17 Mei 2026

NEWS

Kementan Dukung Pengembangan Bisnis Ternak KUB di Palangkaraya

TANIINDONESIA.COM//PALANGKARAYA - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengawali kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah dengan mendatangi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karanggan Milenial, di Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Minggu (10/12/2023).

Kehadiran Dedi bersama Tim BPPSDMP di Kalimantan Tengah, merupakan rangkaian dari kegiatan Pembinaan Penyuluh Provinsi Kalimantan Tengah yang akan digelar Senin (11/12/2023) dan dihadiri Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Rombongan BPPSDMP diterima Ketua KUB Karanggan Milenial, Sentot Triono, yang menjelaskan jika usahanya bergerak di bidang peternakan.

Sentot menjelaskan jenis kambing Jawa Randu yang Ia biakan sebagian besar dipasarkan sebagai kambing akikah.

“Karena jenis Jawa Randu ini tidak terlalu besar dengan berat rata rata sekitar 30 KG, sehingga cocok untuk kambing akikah. Pakan ternak menggunakan ampas tahu yang dipasok pabrik tahu disekitar wilayah peternakan KUB," katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, dalam kunjungan itu memberikan motivasi dan tips dalam menjalankan agribisnis ternak.

"KUB ini termasuk masih pemula tapi punya potensi untuk berkembang, yang harus dikuasai antara lain pakan, pengendalian penyakit, dan pemilihan bibit pejantan" katanya.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Pertanian Wakil Mentan Serahkan Alsintan di Purworejo

Dedi menambahkan, beternak seperti membesarkan bayi, harus dijaga betul kondisi pakannya.

"Pakan itu yang utama selain pengendalian penyakit. Hijauan pakan ternak disini harus maksimal. Tidak hanya hijauan tapi harus ditambah konsetrat untuk meningkatkan kualitas ternak," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Prof Dedi itu mengatakan, di Kalimantan banyak pohon sawit, dan bungkil sawit itu juga potensial sebagai pakan ternak.

"Harus dioptimalkan potensi wilayah untuk mendukung petani dan peternak," katanya.

Dedi berpesan harus banyak belajar untuk membuat pakan ternak, utama untuk meningkatkan berat badan ternak.

"Maksimalkan pakan, perhatikan kesehatan. Dan tidak kalah penting memilih pejantan bibit yang unggul. Bagaimana dapat anakan yang bagus kalau bibit nya jelek?" tutup Dedi.

Hadir pada kunjungan ke lapangan plh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Joko Harjanto, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMKPP) Banjarbaru, Budi Santoso, FK P4S, Syahrian dan Penyuluh Pendamping, Alpon.(***)

Tingkatkan Produktivitas Pertanian Wakil Mentan Serahkan Alsintan di Purworejo

TANIINDONESIA.COM//PURWOREJO - Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, menyerahkan bantuan alat pertanian kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) saat berkunjung ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (7/12/2023).

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Plt Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo.

Dalam arahannya Wamentan Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, bantuan tersebut sangat penting untuk mempercepat peningkatan produksi dan produktivitas pertanian usai terjadi perlambatan akibat cuaca ekstrem El Nino.

“Sesuai Instruksi Presiden Jokowi, Kita lakukan percepatan, seperti di Purworejo ini kita lakukan pemberian bantuan alat mesin pertanian agar dapat segera diterima masyarakat sehingga produksi dapat meningkat,” ujar Harvick.

Ia menambahkan, perlambatan produksi pangan akibat cuaca ekstrem El Nino perlu disikapi secara cepat dan tepat. Sebab hal tersebut menyangkut ketersediaan pangan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu Wamentan berharap agar program-program bantuan dari Kementerian Pertanian dapat dioptimalkan oleh masyarakat demi mengakselerasi produksi pangan nasional.

“Bukan hanya sekedar bantuan, alsintan ini adalah wujud investasi kami. Bagaimana kita mengakselerasi pangan agar jangan surut, jangan sampai berkurang ketersediaannya. Jadi perlambatan- perlambatan yang terjadi akibat El Nino kemarin, jangan sampai mengganggu pasokan pangan nasional,” tandas Harvick.

