30 April 2026

Wamentan

Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut penyuluh berperan secara signifikan dalam capaian swasembada pangan Indonesia.

Hal ini disampaikan pada Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Brigade Pangan di Kantor Camat Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

Di depan 750 peserta yang hadir, Ia mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras pada akhir 2025.

“Berkat kerjasama semua pihak, Indonesia telah swasembada pangan dan tidak lagi impor beras!” sebutnya.

Karena inilah, Ia menyebut harga beras dunia turun hingga setengahnya. Pasalnya, sebelumnya Indonesia menjadi pelanggan beras terbesar dunia. Dan, kini tidak lagi mengimpor beras.

“Penyuluh berpengaruh besar dalam membawa kesejahteraan petani Indonesia. Sekaligus mempunyai andil dalam memotong harga beras dunia.” jelas Wamentan Sudaryono.

Untuk itu, Ia mengajak penyuluh untuk terus meningkatkan kinerjanya. Karena keberhasilan pangan Indonesia bergantung pada performa penyuluh di lapangan.

Seperti diketahui, sejak 1 Januari 2026, Penyuluh Pertanian telah ditarik dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian, sesuai dengan Inpres No 3 Tahun 2025.

Dijelaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, upaya ini untuk mempercepat swasembada pangan.

“Jumlah penyuluh yang dipindahkan ke Kementerian Pertanian sejumlah 38.318 orang. Penyuluh di Jawa Tengah mencapai 3.302 orang di 35 kabupaten/kota.” ucapnya.

Ia menyebut Penyuluh Pertanian harus menjadi agen perubahan dan percepatan program-program utama Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak pelaksanaan luas tambah tanam, optimasi lahan rawa dan non rawa, padi lahan kering, akses petani ke Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pendampingan dalam penggunaan benih unggul, maupun pupuk yang efisien serta penumbuhan brigade pangan dalam regenerasi pertanian yang adaptif terhadap teknologi.” papar Idha.

Hadir dalam acara, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo mengatakan dengan PPL dalam satu komando Kementerian Pertanian dapat mendukung percepatan adopsi teknologi pertanian di tingkat petani, sehingga hal ini menjadi lebih efektif.

“Kami berharap PPL memiliki arah kerja yang lebih jelas, terfokus, dan selaras dengan kebijakan nasional seperti swasembada pangan, modernisasi pertanian, serta ketahanan pangan dan kemandirian pangan.”ucapnya.

Sehingga, Ia melanjutkan, pembinaan karier, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara terstruktur dan seragam secara nasional.

“Dengan hal ini akan dapat meningkatkan kualitas PPL sebagai tenaga profesional di bidang penyuluhan.” pungkasnya.

Pj. Brigade Pangan Kabupaten Grobogan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut acara ini ditujukan untuk memberikan pembinaan kepada PPL agar memahami tugasnya di lapangan dalam mensukseskan program-program strategis Kementerian pertanian, khususnya program Brigade Pangan.(*)

Cetak SDM Unggulan, Wamentan Lepas 267 Wisudawan Polbangtan Yoma

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mewisuda 267 orang mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) pada Rabu (20/08/2025).

Bertempat di Graha Pradipta, Banguntapan - Bantul, DI Yogyakarta, Wamentan Sudaryono secara khusus melepas 261 wisudawan regular dan 6 wisudawan Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Dalam kesempatan ini, Ia mendorong wisudawan untuk menjemput impian dengan usaha terbaiknya.

“Takdir tidak ada satupun yang tahu. Ketetapan Tuhan tidak ada yang tahu. Belajar dengan keras, manakala kesempatan itu datang, kita sudah siap,” ucapnya.

“Jangan pernah meremehkan dirimu, jemput takdir dengan usaha terbaikmu.” dorong Wamentan.

Untuk itu, Wamentan Sudaryono mengajak wisudawan untuk bangkit membangun sektor pertanian.

“Kiprah Anda dinantikan oleh Masyarakat. Jadilah wirausahawan terbaik, pengusaha terbaik, jadilah yang terbaik,” ucapnya.

Selebihnya, Ia mengatakan pendidikan berperan penting dalam meningkatkan value.

“Saya dari Grobogan. Orang tua saya petani, tidak punya ijazah SD. Saya menjemput takdir, modal saya adalah pendidikan.” jelasnya.

Mendapatkan beasiswa Kementan adalah kesempatan terbaik yang sudah didapatkan oleh wisudawan. Setelah melalui seleksi ketat untuk diterima di Polbangtan Yoma.

Untuk itu, Ia pun mendorong wali wisudawan yang hadir untuk mendampingi keberhasilan putra – putrinya.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek dan Serkom

“Putra – putri Anda sulit masuk (Polbangtan Yoma), dan hari ini telah terbukti lulus dengan baik. Dorong terus, motivasi terus. Dan doakan putra – putrinya.” kata Wamentan.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menaruh harapan besar pada wisudawan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya pada masyarakat.

“Saya sangat berharap agar lulusan Polbangtan Yoma dapat menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan mengatakan Polbangtan Yoma bertugas menyiapkan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha.

