Gelar Sharing Session, Kementan Buka Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis
TANIONDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar sharing session bertajuk “Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis Kementerian Pertanian” Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta pejabat fungsional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat arah riset institusi.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi yang mampu mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab tantangan sektor pertanian.
R. Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus.
“Kami berharap melalui sharing session ini, para dosen semakin termotivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dosen dalam publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian.
“SDM pertanian yang unggul harus didukung oleh riset yang kuat dan publikasi bereputasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi antara riset dan kebijakan.

Baca Juga: Pompanisasi Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi di Magelang
“Riset yang dihasilkan oleh institusi pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan lapangan dan mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber utama Dr. Ir. Widodo memaparkan strategi publikasi di Jurnal AGRARIS yang telah terindeks Scopus. Ia menjelaskan pentingnya memahami ruang lingkup jurnal, menjaga kualitas metodologi penelitian, serta konsistensi dalam penulisan artikel ilmiah sesuai standar internasional.
Narasumber lainnya, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, membahas critical points dalam publikasi bereputasi. Menurutnya, kualitas substansi penelitian, kebaruan (novelty), serta ketepatan dalam memilih jurnal menjadi faktor kunci untuk menembus jurnal internasional bereputasi.
Sementara itu, Abd. Haris Bahrun menyampaikan arah riset strategis nasional di lingkungan Kementerian Pertanian. Ia menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi vokasi harus selaras dengan program strategis Kementan, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, modernisasi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi aktif antara narasumber dan peserta. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam terkait strategi publikasi dan arah riset yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen dan pejabat fungsional Polbangtan Yoma semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah bereputasi, serta menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian nasional.(*)