Baca juga: Puluhan Ribu Petani dan Penyuluh Hadir di Soreang, Mentan Amran : Kalian adalah Pahlawan Pangan Indonesia

Plt Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, mengungkapkan bahwa Kabupaten Purworejo merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah Bagian Selatan. Karena itu harus selalu mempertahankan dan meningkatkan produksi serta produktivitas pangan.

Dikatakan, untuk mewujudkan visi Kabupaten Purworejo Berdaya Saing 2025, salah satu prioritasnya yaitu meningkatkan daya saing di sektor pertanian.

“Kami telah melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah penyediaan serta pengembangan alat dan mesin pertanian,” katanya.

Yuli Hastuti pun meminta dukungan kepada Wamentan agar produksi pertanian di Kabupaten Purworejo terus meningkat. Ia juga berpesan bagi para petani yang mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk bisa memanfaatkan dan memelihara bersama agar lebih sejahtera.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan peningkatan produksi pertanian harus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung upaya mencapai swasembada.

"Peningkatan produksi pertanian menjadi salah satu target yang ingin kita capai. Dan kita mendukung itu dengan peningkatan kualitas SDM pertanian," sebut Dedi.

Dedi menegaskan, SDM memegang peran yang sangat penting untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.

"Kalo ingin produksi pertanian meningkat, tingkatkan dahulu kualitas, pengetahuan dan kemampuan SDM-nya. Karena SDM adalah faktor pengungkit utama untuk meningkatkan produksi pertanian," tuturnya.

Acara turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, staf khusus Mentan, Distanbun Provinsi Jawa Tengah, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, serta sejumlah pejabat Pemkab Purworejo.(***)

Puluhan Ribu Petani dan Penyuluh Hadir di Soreang, Mentan Amran : Kalian adalah Pahlawan Pangan Indonesia

TANIINDONESIA.COM//Soreang - Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Barat. Kegiatan yang dihadiri Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman ini ditujukan untuk memaksimalkan dukungan penyuluh dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Provinsi Jawa Barat untuk kebutuhan Nasional.

Mentan Amran menyebut bahwa Petani dan Penyuluh adalah pahlawan pangan Indonesia. Ia mengaku dulunya pernah menjadi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan kembali menjadi Menteri Pertanian untuk bekerja bersama PPL membantu aktivitas produksi petani dilapangan.

“Saya ini dulu PPL, PPL adalah pelayan petani Indonesia, saya kembali (menjadi Menteri Pertanian) untuk anda, kalian semua pahlawan pangan Indonesia, kami terbiasa kerja hingga ke pelosok sampai keujung, kami ingin petani merasakan kehadiran pemerintah” Ungap Mentan Amran di Gedung Bale Rame Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan, sehingga upaya peningkatan produksi tidak bisa dilakukan melalui langkah - langkah biasa. Dirinya mengaku, saat ini tengah berupaya meningkatkan Biaya Operasional Penyuluh (BOP) yang total anggarannya mencapai Rp. 260 miliar. Biaya ini diharapkan dapat mendukung kerja penyuluh dilapangan secara lebih maksimal.

“Begitu aku dilantik Menteri, yang aku cari pertama, apa para penyuluh sudah diperhatikan, akhirnya saya putuskan biaya operasional, biaya seminar, biaya perjalanan dinas kita kumpulkan hingga 200 miliar lebih, ini untuk penambahan BOP, untuk mendukung PPL diseluruh Indonesia” bebernya.

Baca juga: Jalan Sehat, Mentan Amran Ingatkan ASN Kementan Berolahraga untuk Percepat Tanam dan Produksi

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan penambahan BOP dan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani di Provinsi Jawa Barat ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung.

“Biaya Operasional Penyuluhan (BOP) akan naik sesuai kinerja penyuluh pertanian, jika produktivitas naik, BOP akan ikut naik, begitu sebaliknya” ungkap Dedi.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa penyuluh pertanian adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian dalam hal peningkatan produksi untuk mencapai swasembada. Ia menegaskan kewajiban penyuluh untuk mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung.

“Diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali Swasembada Pangan” terangnya.

