.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai penanggungjawab Pompanisasi di 3 Kabupaten di Jawa Barat, bekerja sama dengan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementan dalam poligonisasi.

Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung menjadi dua titik yang diberikan bimbingan teknis mengenai poligonisasi, Jumat (04/10/2024) lalu.

Bimtek diberikan kepada para penyuluh pertanian di masing-masing kabupaten. Fasilitator dari Pusdatin menerangkan tahap-tahap yang ditempuh dalam mengambil koordinat poligon dalam aplikasi ARCGIS.

Para penyuluh pertanian diharapkan dapat membuat titik vektor atau poligon yang meliputi lokasi irigasi pompa serta pompa yang permanen atau non permanen di lahan petani.

Poligon yang dibuat meliputi area yang menjadi lokasi Penambahan Areal Tanam Padi Gogo, Pompanisasi, dan Optimasi Lahan yang sedang digencarkan oleh Kementerian Pertanian.

Poligonisasi diharapkan dapat membantu program-program Kementan yang lain termasuk pompanisasi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan agar pompa dan irigasi perpompaan bisa dipelihara, dijaga, dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Saya minta agar irigasi perpompaan bisa bermanfaat terutama di musim kemarau saat ini, agar bisa panen raya bulan September-November,” kata Ajat.(***)

Kementan Optimalkan Pompanisasi melalui Pelatihan Manajemen Pendampingan di Provinsi Aceh

TANIINDONESIA.COM//BANDA ACEH – Kementerian Pertanian, melalui Balai Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi bagi 2.984 Tim Gugus Tugas/Pendamping Lapangan dari 18 Wilayah Kodam Iskandar Muda Provinsi Aceh.

Pelatihan dilaksanakan secara hybrid selama 3 hari, mulai 9 sampai 11 Oktober 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menargetkan swasembada pangan tahun 2026 dan bisa ekspor tahun 2029, sehingga target menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045 dapat terwujud.

Menurutnya, untuk mewujudkan rencana itu diperlukan stabilitas ketersediaan beras dalam negeri.

Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi dibuka Rabu (9/10) secara daring oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Dalam sambutannya, Santi menyampaikan bahwa saat ini fokus untuk menerapkan pertanian modern.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah pertanian rendah biaya low cost precision farming dan semua ini didukung adanya oleh KUR, pengembangan kawasan korporasi, dan lainnya sehingga pendapatan yang diperoleh petani bisa optimal,” terang Santi.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/08/pertanian-modern-kementan-tarik-minat-brida-dan-bapperida-kota-surakarta/

Ia menambahkan, Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi ini diharapkan menjadi bekal bagi para pendamping lapangan/tim gugus tugas.

"Sehingga apa yang akan dilakukan di lapangan bisa dipahami karena keberhasilan suatu program ditentukan oleh kualitas SDM pelakunya,” tuturnya.

Wakil Aster, Letkol Inf. Toni Setio Widodo, mengatakan pompanisasi dilakukan untuk mendukung Percepatan Areal Tanam (PAT).

“Program ini menjadi unggulan KASAD untuk peningkatan produktivitas pertanian dan dengan kolaborasi maka diharapkan program dapat terwujud. Saya juga berharap semua anggota TNI yang mengikuti pelatihan dapat mengikuti dengan seksama baik secara teori dan praktik hingga hari ke-3,” katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan tujuan pelatihan dalam rangka memberi pembekalan bagi pendamping untuk meningkatkan keterampilan dalam melakukan pendampingan pompanisasi.

Selama pelatihan 3 hari, peserta akan menerima materi inti dari fasilitator widyaiswara BBPP Lembang yaitu Pengoperasian, Pemeliharaan dan Perbaikan Pompa, Komunikasi Efektif, dan Teknik Pendampingan.(***)

Pertanian Modern, Kementan Tarik Minat BRIDA dan BAPPERIDA Kota Surakarta

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Pertanian modern merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat sektor pertanian Indonesia. Peningkatan kemampuan dan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian menjadi kuncinya. Pertanian modern ini menarik minat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Surakarta dan sekitarnya.

