19 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Tim Kementan dan IFAD Turun ke Lapangan Tinjau Dampak Program

TANIINDONESIA.COM//GORONTALO - Setelah berjalan selama 6 tahun, sejak 2018, program pemberdayaan masyarakat tani, kerjasama Kementerian Pertanian dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READSI), resmi berakhir tahun 2024.

Tim International IFAD bersama NPMO (Nasional Project Management Office) READSI Bapennas dan Kementerian Pertanian meninjau lokasi project di tiga provinsi wilayah pelaksanaan program READSI yaitu Provinsi Gorontalo (Group 1) dan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan (Group 2). Kegiatan ini berlangsung 4-8 Desember 2024.

Review dilakukan sebagai bagian Project Completion Mission untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi capaian kinerja pelaksanaan dan mengeksplorasi keberlanjutan serta kesiapan program READSI dalam proses pengakhiran.

READSI sendiri adalah program yang pendanaannya berasal dari IFAD badan khusus PBB yang menyediakan pendanaan untuk pengembangan pertanian

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan jika SDM yang berkualitas adalah tulang punggung dalam pembangunan pertanian nasional.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelatihan dan pendidikan bagi petani merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan ketahanan pangan Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Menurut Santi, pemberdayaan masyarakat seperti yang telah dilakukan program READSI akan membuka peluang bagi petani untuk mengelola usaha pertanian yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan meningkatkan jumlah pendapatan.

"Ini salah satu cara untuk masyarakat tani bisa berkembang. Dengan memanfaatkan hasil pembelajaran selama program berlangsung, untuk mendapatkan nilai tambah dan pendapatan yang lebih," kata Santi.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Inneke Kusumawaty, yang juga Direktur Program READSI, menjelaskan jika program READSI ini sudah memasuki tahap akhir implementasi.

"Sekarang, Kami fokus untuk memastikan bahwa hasil dari program ini dapat diterapkan di daerah lain, dan lebih banyak daerah bisa merasakan manfaatnya," jelas Inneke.

Dalam peninjauan, tim Kementerian Pertanian diwakili Cordelia Ervina dari Pusat Pelatihan Pertanian, ketua kelompok program dan kerjasama pelatihan yang juga Deputi Monev READSI, yang hadir bersama TIm NPMO READSI.

Sementara Tim IFAD yang berkunjung ke Gorontalo antara lain, Fenton Beed (Lead Global Technical Specialist - Agronomy), Program Officer IFAD Yumi Sakata, Gadzhi Murad Abdulvadudov (Financial Management consultant), Muhammad Iskandar (Financial Management Specialist) dan Rahmi Khalida (Gender, Social Inclusion, and Nutrition Specialist).

Bappenas diwakili, Wisnu Widagdo dari Dit Pangan dan Pertanian dan Frida Caturima Darojati dari Dit. Multilateral.

Jumat (6/12/2024), Tim bergerak mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT)/ Poktan Karya Baru di Desa Liyoto Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, dengan komoditas utama jagung,

Di lokasi ini, tim melihat lokasi infrastruktur jalan tani dan Usaha Poktan Karya Baru dan Usaha Simpan Pinjam.

Nurdin dari Poktan Karya Baru menceritakan dampak adanya program READSI.

“Dengan masuknya READSI di Desa Liyoto kami akhirnya membentuk kelompok tani, kami berdiskusi bersama untuk mencari solusi. Selain itu, kami juga mendapat benih unggul selain mendapat bantuan alsintan,” jelas Nurdin.

Bertempat di Kantor Dinas Pertanian, pada sore harinya diadakan pertemuan antara Tim IFAD, Tim NPMO READSI dan Tim PPSU-DPMO Gorontalo, DPMO Bone Bolango dan Bappeda.

Cordelia Ervina, Deputi Monev READSI, menjelaskan maksud dan tujuan tim IFAD-READSI turun ke lapangan dalam bagian Project Completion Mission IFAD.

