17 Mei 2026

NEWS

Kunker di Banjar, Kepala BPPSDMP Kementan Tanam Bersama dan Kunjungi UPJA

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Rangkaian kegiatan dilakukan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (5/9/2024).

Usai beraudensi dengan Bupati Banjar, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, melakukan tanam bersama di Lokasi PAT Kecamatan Martapura Timur, dilanjutkan kunjungan ke Usaha Pelayanan Jasa Alat Pertanian (UPJA) Maju Bersama, Kecamatan Astambul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah. Oleh karena itu, Kementan terus memantau pertanian di daerah untuk memastikan pangan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: 

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

Sementara dalam kegiatan tanam padi bersama petani di Kecamatan Martapura Timur, Kepala BPPSDMP turut didampingi Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq. Kegiatan ini juga diikuti para siswa SMK PP Negeri Banjarbaru yang melaksanakan kegiatan Perluasan Area Tanam atau PAT.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, berharap pompanisasi yang dilaksanakan dapat membantu dalam upaya perluasan area tanam yang nantinya akan meningkatkan produksi padi.

Usai tanam bersama, Kepala Badan mengunjungi Kelompok Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Maju Bersama di Kecamatan Astambul. Ia mengimbau UPJA membantu petani untuk meningkatkan produksi.

“Kelompok UPJA sebagai penyedia alsintan, harus berupaya dalam membantu petani dalam peningkatan produksi para petani,” katanya.

Santi juga berharap para kelompok UPJA dapat meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya dalam mengelola alsintan.

“Baik dengan melakukan pencatatan keuangan maupun perawatan alsintan guna menjaga keberlangsungan pemanfaatan alsintan,” imbaunya.

Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, berharap kedatangan Kepala Badan dan tanam bersama dapat memotivasi petani di Kecamatan Martapura Timur (Martim) pada khususnya dan Kab Banjar pada umumnya.

“Sedangkan untuk kelompok UPJA di Kecamatan Astambul, kita berharap semoga dengan kedatangan Kepala Badan dapat menambah motivasi untuk optimalisasi dan profesionalitas kelompok UPJA di kecamatan Astambul,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, menyampaikan jika Pemerintah Kabupaten senantiasa memperhatikan para kelompok UPJA.

“Karena merupakan hal yang penting dalam membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas,” tandas Nasrullah.(***)

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Untuk memastikan pertanian di Kalimantan Selatan tidak terganggu dengan ancaman krisis pangan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memonitoring sejumlah program yang dijalankan di Kabupaten Banjar, di antaranya program Perluasan Areal Tanam (PAT) sekaligus program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Hal tersebut diketahui saat Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H. Saidi Mansyur, Kamis (5/9/2024), di Gedung Mahligai Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Audiensi juga dihadiri Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso dan Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah sebagai bentuk antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan. Sejumlah program yang dijalankan Kementerian Pertanian adalah Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pompanisasi, Optimasi Lahan (OPLAH) dan Padi Gogo.

Baca juga: 

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian Aceh

Sementara BPPSDMP turut berperan aktif dalam menyukseskan program-program utama Kementan. Selain itu, melalui program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), BPPSDMP turut berkontribusi dalam menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Kalimantan Selatan sendiri menjadi salah satu wilayah program YESS.

Menurut Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, program Perluasan Area Tanam (PAT) berupa Pompanisasi di Kabupaten Banjar telah mencapai 99,5% dan luas tanam menduduki posisi 2 teratas di di Kalimantan Selatan.

“Hal ini merupakan capaian yang baik guna mensukseskan capaian target PAT,” sebut Santi.

Selain PAT yang hampir mencapai 100%, Santi mengatakan perkembangan program YESS di wilayah Banjar dengan tingginya angka penerima manfaat, baik berupa HK individu maupun HK klister, diharapkan menjadi pembuka kesempatan bagi para petani milenial untuk bekerja dan berusaha di bidang pertanian.

“Dan diharapkan SMK PP Negeri Banjarbaru, yang menjadi perpanjangan tangan Program YESS di Kalimantan Selatan, dapat berkoordinasi dengan baik kepada Pemerintah Kabupaten Banjar agar target target dari program YESS dapat tercapai dengan baik,” katanya.

Santi pun berharap Pemerintah Kabupaten Banjar, Bupati beserta jajaran, dapat mendukung dan mensukseskan program Kementan.