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan mengenalkan pertanian modern kepada 30 orang dari BRIDA Kota Surakarta dan BAPPERIDA se-Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten), Selasa (08/10/2024). Rombongan diterima oleh Tim Manajemen BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami diminta oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membangun pertanian modern, dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

Sementara BRIDA dan BAPPERIDA Kota Surakarta datang ke BBPP Lembang untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan bidang pertanian, baik budidaya dan manajemen pertanian yang baik, networking membangun relasi dengan petani, peneliti dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan peluang kolaborasi di sektor pertanian. Selain itu, juga melihat langsung penerapan teknologi dan metode pertanian modern yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Pada studi lapangan ini, rombongan diajak melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/07/gelar-bimtek-poligonisasi-kementan-optimalkan-program-perluasan-areal-tanam/

Ada 3 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang dikenalkan, yaitu komoditas melon varietas Robin yang dibudidayakan menggunakan sistem irigasi tetes, tanaman pakcoy memanfaatkan sistem deep flow technique (DFT), dan pembibitan kentang sistem aeroponik.

Di greenhouse (GH) hidroponik sistem irigasi tetes, manajer IA didampingi petugas menjelaskan budidaya melon dan sistem kerja GH yang dapat secara otomatis mengatur suhu dan kelembapan di dalam GH.

Petugas juga menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, diantaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya.

Di screen aeroponik kentang, petugas menjelaskan proses pembibitan kentang G0 varietas Granola, mulai dari planlet di laboratorium kultur jaringan, penyetekan hingga penanaman di dalam bak-bak aeroponik, pemeliharaan, panen, proses pengeringan hingga bibit kentang ditanam G1 sampai G4.

Di zona rumah pangan lestari, peserta melihat ujicoba budidaya padi terapung varietas inpara di atas kolam ikan. Manajer IA menjelaskan kegiatan budidaya yang dilakukan dan perkiraan panen dan hasilnya.

Kunjungan berakhir di screen house tanaman hias. Koleksi kaktus, sukulen, dan tanaman hias lainnya menarik minat rombongan.

Widyaiswara menjelaskan proses perbanyakan kaktus dan sukulen serta pemeliharaannya yang relatif mudah dan dapat menjadi peluang bisnis menguntungkan.

Kepala BRIDA Kota Surakarta, Agung Riyadi, menyampaikan apresiasinya setelah mengelilingi Inkubator Agribisnis.

“Apa yang kami lihat di sini sangat inovatif dan menginspirasi kami. Akan kami implementasikan dan sebarluaskan ilmu yang kami peroleh di wilayah kami masing-masing,” tandas Agung.(***)

Gelar Bimtek Poligonisasi, Kementan Optimalkan Program Perluasan Areal Tanam

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan pompanisasi untuk menggenjot produksi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Poligonisasi berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, 4 – 5 Oktober 2024, di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Bimtek yang diikuti oleh penyuluh pertanian se-Kabupaten Bandung, bertujuan untuk memperoleh data perluasan areal tanam atau PAT Pompanisasi secara spasial yang akurat melalui pemanfaatan teknologi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, diberbagai kesempatan mengatakan pompanisasi merupakan solusi cepat memperluas areal tanam (PAT) disaat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia. Lewat program ini, Amran yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi secara maksimal.

"Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dunia," jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Bimtek Poligonisasi di Kabupaten Bandung dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah Jumat (04/10/2024).

Turut hadir Kepala Bagian Umum Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai penanggung jawab program Perluasan Areal Tanam (PAT) wilayah Kabupaten Bandung.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/02/wujudkan-swasembada-pangan-kementan-kenalkan-pertanian-modern-ke-pns-tni-ad/

“Dengan adanya poligon, penyuluh diharapkan bisa melaporkan kegiatan pertanaman baik komoditas pangan, hortikultura, perkebunan sesuai dengan area masing-masing, laporan produktivitas, dan kerangka sampel area. Dengan poligon ini datanya akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Ningning.

Ningning juga menjelaskan, poligon juga dapat dimanfaatkan untuk pengukuran kelas kelompok tani. “Dengan adanya PAT ini melaporkan kondisi LTT dan PAT sesuai poligon,” ucap Ningning.

