17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Gapai Indonesia Emas 2045, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Generasi Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjadikan Generasi Z sebagai ujung tombak untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Untuk itu, fungsi pendidikan dan pelatihan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) dimaksimalkan.

Hal ini telah dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dengan menyediakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam regenerasi pertanian.

Menteri Amran mengemukakan bahwa Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dunia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut salah satu tantangan yang dihadapi bidang pertanian adalah regenerasi petani.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” tuturnya.

Santi berharap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan harus turut aktif dalam membangun SDM pertanian yang mumpuni demi mencapai target swasembada pangan.

BBPP Lembang menjawab hal tersebut dengan membuka praktik magang yang diikuti peserta didik dari lembaga pendidikan baik kampus maupun sekolah pertanian.

Kesempatan itu dimanfaatkan mahasiswa Universitas Brawijaya, Oktavia Fatma Eka Nur Hadianti dan Kartika Indah Cahyani, untuk mempelajari budidaya pakcoy dan budidaya kangkung.

Selain praktik yang dilakukan dalam periode satu bulan, para peserta magang juga mendapat kesempatan belajar dengan suasana akademis sebagaimana di kampus asal mereka.

Selama magang, para peserta didik didampingi oleh Widyaiswara yang ahli dalam budidaya masing-masing tanaman tersebut.

Kemudian mereka diminta untuk menyusun laporan yang kemudian harus dipresentasikan sebagai pertanggungjawaban proses belajar mereka.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/14/upt-pelatihan-kementan-bekali-ilmu-pertanian-ke-calon-purna-tugas-bumn/

Oktavia misalnya, mempresentasikan pertumbuhan tanaman pakcoy dengan aplikasi trichoderma serta pengaruh perbedaan dosis pemupukan..

Sementara Kartika mendalami budidaya tanaman kangkung dan pakcoy ketika diberikan trichoderma pada fase perkecambahan.

Dalam sesi presentasi, mereka akan diuji dan diberikan masukan dari widyaiswara sehingga hasil laporannya lebih baik ketika dibawa ke kampus.

Selain itu, harapan dari BBPP Lembang adalah agar para peserta didik semakin mahir dalam budidaya tanaman untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan pertanian dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tandas Ajat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Bekali Ilmu Pertanian ke Calon Purna Tugas BUMN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada 31 calon purna tugas PT. KAI Daerah Operasional 2 Kota Bandung yang sedang menyiapkan diri untuk menyongsong masa pensiun. Bekal diberikan saat para calon pensiunan itu berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (11/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dalam mencapai swasembada pangan.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, Para Calon Purna Tugas PT KAI berkesempatan untuk melihat beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka memulai perjalanan mereka dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Kemudian mereka melanjutkan kunjungan ke screen house tanaman hias.

Di screen house tanaman hias, para calon purna tugas melihat komoditas kaktus, sukulen, dan anggrek yang tersedia.

Mereka melihat potensi tanaman anggrek sebagai tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi. Tidak lupa mereka berfoto dengan tanaman yang tersedia.

Selama perjalanan, mereka melalui lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tersedia di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan dibudidayakan di sini terutama tanaman hortikultura yang tumbuh subur di dataran tinggi. Komoditas seperti brokoli, daun bawang, selada, jagung, dan sebagainya dikembangkan di sini.

KRPL BBPP Lembang juga sudah menggunakan prinsip pertanian modern dengan menggunakan Internet of Things.

Di KRPL tersedia beberapa sensor yang dapat mendeteksi cuaca, nutrisi di dalam tanah, dan berbagai faktor yang dapat menentukan budidaya tanaman.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/09/sokong-ketahanan-pangan-kementan-siapkan-gen-z-sebagai-regenerasi-petani/

Para calon purna tugas kemudian melihat instalasi hidroponik BBPP Lembang. Instalasi hidroponik yang dikunjungi diantaranya adalah instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Para peserta kunjungan antusias dalam bertanya kepada petugas lapangan yang mendampingi perjalanan mereka.

Melihat pengoperasian DFT yang praktis dan dapat memberikan hasil dalam jumlah yang cukup besar meningkatkan ketertarikan mereka.

Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas melon.

Acara pamungkas pada kunjungan hari itu adalah praktik pembuatan es krim jagung.

Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan ruang untuk mencoba di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Pada sesi praktik mereka diberikan bahan-bahan yang dibutuhkan serta proses dan cara dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik mereka juga berkesempatan untuk mencicipi es krim dari jagung, cabai, dan pak coy yang sebelumnya sudah disediakan.

