19 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Dukung Reformasi Birokrasi, UPT Pelatihan Kementan Lakukan Re-akreditasi Kelembagaan dan Program Pelatihan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian memberikan dukungan terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi. Pembaruan pun dilakukan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT). Pembaruan dilakukan dalam aspek kelembagaan dan ketatalaksanaan maupun sumber daya manusia, untuk menciptakan aparatur yang kompeten dalam memberikan pelayanan publik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika integritas dan reformasi birokrasi merupakan landasan penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berakuntabilitas.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai salah satu dari 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan Kementan, melaksanakan re-akreditasi kelembagaan dan 4 program pelatihan yaitu Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli, Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil, Pelatihan Budidaya Bawang Merah, dan Pelatihan Pasca panen dan Pengolahan Hasil Pertanian.

Selama 3 hari, 19 – 21 November 2024, tim sekretariat dari Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) beserta tim asesor yang ditunjuk yaitu dari BBPP Batu, BBPP Binuang, dan Bapeltan Lampung melakukan visitasi ke BBPP Lembang dalam rangka re-akreditasi kelembagaan dan 4 program pelatihan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/24/generasi-milenial-provinsi-riau-pelajari-pertanian-modern-di-upt-kementan/

Tim asesor melakukan verifikasi dokumen terkait akreditasi 4 pelatihan tersebut baik dokumen berbentuk soft file yang telah diupload dan dokumen fisik berbentuk hardcopy. Tim asesor melakukan penilaian kelayakan dokumen.

Tim sekretariat dan tim asesor juga meninjau fasilitas pelatihan di BBPP Lembang, yaitu sarana pembelajaran kelas, asrama, sarana praktik di Inkubator Agribisnis untuk 4 pelatihan yang dilakukan re-akreditasi.

Selain itu, mengundang secara online perwakilan alumni pelatihan (purnawidya) dari 4 pelatihan untuk melakukan wawancara terkait penerapan pelatihan.

Setelah visitasi, diberikan waktu bagi BBPP Lembang untuk melengkapi kembali dokumen terkait yang masih belum sesuai dan masih ada kekurangan. Selanjutnya, dilakukan rapat hasil visitasi dan penetapan akreditasi.

Terakhir, Puslatan sebagai lembaga akreditasi program pelatihan lingkup Kementan akan melakukan penerbitan sertifikat akreditasi dan akan diserahkan kepada BBPP Lembang pada waktunya nanti.(***)

Generasi Milenial Provinsi Riau Pelajari Pertanian Modern di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 142 orang mahasiswa-mahasiswi semester 8 Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning Provinsi Riau, Selasa (19/11/2024). Tujuh belas orang dosen turut mendampingi kunjungan dalam rangka kapita selekta ini.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pertanian modern membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika pihaknya berkomitmen menyiapkan regenerasi petani, salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau fieldtrip.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/24/kelompok-tani-kabupaten-banyumas-mengenal-teknologi-tepat-guna-hidroponik-di-bbpp-lembang/

Di BBPP Lembang, rombongan dari Universitas Lancang Kuning diterima oleh Kepala Bagian Umum BBPP Lembang.

Para mahasiswa mendapat penjelasan tentang profil balai yaitu penjelasan tugas pokok dan fungsi, jenis pelatihan dan pelayanan lainnya yang ditawarkan oleh BBPP Lembang bagi masyarakat umum, wilayah kerja pelatihan dan sarana prasarana penunjang pelatihan yaitu Inkubator Agribisnis.

Rombongan lalu diajak meninjau lahan praktik Inkubator Agribisnis, terbagi 3 kelompok. Kelompok pertama mengunjungi screen house tanaman hias dan melihat ratusan koleksi kaktus dan sukulen yang dibudidayakan.

Kelompok kedua, melihat budidaya kopi mulai dari on-farm, koleksi pepohonan kopi varietas arabika di area lahan terbuka.

Sementara itu untuk off-farm, meninjau gudang pascapanen kopi dan diperlihatkan peralatan penanganan pascapanen kopi mulai dari grading, pulper, huller, roaster, grinder, dan sealer.