Dirinya memotivasi seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Bandung untuk selalu semangat belajar dengan 3 motto yaitu serius, santai dan sukses.

Fasilitator bimtek, yaitu tim dari Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, menjelaskan tahapan proses poligon diawali dengan UTM Geomap, lalu mengambil koordinat poligon dan ARCGIS Pusdatin.

Selanjutnya, aplikasi UTM Geomap dapat didownload melalui aplikasi smartphone. Di dalam aplikasi ini nantinya akan ditentukan data lapangan, cara pengambilan data hingga tahap proses lain sehingga menghasilkan data yang akurat.

Hari kedua, peserta bimtek praktik langsung poligonisasi di Kelompok Tani Makmur I Desa Jelekong Baleendah. Praktik poligonisasi juga dilakukan di Kelompok Tani Nurani Sejahtera Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang.

Hadir dalam kesempatan itu Kapusdatin Kementan, Intan Rahayu, didampingi Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika yang melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan PAT dan poligonisasi.(***)

Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman

TANIINDONESIA.COM//JEPARA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk untuk produksi di bulan Oktober ini dalam kondisi aman. Dia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan 9,5 juta ton tambahan pupuk subsidi atau naik 100 persen dari yang sebelumnya hanya 4,5 juta ton.

"Memang ada masalah pupuk tapi yang terkait dengan distribusi. Karena itu kami turun langsung ke lapangan dan saya ingin memastikan pupuk yang disubsidi pemerintah betul-betul sampai ke petani karena Oktober bulan ini harus kita push percepatan tanamnya agar di bulan Januari nanti kita sudah bisa panen," ujar Wamentan Sudaryono saat meninjau percepatan tanam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah,, Kamis, 3 Oktober 2024.

Ke depan, kata Sudaryono, sistem dan tata kelola pupuk harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Dia tidak ingin petani yang tengah bersemangat produksi malah lesu akibat kurangnya pupuk subsidi.

"Kita akan selesaikan masalah pupuk ini satu persatu dan saya sepakat ingin membawa persoalan ini nanti tata kelola pupuknya tentu saja harus kita perbaiki untuk bagaimana memastikan pupuk Indonesia sebagai produsen dan distribusinya itu betul-betul sampai ke petani," katanya.

Baca juga: 

Percepatan Pompanisasi, Wamentan Sudaryono: Pemerintah Komitmen Kebijakan Pro-Petani

Di lokasi, Mentan mengajak para petani Jepara agar melakukan produksi di bulan Oktober ini secara maksimal. Jangan sampai, kondisi air yang melimpah ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Saya ingin memastikan bahwa di bulan Oktober ini yang penting kita push supaya petani menanam lebih bersemangat lagi. Sebab itung-itungan kita kalau Oktober nanam maka Januari itu panen," katanya.

Sebelumnya di Kabupaten Demak, Wamentan Sudaryono juga mendorong para petani untuk mengoptimalkan percepatan tanam, terutama masa tanam di bulan Oktober tahun ini. Menurut Wamentan Sudaryono, percepatan harus dilakukan mengingat saat ini sebagian wilayah sentra memasuki musim hujan sehingga ketersediaan air dalam posisi cukup.

"Saya datang kesini (Demak) untuk memberi semangat kepada petani bahwa kita harus mempercepat tanam supaya dalam setahun ini makin produktif. Jadi intinya begitu panen langsung di ditanami karena sebagian sentra mulai turun hujan sehingga sudah ada air," jelasnya.

Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI-AD

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 39 orang siswa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) PNS Angkatan Darat Gelombang VII TA. 2024 dari Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Ditajenad, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (01/10/2024).

Para PNS Angkatan Darat ini mendapat pemahaman pentingnya penerapan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meyakini Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan.

“Mimpi itu bisa terwujud dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI," tutur Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyampaikan bahwa jajarannya berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan.

“Sangat penting penerapan teknologi dibidang agribisnis pertanian dan kami mengelola Inkubator Agribisnis (IA) sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat yang berkunjung ke BBPP Lembang,” jelasnya.