Sebagai informasi, kegiatan pembinaan penyuluh dan petani ini diawali dengan peninjauan pameran produk-produk pertanian maupun hasil olahan dari Dinas Pertanian, Pengelola P4S dan UPT lingkup Kementan. Kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi penebusan pupuk bersubsidi melalui KTP dan penyerahan sejumlah bantuan pertanian hingga Bimbingan Teknis Gerakan Tani Pro Organik Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung.(***)

Jalan Sehat, Mentan Amran Ingatkan ASN Kementan Berolahraga untuk Percepat Tanam dan Produksi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan pentingnya kesehatan bagi setiap ASN terutama yang bekerja di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Menurutnya, pola hidup sehat salah satunya dapat ditunjang dengan olah raga yang bisa dilakukan setiap pagi hari.

"Hidup sehat sangat penting agar kita bisa bekerja secara optimal. Nah salah satunya kita bisa menyempatkan olahraga pagi sebelum melakukan aktivitas," ujar Mentan Amran saat Senam dan Jalan Sehat Memperingati Hari Korpri ke 52 di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Desember 2023.

Mentan mengatakan dibutuhkan tenaga ekstra dalam mengelola sektor pertanian, terutama mempercepat masa tanam dan menggenjot produksi hingga tiga kali lipat. Apalagi, pertanian adalah kebutuhan strategis masyarakat Indonesia yang harus tersedia setiap saat, karena itu dibutuhkan jiwa yang sehat agar tubuh terus bugar.

   Baca juga: Kementan Berikan Pelatihan SDM Olah Kelapa Sawit Secara Berkelanjutan

"Harus sehat agar kita bisa tanam dan meningkatkan produktivitas. Pangan harus tersedia setiap saat karena itu adalah kebutuhan dasar yang paling vital bagi jutaan masyarakat Indonesia," katanya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan bahwa kesehatan menjadi kunci utama dalam menjalankan target dan program pertanian dari waktu ke waktu. Apalagi saat ini, kementan tengah fokus pada produksi padi dan jagung sebagai Komoditas strategis masa depan bangsa.

"Harus kerja ekstra dalam mewujudkan swasembada. Karena itu kita harus sehat dengan cara berolahraga," jelasnya.(***)

Kementan Berikan Pelatihan SDM Olah Kelapa Sawit Secara Berkelanjutan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian RI terus berupaya melakukan pelatihan dan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai modal utama mengolah komoditas kelapa sawit secara berkelanjutan terlebih belasan juta tenaga kerja terlibat dalam proses ini.

"Pengolahan komoditas kelapa sawit membutuhkan SDM yang tepat. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, sektor ini telah berkontribusi terhadap penyediaan lapangan pekerjaan sebesar 16 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung," kata Direktur Jenderal Perkebunan pada Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah di Bekasi, Kamis.

Dia mengatakan sektor kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Penguatan SDM Perkebunan Kelapa Sawit menjadi program penting dalam mewujudkan industri sawit berkelanjutan.

Dirinya menyebut sebanyak 30-40 persen tanaman kelapa sawit tidak produktif dan sudah tidak dapat dipanen kembali sehingga membutuhkan SDM yang mampu mengelola serta menumbuhkan kembali melalui peremajaan.

"Keterbatasan SDM harus kita pacu sehingga perkebunan ini bisa kita kelola menjadi semakin modern," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 14,99 juta hektare pada tahun 2022. Jumlah tersebut meningkat 2,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya seluas 14,62 juta hektare saja.

Andi menyebutkan pemerintah sebenarnya sudah melakukan penguatan tata kelola perkebunan kelapa sawit rakyat atau Satu Sawit Indonesia berkelanjutan melalui konsep satu regulasi yang mengatur hulu ke hilir kelapa sawit.

Satu paket kelapa sawit untuk peremajaan kelapa sawit, Sertifikasi ISPO, sarana dan prasarana, dan peningkatan kompetensi SDM. Konsep Satu Sawit ini juga melibatkan seluruh elemen dalam industri kelapa sawit melalui kerja inovatif dan kerja kolaborasi.

   Baca juga: Kementan Ajak Mahasiswa Polbangtan Kementan Bertransformasi untuk Ketahanan Pangan

Ia menjelaskan pemerintah melakukan berbagai upaya meremajakan petani kepala sawit dengan menjangkau SDM petani swadaya.

