8 Juni 2026

Tahun: 2023

Gelar Bimtek Program Pekarangan Hortikultura Lestari di Cilacap, Ini Harapan Kementan

TANIINDONESIA.COM//CILACAP - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Cilacap, bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI. Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang petani dan 10 orang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan Hortikultura Lestari (PHL) peserta mendapatkan materi secara klasikal di Hotel Sindoro, Kabupaten Cilacap, Jum'at (8/9).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hortikultura merupakan subsektor pertanian yang memiliki kebanyakan kelebihan. Indonesia, kata Mentan Syahrul, memiliki beragam tanaman hortikultura yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sehingga, hal ini akan memiliki implikasi positif bagi pengembangan bisnis hortikultura ke depan. Bahkan, kata Mentan Syahrul, beberapa tanaman hortikultura Indonesia telah mampu menembus pasar internasional.

"Indonesia ini adalah negara yang penuh dengan berkah. Kita memiliki tanaman yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tentu ini menjadi keunggulan kita dan saya harap hal itu dapat terus dikembangkan," kata Mentan Syahrul.

Pemanfaatan pekarangan, menurut Mentan Syahrul adalah upaya yang semakin hari terus berkembang. Dengan begitu, pertanian tak melulu soal lahan yang luas, namun mampu memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.

"Itulah inovasi dan teknologi. Keduanya berkolaborasi membangun pertanian kita semakin maju, mandiri dan modern," kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, pertanian merupakan sumber rezeki yang bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Menurutnya, sektor pertanian adalah bisnis, sekaligus lapangan kerja yang sangat menjanjikan. "Banyak hal yang bisa dilakukan dalam memanfaatkan lahan pekarangan, salah satunya melalui budidaya tanaman hortikultura," ungkap Dedi.

Dedi melanjutkan, pemanfaatan lahan pekarangan, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan dapat mendukung ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. "Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan dan dikelola melalui pendekatan terpadu untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Oleh karenanya, mari manfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian produktif," ajak Dedi.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto berharap melalui Bimtek ini, bukan hanya meningkatkan aspek pengetahuan saja namun juga diikuti dengan praktek di lapangan.

Baca juga: Bersama Pramuka, Polbangtan Kementan Bina Karakter Mahasiswa

“Sebagai salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sudah menjadi kewajiban kami untuk bergerilya mendiseminasikan program dan inovasi dari Kementerian Pertanian. Melalui Bimtek ini, yang juga melibatkan PPL, kami berharap kedepannya ilmu yang didapat di ruangan ini dipraktikkan di lingkungannya masing-masing. Tentunya dengan pendampingan Dinas Pertanian, khususnya Bapak/Ibu PPL,” katanya.

Teti Rohatiningsih, anggota Komisi IV DPR RI yang juga hadir langsung di lokasi turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta Bimtek.

“Saat ini kita perlu berinovasi dan berkreasi dalam usaha pertanian agar tetap bisa bertahan serta berkembang kedepannya. Salah satu hal yg dapat dilakukan adalah melakukan usaha pertanian dengan memanfaatkan pekarangan rumah kita masing-masing, dan dikombinasikan dengan metode tumpang sari,” ujar Teti.

Ia juga berharap hasil panen diperoleh nantinya dapat dijual atau diolah untuk menghasilkan nilai ekonomi, namun utamanya adalah dimanfaatkan sendiri, terutama pada saat harga komoditas pertanian cukup tinggi.

Hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Mahbub Junaedi, selaku Kabid Hortikultura berkomitmen penuh untuk penggalakkan PHL di wilayahnya. Pasalnya program tersebut juga diproyeksikan dapat mendukung penuruan prevalensi stunting di masyarkat.

“Program PHL sudah cukup lama digalakkan di Kabupaten Cilacap, yang dulu bernama Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Tujuan dilaksanakannya program tersebut untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan marjinal/pekarangan/ruang terbuka, serta meningkatkan produksi sayuran di rumah tangga dan pendapatan rumah tangga. Apabila kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka harapannya mampu utk mendukung penurunan prevelensi stunting di masyarakat,” pungkas Mahbub.

Bersama Pramuka, Polbangtan Kementan Bina Karakter Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) tahun 2023 resmi dimulai pada Senin (11/9/2023). Bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kwartir Cabang (Pusdiklat Kwarcab) Kota Yogyakarta, KMD 2023 akan dilangsungkan selama satu minggu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu manfaat kegiatan KMD adalah memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengembangkan mental, fisik, intelektual, emosional dan lain sebagainya. Dengan begitu, mahasiswa dalam mengambil peran positif di tengah-tengah masyarakat.