Pada studi lapangan ini, para siswa PKP PNS Angkatan Darat melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/09/23/kom-mix-hayati-masuk-top-5-inovasi-di-jamnas-apwi-dukung-program-genta-organik/ 

Ada 3 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang dikenalkan, yaitu komoditas tomat beef yang dibudidayakan menggunakan sistem irigasi tetes, tanaman pakcoy memanfaatkan sistem deep flow technique (DFT), dan pembibitan kentang sistem aeroponik

Di greenhouse (GH) hidroponik sistem irigasi tetes, manajer IA didampingi petugas menjelaskan budidaya tomat beef dan sistem kerja GH yang dapat secara otomatis mengatur suhu dan kelembapan di dalam GH sehingga tanaman tumbuh optimal.

Petugas juga menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, di antaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya.

Di screen aeroponic kentang yang sedang dilakukan pembibitan kentang G0 varietas Granola usia 76 HST, petugas lapangan menjelaskan tujuan pembibitan kentang G0 dan alur pembibitan kentang dan proses pemeliharaan.

Sementara itu, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, peserta praktik pengolahan hasil pertanian komoditas jagung menjadi eskrim jagung.

Petugas laboratorium menjelaskan alat dan bahan pembuatan eskrim jagung, dan mengajak peserta mempraktikkan pembuatan eskrim jagung dan mencicipi hasil olahan jagung ini yang teksturnya lembut dan rasa manisnya pas.

Salah seorang peserta, Dodi Rosadi, yang bertugas di Pusdik Armed Kota Cimahi, menyampaikan kesannya.

“Kami berterima kasih kepada BBPP Lembang, dari kegiatan kunjungan lapang ini menambah ilmu kami tentang hidroponik berbagai sistem dan pengolahan hasil eskrim jagung yang rasanya lezat dan sehat karena tanpa pengawet bahan makanan,“ katanya.(***)

Undian Hadiah Simpedes BRI 2023, 2 Hadiah Mobil Dibagikan untuk Nasabah Setia BRI Branch Office Cibubur

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - BRI Branch Office (BO) Cibubur serahkan hadiah undian Simpedes Periode II Tahun 2023. Program Undian Simpedes Tahun 2023 ini diperuntukkan bagi nasabah setia BRI yang berhasil melakukan pengumpulan poin pada periode 1 September 2023 hingga 28 Februari 2024.

Pemimpin Cabang BRI Cibubur, Yulizar Verda Febrianto menyampaikan, penarikan undian Simpedes BRI periode II Tahun 2023 merupakan bentuk penghargaan BRI terhadap kepercayaan masyarakat dalam mengelola dana simpanannya.

"Sebagai wujud apresiasi, kami telah menyediakan berbagai hadiah menarik mulai dari _grand prize_ hingga hadiah menarik lainnya. Untuk saat ini, ada 2 (dua) nasabah kami yang memenangkan hadiah _grand prize_ berupa mobil, selamat kepada pemenang." ujar Yulizar.

Adapun 2 (dua) hadiah _grand prize_ yang dimenangkan pada periode ini yaitu 1 unit mobil Suzuki Ertiga GL M/T yang dimenangkan oleh Feri Harianto Manurung, nasabah BRI Kantor Unit Gunung Putri dan 1 unit Suzuki New Carry FD yang dimenangkan oleh Entang, nasabah BRI Kantor Kas (KK) Legenda Wisata.

Pihaknya berharap, mudah-mudahan hadiah Simpedes ini dapat bermanfaat bagi para pemenang sekeluarga.

Yulizar menjelaskan, program undian Simpedes BRI merupakan program rutin tahunan yang sudah lama berjalan. Tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Semakin rutin nasabah BRI melakukan transaksi penambahan saldo tabungan Simpedes maka akan semakin besar kesempatan menang. Pasalnya setiap transaksi yang dilakukan ada poin yang nantikan terkumpul dan akan dihitung saat pengundian tiba.

"Jadi semakin banyak transaksi yang dilakukan nasabah, kesempatan menangnya juga tinggi,"

"Setiap transaksi sesuai periode yang ditentukan akan dihitung poinnya," tegasnya.

BRI memiliki beragam program menarik lainnya dan tentunya produk-produk yang memudahkan para nasabah setia. Pelayanan terbaik dari setiap kantor cabang hingga kemudahan penggunaan aplikasi di BRImo juga menjadi salah satu keunggulan BRI.