Baca juga:

Jelang Pengakhiran Project, Kementan Bersama IFAD Kunjungi Project Completion Mission

“Sebagai bagian pengakhiran proyek, Tim IFAD bersama tim NPMO, turun ke lapangan. Tujuannya bukan untuk evaluasi program tapi, secara langsung bertemu langsung dengan petani, mendapatkan masukan, mendengar hambatan yang dihadapi dan dijadikan sebagai bahan pembelajaran, guna merancang format/skema program yang lebih baik dimasa yang akan datang,” jelas Cordelia.

Cordelia menambahkan IFAD juga ingin melihat bagaimana dampak program yang telah berjalan selama 6 tahun dari 2018, dalam meningkatkan pengetahuan dan pendapatan petani dan keluarga tani yang tergabung dalam program READSI.

Kepala Dinas Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, mengapresiasi apa yang telah dilakukan IFAD melalui program READSI

Program READSI berdampak dalam peningkatan kapasitas dan pendapatan petani, tentu kami berharap walau programnya telah berakhir, pemberdayaannya masih akan berlanjut.

Fenton Beed dari IFAD, mengapresiasi pelaksanaan program READSI di Gorontalo. Dari apa yang telah ia lihat di lapangan selama kunjungan di provinsi Gorontalo, Ia melihat semangat dan kebersamaan petani dalam berusaha tani.

Fenton berharap, pasca program READSI proses pemberdayaan, tetap berlangsung dan pemerintah daerah dapat mereplikasi program.

Senada dengan Fenton, Yumi Sakata dari IFAD, mengapresiasi kerjasama yang baik yang telah dilakukan pemerintah provinsi bersama program READSI, program yang sukses.

Selama kunjungan, Ia melihat peran penyuluh sangat penting dilapangan, dalam meningkatkan kreatifitas petani dalam pengelohan lahan.

Yumi berharap walau program READSI berakhir, tetap ada peningkatan kapasitas penyuluh dengan pelatihan pelatihan.

Sehari sebelumnya, Kamis (5/12/24), tim berkunjung ke kelompok tani/ P4S Pangan Sari di Desa Molowahu dengan komoditas hortikultura, usaha kelompok tani : agri input dan smart farming

Fenton Beed dari IFAD antusias saat melihat lahan pertanian yang dikelola kelompok tani, terlebih karena telah menerapkan smart farming.

Ia juga terkesan dengan semangat para petani, membantu sesama petani dalam hal produksi dan bekerjasama.

Fenton dan para petani juga sempat berdiskusi tentang, sumber air, pengelolaan smart farming dan rotasi jenis tanaman.

Sebagai agronomist, Fenton senang melihat para petani telah menerapkan pengetahuan mengenai rotasi tanaman untuk menghindari hama penyakit, dan berharap mereka tetap menambah pengetahuan dan terus belajar.(***)

Perkuat Brigade Pangan Bangka Selatan, Kementan Terjunkan Pendamping dan Mentor

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Dalam upaya memperkuat program Brigade Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengirim pendamping dan mentor di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung pada Senin (2/12/2024).

Hal ini untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Melalui optimalisasi lahan rawa (oplah) dengan pengelolaan terstruktur oleh petani milenial yang tersebar di 12 provinsi strategis di Indonesia, salah satunya Bangka Selatan.

Bertempat di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, 6 orang pendamping Brigade Pangan dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) melakukan koordinasi di lapangan.

Pendamping Brigade Pangan ini terdiri dari ASN muda lingkup Kementan dan penyuluh pertanian lapang. Sementara mentor adalah dosen dan widyaiswara lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

Mereka memiliki tanggung jawab membantu petani milenial meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan terdahulu.

“Targetnya adalah dalam satu tahun tanam tiga kali, produktivitas meningkat, serta mengutamakan kesejahteraan petani milenial yang berdomisili di wilayah tersebut,” papar Amran.

Sebab, selain untuk memacu produktivitas pangan, program ini juga dirancang untuk mengurangi angka kemiskinan dan memberdayakan petani lokal.