"Mahasiswa Polbangtan YOMA harus mampu merespon tantangan dengan menjadi manusia yang unggul untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern," kata Mentan Syahrul.

Dikatakannya, teori dan praktik harus seiring sejalan agar mahasiswa dapat menjadi solusi bagi pengembangan pertanian Indonesia ke depan. Sebagai insan pertanian, Mentan Syahrul menilai mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki motivasi tinggi untuk dapat memajukan pertanian Indonesia melalui penguatan karakter yang ditempa dalam kegiatan kepramukaan.

"Mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki kerangka berpikir sebagai intelektual pertanian. Oleh karenanya, harus memiliki kemampuan dalam menata dan mengelola sebuah konsepsi agar dapat diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat kita," tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSSMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, sebagai bagian dari insan pertanian dan generasi milenial, mahasiswa Polbangtan YOMA harus memiliki daya nalar yang mumpuni dalam membangun sektor pertanian Indonesia yang begitu melimpah.

"Sebagai insan pertanian atau petani milenial, tentu mahasiswa Polbangtan YOMA yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ke depan, termasuk dalam sektor pertanian. Oleh karenanya, petani milenial harus cerdas, berpendidikan tinggi dan inovatif, juga adaptif terhadap perkembangan zaman," ujar Dedi.

Baca juga: Bimtek Petani dan Penyuluh, Kementan Ajak Warga Banyumas Optimalkan Pekarangan

Dengan begitu, Dedi berharap tujuan pembangunan nasional yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan produktivitas, menggenjot ekspor dan menciptakan kesejahteraan untuk rakyat dapat tercapai.

"Maka, diperlukan karakter mahasiswa yang kuat pula. Punya kemampuan mumpuni. Melalui kegiatan KMD inilah hal itu dipupuk dan dibangun," tutur Dedi.

Direktur Polbangtan YOMA yang diwakili oleh Wakil Direktur I, Sujono, menerangkan bahwa pelaksanaan KMD merupakan salah satu tahapan yang rutin dilaksanakan untuk menumbuhkan karakter unggulan bagi mahasiswa baru.

“Pendidikan vokasi mempunyai ciri khas pengembangan karakter yang kuat, salah satunya yaitu melalui kegiatan Pramuka Saka Taruna Bumi yang membidangi pertanian ini akan memberi bekal pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman praktis,”ujarnya.

Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Heroe Poerwadi selaku ketua Kwarcab Kota Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa dengan aktif mengikuti kegiatan Pramuka, akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan karakter mahasiswa ketika nanti terjun di masyarakat.

“Pengalaman yang didapat dalam Pramuka Saka Trauna Bumi akan memantapkan adik-adik ketika terjun ke masyarakat, khususnya dalam membangun pertanian,” ujar mantan Walikota Yogyakarta tersebut.

Setidaknya ada 6 materi umum dalam KMD kali ini yaitu Kepramukaan, Anggaran Dasar dan Anggra Rumah Tangga Gerakan Pramuka; Program Kegiatan Peserta Didik; Cara Membina dengan Sistem Among; Organisasi, Kecakapan Pramuka dan Alat Pendidikan; serta Kegiatan di alam terbuka.

SDM Pertanian Ungkit Produktivitas Wujudkan Pertanian Maju, Mandiri, Modern

TANIINDONESIA.COM//KABUPATEN BANDUNG - Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan perekonomian dan kehidupan rakyat Indonesia. Pertanian sebagai kebutuhan mendasar, tidak boleh mati. Dari tangan para petani, penyuluh dan insan pertanian lainnya, pertanian menjadi hebat dan luar biasa.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, “Tantangan pangan tahun 2023 semakin sulit. Untuk itu, saya mengajak semua insan pertanian aktif mengantisipasinya melalui strategi mitigasi dan adaptasi serta lakukan kolaborasi antara pusat, daerah, perbankan dan para stakeholder yang lain dalam rangka menyikapi ancaman krisis pangan dan mengembangkan pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim.”

"Perkuat kolaborasi kita juga dengan digital sistem dan sistem pertanian yang maju. Gerakkan setiap kegiatan dan program yang sudah direncanakan. Saya tahu pasti ini tidak mudah karena memerlukan langkah fokus dan pasti ada tantangan, tidak perlu takut, saya siap backup," tutur SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, melakukan silaturahmi dengan petani milenial, pengelola P4S, Ketua DPW Perhiptani Provinsi Jawa Barat, Ketua DPP Perhiptani Kabupaten Bandung, dan penyuluh pertanian, Jumat (8/9/2023). Silaturahmi dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bumi Mazarie.