Untuk kelompok ketiga, di zona hidroponik, mahasiswa diberi penjelasan budidaya hidroponik sistem deep flow technique (DFT) untuk sayuran daun seperti pakcoy, selada, dan seledri.

Dijelaskan proses persemaian dan penanaman yang diatur waktunya untuk menjaga kontinuitas hasil panen dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasar.

Selain itu pemberian nutrisi utama untuk hidroponik yaitu AB mix, proses pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit, dan kegiatan panen pascapanen dan pemasaran.(***)

Kelompok Tani Kabupaten Banyumas Mengenal Teknologi Tepat Guna Hidroponik di BBPP Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian modern kepada 140 orang petani, kelompok wanita tani, anggota PKK dari Pemerintah Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (21/11/2024). Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari teknologi tepat guna, hidroponik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang ingin mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Rombongan petani, kelompok wanita tani, anggota PKK dari Pemerintah Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, diterima oleh Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/18/dukung-peningkatan-kompetensi-sdm-kementan-lengkapi-sarana-p4s/

Pemimpin rombongan, Kepala Desa Krajan, Muflichuddin, menyampaikan bahwa dirinya mengajak jajarannya berkunjung ke BBPP Lembang untuk meningkatkan kompetensi SDM.

“Mengingat perubahan zaman serba cepat termasuk di sektor pertanian, membutuhkan sentuhan teknologi untuk efektivitas dan efisiensi hasil melalui teknologi tepat guna,” katanya.

“Teknologi tepat guna yang kami butuhkan untuk dipelajari berkaitan dengan teknologi pertanian hidroponik. Karena itu kami berharap dapat memperoleh teori dan praktik tentang hidroponik,” ucap Muflichuddin lagi.

Widyaiswara BBPP Lembang spesialiasi budidaya pertanian memberi materi tentang sistem-sistem yang ada di dalam teknologi hidroponik seperti aeroponik, irigasi tetes, deep flow technique, nutrient film technique, wick system, dan rakit apung.

Dijelaskan pula berbagai komoditas pertanian yang dapat dibudidayakan dengan hidroponik. Widyaiswara juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan bertanam menerapkan hidroponik.

Kunjungan diakhiri dengan mengelilingi Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Peserta praktik membuat instalasi hidroponik sistem DFT.

Rombongan juga diajak melihat koleksi tanaman yang ada di BBPP Lembang seperti tanaman hias dan budidaya anggur. (Yoko/Che)

Massa Pendukung Imam – Ririn Tumpah Ruah Padati Margonda Menuju Stadion Mahakam

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - Luarrrrr biasa. Kampanye akbar Imam - Ririn benar-benar menjadi pesta rakyat berdemokrasi. Konvoi pendukung dan simpatisan paslon no 1 Imam - Ririn dari Jalan Margonda kaos bertuliskan Imam-Ririn sudah memadati jalan, Sabtu (23/11).

Konvoi yang mengular sepanjang jalan Margonda benar-benar jadi saksi betapa masyarakat kota Depok menginginkan Imam - Ririn, bukan yang lain. Hari ini Margonda jadi lautan kuning - putih - orange.

Sesampai di Lapangan Mahakam, rombongan paslon no 1 disambut massa di dalam Stadion Mahakam, Sukmajaya, Depok. Terlebih saat Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok nomor urut 1, Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq datang menyapa.

Massa yang sebelumnya menepi langsung mengumpul ketengah. Massa ingin melihat Walikota dan Wakil Walikota Depok periode 2025-2030.

Ketua DPP Bidang Ormas dan Kepemudaan Partai Golkar, Fadh Arafiq menegaskan, berdasarkan informasi intelejennya massa Imam-Ririn mencapai 30.000 orang.

Ini tanda-tanda, kata Fadh Arafiq, kemenangan Imam-Ririn sudah di depan mata. Apalagi, Partai Golkar dan PKS terus kompak hingga saat ini.