"Siapa pun bisa bergabung, termasuk petani lokal. Tujuannya jelas, membangunkan lahan tidur dan menciptakan kesejahteraan," imbuh Amran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/01/berikan-pelayanan-yang-bersih-kementan-terapkan-manajemen-anti-penyuapan-sektor-pendidikan/

Senada, Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa pendamping sangat dibutuhkan untuk mencapai target utama 1.755 Brigade Pangan di seluruh Indonesia.

"Saat ini telah terbentuk 1.502 brigade pangan di 12 provinsi, atau sekitar 23.000 orang. Dimana sudah mencapai target 86% dari total 1.755 brigade pangan," tuturnya.

Dalam penerimaan pendamping brigade pangan, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, menyambut baik dan mengharapkan kerjasama antar lini untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.

“Kami menyambut baik kedatangan pendamping brigade pangan di Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki 8 kecamatan dan 2 pulau terpisah, dengan adanya mereka semoga menjadi penyemangat petani milenial untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” tuturnya.

Hadir dalam koordinasi Brigade Pangan di wilayah Bangka Selatan, Wakil Direktur 3 Polbangtan YOMA, Budi Purwo Widiarso menjelaskan pendamping Brigade Pangan akan segera bergerak di lapangan.

“Bersama dengan mentor, 6 Pendamping Brigade Pangan kami akan bertugas di Kecamatan Toboali dan Simpang Rimba,” jelas Budi.

Ia menambahkan, setiap 1 pendamping akan mengawal 5 Brigade Pangan. Dimana setiap Brigade Pangan mengelola 200 hektar lahan.

Budi berharap pendamping Brigade Pangan bisa berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan produktivitas di Kabupaten Bangka Selatan, mendukung tercapainya swasembada pangan nasional. (YW/os)

Jelang Pengakhiran Project, Kementan Bersama IFAD Kunjungi Project Completion Mission

TANIINDONESIA.COM//GORONTALO - Tim International Fund for Agricultural Development (IFAD), bersama NPMO (Nasional Project Management Office) READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative) dan Bappenas, meninjau lokasi program di tiga provinsi wilayah pelaksanaan program READSI di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Review dilakukan sebagai bagian Project Completion Mission untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi capaian kinerja pelaksanaan dan mengeksplorasi keberlanjutan serta kesiapan program READSI dalam proses pengakhiran.

READSI sendiri adalah program yang pendanaannya berasal dari badan khusus PBB yang menyediakan pendanaan untuk pengembangan pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa SDM yang berkualitas ialah tulang punggung dalam pembangunan pertanian nasional.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelatihan dan pendidikan bagi petani merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan ketahanan pangan Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Menurut Santi, pemberdayaan masyarakat seperti yang telah dilakukan program READSI akan membuka peluang bagi petani untuk mengelola usaha pertanian yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan meningkatkan jumlah pendapatan.

"Ini salah satu cara untuk masyarakat tani bisa berkembang. Dengan memanfaatkan hasil pembelajaran selama program berlangsung, untuk mendapatkan nilai tambah dan pendapatan yang lebih," kata Santi.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, selaku Direktur Program READSI, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa program ini sudah memasuki tahap akhir implementasi.

"Sekarang, Kami fokus untuk memastikan bahwa hasil dari program ini dapat diterapkan di daerah lain, dan lebih banyak daerah bisa merasakan manfaatnya," jelas Inneke.

Kegiatan Project Completion Mission dilakukan pada tiga wilayah pelaksanaan program, yaitu provinsi Gorontalo (Group 1) dan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan (Group 2) dan berlangsung 4-8 Desember 2024.

Tim IFAD yang berkunjung ke Gorontalo antara lain, Fenton Beed (Lead Global Technical Specialist - Agronomy),
Program Officer Yumi Sakata, Gadzhi Murad Abdulvadudov (Financial Management consultant), Muhammad Iskandar (Financial Management Specialist), dan Rahmi Khalida (Gender, Social Inclusion, and Nutrition Specialist).

