16 Maret 2026

Holtikultura

Syngenta Indonesia Luncurkan Buku Pintar Budidaya Sayuran untuk Mendukung Petani Hortikultura

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku pintar budidaya untuk komoditas hortikultura utama yaitu bawang merah, cabai, dan tomat yang diselenggarakan di Kabupaten Soreang, Jawa Barat. Peluncuran (2 Maret) ini dihadiri oleh lebih dari 100 petani dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian yang menyambut kehadiran buku pintar tersebut dengan antusias.

Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, khususnya untuk komoditas hortikultura yang sering mengalami fluktuasi harga. Ketiga buku pintar budidaya tersebut berjudul "Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal", "Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah", dan "Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat".

Buku ini dipersembahkan secara gratis untuk para petani sayuran dan semua pihak yang tertarik untuk mempelajari budidaya sayuran dengan baik. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa sehari hari dan dilengkapi dengan foto-foto berwarna untuk membuat tampilan lebih menarik dan mempermudah proses belajar dari para pembaca sekalian.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., dalam sambutannya menyatakan, "Tidak ada kata tamat untuk belajar, termasuk dalam hal budidaya tanaman. Kami sangat mengapresiasi upaya Syngenta membuat buku pintar yang dapat membantu petani untuk membudidayakan komoditas hortikultura dengan baik. Pemerintah dan Syngenta memiliki satu tujuan yang sama yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan cara meningkatkan produktivitas."

Peluncuran buku ini merupakan wujud nyata komitmen Syngenta Indonesia dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan berbagi ilmu praktis budidaya sekaligus memberikan solusi praktis dan inovatif bagi petani untuk menghadapi berbagai tantangan dalam budidaya tanaman hortikultura. Dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen, diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Peluncuran buku ini juga akan dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, di sentra-sentra tanaman sayuran dalam beberapa bulan ke depan, demikian menurut Suhendro, Marketing Head Syngenta Indonesia.

Narendra Widyanto, Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia menjelaskan, " Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, buku pintar ini disusun berdasarkan masukan dari petani dan ilmu teknis yang diterapkan oleh Syngenta. Kontennya tidak hanya mencakup teknologi Syngenta, tetapi juga informasi tentang hama dan penyakit beserta solusinya, inovasi pertanian berkelanjutan, hingga aspek keselamatan bertani." Lebih lanjut ia menambahkan bahwa buku ini akan tersedia dalam format cetak dan versi digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta.

Agar petani memahami lebih lanjut mengenai buku budidaya tanaman ini, Syngenta juga melakukan talkshow dengan tema "Sinergi 3 Pilar - Pemerintah, Syngenta, dan Pelaku Usaha Tani - dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Hasil Panen Nusantara". Narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., Ketua Asosiasi BioAgroinput Indonesia dan Ketua Bidang Pupuk Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Indonesia Gunawan Sutio SP, M.Si., Ketua High Spender (HSP) Priangan - Bandung Dede Koswara, Product Manager - Portfolio Head Syngenta Indonesia Tey Huy Xiang, dan Technical Market Development Syngenta Indonesia Ali Zarkasi.

Peluncuran buku pintar budidaya ini menegaskan komitmen jangka panjang Syngenta Indonesia dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional. Melalui edukasi dan panduan praktis yang komprehensif ini, Syngenta berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, mengoptimalkan produktivitas pertanian, serta mendorong terwujudnya pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan berkolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Syngenta akan terus menghadirkan inovasi dan solusi yang mendukung kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional.(*)

Pelajari Hilirisasi Komoditas Hortikultura, Calon Purnabhakti PT KAI Datangi UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), menerima kunjungan 30 orang calon purnabhakti PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) Daop 2 Bandung, Kamis (16/10/2025) di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Kunjungan dilakukan agar para calon purnabhakti ini mengenal pertanian sebagai peluang usaha mengisi masa purna bhakti

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.

“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Baca juga:

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMKN Purwakarta Lakukan Praktek Kerja UPT Pelatihan Kementan

Dalam kunjungan, Widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, menjelaskan konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Analisa usaha kegiatan pengolahan hasil pertanian juga disampaikan sehingga kegiatan hilirisasi komoditas hortikultura dapat menjadi peluang bisnis menguntungkan untuk mengisi masa purna bhakti.

Peserta dikenalkan olahan berbahan dasar sayuran wortel, yaitu cistik wortel. Petugas laboratorium pengolahan hasil pertanian menjelaskan alat dan bahan pembuatan cistik wortel.

Perwakilan peserta praktik membuatnya mulai dari mencampurkan bahan-bahan, mencetak adonan, menggoreng hingga mengemas produk cistik wortel.

Rombongan juga melihat lahan praktik di Inkubator Agribisnis, kegiatan budidaya sayuran daun dengan teknologi hidroponik sistem deep flow technique, melihat koleksi tanaman hias kaktus dan sukulen serta sayuran lapang yang sedang dibudidayakan di area praktik seluas total 2,5 hektar.

Semua aktivitas pertanian yang ada dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, asalkan pemilihan komoditas yang tepat serta ditekuni dengan serius.(***)

Hortikultura Masih Menjadi Andalan, Kementan Latih Masyarakat Terkena Dampak Tol di Kabupaten Subang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, kembali melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Tanaman Hortikultura, digelar 3 hari, 22 – 24 Januari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pelatihan Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Tanaman Hortikultura diikuti 75 orang peserta, terbagi 2 angkatan. Peserta berasal dari Kecamatan Cipeundeuy, Purwadadi, Cikaum, Pamanukan, dan Tambakdahan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/31/upt-pelatihan-kementan-gandeng-kementerian-pupr-latih-pertanian-masyarakat-terkena-dampak-tol/

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik langsung dari widyaiswara BBPP Lembang.

Materi secara klasikal dan praktik sebanyak 28 JP, terdiri dari materi inti mulai dari pengelolaan benih dan lahan dan peserta praktik pengolahan lahan dan pembuatan bedengan, pemasangan mulsa, penyemaian benih dan penanaman benih sayur selada.

Selanjutnya identifikasi dan pengendalian hama penyakit tanaman, peserta praktik inokulasi Trichoderma; penanganan panen dan pascapanen, peserta praktik pengemasan aneka sayuran seperti mentimun, tomat, ubi, kacang panjang di packing house BBPP Lembang.

Peserta juga memperoleh materi pemasaran dan kemitraan, pengelolaan limbah rumah tangga dan lingkungan dan praktik pembuatan pupuk organik cair. Materi lainnya pembentukan kelembagaan tani.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika pelatihan hanya perantara menuju keberhasilan peningkatan produksi.

“Pelatihan adalah jembatan karena yang penting setelah pelatihan ini peserta bisa mempraktikkan hasil pelatihan dengan melakukan budidaya yang baik sehingga bisa menghasilkan sayuran berkualitas yang dapat meningkatkan pendapatan,” saat melepas peserta, Jumat (24/1/2025).

Rangkaian pelatihan tidak selesai hanya sampai 3 hari. Setelah pelatihan, peserta diharapkan menerapkan hasil pelatihan pada kegiatan praktik mandiri. Mereka menyusun rencana tindak lanjut dan mengaplikasikannya.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan mengawal kegiatan ini pada kegiatan pendampingan praktik mandiri, hingga diharapkan dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas agribisnis hortikultura.