Baca juga: Gelar Bimtek Program Pekarangan Hortikultura Lestari di Cilacap, Ini Harapan Kementan

Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Bandung, Ferry, di awal pertemuan memberikan penjelasan tentang kondisi penyuluhan pertanian di Kabupaten Bandung dan kegiatan Perhiptani yang dilakukan selama ini.  “Jumlah penyuluh pertanian sebanyak 167 orang terdiri dari PNS dan P3K, Penyuluh Pertanian TBPP dan TBPP daerah, penyuluh pertanian swadaya sebanyak 150 orang yang membina 280 desa dengan potensi pertanian lengkap mulai dari sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan,” kata Ferry.

Kepala BPPSDMP melakukan dialog dengan seluruh insan pertanian yang hadir. Berbagai capaian dan permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian, petani, pengelola P4S diungkapkan. Kepala BPPSDMP memberikan arahan. “Tugas BPPSDMP melakukan pendampingan bagi petani, petani milenial, P4S, penyuluh pertanian dan perhiptani,” tuturnya lagi. Kepala Badan menjelaskan pada bulan Oktober 2023 rencana ada kegiatan Tani on Stage di Bogor. “Saya minta semua insan pertanian aktif di kegiatan ini, karena banyak kegiatan yang akan mengakomodir dan mengkoordinasikan kegiatan yang menunjang program Kementan, salah satunya membuka peluang ekspor dengan mempertemukan petani dengan berbagai offtaker untuk membuka peluang ekspor.” ujarnya.

Sekretaris Forum Komunikasi P4S Jawa Barat, Udin Syafrudin, melaporkan keragaan jumlah P4S dan kegiatan yang dilakukan P4S untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.  Jumlah P4S di Jawa Barat sebanyak 331 P4S tersebar di seluruh kabupaten di Jawa Barat.

Ketua P4S Bumi Mazarie yang juga seorang petani milenial, Nasrul, memberikan penjelasan aktivitas permagangan dan usahatani yang dilakukan. Usahataninya lengkap dari pembibitan hingga pengolahan hasil pertanian komoditas ubi jalar. Pembinaan yang dilakukan di Kecamatan Arjasari dan Baleendah sebanyak 13 kelompk tani. Permagangan terbuka untuk siswa dan mahasiswa seperti, UNPAD, UNINUS, UNPAS dengan subyek magang tentang budidaya dan pengolahan ubi jalar.

Menutup kegiatan, Kepala BPPSDMP menyampaikan motivasinya kepada seluruh yang hadir. “SDM menjadi faktor utama pengungkit produktivitas di bidang pertanian. SDM pertanian berperan dalam pembangunan pertanian. Tetap semangat, karena SDM Pertanian memberikan kontribusi paling besar dalam peningkatkan produksi dan produktivitas,” tegasnya. (Yoko/Che)

Bimtek Petani dan Penyuluh, Kementan Ajak Warga Banyumas Optimalkan Pekarangan

TANIINDONESIA.COM//BANYUMAS - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), bekerjasama dengan anggota Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh wilayah Banyumas, pada 4 September 2023 bertempat di Surya Yudha Purwokerto Jawa Tengah.

Bimtek mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari, diikuti oleh 100 peserta. Dalam kesempatan itu, Kementan mengajak warga Banyumas mengoptimalkan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pemanfaatan pekarangan untuk pangan lestari merupakan bagian dari pembangunan pertanian

"Pengembangan lahan pekarangan bertumpu pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga sekaligus menjadi bagian dari pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, penyuluh memiliki peran penting pemanfaatan lahan pekarangan.

"Penyuluh pertanian berperan penting mendorong pengembangan Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Lestari sebagai ´miniatur pertanian´ Indonesia menyokong ketahanan pangan," sebut Dedi.

Baca juga: Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan bahwa pengoptimalan pekarangan untuk kecukupan pangan memang seyogyanya harus terus diupayakan mengingat alih fungsi lahan yang terjadi terus menerus.

“Alih fungsi lahan untuk pembangunan di area pula Jawa tidak dapat terelakkan, sedangkan pengoptimalan lahan di luar Jawa bukan hal mudah karena harus melalui treatment tertentu," katanya.