“Program PAT akan menjadi manfaat bagi para petani dalam hal pengairan dan dapat membatu para petani untuk melakukan penanaman padi kedepan. Sedangkan program YESS digulirkan agar dapat mencetak petani petani muda yang sukses kedepannya,” jelasnya.

Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, menegaskan selalu siap dalam mengupayakan program tersebut, baik dalam penyajian data maupun sarana prasarana dalam pelaksanaan PAT dan Program YESS.(***)

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Gandeng Perusahaan Jamu Nasional

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), menandatangani MoU dengan PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga, Selasa (3/8/2024).

PT. Naturindo Surya Niaga adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan retail produk kesehatan tradisional asli Indonesia. Bersama Polbangtan YOMA, keduanya berkomitmen untuk mengembangkan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Upaya ini dilakukan untuk menguatkan kapasitas mahasiswa Polbangtan YOMA, khususnya program studi Agribisnis Hortikultura. Dalam kerjasama ini, Polbangtan YOMA mengajak PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga untuk mengembangkan kurikulum, mendukung proses pembelajaran, magang, pendampingan, dan kegiatan sejenisnya.

Baca juga: 

Lulus Yudisium, Mahasiswa Polbangtan Kementan Siap Dukung Pertanian Indonesia

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam mendukung program utama Kementan merupakan strategi khusus yang akan menjadi contoh pertanian modern di masa mendatang.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” tambah Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pentingnya mahasiswa praktik di lapangan. Hal ini akan meningkatkan pemahaman dan teknik pertanian yang lebih efektif.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan harapannya setelah terjalinnya kerja sama ini.

"Lebih banyak lagi yang bisa dikolaborasikan dengan kerjasama ini, sebagai dosen praktisi lokasi MBKM (PKL dan Magang), kerjasama pengelolaan Teaching Factory), off taker produk usaha mahasiswa serta penelitian dan pengabdian masyarakat bersama," papar Bambang.

Lebih lanjut, Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Jurusan Pertanian Polbangtan YOMA, R. Hermawan, mengatakan bahwa kerja sama ini sebetulnya telah lama dilaksanakan antara kedua belah pihak. Namun memang belum dituangkan lebih lanjut dalam suatu perjanjian yang mengikat.

Setelah dilakukan koordinasi dengan antar pihak, maka dituangkanlah kerja sama ini dalam suatu kesepakatan bersama yang ditandatangani.

Tak hanya itu, PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga juga bersepakat untuk merekrut alumni Polbangtan YOMA yang memenuhi kualifikasi perusahaan.(*)

Kementan Permudah Akses Petani Terhadap Pupuk Bersubsidi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) telah memberi kemudahan bagi para petani untuk menebus pupuk bersubsidi. Kemudahan juga merupakan langkah Kementan dalam percepatan penyerapan pupuk bersubsidi yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Jekvy Hendra mengatakan kemudahan penebusan pupuk dituangkan melalui Kepdirjen 07 Tahun 2024 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dari Kios ke Petani.

"Kami sudah memberi fleksibilitas kepada petani melakukan penebusan pupuk bersubsidi melalui Kepdirjen," ungkap Jekvy dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Gedung Phonska PT Pupuk Indonesia, Jakarta, Senin (02/09).

Beberapa kemudahan yang diberikan dalam Kepdirjen tersebut adalah penebusan secara berkelompok melalui surat kuasa, penebusan diwakilkan oleh anggota keluarga menggunakan kartu keluarga (KK), penebusan diwakilkan oleh ahli waris melalui surat keterangan. Penebusan juga bisa dilakukan oleh penggarap pengganti yang ditunjukkan dengan berita acara pengalihan garapan dan surat kuasa, penebusan di wilayah blankspot (susah sinyal), serta beberapa kelonggaran dalam pelaporan administrasi pupuk bersubsidi.

"Kita perlu terus sosialisasikan Kepdirjen ini kepada petani, penyuluh pertanian, dan kios pengecer," jelasnya.

Tim Satgas Khusus Pencegahan Korupsi Mabes Polri Hotman Tambunan mengapresiasi langkah-langkah Kementerian Pertanian dalam menjamin mekanisme penebusan pupuk bersubsidi yang mudah dan akuntabel, yakni melalui implementasi aplikasi iPubers dan Kepdirjen Penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Kios ke Petani.

"Banyak persoalan pupuk bersubsidi yang terjadi terutama pada tahun 2022 kebawah karena banyaknya pendataan yang fiktif. Sekarang ini sudah mulai teratasi," terang Hotman.