Melalui dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, ada banyak pelatihan yang telah diberikan pada 10.642 petani sawit sejak tahun 2021-2023.

"Mulai dari hulu atau menyiapkan benih untuk budidaya, sampai ke hilir kita telah berikan pelatihan. Jenis pelatihan kita itu ada budidaya, panen, ISPO, informasi pasar, pengelolaan sarpras. Teknik pemetaan ini untuk memudahkan kita melakukan seluruh rangkaian mulai Peremajaan Sawit Rakyat sampai masa panen," ucapnya.

Pihaknya juga mengadakan program beasiswa hingga jenjang sarjana strata dua (S2) kepada anak-anak pekebun sehingga kemampuan manajerial kebun meningkat dan mampu berdaya saing.

Mereka yang menerima program beasiswa, diharapkan mampu berbakti untuk kemajuan daerah, memberikan banyak pengetahuan sehingga pengelolaan perkebunan kelapa sawit ini juga bisa lebih modern dan mandiri.

Program ini sudah berjalan sejak tahun 2021 dengan sasaran 660 orang penerima manfaat beasiswa, 1.000 orang pada 2022, serta 2.000 orang sepanjang tahun ini. Pada tahun 2024 program ini kembali ditingkatkan menjadi 3.000-4.000 warga.

"Tahun ini ada 2.000 orang yang kita sekolahkan dari D3, D1, sampai S1. Sebanyak 2.000 orang yang kita terima dari seluruh Indonesia sudah ada perguruan-perguruan tinggi," katanya.

Kementan juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada. Seperti sekolah vokasi D3 IPB, INSTIPER, STIPER, politeknik ATI Padang, UGM, serta Universitas Diponegoro.

"Untuk wilayah timur kami lagi inisiasi UNHAS dan Universitas Cendrawasih agar juga bisa menerima mahasiswa-mahasiswa yang kita terima melalui pendanaan kelapa sawit," kata dia.(***)

Kementan Ajak Mahasiswa Polbangtan Kementan Bertransformasi untuk Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//MALANG - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memberikan motivasi yang penuh semangat kepada 642 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam Kuliah Umum di gedung Aula Sasana Giri Sabha, Polbangtan Malang, Jumat(24/11/2023).

Acara ini merupakan salah satu upaya penting untuk mengajak mahasiswa menjadi garda terdepan dalam memastikan ketahanan pangan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi menekankan perlunya transformasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.

"Kita memerlukan upaya yang revolusioner, cepat, dan memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi. Kalian, Mahasiswa Polbangtan, memiliki peran kunci dalam menjaga kedaulatan pangan kita," sebut Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa konsep ketahanan nasional utama saat ini adalah ketahanan pangan.

Baca juga: Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

"Kalian, sebagai srikandi dan pahlawan masa depan, akan memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian dan menjamin ketahanan pangan bangsa ini," tambahnya.

Untuk mendukung peran penting tersebut, Polbangtan Malang sebagai Perguruan Tinggi Vokasi dibawah naungan BPPSDMP, Kementerian Pertanian. Dedi menekankan melalui perkuliahan di Polbangtan Malang, mahasiswa diharapkan mempunyai"mental baja" dan siap bahu membahu membangun negeri.

Lebih lanjut Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa Polbangtan Malang berfokus untuk membentuk Petani Muda yang siap membangun negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui program Alumni Mengabdi. Para alumni Polbangtan Malang yang fresh graduate saat ini Tengah mengabdi untuk Nusa Tenggara Timur di 3 Kabupaten, Kabupaten Belu, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.

“Para alumni ini mengabdi untuk 3 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Alumni Mengabdi dukung Nusa Tenggara Timur menjadi lumbung Pangan Nasional,” ujar Udrayana.

Lebih lanjut Udrayana menjelaskan pembentukan program Alumni Mengabdi sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di provinsi Indonesia

Dengan semangat yang berkobar, mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam sektor pertanian menuju keberlanjutan. kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan para mahasiswa, di mana mereka diberikan arahan yang menginspirasi untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan pertanian yang berkelanjutan dan melindungi ketahanan pangan nasional.

Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Timur. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungannya penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Jawa Timur.

"Saya dulu pernah jadi PPL (Penyuluh Petani Lapangan), jadi saya tahu bagaimana perasaan PPL," kata Mentan Amran pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian tersebut di Graha Sandiya Semen Gresik Tuban, Kamis (22/11).

Acara ini dihadiri oleh 2.500 peserta undangan yang terdiri dari penyuluh pertanian, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), P4S, serta Petani Milenial Jawa Timur, anggota KTNA Provinsi Jawa Timur, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), dan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN).

Mentan Amran menyebutkan kehadirannya dalam pembinaan penyuluh tersebut untuk bertatap muka dengan para penyuluh dan petani guna memberikan motivasi agar bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor, terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar dapat berswasembada, maka Kementan bersama semua pihak fokus pada produksi padi dan jagung untuk peningkatan produksi pangan khususnya padi dan jagung tahun 2023-2024 ini.

"Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil," sebutnya.

Baca juga: Kementan Latih Pemangku Kebijakan Negara-Negara Afrika Agribisnis Padi

“Dulu kita pernah berswasembada, bahkan Indonesia pernah diberikan penghargaan oleh FAO karena berhasil swasembada dan sekarang saatnya kita harus melanjutkan,” imbuh Amran.

Mentan Amran berjanji akan mempermudah Penyuluh Pertanian dan Petani untuk membantu peningkatan produksi padi dan jagung. Yang pertama, menghapuskan kartu tani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi.

"Sekarang akses pupuk subsidi akan lebih mudah. Yang kedua, mulai tanggal 1 Desember nanti, BOP (Biaya Operasional Penyuluh) akan naik 200 ribu rupiah dan bisa naik lagi tahun depan jika hasil tanamnya baik," ucapnya.

Penyuluh dan para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan. Ingat, krisis pertanian akan menjadi krisis politik dan membuat pemerintah sulit berkembang, karena itu kita harus jaga bersama. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor," sambung Amran.

Kepala Badan Penyuluhan BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Jawa Timur serta untuk memotivasi para petani dan stakeholder yang terkait, penyuluh pertanian merupakan garda terdepannya. Karena itu, penyuluh adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

"Penyuluh harus mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung. Melalui pertemuan ini diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan," sebutnya.

"Hari ini saya mewakilkan penyuluh pertanian dan petani, keinginan kami untuk menyukseskan program pertanian untuk meningkatkan produksi padi dan jagung, terutama di Jawa Timur," pinta Dedi.

Kementan Latih Pemangku Kebijakan Negara-Negara Afrika Agribisnis Padi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pelatihan agribisnis padi bagi pemangku kebijakan, dari negara-negara Afrika di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang digelar selama 8 hari, dari 19-26 November 2023.

Peserta yang dilatih pada kegiatan ini sebanyak 15 orang, yang berasal dari negara-negara Afrika, di antaranya Guinea, Zambia, Senegal, Gambia, Tanzania, Somalia dan Burundi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan aspek paling strategis yang wajib dibangun bersama. Sebab, ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.

"Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid 19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya. Jadi, kita harus betul-betul bersama menjaganya," sebut Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi yang membuka secara resmi pelatihan pada Senin (20/11/2023), menegaskan kembali, bahwa pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa.

"Karena itu, pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini," terang Dedi.

Dedi menjelaskan, pelatihan agribisnis padi bagi pemangku kebijakan Afrika merupakan komitmen pemerintah untuk membina kerja sama internasional di bidang pertanian. Di samping itu, untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh dunia.

"Pelatihan ini melambangkan komitmen terhadap pertukaran pengetahuan, memberdayakan negara-negara dengan alat dan wawasan yang diperlukan untuk mencapai praktik pertanian berkelanjutan dan mendorong pembangunan ekonomi.

Baca juga: Jambore Penyuluhan Pertanian Ciamis, Kementan Ajak Penyuluh Genjot Produksi Beras Nasional

Dia berharap pelatihan ini memberikan kontribusi dalam membangun ketahanan dalam menghadapi tantangan terkait perubahan iklim, serta mendorong masa depan budidaya padi yang berkelanjutan baik di Indonesia maupun di Afrika.