"Oleh karena itu mari kita optimalkan lahan-lahan marjinal, lahan-lahan pekarangan untuk mewujudkan ketahanan pangan utamanya di lingkup rumah tangga,” ujar Bambang.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sunarna, memotivasi para peserta Bimtek untuk menerapkan teknologi smart farming dalam pengelolaan pekarangannya.

“Belakangan ini marak penggunaan AI (Artificial Intelegent) dalam segala bidang, ini bisa juga diterapkan bapak dan ibu sekalian dalam mengelola pekarangan. Jangan salah, pekarangan juga bisa menjanjikan secara ekonomi jika dikelola dengan baik,” kata Sunarna.

Hadir sebagai fasilitator kegiatan yaitu Sriwaryati yang juga merupakan Ketua Persatuan Wanita Tani Banyumas (PERWATIMAS). Dalam materinya, Sriwaryati menunjukkan beberapa success story dari pengelolaan pekarangan yang dilakukan oleh KWT diantaranya yaitu usaha penyedian bibit tanaman, pengelolaan kolam ikan, hingga pengelolaan hasil pekarangan menjadi berbagi pangan olahan.

“Utamanya memang ditujukkan untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga, namun dengan usaha lebih tidak dipungkiri bahwa pengelolaan pekarangan juga dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan keluarga hingga penanganan rawan pangan dan gizi di daerah,” tandasnya.

Upaya Jaga Kerahasian Negara, Polbangtan Kementan Benahi Arsip Habis Masa Retensi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) memusnahkan arsip yang sudah habis jangka waktu penyimpanan atau retensinya.

Pemusnahan arsip dilaksanakan di Polbangtan YOMA, pada 5 September 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari empat pilar penunjang pembinaan arsip yang terdiri dari penggunaan arsip aktif, pemeliharaan arsip, penyusutan arsip, dan pemusnahan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian untuk menjaga kerahasiaan negara.

"Kegiatan ini adalah bagian rutin untuk menjaga kerahasiaan negara. Berkas-berkas yang tidak diperlukan lagi sebaiknya musnahkan agar tidak menumpuk," kata Syahrul.

Hal senada Disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

"Dengan pemusnahan dokumen ini, berarti harus ada dokumen-dokumen pendukung lain yang tentunya harus mendukung kemajuan pertanian," ujarnya

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menjelaskan jika pemusnahan arsip yang habis masa retensinya merupakan salah satu langkah untuk menjaga kerahasian Negara.

“Arsip-arsip non aktif yang sudah habis masa retensinya tetap mengandung informasi-informasi penting terkait kelembagaan. Kegiatan pemusnahan arsip ini selain untuk optimalisasi ruangan penyimpanan arsip sekaligus upaya untuk menjaga kerahasiaan Negara sesuai dengan peraturan yang dimandatkan,” ujarnya.

Sebanyak 3879 berkas arsip yang sudah habis masa retensi yang terdiri dari arsip kepegawaian, arsip milik bagian perlengkapan, arsip bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan, serta arsip panitera.

Arsip-arsip tersebut selanjutnya diserahkan kepada UD Mandiri selaku rekanan kegiatan pemusnahan yang sudah memiliki MoU dengan Polbangtan YOMA.

Pengawalan dilakukan ketat mulai dari penyerahan hingga dipastikan seluruh arsip sudah dihancurkan sempurna.

Kementan Gandeng TNI AU Bentuk Karakter Tangguh Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 185 Mahasiswa Baru (Maba) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Jurusan Pertanian mengikuti kegiatan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (Mabidama), sekaligus penanda dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan Mabidama dilaksanakan tanggal 2 - 7 September 2023.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru diberikan bekal untuk membentuk sikap dan karakter jiwa yang berbudi luhur, sehingga dapat membentuk lulusan sebagai qualified job creator dan qualified job seeker, bermental baja, pekerja keras, pekerja cerdas, dan menjadi wirausaha muda pertanian yang professional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menganggap penting, pembentukan karakter bagi mahasiswa baru pertanian.

"Dengan karakter yang kuat dan mental baja, kita akan memiliki wirausahawan muda sektor pertanian yang tangguh. Dan ini akan berdampak bagus untuk masa depan pertanian kita," sebut Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan masa depan pertanian ada di generasi muda.

"Oleh sebab itu, kita selalu mendorong regenerasi petani. Pertanian harus digarap dengan cara kekinian, oleh karenanya peran generasi muda sangat penting," ujar Dedi.