Baca juga:

Pemerintah Perketat Pengawasan Pupuk dan Pestisida Palsu

Hotman mengingatkan agar pembinaan kepada kios dan distributor agar terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dan adanya temuan dari pihak aparat penegak hukum (APH).

"Tidak hanya serapan saja yang penting, namun perlu dipastikan semua petani yang berhak dapat terdata sebagai penerima pupuk bersubsidi," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah menegaskan, pupuk subsidi merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan pemerintah kepada petani. Dengan menggunakan APBN, maka pengalokasian hingga distribusi pupuk bersubsidi ini harus akuntable.

Andi mengatakan, bentuk akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan uang negara ini dijabarkan dengan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi. Salah satunya yang menggunakan iPubers saat ini.

"Mekanisme penebusan pupuk subsidi dengan iPubers ini mudah, petani datang ke kios dengan membawa KTP untuk membeli pupuk bersubsidi, lalu difoto untuk verifikasi dan laporan atas penebusan itu," kata Andi.

Lebih lanjut dijelaskannya, secara otomatis dan paralel aplikasi iPubers akan melakukan pengecekan stok ke aplikasi Rekan dan pengecekan alokasi ke aplikasi e-Alokasi.

"Jika jumlah barang yang akan ditebus sesuai dengan stok dan alokasi, maka transaksi dapat dilanjutkan," pungkasnya.

Diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menaikan alokasi pupuk subsidi untuk seluruh Indonesia. Mentan mengatakan bahwa harus diperhatikan dalam pendistribusian sehingga tepat sasaran.

”Pupuk subsidi ini telah disiapkan pemerintah di tahun 2024 untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kami titip kios-kios dan distributor agar tidak melakukan kecurangan.” tegasnya.

Hasilkan Generasi Unggul, Polbangtan dan PEPI Kementan Laksanakan Wisuda Nasional

TANIINDONESIA.COM//Tangerang - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) gelar Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kamis 29 Agustus 2024 di Auditorium PEPI.

Kegiatan prosesi wisuda nasional dilakukan pengukuhan 347 wisudawan dari 7 Politeknik lingkup Kementerian Pertanian diantaranya 66 mahasiswa PEPI, 11 mahasiswa Polbangtan medan, 75 mahasiswa Polbangtan Bogor, 84 mahasiswa Polbangtan Yoma, 76 mahasiswa Polbangtan Malang, 29 mahasiswa Polbangtan Gowa dan 6 mahasiswa Polbangtan Manokwari.

Baca juga: 

Program Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman pimpin langsung sidang terbuka wisuda nasional 2024. Dihadapan para wisudawan Mentan Amran berharap agar mahasiswa Polbangtan/PEPI dapat menjadi agen-agen pembaharuan. "Hari ini adalah tonggak bersejarah sebagai individu telah lulus di perguruan tinggi, saya berharap anak-anakku sekalian menjadi agen-agen pembaharuan di seluruh Indonesia," ungkap Amran.

Mentan Amran mengatakan pelibatan mahasiswa dalam mendukung program utama Kementan merupakan strategi khusus yang akan menjadi contoh pertanian modern di masa mendatang.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” tambah Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, turut hadir memberikan dorongan semangat kepada para wisudawan.

"Saya mengucapkan selamat kepada 347 wisudawan Polbangtan/PEPI yang berbahagia, wisuda bukan hanya sebagai akhir dari perjalanan akademik, tetapi juga sebagai awal dari tantangan baru serta kepada orang tua dan keluarga yang telah mendukung” ungkap Idha.
Idha berharap ilmu yang didapatkan, dapat diaplikasikan dengan baik dan Polbangtan/PEPI dapat terus melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap membangun pertanian di Indonesia.

"Wisuda ini adalah momen penting yang menunjukkan keberhasilan kalian dalam menyelesaikan pendidikan dan siap untuk berkontribusi pada pembangunan pertanian Indonesia," kata dia.

Dengan berakhirnya masa perkuliahan diharapkan para wisudawan memasuki dunia baru dengan tetap optimis untuk melanjutkan cita-cita bersama membangun negeri berkontribusi pada bidang pertanian khususnya dapat memenuhi pasar kerja industry dengan kompetensi yang didapat selama perkuliahan.(*)

Program Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Untuk meningkatkan produksi padi di tengah ancaman kekeringan karena anomali cuaca el-nino, Kementerian Pertanian memaksimalkan program Pompanisasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan target Pompanisasi adalah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Program strategis ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Dijelaskannya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Realisasi pompanisasi dan irigasi perpompaan yang diinisiasi Kementerian Pertanian sendiri sudah mencapai 100% di Kabupaten Bandung. Sebanyak 241 pompa air telah terdistribusi dan sudah mengairi sawah di Kabupaten Bandung.