Sedangkan tim Bappenas terdiri dari Dit Pangan dan Pertanian Wisnu Widagdo, dan Frida Caturima Darojati dari Dit. Multilateral.

Baca juga:

Optimistis Wujudkan Swasembada Pangan, Mentan Amran Siapkan Mentor dan Pendamping untuk Petani Milenial

Tim kementerian pertanian, diwakili dari Pusat Pelatihan Pertanian, Cordelia Ervina, ketua kelompok program dan kerjasama pelatihan yang juga Deputi Monev READSI, yang hadir bersama TIm NPMO READSI.

Pada kegiatan yang dilakukan 4-5 Desember, tim mengunjungi beberapa titik di Pohuwato.

Pada Rabu (4/12/2024), kunjungan dilakukan ke Poktan Iloheluma III, Desa Suka Damai, Kec Lemito, Kab Pohuwato, yang memiliki komoditas Jagung dan cabai. Di tempat ini, tim melihat lokasi infrastruktur jalan tani dan Usaha Poktan Iloheluma III Pupuk Bokasi,Simpan Pinjam.

Sementara pada Kamis (5/12/2024), dilakukan pertemuan dengan DPMO Pohuwato, Bappeda dan Tim IFAD, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa. Hadir mendampingi, Kepala Dinas Pertanian Pohuwato Kamsir Alwi dan Kepala Bappeda, Irvan Saleh.

Saat pertemuan, Wakil Bupati Suharsi Igirisa, berharap program READSI dapat terus berlanjut karena secara nyata, berdampak dalam meningkatkan pengetahuan dan pendapatan para petani.

Program Officer IFAD, Yumi Sakata menyampaikan Proyek READSI adalah proyek yang sangat berhasil, terutama dalam meningkatkan pendapatan petani kecil yang telah berpartisipasi dalam proyek ini.

Ditambahkannya, ada 5 Project IFAD di Indonesia, dan READSI merupakan program yang sukses dalam implementasi di lapangan.

"Kami tiba kemarin dan berkunjung ke Desa Sukadamai, bertemu dengan petani, kelompok petani, petani milenial. Kami datang tidak untuk mengevaluasi tapi untuk bersama belajar dari pelaksanaan project juga untuk mendapat masukan sebagai proses pembelajaran yang dapat digunakan dalam menentukan bentuk program yang akan datang," katanya.

Yuni Sakata juga mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan program READSI dan mengucapkan selamat atas kerjasama yang baik selama 6 tahun (2018-2024) pelaksanaan program.

Dit Pangan dan Pertanian Beppenas, Wisnu Widagdo, berharap saat program berakhir pemerintahan kabupaten Pohuwato dapat menyiapkan anggaran untuk duplikasi dan replikasi program pemberdayaan masyarakat.

Rombongan juga mengunjungi Kelompok Tani Harapan Indah di Desa Balayo, sekaligus meninjau lokasi pengembangan program (cooking class) yang dilakukan oleh murid sekolah dasar di desa Balayo. Di sini, tim juga melihat pemanfaatan pekarangan, lantai pengering dan usaha keripik yang dijalankan oleh KWT.

Dalam sesi dialog bersama kelompok tani, Fenton Beed dan Yumi Sakata dari IFAD, secara bergantian bertanya kepada para petani mulai dari pelatihan yang telah didapat (produksi pertanian, literasi keuangan), pemanfaatan pestisida, kebutuhan para petani pasca program READSI sampai dampak yang dirasakan selama berlangsungnya program.

Tim lalu kembali ke Gorontalo dan kunjungan berlanjut ke Kelompok Tani/ P4S Pangan Sari di Desa Molowahu dengan komoditas hortikultura, usaha kelompok tani agri input dan smart farming.(***)

Berikan Pelayanan yang Bersih, Kementan Terapkan Manajemen Anti Penyuapan Sektor Pendidikan

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG. Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan Standar ISO 37001 : 2016 di sektor pendidikan. Hal ini agar seluruh proses pendidikan yang berlangsung bisa terhindar dari praktik penyuapan.