Sesi diskusi berjalan aktif dengan peserta yang antusias bertanya mengenai jenis komoditas yang dapat diolah menjadi es krim atau bahan olahan lainnya.

Menutup, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” kata Ajat.(***)

Sokong Ketahanan Pangan, Kementan Siapkan Gen Z Sebagai Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mewujudkan swasembada pangan, dengan berbagai strategi. Di antaranya melakukan regenerasi petani dan menarik generasi muda untuk turut serta di bidang pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan generasi muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Sementara itu kebutuhan akan bahan pangan semakin meningkat.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang pertanian.

Salah satunya melalui praktik magang seperti yang diikuti 7 mahasiswa asal Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Pada 3 Februari 2025, para mahasiswa ini telah menyelesaikan masa magang yang berlangsung selama satu bulan.

Para peserta magang juga menyuguhkan hasil pembelajaran praktiknya kepada para widyaiswara di BBPP Lembang.

Suasana sidang berlangsung dengan atmosfer akademik dengan adanya pembimbing dan pembahas yang juga berlaku sebagai penguji. Masing-masing peserta didik melaksanakan magangnya diberbagai instalasi di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Seperti salah seorang mahasiswa, Elvira Yunia Putri, yang mengambil topik teknik inisiasi pada Pisang Cavendish secara in vitro.

Selama satu bulan Elvira melakukan praktik budidaya dan juga mengamati perkembangan benih bibit pisang Cavendish yang ditumbuhkembangkan di Laboratorium Kultur Jaringan. Teknik kultur jaringan yang digunakan dapat menghasilkan tumbuhan pisang dengan kualitas benih yang lebih baik.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/09/kementan-ajak-gen-z-kenali-potensi-agribisnis/

Rekan Elvira, Shalinda Octavia, mengulas mengenai pembibitan kentang dengan teknik in vitro juga. Hasil magang Shalinda merupakan upaya dalam perbanyakan produksi bibit unggul kentang.

Selain mempraktikkan budidaya dengan kultur jaringan, peserta magang yang lain juga mempraktikkan pertanian dengan teknik hidroponik.

Evrylia Dewi Romadenta, Cindy Ayu Deswanti,Shaffiyah Nadya Cholilah, dan Dhini Widyasari mempraktikkan aplikasi teknik hidroponik pada berbagai macam komoditas. Masing-masing mempelajari teknik bertani hidroponik dengan deep flow technique pada Pakcoy dan budidaya tanaman tomat serta melon dengan menggunakan metode drip irrigation.

Selain cara budidayanya, mereka juga mempelajari penerapan instalasinya hingga pemberian pupuk pada teknik-teknik tersebut.

Sementara Siti Kamila Rahmasari dari Untirta mempresentasikan hasil magangnya di screen house Tomat BBPP Lembang. Ia mengulas pembudidayaan tomat dengan teknik drip irrigation.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa pendidikan mahasiswa magang dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi di bidang pertanian.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tandas Ajat.(***)

Kementan Ajak Gen Z Kenali Potensi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus mengajak generasi muda untuk berpartisipasi dalam industri pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan pentingnya regenerasi dalam bidang pertanian. Dijelaskannya, kebutuhan tenaga kerja di bidang pertanian dinilai masih kurang.

Indonesia, sambungnya, membutuhkan pemuda-pemudi yang cerdas dan berkarakter dalam pembangunan pertanian.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani milenial harus berinovasi untuk mengembangkan produk-produk unggulan pertanian.

Mewujudkan semangat tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan di bawah BPPSDMP membuka kesempatan kerjasama kepada segala kalangan. Dengan tujuan untuk mengenalkan kesempatan dalam industri pertanian, UPT seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyediakan layanan kerjasama.

Rabu (05/02/2025) lalu, sebanyak 231 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengunjungi BBPP Lembang untuk mengenal potensi agribisnis dari pengolahan hasil pertanian.

Dalam kunjungannya, para mahasiswa dibawa untuk melihat pengolahan hasil pertanian seperti jagung menjadi es krim, pengolahan kopi dari buah sampai dengan ke cangkir, dan pembudidayaan tanaman hias.

Mereka kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan bergerak secara rotasi ke instalasi yang tersedia di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Satu kelompok diarahkan menuju Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, kelompok selanjutnya menuju instalasi pengolahan kopi, dan kelompok terakhir menuju screen house tanaman hias.

Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, para peserta magang mempelajari pengolahan jagung menjadi es krim.