Baca juga: Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

Untuk itu, Dedi mengimbau para mahasiswa baru bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, mengatakan Mabidama erat kaitannya dengan pembentukan disiplin dan karakter yang tangguh namun jauh dari praktek perploncoan. Membentuk generasi pertanian yang tangguh dan berkarakter bukanlah hal yang mudah, apalagi di era sekarang. Generasi Z yang lebih menyukai kefleksible-an menjadi tantangan tersendiri.

“Melalui Mabidama, anak-anakku, mahasiswa baru yang kelak akan menjadi generasi penerus pertanian kalian akan dilatih dan didampingi kakak tingkat kalian untuk menyesuaikan dengan atmosfer Polbangtan YOMA. kata Bambang.

“Kedisiplinan memang menjadi salah satu kunci dan ciri khas Polbangtan, namun itu semua tentunya kami jamin jauh dari praktek perploncoan,” tambah Bambang.

Bekerjasama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (AU) Adisutjipto Yogyakarta, selama kurang lebih satu minggu, mahasiswa baru tersebut diberikan berbagai materi dalam ruangan dan juga materi bina fisik.

“Kegiatan dikemas dengan penyampaian materi seputar kehidupan kampus dan diisi dengan materi-materi yang bernas dari berbagai narasumber. Manfaatkan momen ini untuk membangun karakter yang kuat, disiplin, dan berdaya juang tinggi. Agar nantinya Ananda memiliki karakter unggul, mudah bersosialisasi, dan menjadi contoh bagi masyarakat," lanjutnya

Bambang juga menyampaikan, selain menerapkan metode klasikal, selama 4 tahun masa pendidikan, mahasiswa akan banyak mengikuti pembelajaran teaching factory, praktek kerja lapang, magang, studi banding, kajian lapang, kaji terap, dan mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Secara akademis, Polbangtan telah menyiapkan agenda intelektual yang padat dan terukur. Metode pembelajaran yang diterapkan di Polbangtan mengedepankan praktek, sehingga lulusannya siap kerja. Selain itu, Polbangtan juga membekali sertifikasi kompetensi bagi mahasiswanya,” pungkas Bambang.

Bangun Generasi Penyuluh Pertanian Profesional, Kementan Latih Penyuluh di Empat Provinsi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Penyuluh pertanian memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian menjadi salah satu tugas dan fungsi utama penyuluh pertanian sebagai garda terdepan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendukung penuh peran penyuluh pertanian.

Menurut Mentan, pada era 4.0 pertanian semakin berkembang pesat. Kualitas SDM pertanian harus terus menyesuaikan diri. Untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian nasional, Mentan SYL menilai salah satu faktor utamanya adalah SDM.

Diakui SYL peran penyuluh sangat penting dalam menumbuhkan pertanian yang lebih kuat dan modern, karena penyuluh adalah ujung tombaknya pembangunan pertanian.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa SDM pertanian seperti widyaiswara, dosen, petani, penyuluh pertanian, praktisi pertanian lainnya harus terus ditingkatkan kapasitasnya untuk menerapkan inovasi teknologi pertanian. Kunci pembangunan suatu bangsa diawali dari pembangunan SDM.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai bagian dari BPPSDMP turut mengambil peran dalam peningkatan kapasitas SDM pertanian. Melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan, BBPP Lembang membekali aparatur dan non-aparatur pertanian dengan tujuan utama peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli yang selama 21 hari mulai 21 Agustus hingga 10 September 2023.

Pelatihan diikuti oleh 30 orang penyuluh pertanian ahli dari empat provinsi, yakni: Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat. Proses pembelajaran dilakukan secara klasikal di BBPP Lembang dan praktik kompetensi di Kabupaten Bogor.

Fasilitator berasal dari Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Widyaiswara, dinas/instansi yang relevan, dan para praktisi.

Peserta mendapat 168 JP yang terdiri dari 14 materi inti, yaitu: Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian, Pendidikan Orang Dewasa (POD), Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem, Programa Penyuluhan Pertanian, dan Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP).

   Baca juga: Tingkatkan Akses Keuangan Petani Milenial, Kementan Dorong Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan

Untuk memberikan motivasi dan pandangan baru kepada peserta, pembelajaran diawali dengan penyampaian materi dasar “Pengembangan Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluh Pertanian”. Materi dibawakan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, setelah membuka pelatihan.