"Mari kita tegaskan kembali niat baik Indonesia terhadap Afrika dan masyarakat global. Melalui upaya kolaboratif dan berbagi pengetahuan, kami bercita-cita dapat berkontribusi terhadap masa depan dan ketahanan pangan bagi semua," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Kementan, Ade Candra menyampaikan apresiasi kepada kementerian lembaga mitra diantaranya kementerian luar negeri dan kementerian keuangan atas dukungan dalam penyelenggaraan pelatihan ini.

Dia mengatakan, ancaman krisis pangan merupakan isu global yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, kerja sama bilateral khusus di bidang pertanian melalui pelatihan menjadi salah satu solusi.

"Harapannya melalui pelatihan ini membawa dampak positif dalam upaya antisipasi krisis pangan global sekaligus mempererat kerja sama antara Indonesia dan negara negara di Afrika," ujar dia.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri, Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional (KSPI) Kementerian Luar Negeri, Maria Renata Hutagalung. Kepala Divisi Pengelolaan Investasi, Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI), Kementerian Keuangan, Masjhuri Sjuaib, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika dan Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), Muharfiza.

Jambore Penyuluhan Pertanian Ciamis, Kementan Ajak Penyuluh Genjot Produksi Beras Nasional

TANIINDONESIA.COM//CIAMIS - Untuk meningkatkan semangat dan motivasi kerja serta menjaga silaturahmi, kekompakan dan kebersamaan penyuluh pertanian dan mendukung produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Ciamis, dilaksanakan kegiatan Jambore Penyuluh Pertanian Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2023. Arahan Presiden RI, Kementerian Pertanian harus bergerak di 4 hal yaitu produksi pertanian, ketahanan pangan, antisipasi krisis pangan dan peningkatan nilai tukar petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan program akselerasi solusi pasti untuk menekan kebijakan impor beras akibat dampak el-nino, salah satunya percepatan tanam di lahan rawa. “Saya optimis Indonesia akan bangkit untuk mewujudkan swasembada beras dan komoditas lainnya dengan melakukan berbagai program akselerasi,” tutur Amran.

Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Jambore Penyuluh Pertanian. Hadir pada kegiatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (18/11/2023) bertempat di Bukit Samida, Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Jambore Penyuluhan Pertanian ini dihadiri anggota Komisi II DPRD Kabupaten Ciamis, H. Awan, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, dan 184 orang penyuluh pertanian dan petugas POPT se-Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo menyampaikan, “Setiap tahun jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Ciamis semakin berkurang karena pensiun, namun kami tetap semangat dengan adanya tenaga-tenaga baru penyuluh pertanian dan karena kolaborasi dan dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementan melalui BPPSDMP dan BBPP Lembang yang terus berkoordinasi dan berkomunikasi untuk kemajuan sektor pertanian dan penyuluhan pertanian di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

   Baca juga: Kementan Serukan Jajarannya Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam arahannya, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan dan mengajak para penyuluh pertanian mengantisipasi dampak el-nino panjang yang terjadi. “Saat ini el-nino sudah memasuki tingkat lemah karena sudah mulai musim hujan. Namun dampak el-nino sejak bulan Juni lalu membuat jadwal tanam mundur sehingga jadwal panen juga mundur selama 1 bulan,” jelas Dedi. “Saat ini cadangan beras pemerintah tinggal 2-4 minggu saja sementara konsumsi beras nasional 2,6 juta ton/bulan sehingga pemerintah sudah menjadwalkan impor beras hingga Februari 2024 sebesar 3,5 juta ton beras. Beberapa negara membatasi ekspor berasnya, sehingga mau tidak mau kita harus genjot produksi beras nasional,” katanya.

“Karena itu saya minta petani, penyuluh pertanian dan semuanya untuk bangkit, amankan musim rendeng 2023/2024 untuk menjaga produksi dan produktivitas beras. Bulan Maret hingga Mei 2024 wajib panen raya dalam jumlah besar sehingga bisa mencukupi konsumsi beras nasional,” ajak Dedi.