Dipandu oleh petugas lab, dua orang menjadi sukarelawan dalam proses pembuatan. Mereka selanjutnya juga mencicipi hasil dari yang mereka olah. Selain jagung, peserta didik juga berkesempatan mencicipi es krim pakcoy, es krim buah naga, dan sorbet cabai.

“Penjelasannya mudah diikuti dan dimengerti, es krimnya juga enak! Kami tadi mencoba buat es krim jagung, terus kami juga mencoba es krim pakcoynya. Instruksinya mudah diikuti juga jadi bisa kami coba sendiri di rumah!”, ujar mahasiswa yang selesai melakukan praktik.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/08/cetak-petani-muda-upt-kementan-fasilitasi-praktek-magang-mahasiswa/

Selanjutnya mengunjungi screen house tanaman hias di BBPP Lembang berkesempatan untuk melihat budidaya tanaman hias.

Di tempat ini, mereka juga mempraktikkan sendiri cara membudidayakan tanaman sukulen dan kaktus. Mereka juga banyak mengambil foto di tengah koleksi tanaman hias BBPP Lembang.

Di kafe percobaan BBPP Lembang, sejumlah mahasiswa menikmati espresso yang dibuat dari kopi hasil panen lahan BBPP Lembang. Kopi arabika yang dipanen kemudian diolah melalui proses pencucian biji, roasting, dan digiling hingga menjadi serbuk kopi.

Para peserta kunjungan mendapati kopi yang mereka cicip memiliki cita rasa yang kuat dan menambahkan kental manis ke dalam gelas mereka.

Dua mahasiswa, Yesa Salisadin dan Istiqomah Putri, meninggalkan kesannya setelah mencicipi Kopi khas BBPP Lembang.

“Pokoknya beda banget, dan kita setelah berkeliling tadi jadi tahu cara mengolah kopi dari awal sampai diminum,” terangnya.(***)

Cetak Petani Muda, UPT Kementan Fasilitasi Praktek Magang Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, melaksanakan praktek magang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Januari sampai 8 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/08/kementan-tingkatkan-kualitas-mahasiswa-sidoarjo-melalui-agribisnis-pertanian/

Para mahasiswa semester 6 Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini melaksanakan magang di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house tanaman hias, budidaya pakcoy sistem DFT, dan laboratorium agens hayati.

Setelah hampir 1 bulan melakukan magang, untuk mempertanggungjawabkan hasil magang dilaksanakan seminar hasil, Kamis (6/2/2025). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang. Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan.

Tema ketiganya adalah: Eksplorasi dan Isolasi Trichoderma, Spp pada Rizosfer Tanaman Kopi (Coffea Sp.), Teknik Budidaya Tanaman Kaktus secara Vegetatif (Grafting) pada Kaktus Impor (Gymnocalycium Mihanochivii) dan lolal (Copiapoa Hypogea) dan Budidaya Pakcoy (Brassica Rapa L.) menggunakan Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique). Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama magang di BBPP Lembang.

“BBPP Lembang menjadi lokasi yang tepat untuk melaksanakan magang. Sarana prasarananya cukup lengkap dan mendukung proses belajar kami. Selama di sini juga kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ujar salah seorang mahasiswa, Rahma Nur Laely.

Mahasiswi lainnya, Bela Nur Aini, juga menyampaikan kesannya selama mengikuti magang.

“Bagi kalian siswa dan mahasiswa, ayo bisa melaksanakan magang di sini ya, karena tempatnya nyaman dan nantinya akan dibimbing oleh widyaiswara dan petugas yang kompeten,” tuturnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Abdhul Rahman Ramadana.

“Terima kasih BBPP Lembang yang telah menerima kami melaksanakan magang di sini,” kata Abdhul Rahman.(***)

Kementan Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Sidoarjo Melalui Agribisnis Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan budidaya tanaman hias Kaktus, sukulen dan hilirisasi komoditas pangan strategis jagung kepada 90 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Bisnis Digital, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jumat (7/2/2025).

Kunjungan dilakukan untuk meningkatkan atmosfir akademik serta meningkatkan kualitas mahasiswa.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan kesiapan BBPP Lembang baik dari sarana dan prasarana serta SDM pengelola dan terus berbenah, untuk berpartisipasi aktif meningkatkan kompetensi SDM pertanian, termasuk regenerasi petani sebagai salah satu program Kementerian Pertanian.