Salah satu perguruan tinggi vokasi milik Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) telah selesai mengikuti audit Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada Selasa (26/11/2024).

Garuda Sertifikasi Indonesia sebagai lembaga sertifikasi ISO 37001 mengatakan Polbangtan YOMA telah mengimplementasikan sistem manajemen anti-penyuapan di dalam organisasinya.

Dibuktikan Polbangtan YOMA telah mengidentifikasi risiko dan peluang penyuapan maupun gratifikasi, melakukan penilaian dalam menetapkan tingkat risiko dan merencanakan tindakan pengendalian untuk risiko dan peluang yang ada.

Hal ini adalah upaya strategis yang dilakukan Polbangtan YOMA menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menciptakan tata kelola pemerintah yang bersih.

“Langkah ini perlu dilakukan untuk memperkuat komitmen kementerian pertanian dalam menjaga integritas terutama dari hal-hal yang bersifat korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu dalam memberantas praktik yang melanggar hukum di lingkup Kementan.

Mentan Amran juga meminta jajaran kerjanya bekerja dengan baik dan tidak menerima titipan apapun untuk kepentingan pribadi yang berujung pada korupsi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/27/dorong-swasembada-pangan-kementan-bangkitkan-nasionalisme-di-gunung-kidul/

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mewajibkan UPT di bawahnya untuk menyelenggarakan sistem pemerintahan yang baik guna mendukung tercapainya keberhasilan indikator Reformasi Birokrasi.

“Salah satu indikator lembaga pemerintahan yang baik ialah mampu menerapkan Reformasi Birokrasi. Reformasi birokrasi dan SMAP memiliki kaitan erat dalam upaya menciptakan birokrasi yang bersih dan bebas dari penyuapan,” tutur Santi.

Disampaikan oleh Alma Labiba Rifai, Lead Auditor Garuda Sertifikasi Indonesia, penerapan sistem manajemen Anti Korupsi dimulai dari komitmen top manajemen Polbangtan YOMA serta seluruh civitas akademika.

“Direktur/ Top Manajemen Polbangtan YOMA menunjukkan komitmennya dalam peningkatan berkelanjutan dalam melayani masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap instansi.” papar Alma dalam closing meeting audit.

Selain itu, Alma menggaris bawahi adanya implementasi anti penyuapan dengan melakukan uji kelayakan seperti uji kelayakan personil, dan rekan bisnis, sebagai bentuk pengendalian anti penyuapan di Polbangtan YOMA.

Hal ini diyakini Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto bahwa banyak peluang terjadinya penyuapan. Untuk itu Ia dan jajarannya terus mensosialisasikan dan menanamkan dan menerapkan budaya anti-penyuapan pada seluruh personil dan stakeholder terkait.

“Tidak ada titik puncak dalam pelayanan masyarakat sehingga perlu untuk terus berkembang dan meningkat secara berkelanjutan,” pungkas Bambang. (os)

Kontribusi Generasi Muda Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan pembelajaran praktis kepada sembilan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kadipaten Kabupaten Kuningan yang mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 22 Juli – 29 November 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi dibutuhkan karena petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/30/siapkan-regenerasi-petani-muda-kementan-asah-keterampilan-gen-z-melalui-pkl/

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Kadipaten Kabupaten Kuningan sendiri diikuti siswa kelas XII.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya sayuran lapang brokoli, bawang merah, dan selada.

Ada juga siswa yang ditempatkan di screen hidroponik untuk mempelajari budidaya melon dan tomat beef dengan teknologi hidroponik sistem irigasi tetes, budidaya kentang G0 sistem aeroponik, pembuatan formulasi kering Trichoderma sp, dan panen pascapanen kopi.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Jumat (29/11/2024), salah seorang siswa, Azi Abdul Azis, yang melaksanakan PKL di screen hidroponik sistem irigasi tetes untuk komoditas tomat beef, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Di sini kita dapat banyak ilmu, banyak temen baru, dan baru kali ini kami bisa mengetahui teknologi pertanian yang modern,” ujar Azi.

