21 April 2026

Hari: 14 April 2026

Drone Ambil Alih Penyemprotan! Mahasiswa Politeknik Enjinering Kementan Ikut Terjun di Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kapuas – Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengikuti praktik penyemprotan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) menggunakan drone pertanian di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyemprotan lahan berbasis drone. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan presisi dibandingkan metode konvensional, terutama dalam aplikasi pestisida dan pupuk cair.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, transformasi dari sistem tradisional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas nasional.

“Penggunaan teknologi seperti drone mampu menekan biaya operasional, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung pertanian modern dan berkelanjutan.

Baca Juga: Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

“Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda, termasuk mahasiswa vokasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi perlu selaras dengan perkembangan teknologi di sektor pertanian. Ia menyebut praktik penggunaan drone sebagai implementasi pembelajaran berbasis teaching factory.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi teknis dan kesiapan kerja lulusan.

“Penggunaan drone pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan,” ujarnya.

Program CSR ini juga bertujuan mendorong transfer teknologi kepada masyarakat dan generasi muda pertanian. Mahasiswa yang terlibat mengaku antusias karena memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Kapuas serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.(*)

Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM, Magelang — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang melaksanakan tahapan wawancara bagi 268 calon mahasiswa baru jalur undangan yang berasal dari SMK pertanian dan anak petani berprestasi.

Wawancara dilakukan secara daring dari dua lokasi, yakni kampus Kusumanegara Yogyakarta dan kampus Tegalrejo Magelang, pada 7–9 April 2026.

Dari total sekitar 600 pendaftar, sebanyak 282 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 280 peserta mengikuti psikotes secara daring, dan 272 orang memilih jadwal wawancara. Dari jumlah tersebut, 268 peserta tercatat mengikuti proses wawancara.

Tahapan wawancara ini menjadi bagian penting dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk memastikan calon mahasiswa memiliki minat, komitmen, dan potensi di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong regenerasi petani.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sebagai kebutuhan mendesak bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

Sementara itu, Wakil Direktur III Polbangtan Yoma, Abu Zaenal Zakariya, menegaskan bahwa proses wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam potensi peserta, mulai dari minat, bakat, hingga komitmen mereka terhadap sektor pertanian.

“Wawancara ini penting untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesungguhan dalam mengembangkan pertanian serta mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan di Polbangtan Yoma tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kejujuran.

Polbangtan Yoma menargetkan lulusan yang mampu menjadi petani modern dan inovatif, serta berkontribusi dalam peningkatan produksi di berbagai subsektor, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Dengan bekal pengetahuan dan karakter yang kuat, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.(*)