Disampaikan Ajat, sebagai bagian dari ASN, penyuluh berpendoman pada core values BerAKHLAK serta budaya kerja lainnya yang mendukung tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Peserta juga dibekali dengan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian yang disampaikan oleh Muhamad Amin, Kepala Puslatan. Pada kesempatannya Ia menyampaikan strategi kebijakan nasional yang dilakukan Kementerian Pertanian, terlebih pasca Covid-19 dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi) dan dilakukan secara partisipatif dengan menggabungkan berbagai metode, antara lain: ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, simulasi, praktik/seminar hasil praktik, observasi lapangan, dan pemecahan masalah.

Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok besar selama proses pembelajaran hingga akhir penilaian akhir. Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem menjadi salah satu materi yang menjadi dasar dalam menyusun programa penyuluhan di wilayah praktik kompetensi.

Bertempat di Wilayah IV BPP Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, peserta melakukan obeservasi lapang secara berkelompok.

Usai serangkaian pelatihan dasar ini, diharapkan para penyuluh mampu menyusun program penyuluhan pertanian sesuai dengan potensi dan kebutuhan di wilayahnya masing-masing.

Di sela-sela observasi lapang pada 4-9 September 2023, Chazim Ali Seham mengungkapkan kesannya. Ia menyatakan pelatihan dasar fungsional ini memberikannya banyak ilmu dasar yang perlu dipahami oleh seorang penyuluh pertanian.

“Setelah belajar lebih dalam, saya lebih memahami bahwa penyuluhan memerlukan proses yang cukup panjang dan runut. Kegiatan yang dilakukan harus terencana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. (DRY/YKO)

Tingkatkan Akses Keuangan Petani Milenial, Kementan Dorong Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan

TANIINDONESIA.COM//MAKASAR – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), bersama program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), mengadakan Workshop Akselerasi Inklusi Keuangan Usaha Pertanian, Program YESS yang dilaksanakan di Makasar tanggal 6-7 September 2023.

Pelaksanaan workshop ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk terus mendorong inklusi keuangan serta meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholders, sehingga upaya-upaya untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan juga merata dapat diraih.

Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus mempercepat upaya memperluas akses dan inklusi keuangan bagi masyarakat, dengan tujuan mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan nasional, terutama di sektor pertanian.

Kementan juga mendorong dan mengajak keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian melalui program-program pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian, salah satu nya melalui program YESS.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengimbau anak-anak muda tak ragu terjun ke usaha sektor pertanian.

"Petani milenial itu lebih open mind, tinggal di-trigger lebih kuat. Yang muda itu punya militansi tinggi, aku mau lihat kamu kaya," ujar Syahrul

Ia meyakini kemampuan generasi muda dalam mengembangkan bisnis jauh lebih efisien dan modern jika dibandingkan dengan generasi tua yang mendominasi profesi petani saat ini.

Baca juga: Kementan Gelar Rakor Ungkap Strategi Penanganan Dampak El Nino di Banten

Terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap program YESS dapat mewujudkan regenerasi pertanian, juga semakin meningkatnya kompetensi sumber daya manusia di pedesaan dan meningkatkan jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” ungkap Dedi.

Pada Workshop tersebut,Kepala Pusat Pendidikan Pertanian,sekaligus Direktur Program YESS Idha Widi Arsanti mengatakan tujuan dari Workshop akselerasi inklusi keuangan adalah untuk mensinergikan langkah dengan para stakeholder untuk agar tercapai keberhasilan inkusi dan literasi keuangan di wilayah Program YESS.

“Peran dan support dari stakeholder sangat penting untuk keberhasilan inklusi dan literasi keuangan di daerah seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Perusahaan Swasta, dan Lembaga Keuangan,” sebut Santi.

Workshop dihadiri oleh 52 peserta yang berasal dari OJK Provinsi Sulsel, PT. BPD Sulselbar Divisi CSR, PT. Huadi Indonesia, PT. Unity Nickel-Alloy Indonesia, PT. Hengseng New Energy Material, PT. Semen Bosowa, PT. Mars, PT. Cargill dan perwakilan dari TPAKD, Ketua BAZNAS, BAPPEDA, Financial Advisor (FA) dan District Implementation Team (DIT) yang berasal dari Kabupaten Maros, Gowa, Bantaeng, Bone dan Bulukumba.

Kementan Gelar Rakor Ungkap Strategi Penanganan Dampak El Nino di Banten

TANIINDONESIA.COM//BANTEN – Kemarau panjang yang disebabkan fenomena El Nino, turut dirasakan dampaknya di Provinsi Banten. Untuk memastikan dampak El Nino tidak terlalu meluas untuk sektor pertanian, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP menyampaikan sejumlah strategi menangani El Nino.