"Kami sudah tidak ragu lagi dengan PKS. Kita harus menang, menang, menang dan lanjutkan," tegas Fadh Arafiq.

Dalam kampanye Akbar Imam-Ririn turut hadir semua ketua partai pendukung, PKS, Partai Golkar, PBB, PKN dan Partai Masyumi. Tak lupa juga hadir relawan dan komunitas ikut memadati Stadion Mahakam.

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok nomor urut 1 Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq mempunyai visi dan misi Depok Berkarya, Sejahtera Untuk Semua.

"Untuk misi Imam Ririn ada lima poin untuk bangun Depok secara bareng-bareng," kata Imam.

Imam menyebutkan lima poin misi pasangan calon nomor urut 1 yang pertama, meningkatkan karya pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan sosial yang berkualitas, merata dan berkelanjutan.

Kedua, memantapkan tatakelola pemerintahan yang melayani, cekatan, profesional, dan berintegritas.

"Ketiga Imam Ririn membangun masyarakat yang berbudaya dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan ketahanan keluarga," tutur Imam.

Lebih lanjut untuk misi keempat, mewujudkan masyarakat madani yang sehat, cerdas, dan bahagia.

Kemudian yang kelima, mengembangkan kawasan perkotaan yang aman, bersih, hijau, dan ramah lingkungan.

Selain itu juga pasangan Imam -Ririn juta melanjutkan program kepimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Imam Budi Harton, yakni melanjutkan program Universal Health Coverage (UHC) .

"Kota Depok sudah mencapai UHC. Pencapaian ini warga Depok khususnya bisa berobat gratis dengan KTP," kata Imam.

Selanjutnya kata Imam, program satu keluarga satu sarjana. Lalu kartu Depok sejahtera atau KDS pun dilanjutkan karena banyak warga yang menginginkan program tersebut dilanjutkan di masa periode Imam Ririn nanti.

"Lanjutkan KDS dan canangkan Kartu Yatim Sejahtera. Lanjutkan pembangunan sekolah negeri di Kota Depok baik, SMP negeri. Dan SMA negeri yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa ," sambung dr Ririn.

Kemudian dr Ririn juga menyebut akan melaksanakan pembangunan Eco Park dan penataan kawasan heritage budaya di Kota Depok.

"Kami komitmen juga bangun jalan untuk terusan Jalan Juanda ke Kukusan, dan bangun jalan layang dan alternatif pelebaran Jalan Raya Sawangan," tuturnya.

Selain itu untuk perkembangan ekonomi dan sumber daya manusia Imam Ririn sambungnya memberikan bantuan modal bagi perempuan kepala keluarga.(***)

Optimistis Wujudkan Swasembada Pangan, Mentan Amran Siapkan Mentor dan Pendamping untuk Petani Milenial

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa swasembada pangan dapat segera terwujud. Untuk mewujudkan swasembada pangan, Mentan Amran menyampaikan strateginya, yaitu melibatkan petani milenial dengan dukungan mentor dan pendamping yang siap membantu mereka mengelola usaha tani modern di 12 provinsi.

“Kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada generasi muda. Dengan keterlibatan petani milenial, teknologi modern, dan sumber daya alam yang kita miliki, saya yakin kita bisa melampaui target,” tegas Mentan Amran dalam pembukaan acara Workshop Manajemen Pendampingan Brigade Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, 20 November 2024.

Brigade Swasembada Pangan akan beroperasi di 12 provinsi strategis yang menjadi wilayah optimalisasi lahan rawa (OPLAH), yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Pada tahun 2024, Kementan telah berhasil menggarap 350 ribu hektare lahan OPLAH, yang kini siap mendukung peningkatan produksi beras nasional.

