8 Juni 2026

Bulan: April 2026

Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

TANIINDONESIA.COM, Tanggerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melaksanakan tes wawancara bagi calon mahasiswa baru gelombang pertama jalur undangan pada Selasa–Rabu, 8–9 April 2026. Sebanyak 109 peserta mengikuti tahapan ini setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, didominasi anak petani dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan. Hal ini mencerminkan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong regenerasi petani melalui jalur pendidikan vokasi.

Tes wawancara menjadi tahap krusial dalam proses seleksi. Selain menilai aspek akademik, panitia juga menggali motivasi, komitmen, kompetensi, serta kesiapan fisik dan mental peserta untuk menempuh pendidikan di bidang pertanian. Seleksi dilakukan secara hybrid, yakni melalui tatap muka langsung dan daring menggunakan Zoom, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan objektivitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berdaya saing global.

“Polbangtan dan PEPI adalah masa depan pertanian Indonesia. Dari sinilah akan lahir generasi petani modern yang mampu bersaing dengan negara lain,” tegas Amran.

Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan SDM pertanian yang kompeten.

“Pendidikan vokasi tidak hanya membekali kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan individu yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menambahkan bahwa proses seleksi juga menitikberatkan pada aspek integritas, kedisiplinan, dan semangat juang peserta.

“Seleksi ini tidak hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga karakter, komitmen, serta kesiapan fisik calon mahasiswa,” jelasnya.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa tahapan wawancara dan tes fisik merupakan bagian penting untuk memastikan peserta memiliki minat dan dedikasi tinggi di sektor pertanian.

“Melalui seleksi yang ketat, kami ingin menjaring kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan pertanian modern,” katanya.

Melalui rangkaian seleksi ini, PEPI menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian nasional. Dukungan penuh Kementerian Pertanian diharapkan dapat melahirkan inovator muda yang siap membawa pertanian Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian.(*)

BRI BO Menara BRILiaN Gencarkan Penggunaan EDC ke Merchant

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - BRI BO Menara BRILiaN terus gencarkan penggunaan mesin EDC ke merchant.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan serta penetrasi penggunaan mesin EDC BRI oleh Merchant kepada customer /nasabah.

Sekaligus juga kunjungan untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan Mesin EDC tersebut.

Pimpinan BRI BO Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan merchant bisa semakin memahami tentang penggunaan mesin EDC BRI. Dan para pengguna atau nasabah bisa menikmati kemudahan serta keuntungan dari beragam promo dari BRI.

"Dengan adanya penggunaan mesin EDC BRI ini tentunya bisa memudahkan dan menguntungkan nasabah yaitu merchant ataupun konsumen," tegasnya.

Penggunaan menggunakan mesin EDC juga memudahkan konsumen maupun merchant dalam transaksi jual beli. Konsumen bisa membayar dengan harga yang pasti sesuai nominal dan merchant juga menerima pembayaran dengan pas tanpa khawatir selisih.

Seperti kita ketahui, BRI banyak memiliki produk dan program unggulan. Tak hanya penggunaan mesin EDC BRI, ada juga aplikasi BRImo yang tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman.

"Nasabah atau konsumen BRI bisa menikmati beragam program dan produk unggulan kami," tutupnya.(*)

Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma), salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, memperkuat proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 melalui kerja sama strategis dengan RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai lokasi pelaksanaan tes kesehatan, psikologi, dan kebugaran.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus Polbangtan Yoma, Jalan Kusumanegara No.2, Yogyakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, bersama Direktur RSPAU Hardjolukito, Margono Gatot S pada Senin, 6 April 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang prima. Proses seleksi akan mengacu pada standar pemeriksaan nasional yang komprehensif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, pembinaan karakter, disiplin, dan kesiapan mental perlu ditanamkan sejak dini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. Anak-anak harus disiapkan sejak awal dengan disiplin dan semangat untuk meraih masa depan,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani unggul dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kebutuhan pangan terus meningkat, sehingga diperlukan SDM pertanian yang sehat, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini akan menghasilkan proses seleksi yang lebih berkualitas. Ia menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan meliputi tes fisik diagnostik, laboratorium, elektrokardiogram (EKG), kesehatan jiwa, serta uji kebugaran.

Baca Juga: Gaspol, Pasca Idul Fitri Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tingkatkan Kinerja

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima benar-benar siap secara fisik dan mental untuk mengikuti pendidikan vokasi pertanian,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Polbangtan Yoma telah bekerja sama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dalam pembinaan karakter mahasiswa, sehingga sinergi dengan RSPAU menjadi kelanjutan dalam penguatan kualitas input mahasiswa.

Sementara itu, Direktur RSPAU Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung proses seleksi secara profesional.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan pemeriksaan dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab, guna memastikan hasil seleksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selain mendukung seleksi mahasiswa baru, RSPAU Hardjolukito juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Melalui sinergi ini, Polbangtan Yoma optimistis dapat mencetak generasi muda pertanian yang unggul, sehat, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan drone pertanian bagi mahasiswa pada 2–3 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi digital.

Pelatihan dilaksanakan secara komprehensif melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) pertanian, regulasi ruang udara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), mitigasi paparan bahan kimia, serta pemahaman komponen dan sistem propulsi drone.

Pada sesi praktik, peserta dibekali keterampilan teknis seperti manajemen baterai lithium polymer (Li-Po), kalibrasi instrumen, prosedur pengoperasian drone, serta penanganan kondisi darurat.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih dalam penyusunan perencanaan misi penerbangan, pembuatan peta lahan, serta pengoperasian sistem autopilot dan telemetri untuk pemantauan secara real-time.

Kegiatan ini dipandu oleh instruktur profesional dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BBPM Mektan). Materi yang disampaikan mencakup pemetaan digital, teknik penerbangan, hingga pengolahan data menjadi peta digital menggunakan aplikasi DroneDeploy. Peserta juga mendapatkan wawasan terkait pemanfaatan drone dalam kegiatan penyuluhan, seperti pemantauan serangan organisme pengganggu tanaman dan pendataan kondisi lahan.

Baca Juga: Di Hadapan Saudagar Bugis Makassar, Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian modern.

“Kami berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengoperasikan teknologi pertanian modern, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan digitalisasi. Penguatan sistem data pertanian berbasis teknologi juga menjadi fokus utama dalam mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan akurat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian merupakan kunci dalam mendorong transformasi pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital, termasuk drone, dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Ke depan, PEPI berkomitmen untuk terus mengembangkan pelatihan serupa dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Dengan penguasaan teknologi yang semakin baik, lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian presisi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.(*)