Baca juga: 

Capai Target, Pompanisasi Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Bandung

Selain itu, Kabupaten Bandung mengajukan pompa tambahan sebanyak 143 unit ke Kementerian Pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Rabu (28/8/2024), Direktur Alsintan Kementerian Pertanian, didampingi Kepala Bagian Umum Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan Ketua Tim Kerja Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Jawa Barat meninjau pelaksanaan pompanisasi di Kabupaten Bandung.

Kunjungan dilakukan ke salah satu penerima manfaat, yaitu Kelompok Tani Nurani Sejahtera Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang memperoleh bantuan pompa sebanyak 6 unit.

Direktur Alsintan Kementerian Pertanian, Fausiah T. Ladja, menyampaikan dengan adanya pompanisasi telah mulai terasa manfaatnya dibandingkan dengan musim sebelumnya, ditandai peningkatan produksi padi di wilayah Bojongsari ini.

“Dengan demikian pendapatan petani Bojongsari meningkat,” tuturnya.

Ketua Kelompok Tani Nurani Sejahtera, sekaligus Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mandala Tani Mandiri, Wawan Hernawan, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian atas bantuan pompanisasi ini yang mampu meningkatkan produksi padi di Desa Bojongsar, semula 6 Ton/Ha menjadi 6,5 Ton/Ha.

Lokasi monev berikutnya adalah Kelompok Tani Wargi Saluyu di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Sebanyak 25 Ha areal lahan sawah di Desa Sumbersari telah terairi dengan adanya program pompanisasi.

Di sela-sela kegiatan, Direktur Alsintan bertemu dengan perwakilan 10 Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Kabupaten Bandung di Desa Mekarsari Kecamatan Ciparay dalam rangka sosialisasi Program Indonesian Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) atau Pertanian Modern Berbasis Korporasi bagi Petani Milenial.

Program IMMACo mendukung program PAT dan Pompanisasi yang telah dilakukan Kementerian Pertanian. Program IMMACo juga menjadi upaya Kementan untuk melakukan regenerasi petani dengan cara penumbuhkembangan wirausaha muda pertanian.(*)

Kementan Pastikan Pengadaan Alsintan Transparan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) kini tengah fokus pada upaya peningkatan produksi padi yang sempat tertunda akibat dampak El Nino yang berkepanjangan. Sebagai langkah konkret, Kementan telah menyiapkan berbagai program termasuk pompanisasi untuk mendukung keberlanjutan produksi.

Pengadaan pompanisasi atau alat dan mesin pertanian (alsintan) lainnya di Kementan dilakukan dengan mekanisme yang transparan dan bertahap.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan alsintan dilaksanakan secara terbuka dan transparan.

“Pengadaan ini diawali dengan perencanaan yang berasal dari usulan daerah melalui platform e-Proposal serta surat usulan,”jelas Andi.

Dalam prosesnya, Kementan juga melakukan analisis kebutuhan yang berdasarkan luas lahan, data penyaluran alsintan pada tahun sebelumnya, serta kinerja dari alsintan yang sudah ada. Selanjutnya dilakukn proses pengadaan alsintan secara terbuka.

“Pengadaan alsintan ini dilaksanakan melalui e-Katalog LKPP, semua dilaksanakan secara terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa pengadaan alsintan juga harus memperhatikan ketersediaan barang di penyedia, status penyedia, dan kepatuhan terhadap SNI serta regulasi lainnya.

Pengadaan ini diawasi ketat oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan aparat penegak hukum (APH) untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai aturan.

“Agar seluruh proses aman, maka perlu perhatian juga bagaimana status penyedia, kepatuhan SNI pada barangnya, dan tentu semua dilaksanakan sesuai aturan dengan pengawalan seluruh aparat terkait,” jelas Andi.

Baca juga:

Tingkatkan Produktivitas Pertanian Wakil Mentan Serahkan Alsintan di Purworejo

Tidak hanya berhenti pada tahap pengadaan, Kementan juga memastikan pengawalan pemanfaatan alsintan di lapangan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

“Kami ingin semua alsintan yang diberikan ini memberikan manfaat besar untuk pertanian. Oleh karena itu, kami terus mengawasi pemanfaatannya mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, dan semua dilaporkan secara berjenjang,” tambah Andi.