Setiap brigade terdiri dari 15 petani milenial yang akan mengelola lahan seluas 200 hektare secara terstruktur dan terintegrasi. Untuk tahap pertama, brigade pangan akan didukung oleh 400 pendamping yang merupakan para pegawai Kementan terpilih, serta 50 mentor yang terdiri dari penyuluh, dosen, guru, dan widyaiswara.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/04/petani-gelar-kenduri-babah-leung-kementan-dukung-peningkatan-areal-sawah-di-bireun/

“Brigade Swasembada Pangan ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan rawa. Dengan tata lahan dan tata air yang baik, serta pendampingan intensif, kita dapat meningkatkan produktivitas hingga tiga kali tanam setahun,” jelas Mentan Amran.

Mentan Amran pun menekankan pentingnya pendampingan yang efektif untuk memastikan keberhasilan petani milenial. “Kalian adalah agen perubahan. Masa depan pertanian ada di tangan kalian,” kata Amran.

Mentan Amran pun berjanji akan rutin memantau kerja Brigade Swasembada Pangan di lapangan. Dirinya menyebutkan tolok ukur keberhasilan para pendamping dan mentor adalah apabila brigade pangan binaannya bisa meningkatkan produktivitas padi minimal 5 juta ton per hektare dan pendapatannya bisa di atas 10 juta rupiah per bulan.

“Kalau mereka tekun dan bekerja keras, bukan tidak mungkin pendapatannya bisa mencapai 20 juta rupiah. Dengan pendapatan yang di atas pendapatan kantoran biasa, mereka akan semangat menjadi petani. Brigade pangan ini hanya awal karena selanjutkan kita akan arahkan mereka untuk menjadi pengusaha. Sehingga penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan korporasi,” sebut Mentan Amran.

Baca juga:

Gelar Workshop, BPPSDMP Kementan Siapkan Rencana Strategis 5 Tahun Kedepan

Setiap brigade akan mendapatkan bantuan hibah sebesar Rp3 miliar berupa alat dan mesin pertanian, serta benih unggul untuk mendukung kegiatan mereka. “Semua fasilitas sudah kami siapkan. Tidak ada alasan untuk gagal. Dengan kerja keras, Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga bisa menjadi lumbung pangan dunia,” pungkas Mentan Amran optimistis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan saat ini sudah terbentuk lebih dari 1.500 brigade pangan yang tersebar di 12 provinsi. Setiap pendamping bertanggung jawab mengadovakasi lima brigade pangan.

Perempuan yang akrab dipanggil Santi itu menyebutkan workshop ini diharapkan dapat memberikan pelatihan kepada ASN dan mentor dalam mengelola pendampingan Brigade Pangan secara efektif.

“Melalui workshop ini, para calon pendamping setidaknya bisa memahami dan menerapkan konsep pertanian modern di wilayahnya masing-masing, mulai dari penggunaan varietas unggul bersertifikat dan pemanfaatan alat dan mesin modern, hingga hilirisasi dan pengelolaan kawasan secara terintegrasi dan terstruktur,” tutur Santi. (*)

Dukung Peningkatan Kompetensi SDM, Kementan Lengkapi Sarana P4S

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada 2 P4S binaan BBPP Lembang, yaitu P4S OSS Farming Kabupaten Subang dan P4S Kota Depok.

Penyerahan dilakukan simbolis Kamis (14/11/2024) oleh Kepala BBPP Lembang. P4S merupakan lembaga pelatihan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan P4S menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Amran juga menyampaikan fokus Kementan di antaranya adalah menggerakan SDM pertanian untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketersediaan pangan di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan P4S merupakan mitra BPPSDMP yang memiliki peran strategis sebagai tempat pelatihan sekaligus magang, guna akselerasi dan adopsi teknologi pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa P4S memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan adopsi teknologi pertanian oleh petani.

"Karena itu kami berharap bantuan ini memberi manfaat untuk kegiatan peningkatan kompetensi SDM di P4S,” tuturnya.

Ajat menyerahkan secara simbolis bantuan ini, dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh masing-masing ketua P4S.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/18/petani-dan-penyuluh-pertanian-provinsi-jambi-pelajari-pertanian-modern-di-bbpp-lembang/

P4S OSS Farming menerima bantuan berupa laptop, speaker, kursi susun, printer, projector, dan screen projector.