“Kami menerima stakeholder dibidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, calon purnabakti, dan lainnya untuk belajar pertanian di sini, salah satunya melalui kegiatan eduwisata seperti ini,” tuturnya.

Terbagi 2 kelompok, secara bergantian rombongan mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian dan praktik membuat es krim jagung.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/04/dukung-swasembada-mentan-dan-menhut-tanam-agroforestri-pangan-serentak-di-17-provinsi/

Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih memberikan penjelasan program Kementerian Pertanian.

“Saat ini program Kementerian Pertanian adalah mencapai swasembada pangan secepatnya-cepatnya. Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta lebih penduduk Indonesia,” terang Saptoningsih.

Saptoningsih juga menjelaskan 4 sub sistem dalam agribisnis, salah satunya pengolahan hasil pertanian.

Menurutnya, pengolahan hasil pertanian bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Didampingi petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL, mahasiswa semester 5 ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut hingga dikemas ke dalam kemasan cup kecil yang cantik.

Usai praktik dan mencicipi es krim jagung, mereka pun membeli aneka es krim dan sorbet yang diproduksi oleh laboratorium, yaitu sorbet pakcoy, sorbet mangga, sorbet cabai, dan es krim labu.

“Sorbet dan es krim nya enak-enak dan seru ternyata ya praktik membuatnya. Pokonya seru sekali belajar di BBPP Lembang! ucap mereka kompak.

Kelompok kedua, bergerak menuju screen house tanaman hias. Widyaiswara spesialisasi budidaya tanaman memberikan penjelasan tentang budidaya tanaman sukulen dan kaktus.

Mahasiswa tampak antusias diajak praktik perbanyakan sukulen dengan stek pucuk dan stek daun serta dan perbanyakan kaktus dengan teknik menempel (grafting).(***)

Siapkan Pengusaha Pertanian Masa Depan, Kementan Gandeng HIPMI

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan), melantik pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI – PT) Polbangtan YOMA pada Rabu (5/1/2025).

Ini adalah salah satu upaya Kementan untuk menyiapkan calon-calon pengusaha bidang pertanian dari bangku kuliah.

Bertempat di lapangan upacara Kampus Kusumanegara, Yogyakarta, Direktur Polbangtan YOMA dan Badan Pengurus Daerah HIPMI Daerah Istimewa Yogyakarta mengukuhkan 18 pengurus dengan 25 anggota HIPMI PT Polbangtan YOMA. Mereka adalah mahasiswa Polbangtan YOMA dari 3 program studi di jurusan pertanian.

Dengan pelantikan ini, diharapkan HIPMI PT bisa menjadi media untuk meningkatkan jiwa entrepreneur di kalangan mahasiswa.

Sejalan dengan ajakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman agar mahasiswa tidak ragu menjadi pengusaha pertanian. Alasannya, delapan dari 10 atau 80 persen pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Tekad kuat dan kerja keras, mengubah nasib mereka, sehingga mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi masa lalu," paparnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti terus mendorong lahirnya wirausahawan muda dari perguruan tinggi vokasi Kementan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/23/bersama-polri-kementan-tanam-jagung-serentak-di-jawa-tengah/

"Kementan terus mendukung tumbuh kembang para petani muda untuk terlibat dan mengembangkan usaha di sektor pertanian," katanya.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto menyambut baik terbentuknya HIPMI PT Polbangtan YOMA.

“Ini menjadi suatu permulaan bagaimana nanti pengurus dan anggota bisa meningkatkan jejaring untuk meningkatkan job creator. Tentu ini akan menjadi hal yang sangat penting apalagi saudara akan memulai berwirausaha saat menjadi mahasiswa,” jelas Bambang.

Menurutnya, kesempatan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Mahasiswa akan kesulitan memanfaatkan kesempatan tanpa dibekali kompetensi yang memadai.

“Oleh karena itu para mahasiswa harus mengembangkan kompetensi diri melalui pendidikan dan pelatihan.” ucapnya.

Sementara itu, mewakili Ketua Badan Pengurus Daerah HIPMI Daerah Istimewa Yogyakarta, Trusti Aulia berharap mahasiswa dengan jiwa muda dan penuh semangat bisa mengembangkan semangat wirausaha di kampus.

“Kita akan bersama menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Untuk ke dapan, menghasilkan pengusaha muda yang kreatif dan inovatif", kata Trusti.