Azi mengungkapkan, “BBPP Lembang akan menjadi tempat yang tidak akan kami lupakan. Pembimbing lapangan baik semua. Terima kasih BBPP Lembang sudah menerima kami dan terimakasih juga atas ilmu yang diberikan.(***)

Siapkan Regenerasi Petani Muda, Kementan Asah Keterampilan Gen Z melalui PKL

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan regenerasi petani dengan menyiapkan petani-petani muda berkualitas. Hal ini juga dilakukan kepada siswa-siswi SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur yang melakukan PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian modern berbasis teknologi dan smart farming menjadi peluang untuk mendorong budidaya pertanian menjadi efisien, terukur, dan terintegrasi.

Mentan menambahkan, menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/30/dukung-swasembada-pangan-kementan-regenerasi-petani-melalui-siswa-smk/

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Cilaku Cianjur diikuti 6 siswa kelas XII, periode 1 Agustus – 29 November 2024.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya brokoli, pakcoy, selada keriting, tanaman hias sukulen, perbanyakan tanaman kentang dengan sistem aeroponik, dan panen pasca panen pengolahan kopi arabika.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil yang dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Termasuk melalui Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Salah seorang siswa SMKN 2 Cilaku Cianjur, M. Rihan Khalit, yang ditemui usai pelepasan kegiatan, Jumat (29/11/2024), menyampaikan kesannya.

“Banyak hal positif yang saya peroleh selama PKL di BBPP Lembang, diantaranya wawasan menjadi lebih luas tentang teknik panen kopi. Pegawai di sini juga ramah dan membantu kami selama proses PKL,” ungkapnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Kementan Regenerasi Petani melalui Siswa SMK

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sejumlah siswa SMK Negeri Pembangunan Pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti PKL periode 5 Agustus – 22 November 2024, di BBPP Lembang, UPT yang berada di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/30/penyuluh-pertanian-gaspol-capai-swasembada-pangan/

Kegiatan PKL SMK Negeri Pembangunan Pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diikuti 6 orang siswa kelas XII.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk sayuran lapang yaitu budidaya brokoli, selada, selada keriting, dan anggur.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil yang dihadiri widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Jumat (22/11/2024), salah seorang siswi, Sri Rahayu, yang melaksanakan PKL di lahan budidaya selada keriting mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kegiatan PKL memberi banyak hal positif karena suasana alamnya yang sejuk, lingkungan kerja yang kondusif, dan pegawai serta rekan-rekan sesama peserta PKL jadi seperti keluarga sendiri,” katanya.

Sri juga mengakui secara teknis jadi memahami rangkaian budidaya sayuran di lapang, mulai dari persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, serta kegiatan panen dan pascapanen.(***)

Penyuluh Pertanian Gaspol Capai Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli dan Terampil pola PNBP yang dilaksanakan Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, telah selesai dilaksanakan. Pelatihan ditutup Kepala Balai, Ajat Jatnika, Kamis (28/11/2024), di Hotel Augusta, Kabupaten Garut.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pelatihan ini sangat penting. Sebab, penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Amran pun berharap penyuluh dan petani bergerak cepat.

“SDM pertanian mulai dari penyuluh hingga petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” sebut Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan hal serupa.

Menurut Idha, SDM memegang peran penting untuk kemajuan pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Saat menutup pelatihan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan, jika pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas SDM.

"Agar kinerja SDM membaik, sehingga produktif dan mampu memberi kontribusi terhadap pembangunan pertanian di wilayah masing-masing,” katanya.

Ajat berharap seluruh peserta yang nantinya akan kembali ke wilayah kerja masing-masing dapat mendampingi petani mewujudkan program pemerintah swasembada pangan. Selain itu, mampu menunjukkan hasil pelatihan dari sisi cara kerja, cara pandang, sikap mental dan sikap diri, serta kinerja lebih baik.