"Bagi yang belum beruntung saat ini, agar terus menabung dan meningkatkan saldo tabungannya serta meningkatkan transaksinya di Simpedes BRI unit terdekat, agar kesempatan untuk mendapatkan hadiah menjadi lebih besar pada undian Simpedes periode berikutnya." papar dia.

Ia menambahkan, BRI telah mengabdi lebih dari 129 tahun kepada masyarakat.

Adapun capaian di sisi simpanan dari total simpanan BRI Unit (Mikro) se- Branch Office Cibubur telah berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 862 Milyar pada posisi 24 September 2024.

Untuk mendukung kemudahan transaksi perbankan masyarakat di sekitar Cibubur, BRI Branch Office Cibubur mempunyai 19 unit jaringan kerja yang tersebar dari area Cibubur, Ciracas, Bojong Kulur, Limus, Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, hingga Cariu.

Saat ini, Branch Office Cibubur telah mengoperasikan 90 unit ATM dan 28 unit CRM serta lebih dari 2.000 mesin EDC, baik EDC Merchant maupun EDC agen BRILink yang telah dioperasikan di seluruh wilayah Cibubur dan sekitarnya.

"Ini merupakan wujud kepedulian dan terima kasih Bank BRI kepada seluruh nasabah yang telah memberikan kepercayaannya kepada BRI untuk mengelola dana masyarakat. Selain itu, BRI juga terus memudahkan nasabah dalam melakukan aktivitas di unit kerja maupun aplikasi serta memperbanyak hadiah-hadiah yang diberikan," pungkasnya.(***)

Kementan Latih Aparatur Desa Kabupaten Indramayu Teknologi Hidroponik

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 150 aparatur desa dari Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (21/9).

Para aparatur desa ini mendapat pemahaman pentingnya meningkatkan produktivitas pangan nasional untuk memenuhi konsumsi pangan masyarakat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan mimpi bersama ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dan mampu memberi makan bagi yang kelaparan.

"Jadi kita terhormat dan dihormati dari penyediaan pangan ini," tutur Amran.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Pengelola P4S untuk Kolaborasi Cetak SDM Pertanian Berkualitas

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyampaikan bahwa jajarannya berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan.

“Sangat penting penerapan teknologi dibidang agribisnis pertanian dan kami mengelola Inkubator Agribisnis (IA) sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat yang berkunjung ke BBPP Lembang,” jelasnya.

Dalam kunjungan ini, para perangkat desa dari Kecamatan Kertasemaya diajak mengelilingi IA, melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Ada 5 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang diterapkan di IA BBPP Lembang, yaitu irigasi tetes, deep flow technique, nutrient flow technique, wick system, dan aeroponik.

Di screen hidroponik sistem irigasi tetes, petugas lapangan menjelaskan budidaya tomat beef dan melon, mulai dari persemaian hingga panen dan pascapanen.

Dijelaskan sistem pemberian nutrisi AB mix yang bisa diatur sehingga mampu menghasilkan tingkat kemanisan buah melon dengan kadar brix yang tinggi hingga 15 brix.

Petugas juga menyampaikan kegiatan pengendalian hama terpadu dan proses pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi pengendalian hama terpadu dan kegiatan penurunan batang (lay down) pada tomat beef yang bertujuan menghasilkan buah tomat yang berkualitas.

Sementara itu, di screen aeroponic kentang yang sedang dilakukan pembibitan kentang G0 varietas Granola usia 67 HST, petugas lapangan menjelaskan tujuan pembibitan kentang G0 dan kelebihan budidaya kentang dengan sistem aeroponik karena mampu menghasilkan keuntungan berlipat.(***)

Tingkatkan Kompetensi Pengelola P4S untuk Kolaborasi Cetak SDM Pertanian Berkualitas

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan produktivitas pertanian. Salah satunya dengan memaksimalkan peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

Untuk itu, Kementan melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan P4S melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengelola P4S, 12 – 15 September 2024, di BBPP Lembang.

P4S adalah pusat pembelajaran bagi petani yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia.