Ia menambahkan, HIPMI PT berkontribusi besar dalam membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, Ia mengajak mahasiswa untuk berperan aktif, agar bisa menjawab tantangan globalisasi, khususnya di bidang ekonomi.(***)

Dukung Swasembada, Mentan dan Menhut Tanam Agroforestri Pangan Serentak di 17 Provinsi

TANIINDONESIA.COM//INDRAMAYU – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar penanaman agroforestri pangan secara serentak di 17 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mencakup penanaman padi lahan kering serta Tanaman Serbaguna atau Multipurpose Tree Species (MPTS). Pusat pelaksanaan acara berada di areal Hutan Kemasyarakatan KTH Tani Jaya 4, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan luas penanaman sekitar 5 hektare.

Agroforestri pangan merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang diterapkan dalam kawasan hutan negara atau hutan adat. Sistem ini melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama dalam meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan, serta dinamika sosial budaya.

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan lahan kering melalui sistem tumpang sari dengan tanaman pangan memiliki potensi luas mencapai 500.000 hektare, di mana sekitar 389.000 hektare berada di kawasan perhutanan sosial dan lahan kehutanan lainnya.

“Ini luar biasa, penanaman agroforestri tumpang sari padi bisa mencapai 1 juta hektare. Jika kita jalankan dengan baik, insyaallah Indonesia akan lebih cepat mencapai swasembada. Presiden sangat mendukung sektor pertanian, mulai dari pupuk, benih, hingga alsintan,” ujar Mentan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya peningkatan produksi terus dilakukan, termasuk optimasi lahan dengan sistem pompanisasi serta pencetakan sawah di berbagai provinsi. Mentan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS, produksi padi pada Januari naik 52 persen, Februari naik 51 persen, dan Maret naik 50 persen.

“Semua ini adalah hasil perhatian penuh Presiden terhadap sektor pertanian. Kita harus bersyukur, karena di saat banyak negara mengalami kelaparan dan stunting, kita masih memiliki pangan yang cukup dan bergizi untuk anak-anak kita,” katanya.

Meskipun demikian, Mentan mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap waspada terhadap perubahan iklim yang tidak menentu. “Jawaban atas ketidakpastian ini adalah swasembada pangan. Kita harus memastikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penanaman padi gogo di lahan hutan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan produksi tanaman pangan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/04/pikat-milenial-lakoni-agribisnis-kementan-kenalkan-olahan-pangan-jagung/

“Saya diperintahkan untuk memaksimalkan potensi hutan. Ini bukan membuka hutan baru, melainkan merevitalisasi lahan yang sebelumnya mengalami kebakaran atau kekeringan agar kembali produktif dengan padi gogo,” ujarnya.

Menhut juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian hutan dan pembangunan. “Hutan harus tetap lestari, tetapi pembangunan juga tidak boleh berhenti. Saat ini ada 1,1 juta hektare lahan yang bisa dimaksimalkan. Insyaallah, ini akan menjadi langkah besar menuju swasembada,” tambahnya.

Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyampaikan bahwa saat ini penanaman padi gogo di lahan kehutanan kering telah mencapai sekitar 203 hektare dan ditargetkan berkembang menjadi 6.000 hektare, dengan potensi total mencapai 26.000 hektare.

“Alhamdulillah, Indramayu mendapat perhatian besar dari Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan. Dengan dukungan ini, kami optimistis bisa terus mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Untuk diketahui, penanaman ini dilakukan serentak di enam lokasi Balai PSKL, yaitu di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung; Kabupaten Lombok Tengah, NTB; Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan; Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan; dan Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Selain itu, Perum Perhutani juga turut serta dalam penanaman serentak di tiga regional wilayah kerja, yaitu di Divre Perhutani Jawa Barat Banten yang berlokasi di KPH Sumedang, Divre Perhutani Jawa Tengah di KPH Randublatung, serta Divre Perhutani Jawa Timur di KPH Bojonegoro.

Penanaman juga berlangsung di 17 provinsi lainnya, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Bali. Secara keseluruhan, terdapat 26 lokasi penanaman agroforestri pangan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.(***)

Pikat Milenial Lakoni Agribisnis, Kementan Kenalkan Olahan Pangan Jagung

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian kepada 378 orang siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (4/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia. Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Rombongan SMP Negeri 1 Sepatan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang.

Pemimpin rombongan, Ranti Widiastuti, yang juga perwakilan guru, mengatakan tujuan kunjungan ini dalam rangka program sekolah P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

“Tema P5 kali ini dalam hal pengolahan makanan yaitu pembuatan es krim. Kegiatan ini akan berkesinambungan dengan tema berikutnya yaitu kewirausahaan. Harapan kami setelah anak-anak mampu membuat es krim maka dapat diperjualbelikan di dalam dan di luar sekolah,” ungkap Ranti.