Ketua P4S OSS Farming, Otong Wiranta mengucapkan terimakasihnya kepada BBPP Lembang.

“Bantuan sarana pembelaran ini sangat bermanfaat untuk kami. Bantuan ini bisa melengkapi apa yang sudah ada di kami untuk melaksanakan pelatihan bagi petani dan stakeholder pertanian lainnya yang datang ke P4S OSS Farming.

Hal senada disampaikan oleh Ketua P4S Bina Alovera, Tanti Guntari.

“Alhamdulillah bantuan sarana pembelajaran ini akan kami gunakan untuk proses pelatihan, pembinaan dan peningkatan pertanian di lingkungan kami. Bantuan ini menjadi dukungan BBPP Lembang sebagai pembina P4S di daerah agar tetap eksis mendukung program pemerintah untuk kemajuan sektor pertanian," katanya.

P4S Bina Alovera menerima bantuan sarana pembelajaran berupa projector, screen projector, sound system, microphone wireless, alat tester tanah dan kabel HDMI.(***)

Petani dan Penyuluh Pertanian Provinsi Jambi Pelajari Pertanian Modern di BBPP Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian modern, teknologi hidroponik, kepada 30 orang petani dan penyuluh pertanian lingkup Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi yang berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (5/11/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan jika pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami sedang membangun pertanian modern dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat menerima rombongan mengatakan, BBPP Lembang memiliki sarana pembelajaran peserta yaitu Inkubator Agribisnis.

“Di Inkubator Agribisnis ini aneka tanaman kami budidayakan baik secara konvensional maupun menggunakan teknologi smart farming,” jelasnya.

Pada kegiatan kunjungan dan pembelajaran ini, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian memberikan materi tentang teknologi hidroponik. Peserta diberikan wawasan tentang sistem-sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang diterapkan di BBPP Lembang.

Sistem-sistemnya adalah aeroponik, irigasi tetes, Deep Flow Technique (DFT), Nutrient Film Technique (NFT), dan wick system. Disampaikan juga komoditas pertanian yang cocok untuk dibudidayakan dengan sistem-sistem tersebut.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-kenalkan-teknologi-olahan-pangan-ke-guru-sekolah-menengah-kejuruan/

Widyaiswara juga memberikan penjelasan tentang nutrisi utama pada budidaya secara hidroponik, yaitu nutrisi AB mix.

Dijelaskan proses pelarutannya, dosis dan waktu pemberian nutrisi sehingga menghasilkan tanaman yang berkualitas baik saat panen tiba.

Sementara itu, widyaiswara lainnya memberikan materi tentang panen dan pascapanen komoditas pertanian.

Panen dan pascapanen menjadi salah satu tahapan budidaya tanaman yang penting dan merupakan kegiatan akhir dari budidaya tanaman.

Panen dan pascapanen yang tepat maka akan dapat memenuhi kebutuhan pasar, meningkatkan daya saing, mengurangi sampah, menjaga kualitas, kesegaran dan nutrisi tanaman serta menghemat energi.

Selanjutnya, rombongan diajak ke Inkubator Agribisnis (IA) BBPP Lembang.

Petugas sarana dan prasarana menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, diantaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya ke berbagai segmentasi pasar.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas sarana dan prasarana menjelaskan proses pengolahan hasil komoditas pertanian dari jagung.

Pengolahan hasil pertanian ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, yaitu pembuatan es krim berbahan dasar jagung.

Peserta diberikan penjelasan alat dan bahan pembuatan es krim jagung yang cukup mudah dan murah.

Mereka langsung mempraktikkan tahapan demi tahapan pengolahan hasil jagung menjadi es krim yang gurih dan lezat dan dapat menghasilkan keuntungan berlipat. (yoko/che)

Kementan Kenalkan Teknologi Olahan Pangan ke Guru Sekolah Menengah Kejuruan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan teknologi pengolahan labu peacock menjadi es krim kepada delapan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Kabupaten Sumedang yang melakukan kunjungan, Selasa (12/11/2024).