Dilengkapi sarana pembelajaran yang memadai dan usahatani yang berjalan dengan baik, P4S menjadi mitra pemerintah untuk mencetak SDM pertanian yang handal.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan jika salah satu tujuan pertanian adalah swasembada

"Kita harus mampu Swasembada pangan. Namun, ini membutuhkan kerja keras kita semua dan kolaborasi dari semua pihak di sektor pertanian,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pihaknya menggerakkan SDM pertanian untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketersediaan pangan di Indonesia.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui 3 pilar yaitu pendidikan, pelatihan dan penyuluhan terus menggenjot kualitas SDM pertanian.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, mengungkapkan pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan pengelola P4S yang memahami pentingnya kedudukan P4S dalam pengembangan SDM sektor pertanian.

Baca juga: 

Urban Farming Dorong Ketahanan Pangan Kota Makassar

"Melalui pelatihan ini maka peran dan fungsi lembaga P4S baik sebagai pusat pembelajaran dan pusat diseminasi teknologi dan informasi pertanian yang dikelola secara langsung oleh petani, bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan masyarakat pada umumnya," katanya saat pembukaan pelatihan.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengelola P4S diikuti oleh 30 orang pengelola P4S dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi inti dari fasilitator widyaiswara BBPP Lembang tentang Menganalisa Kebutuhan Pelatihan, Merancang Pelaksanaan Pelatihan, Menyusun Bahan Ajar, Mengajar Orang Dewasa, dan Penguatan Kelembagaan P4S.

Salah satu peserta, yaitu pengelola P4S Taruna Jaya Bakti Kabupaten Pangandaran, Wahli Supriadi, saat penutupan pelatihan, Minggu (15/9), menyampaikan terima kasihnya kepada BBPP Lembang dan sebuah harapan.

“Semoga pelatihan ini membuka dan memperat kemitraan usahatani dan saling bertukar pengalaman antar P4S untuk peningkatan kompetensi para mitra kita yaitu petani di desa dan masyarakat pada umumnya,” katanya.(***)

Urban Farming Dorong Ketahanan Pangan Kota Makassar

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mendorong ketahanan pangan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui urban farming sekaligus mengoptimalkan lahan pekarangan dan lahan tidur.

Hal ini disampaikan kepada sepuluh orang penyuluh pertanian dan Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar yang didampingi staf saat berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (18/9).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan pentingnya pertanian untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Baca juga: 

Kompetensi SDM Pertanian Ditingkatkan Lewat Pembinaan Pegawai

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, disetiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Dalam kunjungannya di BBPP Lembang, rombongan penyuluh pertanian dan staf Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar diterima Kepala Bagian Umum, didampingi tim manajemen.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Evy Aprialti, menyampaikan pimpinan daerah di Kota Makassar sangat peduli untuk membangun sektor pertanian di perkotaan, mengingat areal pesawahan di kota juga semakin berkurang.

“Kami sudah melakukan penanaman aneka sayuran menggunakan teknologi hidroponik dan juga di dalam polybag di setiap lorong perkotaan/gang di kota Makassar,” katanya.

Evy juga mengatakan jika dalam kunjungan ini pihaknya ingin mempelajari pertanian organik dan hidroponik.

“Kami berkunjung ke sini untuk mempelajari pertanian organik dan hidroponik di BBPP Lembang untuk penerapan urban farming di Kota Makassar, apa saja yang belum kami aplikasikan di sana setelah mempelajari di sini,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, rombongan diajak mengelilingi IA, melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan secara konvensional dan pemanfaatan smart farming pada budidaya tanaman di BBPP Lembang. Di zona tanaman hias kaktus dan sukulen, petugas lapangan memberikan penjelasan proses perbanyakan kaktus dan sukulen serta proses pemeliharaannya.

Petugas juga mengenalkan inovasi pemanfaatan kolam ikan dan budidaya padi terapung yang dikenal sebagai minapadi. Padi varietas inpara sedang diuji coba pertumbuhannya di sini.

Sementara itu, di dalam screen aeroponik kentang, petugas IA juga menjelaskan proses pembenihan kentang varietas Granola usia 64 Hari Sesudah Tanam (HST), dan pemeliharaan dan pengendalian hama terpadu yang dilakukan.(***)