Terbagi 4 kelompok, secara bergantian rombongan mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian dan praktik membuat es krim jagung.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/31/hortikultura-masih-menjadi-andalan-kementan-latih-masyarakat-terkena-dampak-tol-di-kabupaten-subang/

Didampingi petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL, murid-murid kelas VIII ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut hingga dikemas ke dalam kemasan cup kecil yang cantik.

Selain praktik di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak juga diberi kesempatan mengelilingi Inkubator Agribisnis.

Di screen house tanaman hias, dikenalkan aneka koleksi tanaman kaktus dan sukulen dan proses budidayanya.

Di zona rumah pangan lestari, didampingi petugas lahan praktik, murid-murid antusias mengenal berbagai tanaman yang ditanam di lahan memakai mulsa, di dalam polybag, dan yang digantung.

Koleksi tanaman pakcoy, brokoli, selada, bawang daun, tomat, padi apung, labu, tanaman rimpang seperti jahe yang belum mereka ketahui sebelumnya. Dikenalkan juga smart farming yang dimanfaatkan untuk penyiraman otomatis.

Di zona screen hidroponik, petugas memberikan penjelasan budidaya pakcoy menggunakan teknologi hidroponik sistem DFT, yang menarik perhatian siswa-siswi karena menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah dan jumlahnya bisa langsung banyak karena menggunakan instalasi bertingkat.

Dua siswi, Alya Nur Arizza dan Keyla Shifa Awaliyah ditemui selepas praktik membuat es krim jagung, menyampaikan keseruannya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Kami belajar hal baru di sini, mengenal berbagai macam tanaman sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias kaktus dan sukulen,” katanya.

“Kami belajar membuat es krim jagung yang teryata mudah ya. Semoga BBPP Lembang tetap menjadi tempat kunjungan yang seru!”, ungkap mereka kompak.(***)

Jelang Ramadhan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriyah, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Operasi Pasar Pangan Murah serentak di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Serta, memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan operasi ini bertujuan untuk memastikan stok pangan cukup dan harga tetap stabil. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, pangan aman, ibadah pun nyaman.

Di Lembang, Operasi Pasar Pangan Murah dilaksanakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, 28 Februari – 29 Maret 2025, di Gedung Packing House BBPP Lembang.

Hari pertama, Jumat (28/2/2025), kegiatan dibuka pukul 9 pagi oleh Kepala Balai, hingga pukul 2 siang. Tampak masyarakat sekitar Lembang, karyawati, dan ibu dharma wanita persatuan BBPP Lembang datang dan membeli aneka bahan pangan pokok.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menyampaikan, jika Kementan hadir untuk masyarakat agar menyambut bulan Ramadhan dengan tenang dan gembira, bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga yang bersahabat.

"Di sini kami bekerjasama dengan berbagai stakeholder penyedia bahan pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Lembang,” katanya.

Hari pertama kegiatan operasi pasar, 6 komoditas yang tersedia yaitu beras premium 5kg terjual sebanyak 26 pcs, minyak goreng terjual 319 liter, telur ayam terjual 96 kg, daging ayam beku terjual 66 kg, bawang merah terjual 50 kg, terigu terjual 50 kg, dan gula pasir terjual 33 kg.

Popon, warga Desa Sukamaju, saat ditemui setelah membeli beras, terigu, minyak, dan telur mengatakan harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/regenerasi-petani-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk/

“Harganya terjangkau ya belanja di sini dan dengan adanya kegiatan ini merasa terbantu apalagi jelang bulan Ramadhan,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Ai, dari Desa Sukamaju. “Belanja di sini murah dibanding di tempat lainnya,” ucapnya singkat.

Gerai Pasar Pangan Murah juga dimeriahkan dengan adanya gelar produk sayuran dari Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seperti pakcoy, cabai, dan bawang daun.

BBPP Lembang juga membuka layanan konsultasi agribisnis. Tampak widyaiswara BBPP Lembang asyik berbincang dengan masyarakat yang datang untuk konsultasi tentang hidroponik dan budidaya anggur.

Di sudut lainnya, P4S Tona’s Coffee sebagai mitra BBPP Lembang juga membuka lapak dan menjual produk kopinya yang cocok dinikmati pada cuaca dingin di Lembang saat ini karena turun hujan hampir setiap hari.(***)