Dalam pemilihan penyedia di sistem e-Katalog, Kementan juga menekankan prinsip pengadaan yang efisien dan efektif sesuai dengan Pasal 6 Perpres No. 16 Tahun 2018 dan Pasal 66 Perpres No. 12 Tahun 2021.

Penyedia yang terpilih harus memenuhi syarat, termasuk memiliki SPPT SNI juga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), ketersediaan stok, serta harga yang kompetitif.

“Penyedia harus memenuhi syarat memiliki SPPT SNI serta TKDN, juga memiliki ketersediaan stok dan harga terbaik, dan tentu diutamakan produk dalam negeri.” pungkas Andi.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberi pelayanan maksimal terhadap siapa saja yang mau membantu pemerintah dalam meningkatkan produktivitas. Termasuk mereka yang datang dari kalangan pengusaha nasional.

Menurut Amran, pengusaha adalah mitra strategis yang dapat mendukung sektor pertanian berkembang secara pesat.

"Dan kami katakan, kalau ada pegawai kami yang main-main, tolong dilaporkan secara tertutup. Pasti kami tindak tegas. Jangan main-main, jangan ada calo disini, calo tidak boleh berkeliaran. Untuk pengusaha langsung ke sistem saja, kan kita sudah pakai online OSS. Ke depan, Kementerian Pertanian harus terhormat, betul-betul clear dari apapun, khususnya pengadaan," tegasnya.

Pemerintah Perketat Pengawasan Pupuk dan Pestisida Palsu

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan pupuk dan pestisida. Pasalnya, kedua komoditas ini merupakan sarana produksi yang sangat menentukan dalam pencapaian produksi nasional.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah mengatakan, pupuk dan pestisida harus tersedia sesuai dengan 6 prinsip tepat. Yaitu tepat mutu, jumlah, jenis, harga, waktu dan tempat.

"Pengawasan pupuk dan pestisida harus dilaksanakan secara terkoordinir antara pusat dan daerah serta seluruh instansi terkait," ujar Andi, Kamis 29 Agustus 2024.

Meski regulasi terkait pupuk dan pestisida sudah tersedia, namun kenyataannya di lapangan masih ditemukan pupuk dan pestisida ilegal, palsu atau mutu serta efektivitasnya tidak sesuai dengan yang didaftarkan.

"Tujuan dari pengawasan ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan, peredaran, penyimpanan dan penggunaan pupuk dan pestisida," kata Andi.

Dia menambahkan, yang menjadi objek pengawasan pupuk di antaranya adalah legalitas pupuk, mutu pupuk, dan harga pupuk subsidi. Sedangkan pengawasan pestisida di antaranya pada legalitas, kualitas, dampak lingkungan, dan dampak negatif terhadap kesehatan.

"Pengawasan ini biasanya dilakukan oleh tim pengawas pupuk dan pestisida Kementan yang terjun ke lokasi. Pengawasan dilakukan di tingkat produsen, distributor, gudang, kios atau pun langsung ke petani. Yang di cek di antaranya kemasan, label, kuantitas dan kondisi fisik," sebutnya.

Baca juga: 

Mentan Tegaskan Tak Ada Kelangkaan Pupuk Subsidi di Kabupaten Karawang

Andi menegaskan, Ditjen PSP saat ini terus berupaya mencegah pemalsuan dengan mengoptimalkan KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) pusat dan daerah.

“Kami juga meminta Kemendagri ikut mendorong Pemerintah Provinsi/ Kabupaten dalam kegiatan KP3 daerah, terutama dalam penyediaan anggaran.” tambah Andi.

Andi mencontohkan kasus yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Di sana ada kegiatan memproduksi Pestisida Oplosan dan memperdagangkan Pestisida Oplosan yang tidak sesuai dengan aturan.

"Sudah dilakukan pengecekan legalitas dan evaluasi mutu pestisida oleh Tim Pengawas Pupuk dan Pestisida. Pelaku sekarang sudah diproses secara hukum oleh Polda Kalimantan Tengah," ungkap Andi.

Begitu juga di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, di beberapa kios ditemukan dolomit yang menyerupai kemasan pupuk NPK Bersubsidi serta pupuk NPK non subsidi yang tidak sesuai dengan kemasan yang didaftarkan.

“Tim Pengawasan Pupuk dan Pestisida dan PPNS Kementan, KP3 dan PPNS Provinsi serta Kabupaten Polewali Mandar untuk melakukan pengawasan langsung, melakukan pengambilan sampel dan memberikan sanksi terhadap perusahaan pemegang nomor pendaftaran pupuk tersebut atas pelanggaran yang ditemukan.” tambah Andi.