Menegaskan komitmennya ini, Ia menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk bersama mengkurasi calon - calon pengusaha muda pertanian. Melalui pembangkitan semangat berusaha, berinovasi, dan berjejaring.

“Sebanyak 65 wisudawan telah berwirausaha dan 6 wisudawan merupakan penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP),” jelas Hermawan.

Tak hanya itu, 42 wisudawan lainnya diterima di beberapa perusahaan ternama dan BUMN.

Ia mengatakan sektor pertanian membutuhkan generasi muda untuk menjadi agrosociopreneur, pencetus ide, inovator dan motor penggerak pembangunan daerah.

“Mahasiswa Polbangtan Yoma disiapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi wirausahawan pertanian yang tangguh dan berdaya saing global.” jelasnya.

Ia mendorong wisudawan untuk memanfaatkan teknologi terkini.

“Saudara harus adaptif memasuki era 5.0 (human-centered society) yang memadukan teknologi cerdas (AI, IoT, big data, robotik) dengan pemecahan masalah sosial,” cetusnya.

Ia menambahkan, teknologi bukan hanya untuk produksi, tapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ajak generasi muda di lingkungan saudara membangun desa, membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern. Indonesia Emas 2045 adalah generasimu, dan lumbung pangan dunia adalah kiprahmu,” ucap Hermawan.(***)

Dukung Ekspor Pertanian, Wamentan Luncurkan Program Milenial Siap Ekspor di Bali

TANIINDONESIA.COM//BALI - Untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas pertanian, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melaksanakan pelepasan ekspor komoditas pertanian yang melibatkan petani milenial, dan didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Rabu (12/2/2025).

Kegiatan ini berlangsung serentak di berbagai wilayah dengan lokasi utama di Kabupaten Tabanan, Bali, yang turut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta.

Kegiatan yang digelar di Jalan Raya Marga Apuan Km 7, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ini juga melibatkan pejabat penting lainnya seperti Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, serta jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wamentan Sudaryono menegaskan pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan nasional, baik dalam menjamin ketersediaan pangan, mengurangi pengangguran di pedesaan, maupun mempercepat pemerataan ekonomi.

Sudaryono juga mengingatkan urgensi peran petani milenial dalam mengembangkan pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.

Ia mengajak petani milenial untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dan perbankan.

"Milenial Siap Ekspor adalah salah satu program Kementerian Pertanian untuk mendorong petani milenial agar produk mereka memiliki daya saing di pasar global," ujar Sudaryono.

Selain itu, program Link and Match atau Business Matching yang dilaksanakan dalam acara ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan industri, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian.

"Saya berharap petani milenial dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pelopor dalam pembangunan pertanian Indonesia," tambah Sudaryono.

Baca juga:

Kejar Tanam di Bulan Oktober, Wamentan Pastikan Ketersediaan Pupuk Aman

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan, acara pelepasan ekspor ini diharapkan tidak hanya memperluas jaringan pasar untuk produk pertanian Indonesia, tetapi juga memberikan motivasi bagi petani milenial di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan pasar global.

“Ekspor kali ini melibatkan komoditas unggulan dari petani milenial, dengan total nilai ekspor mencapai Rp6,9 miliar,” ungkap Ida.

Lebih lanjut Idha memaparkan, para petani milenial yang berhasil menjadi eksportir diantaranya adalah Kadek Surya Prasetya Wiguna, dari Kabupaten Tabanan, Bali, yakni komoditas ekspor coklat ke negara Malaysia, Jepang, New Zeland, Qatar, USA, Hungaria, Polandia Vietnam, Thailand, dan Inggris dengan volume 3 ton serta nilai ekspor Rp3,6 Milyar melalui Pelabuhan Udara Ngurah Rai-Denpasar.

Ada pula, AA Gede Agung Wedhatama dari Kabupaten Badung, Bali dengan komoditas manggis 2,7 ton ke China dan 2 ton ke Jerman dengan nilai ekspor Rp400 Juta melalui Pelabuhan Udara Ngurah Rai, Denpasar.

Selain itu, Ella Rizki Farihatul Maftuhah dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, komoditas gula kelapa organik ke Malaysia, dengan volume 10.000 pack dan nilai ekspor Rp. 150 Juta melalui pelabuhan laut Tanjung Mas Semarang.

I Gusti Megawati dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, komoditas gula aren semut organik. Ekspor dalam bentuk cub/kemasan 200 gram, tujuan ekspor ke China dengan volume 1 ton dan Belanda dengan volume 1 ton, nilai Ekspor Rp150 Juta melalui pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya.

Terakhir, Andi Yulianto dari Kabupaten Belawan, Medan, Provinsi Sumatera Utara dengan komoditas kopi, tujuan ekspor ke negara Oman, Jazirah Arab dengan volume 26 ton, nilai ekspor Rp2,6 M melalui Pelabuhan Laut Belawan, Medan.

Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, pelepasan ekspor ini menjadi simbol nyata dari komitmen Kementan dalam mendorong hilirisasi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat perekonomian daerah melalui ekspor komoditas pertanian.

Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan memperbaiki neraca perdagangan nasional.(***)