Kepala Badan menceritakan pengalamannya berkunjung ke puluhan negara. “Ternyata negara-negara maju saat ini bergerak dari sektor pertanian dulu, sebut saja Jepang, Amerika, dan lainnya. Yang membuat hebat adalah petaninya dengan didukung pemanfaatan teknologi dan alat mesin pertanian. Mereka selalu bersemangat, kinerja bagus, bertani mulai dari pagi hingga sore dan didukung sarana prasarana pendukung, infrastruktur jalan, pengairan, dan lainnya.”

Pembahasan menarik tentang Biaya Operasional Penyuluhan (BOP) yang kerap ditanyakan oleh para penyuluh pertanian. “Biaya Operasional Penyuluhan (BOP) akan naik otomatis sesuai kinerja penyuluh pertanian, mulai Januari 2024 nanti. Jika produktivitas naik, BOP akan ikut naik, begitu sebaliknya,” kata Dedi disambut riuh semangat para penyuluh pertanian yang hadir.

Kepala BPPSDMP mengakhiri sambutan dengan memberikan kesimpulan bahwa kemajuan suatu bangsa terutama di sektor pertanian dipengaruhi kinerja petani dan penyuluh pertanian yang berperan menjaga produksi dan produktivitas beras nasional. Dedi juga mengajak untuk kembali menerapkan panca usaha tani ditambah dengan penerapan smart farming (internet of things). “Bangkitlah para penyuluh pertanian, kita sudah pernah swasembada beras tahun 1984 dan di sana peran penyuluh sangat penting. Mari kita adaptasi kembali kegiatan bimas (bimbingan masyarakat) dan lakususi, dan yakinlah kita semua mampu membuat petani sejahtera dan Indonesia maju,” tutur Dedi.

Jambore Penyuluhan Pertanian Kabupaten Ciamis juga dimeriahkan aneka lomba diantaranya lomba inovasi teknologi, lomba pembuatan media penyuluhan, dan lomba asah terampil. Kepala BPPSDMP serta Kepala BBPP Lembang dan tamu undangan yang hadir ikut memberikan hadiah kepada para pemenang lomba. (Yoko/Che)

Kementan Serukan Jajarannya Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

TANIINDONESIA.COM//CIAWI - Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para pimpinan Jabatan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP).

Ketahanan Pangan nasional merupakan salah satu tahapan penting di dalam upaya mencapai kedaulatan pangan.

Wakil Mentan Harvick Hasnul Qolbi, mengatakan, saat ini tugas Kementan bukan hanya menjaga Food Resilience (ketahanan pangan) tetapi juga meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian melalui program-program Kementan.

“Saat ini Kementan sedang mengakselerasi program-program dalam mewujudkan Ketahanan Pangan. Ketahanan Pangan harus diperbaiki. Kita juga harus mengawasi HET di masyarakat”, jelas Harvick pada kesempatan menutup PKN Tingkat II di BBPMKP, Rabu (15/11).

Baca juga: Mentan Ajak Petani dan Penyuluh Lanjutkan Swasembada Pangan

Melalui PKN Tingkat II, peserta yang merupakan pemimpin dari lintas Kementerian/lembaga dibekali kompetensi manajerial untuk menjamin akuntabilitas jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional, melalui tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi, tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi.

Terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi.

Harvick pun mengungkapkan harapannya pada lulusan peserta PKN Tingkat II.

“Diharapkan lulusan pelatihan ini dapat bermanfaat di masyarakat, mengedukasi masyarakat, memperkenalkan di masyarakat mengenai bagaimana sektor pertanian terus mengembangkan diri “ ujar Harvick.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pembelajaran dan penyusunan proyek perubahan peserta mengacu kepada Tema PKN TK II Angkatan XXV yaitu “Mewujudkan Sinergitas Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.

Tema PKN memiliki 4 (empat) Sub tema yaitu teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kolaborasi petani milenial/muda melalui Smart Farming untuk keberlanjutan pertanian, kolaborasi pembiayaan untuk meningkatkan produksi pertanian, kolaborasi pembangunan Infrastruktur pertanian untuk peningkatan produksi dan kelancaran distribusi produk pertanian.

PKN Tingkat II angkatan XXV diikuti oleh 50 peserta baik dari Kementan maupun non Kementan. Dilaksanakan dari tanggal 10 Juli hingga 15 November 2023.