Sebelumnya Mentan Andi Amran Sulaiman mengingatkan untuk memperkuat pengawasan, sangat penting polisi, TNI dan bupati memperkuat pengawasan kios maupun distributor agar tidak terjadi penyimpangan.

"Kami titip kios-kios dan distributor agar tidak melakukan kecurangan. Dan bagi yang nakal langsung cabut saja izinnya. Karena itu, mari kita singsingkan lengan dan turun ke lapangan karena ini adalah bagian dari perjuangan kita untuk petani Indonesia," tegasnya.

Capai Target, Pompanisasi Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Realisasi pompanisasi dan irigasi perpompaan yang diinisiasi Kementerian Pertanian sudah mencapai 100% di Kabupaten Bandung. Sebanyak 241 pompa air telah terdistribusi dan sudah mengairi sawah di seluruh areal Kabupaten Bandung. Selain itu, ada 20 unit irigasi perpompaan yang sudah bisa digunakan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menuturkan pompanisasi mampu meningkatkan produksi padi di tengah kemarau panjang.

“Program strategis ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Baca juga: 

Kementan Optimis, Pompanisasi Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Garut

Saat ini fokus Kementan mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Bandung, berkunjung ke wilayah penerima manfaat pompanisasi.

Ajat mengunjungi ke 2 kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Bojongkolak dan Kelompok Tani Babakan Ciparay, Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

“Pemerintah pusat dan daerah membuat program Perluasan Areal Tanam (PAT) untuk peningkatan produktivitas padi nasional. Mari kita dukung bersama dan saya mohon agar pompa yang sudah terpasang bisa dimanfaatkan secara optimal, dan dilakukan pemeliharaan agar bisa tetap berfungsi untuk jangka waktu panjang,” ucap Ajat.

Penyuluh Kecamatan Solokanjeruk, Anton Siswanto, menyampaikan dirinya bersama petani akan terus berupaya meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah, dan pompanisasi yang diberikan sangat bermanfaat untuk kegiatan pengairan mulai dari tanam hingga panen.(*)

Kementan Optimis, Pompanisasi Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Garut

TANIINDONESIA.COM//GARUT - Untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan, sebagai imbas anomali cuaca el-nino, Kementerian Pertanian memaksimalkan program pompanisasi. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, termasuk di Kabupaten Garut yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Program Pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, fokus pada 2 cara yaitu memperbaiki pompa yang sudah ada dan menyediakan pompa baru sesuai kebutuhan petani di tiap wilayah.

“Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agara mampu swasembada.

Baca juga: 

Kementan Regenerasi Petani di Jawa Tengah melalui IMMACo dan MBKM

Kepala BBPP Lembang, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Garut, meninjau pelaksanaan pompanisasi, Senin (26/8/2024), di Kelompok Tani Mekar Harapan III Desa Dunguswiru Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut.

Kabupaten Garut menerima bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian sebanyak 472 unit dan sudah terpasang 275 unit, serta irigasi perpompaan 83 unit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, dengan adanya pompanisasi diharapkan dapat meningkatkan IP 100 menjadi IP 200-300 dan produktivitasnya saat ini 6,3 ton/hektar bisa menjadi 6,8-7 ton/ha.

“Dengan demikian pendapatan petani dapat meningkat,” tuturnya.

Ajat Jatnika memberi pernyataan bahwa pompa air sudah terpasang dan bisa berfungsi dengan sumber air dari Sungai Cipancar, siap untuk ditanami padi untuk mengairi sekitar 20 hektar luasan sawah tadah hujan.

“Pompa sudah terpasang 100% rampung, bak penampung ukuran 3x3m, pompa ukuran 6 inch dengan bahan bakar solar sudah terpasang didalam rumah pompa,” jelasnya.

Ajat menaruh harapan agar dapat menanggulangi permasalahan air yang selama ini dialami.

“Saya minta agar irigasi perpompaan bisa bermanfaat terutama di musim kemarau saat ini, agar bisa panen raya bulan September-November,” katanya.

Ajat juga menyampaikan agar pompa dan irigasi perpompaan ini bisa dipelihara, dijaga dan berbagi dengan anggota kelompok lain.

Ketua Kelompok Tani Mekar Harapan III, Toto Setiawan, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut atas bantuan pompanisasi ini yang mampu mengairi sawahnya dengan baik.(*)