Para guru yang berasal dari jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura itu berkunjung untuk meningkatkan kompetensi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan hilirisasi pertanian akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani dan juga merupakan langkah krusial yang harus dilakukan karena akan menekan impor.

“Hilirisasi di bidang pertanian menjadi langkah krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk, menekan impor, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan industri terkait,” tuturnya.

Mentan Amran menyampaikan hilirisasi akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi fluktuasi harga yang sering menjadi masalah di sektor pertanian, khususnya saat musim panen raya tiba.

Menurutnya, hilirisasi juga merupakan langkah strategis yang harus dipercepat.

“Kuncinya semua harus terlibat dan sinergi, kami optimis, jika semua bergerak, ini bisa kita lakukan secara maksimal,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan untuk mengembangkan usahatani, perlu ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-perkenalkan-teknologi-hidroponik-dan-kom-mix-hayati-ke-petani-kabupaten-bogor/

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyampaikan jika sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat.

"Karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, rombongan bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Petugas laboratorium memberikan penjelasan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan es krim labu peacock yaitu blender, panci, mangkok, kompor, dan mixer.

Sementara bahannya adalah labu peacock, susu murni, susu kental manis, air, telur, dan bahan pengembang.

Peserta pun mempraktikkan tahapan demi tahapan pengolahan hasil labu peacock menjadi eskrim. Mulai dari mencampurkan labu yang telah dikukus hingga matang dengan air dan telur lalu menghaluskan dengan blender. Setelah itu dimasak di atas kompor menggunakan panci hingga mendidih.

Setelah mendidih, kompor dimatikan, menunggu hingga dingin sebelum memasukkan susu dan susu kental manis. Setelah itu adonan dituangkan ke dalam wadah plastik, dan dibekukan di freezer.

Langkah selanjutnya, setelah adonan membeku, dikeluarkan hingga 20 menit atau agak mencair dan dihancurkan menggunakan mixer, lalu masukkan bahan pengembang dan di mixer hingga melembut selama kurang lebih 40 menit.

Adonan es krim jadi, dituangkan ke dalam wadah sesuai selera, dibekukan dan siap dikonsumsi.

Langkah yang mudah menghasilkan adonan es krim yang lembut dan gurih serta mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Peserta juga mencoba produk laboratorium pengolahan hasil pertanian lainnya seperti es krim jagung, sorbet mangga, sorbet cabai merah, dan sorbet wornas. Apresiasi disampaikan atas kelezatan masing-masing produk olahan ini.(***)

Kementan Perkenalkan Teknologi Hidroponik dan Kom-Mix Hayati ke Petani Kabupaten Bogor

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk mewujudkan ketahanan pangan di desa, Kementerian Pertanian memperkenalkan teknologi hidroponik dan pembuatan kompos yang dicampurkan dengan agens hayati (kom-mix hayati) kepada 55 orang anggota kelompok tani Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jumat (15/11/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami sedang membangun pertanian modern dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di setiap kesempatan menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang gaspol menggenjot produktivitas agar target swasembada secepatnya bisa terealisasi.

“Sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” tutur Ajat.

Saat penerimaan rombongan secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang, Kepala Desa Sukamanah, Irmayani Ismail, mengatakan bahwa dirinya mengajak 2 kelompok tani di wilayahnya untuk belajar dan menerima banyak manfaat di BBPP Lembang.

Rombongan bergegas menuju Inkubator Agribisnis (IA). Di zona kandang sapi dan rumah kompos, widyaiswara dibantu petugas lahan praktik memberikan penjelasan tentang pembuatan kompos mulai dari alat dan bahan yang diperlukan dan praktik membuatnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-ajak-gen-z-tekuni-sektor-pertanian-lewat-field-trip/

Dilanjutkan pengenalan kom-mix hayati dengan mencampurkan kompos dan agens hayati trichoderma yang bermanfaat untuk imunitas tanaman, terutama mencegah penyakit akar gada pada tanaman.

Kunjungan berlanjut ke sudut IA lainnya. Petugas mendemonstrasikan pembuatan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) sederhana.