Strategi-strategi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Provinsi Banten tahun 2023, Selasa (5/9/), di Hotel Ledian and Cottage, Banten.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian akan terus melakukan upaya koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah untuk menghadapi dampak El Nino di sektor pertanian.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Syahrul selalu mendorong para kepala daerah untuk mengantisipasi dampak El Nino. Ia menyebut kekeringan ekstrem akan mengancam produksi pangan.

"Kita perlu mengantisipasi dampak perubahan iklim ekstrem kekeringan (El Nino) agar tidak berdampak terhadap penurunan produksi pangan," sebut Menteri Syahrul.

Mentan juga membeberkan, sebanyak 560 ribu hektare (ha) areal pertanian terancam kekeringan ekstrem akibat El Nino.

“El Nino ekstrem berpotensi menyebabkan kekeringan sekitar 560.000 hektare, sedangkan pada kondisi normal hanya 200 ribu hektare,” beber Syahrul

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Penanganan Dampak El Nino adalah fokus kementerian pertanian dan merupakan hal penting.

"Penanganan dampak El Nino adalah penting. sebab, berkurangnya air dapat mengganggu produktivitas pertanian. Apalagi, pertanian kita di Indonesia masih mengandalkan air hujan untuk pengairan, jadi perlu dicari alternatif sumber air, salah satu nya air tanah dan pipanisasi," jelas Dedi.

Dedi juga menjelaskan strategi penanganan kekeringan akibat El Nino. Yaitu, dengan memprioritaskan standing crop, yang masih dapat diselamatkan, upayakan.

"Selain itu, percepatan tanam, segera lakukan (tanam), manfaat kan air yang ada.

Baca juga: Siap Sukseskan Pembangunan Pertanian, Polbangtan Kementan Wisuda Calon Agripreneur

“Sekali lagi yang paling penting adalah koordinasi dan mengeksekusi dalam gerakan ini," tegas Dedi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, melaporkan update kondisi kekeringan dan perkembangan penanganan dampak El Nino di Provinsi Banten

"Secara umum saya laporkan El Nino di Provinsi Banten tidak menyeramkan dan menakutkan karena kami sudah bergerak bersama melakukan antisipasi di lapangan," katanya.

Menurutnya, faktanya di Banten air masih tersedia disini, hujan masih turun sesekali.

Agus menambahkan, saat El Nino sedang menerpa, sejumlah kecamatan di Banten justru panen padi ribuan hektare.

Salah satu contohnya adalah di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Pada periode Agustus-September, Kramatwatu panen raya hingga 2.360 hektare.

“Itu baru satu kecamatan,” ujar Agus.

Ia mengatakan, beberapa daerah di Banten masih bisa panen raya karena para petani sudah tahu akan ada El Nino. Untuk itu, para petani menanam lebih cepat yakni pada Juni lalu.

“Sekarang saat sedang kering-keringnya, mereka justru panen,” terangnya.

Agus menerangkan, luas panen padi yang berpotensi pada Agustus-Oktober 2023 yakni 113.419 hektare. Jumlah itu tersebar di delapan kabupaten/kota di Banten kecuali Kota Tangerang Selatan.

Dari potensi luas panen padi 113.419 hektare, produksi padi diperkirakan 601.577 ton gabah kering giling (GKG) dan produksi beras 380.377 ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi, 349.882 ton.

Siap Sukseskan Pembangunan Pertanian, Polbangtan Kementan Wisuda Calon Agripreneur

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menggelar wisuda bagi Sarjana Terapan tahun akademik 2022/2023. Prosesi wisuda digelar di The Rich Hotel Yogyakarta pada Selasa (29/08).

Dalam rangka wisuda Polbangtan tahun 2023 ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa Polbangtan adalah salah satu institusi andalan yang memiliki misi untuk menghadirkan pertanian yang lebih maju, semakin mandiri dan modern.

“Polbangtan adalah salah satu institusi yang menjadi andalan untuk menghadirkan pertanian yang lebih maju, semakin mandiri dan modern. baik bagi petani, negara dan daerah” sebut Mentan Syahrul.

“Oleh karena itu kalian sebagai lulusan-lulusan yang telah dilatih dan digodok serta ditempa dengan kuat di Polbangtan, menjadi andalan dan energi pertanian di daerah masing -masing dimana kalian berada.