“Saya berharap literasi sebagai seorang penyuluh pertanian juga ditingkatkan. Saat ini era nya kerja sama, karena itu jalin kolaborasi dengan berbagai pihak, karena sejatinya tidak ada superman yang ada adalah superteam,” ucap Ajat.

Ajat juga mengajak para penyuluh untuk memiliki langkah yang gesit, cerdas, agile, dan antisipatif menghadapi perubahan yang ada.

Setelah menerima materi secara klasikal di BBPP Lembang selama 2 minggu, rangkaian pelatihan diakhiri praktik kompetensi pada tanggal 22 – 28 November 2024,di Kabupaten Garut.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/29/generasi-muda-bandung-barat-antusias-pelajari-pertanian-di-upt-kementan/

Untuk level ahli, dilaksanakan di 5 kelompok tani di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tarogong Kidul dan BPP Kecamatan Samarang. Sedangkan untuk level terampil dilaksanakan di 4 kelompok tani di wilayah kerja BPP Kecamatan Tarogong Kaler dan BPP Kecamatan Banyuresmi.

Peserta melakukan tahapan praktik kompetensi mulai dari pengumpulan data potensi wilayah dan menganalisa potensi, masalah, dan pemecahan masalah, membuat programa penyuluhan pertanian.

Peserta juga menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan rencana kegiatan penyuluhan pertanian baik materi, media, metode, dan evaluasi.

Puncaknya, para peserta pelatihan melakukan praktik penyuluhan kepada anggota kelompok tani di masing-masing desa.

Kegiatan praktik kompetensi diakhiri dengan mengolah, menganalisis dan menyusun laporan hasil praktik kompetensi.

Peserta level ahli yang berasal dari Provinsi Papua Pegunungan, Sari Dame Arta Suryani, merasakan suasana belajar yang interaktif dan materi yang diberikan fasilitator sangat relevan dan menunjang profesi penyuluh pertanian.

“Saat menjalani praktik kompetensi juga kami merasakan suasana kekeluargaan sehingga kegiatan berjalan menyenangkan dan tepat sasaran,” ucap Sari.

Hal senada disampaikan peserta lainnya dari level terampil, Zulfan Putra Wahyu Pradana.

“Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil di BBPP Lembang memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat. Fasilitas yang tersedia memadai, lingkungan yang asri dan kondusif membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan,” ujarnya.

“Para widyaiswara yang kompeten dan ramah memberikan materi dengan sangat baik, disertai pembawaan materi yang praktis sehingga memudahkan peserta untuk memahami dan menerapkannya,” tutur Zulfan lagi.

Ia menilai pelatihan ini menjadi salah satu langkah yang sangat penting dalam membangun kompetensi fungsional para penyuluh pertanian.(***)

Generasi Muda Bandung Barat Antusias Pelajari Pertanian di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan dunia pertanian kepada 85 siswa-siswi kelas 7, 8, dan 9 SMP Boarding Mulya Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (28/11/2024). Para siswa yang didampingi guru ini mempelajari pertanian konvensional dan modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan regenerasi dan fokus pada program-program untuk generasi muda.

Menteri Amran pun mengajak anak muda Indonesia aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan jika dalam konsep pertanian modern dibutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan akan terus berkomitmen menyiapkan regenerasi petani, salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau fieldtrip.

Kepala Sekolah SMP Boarding Bina Mulya, Dede Firman, menyampaikan jika belajar di BBPP Lembang menjadi motivasi dan pembiasaan bagi anak-anak untuk mencintai lingkungan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/24/dukung-reformasi-birokrasi-upt-pelatihan-kementan-lakukan-re-akreditasi-kelembagaan-dan-program-pelatihan/

"Kegiatan kunjungan ini dalam rangka program wajib Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk gaya hidup berkelanjutan, yaitu hidroponik,” jelasnya.