Peserta juga diajak praktik agar memahami pembuatan instalasi DFT yang dapat dipasang di pekarangan rumah, ditanami aneka sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Budidaya pertanian dengan hidroponik jika dibuat skala bisnis maka akan menghasilkan keuntungan berlipat karena harga jualnya tinggi dibandingkan budidaya secara kovensional.

Petugas juga menjelaskan proses persemaian tanaman, cara melakukan penanaman, cara pelarutan nutrisi utama pada budidaya hidroponik, yaitu melarutkan AB mix dengan air dengan perbandingan 5 ml larutan A, 5 ml larutan B untuk 1 liter air.

Kemudian dijelaskan pengaplikasian dan pengecekan nutrisi untuk terjaganya kualitas sayuran hingga tibanya waktu panen.

Dayat Hidayat, Ketua Kelompok Tani Makmur, saat dijumpai di akhir kunjungan mengatakan dirinya sangat puas berkunjung ke BBPP Lembang karena menerima banyak manfaat.

“Di sini kami belajar hal baru. Di kelompok tani kami, biasa memanfaatkan kotoran hewan dan sisa sayuran menjadi pupuk kompos. Tapi untuk penambahan activator seperti EM 4 dan trichoderma itu belum kami lakukan. Sehingga sepulang dari sini akan kami praktikkan untuk menambah kesuburan tanaman kami,” ujarnya.

Pernyataan ini juga diamini Fauzi, Ketua Kelompok Pesona Flower.

“Di sini kami jadi mengenal dan menambah wawasan tentang budidaya sayuran dengan menerapkan teknologi hidroponik untuk pemanfaatan lahan pekarangan,” katanya.(***)

Kementan Ajak Gen Z Tekuni Sektor Pertanian Lewat Field Trip

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 375 orang siswa-siswi kelas VIII, Kamis (14/11/2024). Para siswa yang didampingi guru ini mempelajari pertanian konvensional dan modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika BBPP Lembang terus berkomitmen menyiapkan regenerasi petani, salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau field trip.

Widyaiswara BBPP Lembang menjelaskan pertanian modern melalui penerapan teknologi hidroponik untuk budidaya tanaman sayuran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/10/jaga-ketahanan-pangan-kwt-kota-bekasi-pelajari-urban-farming-di-upt-kementan/

Dijelaskan aneka sistem pada budidaya hidroponik yang diterapkan di BBPP Lembang, yaitu aeroponik yang biasa diterapkan untuk pembibitan kentang, sistem deep flow technique (DFT) dan nutrient film technique (NFT) pada tanaman sayuran daun seperti pakcoy, selada, dan seledri.

Selain itu ada sistem irigasi tetes untuk tanaman melon, tomat beef, dan paprika. Di Inkubator Agribisnis, rombongan dibagi 3 kelompok.

Kelompok pertama mempraktikkan penanaman tomat beef sistem irigasi tetes, mulai dari persiapan media tanam berupa arang sekam dan cocopeat yang dimasukkan ke dalam polybag. Setelah itu GenZ ini praktik penanaman bibit tomat beef.

Sementara itu, di zona kendang sapi dan rumah kompos, petugas lahan praktik didampingi mahasiswa yang sedang PKL di BBPP Lembang, menjelaskan tentang pembuatan pupuk kompos dan manfaatnya bagi tanaman.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara BBPP Lembang mengenalkan aneka tanaman hias yang ada yaitu kaktus dan sukulen.

Diawali langkah proses perbanyakannya dengan teknik grafting dan perawatannya yang cukup mudah. Anak-anak antusias mempraktikkan perbanyakan kaktus dan sukulen.

Terlebih lagi, hasil praktiknya juga bisa mereka bawa sebagai upaya melatih keterampilan pertanian, melakukan perawatan tanaman hias.

Widyaiswara juga mengajak GenZ ini untuk berbisnis tanaman hias yang memiliki peluang menghasilkan cuan berlipat, melalui pemasaran secara digital.(***)