Baca juga: Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanian, Kementan Gelar Training of Trainers

Saya berharap lulusan Polbangtan yang ada di seluruh Indonesia, mampu berkontribusi menghadirkan berbagai aktivitas pertanian yang lebih baik, lebih maju, mandiri dan modern” sebut Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi turut menyatakan bahwa lulusan Polbangtan merupakan aktor pembangunan pertanian.

“Kalian harus siap ditempatkan semua lini pembangunan pertanian mulai budidaya, panen dan pasca panen. Pembangunan Pertanian saat ini adalah dengan agribisnis, maka Pendidikan vokasi ini diciptakan untuk melahirkan kalian sebagai job creator. Kalian harus siap masuk disini membangun dan menciptakan wirausaha pertanian” ujar Dedi.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti yang hadir langsung dalam gelaran wisuda Polbangtan YOMA turut memberikan ucapan selamat serta memotivasi para wisudawan.

“Wisuda hari ini mempunyai arti yang penting karena masyarakat, bangsa dan negara akan segera menyaksikan kiprah Saudara-saudara yang telah terdidik dan ditempa di Polbangtan. kata Santi.

Para lulusan diharapkan menjadi pilar utama dalam pembangunan nasional melalui berbagai Program Utama Kementan seperti pembiayaan usaha pertanian melalui KUR Peningkatan Produksi Tanaman Pangan melalui Pengembangan Kawasan Berbasis Korporasi (PROPAKTANI), akselerasi ekspor melalui program Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS), dan Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian serta TANI AKUR di BPPSDMP.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Kompeten dan Berkarakter serta Berkontribusi Nyata dalam Pembangunan Pertanian” Polbangtan YOMA mewisuda 583 wisudawan dari 23 provinsi.

Para wisudawan tahun ini terdiri dari Program Mahasiswa Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program RPL merupakan salah satu program khusus yang diselenggarakan guna mengakomodir para penyuluh pertanian untuk meningkatkan kapasitas diri dengan menempuh pendidikan sarjana.

“Hari ini, 29 Agustus 2023 Polbangtan Yogyakarta- Magelang mewisuda sejumlah 583 orang, terdiri dari 303 Wisudawan Reguler Jurusan Pertanian dan Peternakan serta 280 Wisudawan RPL,” terang Bambang Sudarmanto, Direktur Polbangtan YOMA.

Baca juga: Lepas Ekspor Kacang Hijau 1.000 Ton, Mentan: Pertanian Indonesia Tangguh

Sebanyak 583 wisudawan tersebut terinci dari 34 wisudawan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, 67 wisudawan Program Studi Agribisnis Hortikultura, 64 wisudawan Program Studi Teknologi Benih, 35 wisudawan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, 69 orang wisudawan Program Studi Teknologi Produksi Ternak, dan 34 wisudawan Program Studi Teknologi Pakan Ternak, disamping itu juga mewisuda mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan dan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan sejumlah 280 wisudawan.

Bambang juga menyampaikan kepada orangtua wisudawan yang hadir bahwa profil lulusan Polbangtan YOMA salah satunya adalah sebagai wirausaha muda pertanian, sehingga jika putra-putrinya memulai usaha diharapkan dapat didukung penuh.

“Jadi kalau putra putri memulai usaha, itu bukan menunggu kerja Bapak/Ibu, dan ini adalah hal yang luar biasa, kalau itu bisa terwujud maka putra putri Bapak/Ibu adalah bukan pencari kerja namun sebaliknya membuka lapangan kerja bagi orang lain atau masyarakat sekitar, karena itu mohon dukung putra putri bapak untuk menjadi pengusaha. Sekedar informasi, wirausahawan di Indonesia sekarang ini masih berkisar pada angka 3,47%, sementara Malaysia dan Thailand sudah diatas 4%, Singapura sudah diangka 8,6%, dan negara negara maju dikisaran 10-12%, bahkan banyak yang lebih dari itu,” terangnya.

Sementara, lanjut Bambang, untuk wisudawan program regular juga sudah ada yang diterima bekerja.

“diantaranya diterima di PT. Mustika Jaya sebanyak 11 orang, di PT Medion 3 orang, sudah lolos sebagi Spesified Skill Worker pada House Farm di Jepang sebanyak 12 orang dan akan menyusul 70 orang lainnya sudah mengikuti pelatihan budaya dan bahasa jepang menunggu proses seleksi. Diantara wisudawan program reguler juga sudah ada yang menjadi wirausahawan, diantaranya Saudara Jamaludin Nur Ridho,” pungkasnya.(***)