“Harapannya karena program ini di setiap sekolah berkelanjutan maka dapat menjadi sarana regenerasi petani muda Indonesia,” imbuh Dede lagi.

Terbagi 2 kelompok, rombongan bergerak menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Di kawasan rumah pangan lestari, siswa-siswi mempelajari pembuatan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT).

Petugas menjelaskan alat dan bahan yang diperlukan, dan mengajak siswa-siswi praktik langsung merakit instalasi DFT, menyambungkan baja ringan dengan paralon-paralon, membuat lubang tanam dan menanam sayuran pakcoy.

Sementara itu, di screen tanaman hias, petugas sarana prasarana mengenalkan aneka tanaman hias yang menjadi koleksi di BBPP Lembang, yaitu kaktus dan sukulen dan cara menanam dan pemeliharaannya yang relatif mudah dan bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Di screen house anggur, tampak buah-buah anggur sudah mulai membesar, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke BBPP Lembang.

Petugas menjelaskan alur budidaya anggur, proses pemeliharaannya, proses pruning agar menghasilkan buah anggur yang bagus, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman anggur.(***)

Dorong Swasembada Pangan, Kementan Bangkitkan Nasionalisme di Gunung Kidul

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan sinergi dengan Kabupaten Gunung Kidul guna mencapai swasembada pangan. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian pangan bangsa sebagai bagian dari Nasionalisme.

Sinergi ini dilakukan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman padi. Salah satunya dengan melakukan Gerakan Tanam Padi di Bulak Kepuh Koripan II, Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Kelompok Taruna Tani Sumber Rejekiku pada Jumat (22/11/2024).

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, program swasembada pangan bukan hanya urusan pangan semata.

“Pangan itu sangat dibutuhkan dunia dan bukan hanya di Indonesia saja, tetapi juga di seluruh negara. Karena itu sekali lagi pangan adalah sektor yang sangat penting bagi bangsa dan negara," tuturnya.

Hadir di lokasi, Pj Bupati Gunung Kidul, Heri Susanto mengingatkan akan pentingnya menjaga ketahanan pangan.

“Saat ini pangan menjadi sesuatu yang sangat mengkuatirkan, mulai dari masalah politik global hingga perubahan iklim. Potensi kerawanan pangan dunia sudah menghantui kita bersama,” katanya.

Ia mengatakan saat ini semua pihak turun membangun sektor pertanian. Menurutnya, urusan pangan memerlukan kolaborasi multi sektor.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/16/kembangkan-serai-wangi-kementan-dampingi-umkm-binaan-astra/

“Bicara pertanian tidak semata mata bicara pangan. Pertanian adalah stabilitas nasional, keamanan, dan ketentraman,” sebut Heri.

Dengan mencapai swasembada pangan di Kabupaten Gunung Kidul, Ia menyebut sebanyak 776 ribu penduduk Gunung Kidul bisa dicukupi dari sumber - sumber pangan di Kabupaten Gunung Kidul. Sehingga pemerintah pusat tidak perlu mensuplai kebutuhan Gunung Kidul.

Untuk itu, Ia mendorong petani yang hadir untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya.

“Semangat irigasi perpompaan adalah semangat perluasan areal tanam, peningkatan produksi. Tidak hanya menerima bantuan, namun diharapkan bisa meningkatkan produktivitas” ajak Heri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Taruna Tani Sumber Rejekiku, Cahya Aswanto mengatakan bantuan ini telah meningkatkan produktivitas 27 anggota kelompoknya.

“Dengan bantuan irigasi perpompaan ini, yang tadinya kami hanya bisa 2 kali tanam dengan luasan 1 hektar, saat ini sudah bisa menanam 2 kali padi, dan 1 kali palawijaya atau hortikultura seluas 5 ha.” terangnya.

Ia menambahkan ada sekitar 10 ha lebih yang potensial untuk pengembangan komoditas padi. Untuk itu Ia mengajak petani di lingkungannya untuk dapat meningkatkan produksi.

Hal ini sejalan dengan komitmen Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, yang memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.(***)