17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Siswa SMK

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat belas siswa kelas XII dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Maja Kabupaten Majalengka, melaksanakan praktik kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Pelatihan di Kementerian Pertanian (Kementan). Praktik dilakukan 3 bulan, 18 November 2024 sampai 27 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Siswa-siswi SMK Negeri I Maja Kabupaten Majalengka melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu sayuran lapang tanaman brokoli, pakcoy, selada, jagung manis, budidaya pakcoy secara hidroponik sistem DFT, dan pascapanen pengolahan kopi.

Setelah 3 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil.

Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang, Manajer Inkubator Agribisnis, petugas pendamping di lapangan, serta siswa-siswi lain yang juga sedang praktik di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja. Diskusi berlangsung tentang hasil proses praktik kerja yang dilakukan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/sektor-pertanian-penyangga-ekonomi-upt-pelatihan-kementan-latih-masyarakat-subang-terdampak-tol/

Pelepasan kegiatan praktik kerja dilakukan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Kamis (27/2/2025).

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan praktik kerja,” jelasnya lagi.

Ajat meyakini dengan pendidikan formal yang dijalani para generasi muda di sekolah menengah kejurusan pertanian, akan menjadi kelebihan saat nanti menekuni dunia pertanian baik di dunia usaha dan dunia industri.

“Pertanian itu keren, apalagi dengan memanfaatkan teknologi karena generasi muda saat ini adaptif dengan teknologi. Ayo tekuni dunia pertanian karena pertanian tidak boleh berhenti dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ijang M. Ubaidilah, menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan BBPP Lembang untuk kegiatan praktik kerja ini.

“Sebagai bagian dari kurikulum merdeka, siswa kami harus menjalani prakik kerja selama 16 minggu di instansi/perusahaan/industri," katanya.

Ia juga mengapresiasi penerimaan BBPP Lembang. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi bekal buat para siswa.

"ilmu dan penambahan wawasan bagi siswa-siswi kami sebagai bekal mereka nantinya untuk melanjutkan pendidikan dan saat masuk ke dunia usaha dan dunia industri,” katanya lagi.

Salah seorang siswa, Adithya Dwi Margiana, juga merasakan hal serupa.

“Terimakasih BBPP Lembang!! di sini kami memperoleh banyak hal baru tentang pertanian. Di sini juga jadi banyak mengenal teman baru dari sekolah lain maupun kakak mahasiswa yang juga sedang praktik kerja di sini,” katanya.(***)

Sektor Pertanian Penyangga Ekonomi, UPT Pelatihan Kementan Latih Masyarakat Subang Terdampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Perempuan di Pedesaan dalam Usaha Ekonomi Produktif (Angkatan 3), dilaksanakan di Desa Sawangan Kecamatan Cipeundeuy. Widyaiswara BBPP Lembang menjadi fasilitator kegiatan ini.

Kunjungan lapang pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (26/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada kunjungan lapangan ini, 35 orang peserta dibagi 3 kelompok dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/dukung-swasembada-pangan-upt-pelatihan-kementan-ajak-gen-z-tekuni-pertanian/

Mereka mempraktikkan olahan pisang yang menjadi produk unggulan BBPP Lembang, yaitu eggroll pisang dan pisang linting.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll pisang dan pisang linting mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll dan memasukkannya ke dalam kemasan.

Penghujung pelatihan, dilakukan pelepasan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan dihadiri tim manajemen dan widyaiswara serta perwakilan dari Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar yang setiap hari harus selalu mengasah kemampuan dan wawasannya dengan suatu hal yang baru.

“Ini akan membentuk karakter positif bagi siapapun yang tidak lelah untuk belajar setiap harinya,” tutur Ajat.

“Pengolahan hasil pertanian bisa menjadi alternatif usaha yang produktif dibidang pertanian, asalkan dilakukan dengan baik dan saya berharap ibu-ibu yang memang biasa melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan pangan, sukses menjalankan bisnis pengolahan pangan ini,” harap Ajat.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri sesuai rencana tindak lanjut. Pertemuannya sebanyak 3 kali dan peserta dibagi menjadi 3 kelompok.

Selanjutnya widyaiswara BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan fokus di pemasaran hingga produk olahan keripik singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Harapan dari kegiatan kerja sama ini, dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta menjadi active income untuk membantu keuangan keluaga sebagai upaya pemulihan mata pencaharian pasca terdampak pembangunan jalan tol.

Dengan demikian pertanian bisa menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat.

Salah satu peserta, Wiha Wahyani menyampaikan, “Banyak hal baru yang saya dapatkan terutama terkait pengolahan pangan hingga menjadi sebuah produk yang siap dijual, bagaimana pemasaran produk, dan diskusi yang menarik dengan widyaiswara dan rekan rekan sesama peserta pelatihan mengenai masalah yang terjadi yang berkaitan dengan pengolahan pangan.

Materi yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami. Satu hal yang sangat berkesan, widyaiswara memotivasi kami agar bisa menjadi seseorang yang sukses berbisnis,” cerita Wiha.

Wiha berharap BBPP lembang bisa tetap menebarkan ilmu dan memotivasi masyarakat untuk bisa bergerak bisnis pengolahan pangan sehingga mampu pengangguran di Indonesia. Selain itu juga bisa memajukan ekonomi khususnya masyarakat pedesaan.(***)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Ajak Gen Z Tekuni Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 134 siswa kelas X dan XI SMA Islam Terpadu Qordova, Rancaekek Kabupaten Bandung, Selasa (25/2/2025). Para siswa yang didampingi sejumlah guru hadir untuk melakukan agrowisata.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. Dua puluh tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Mentan, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Rombongan SMA Islam Terpadu Qordova, Rancaekek, diterima oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang didampingi tim manajemen.

“Sebagai UPT Pelatihan lingkup Kementerian Pertanian, BBPP Lembang berkomitmen untuk berkontribusi melakukan regenerasi petani muda. Pemanfaatan teknologi penting apalagi generasi muda identik dengan adaptable terhadap teknologi,” tutur Ajat.

Setelah penerimaan, rombongan SMA Islam Terpadu Qordova dibagi menjadi 3 kelompok. Mereka lalu menuju lahan praktik Inkubator Agribisnis.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/23/upt-pelatihan-kementan-beri-pelatihan-hilirisasi-komoditas-hortikultura-bagi-masyarakat-subang-terdampak-tol/

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Siswa dikenalkan produk olahan buah mangga untuk peningkatan nilai tambahnya menjadi cemilan menyegarkan, sorbet buah mangga.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya.

Di lahan praktik lainnya tepatnya di laboratorium agens hayati, anak-anak tampak gagah menggunakan jas lab, melakukan praktik perbanyakan Trichoderma pada media jagung, didampingi petugas dan mahasiswa yang sedang PKL.

Sementara di screen house tanaman hias kaktus dan sukulen, widyaiswara dan petugas lapang sharing tentang perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen yang bisa menjadi peluang bisnis menguntungkan.

“Adik-adik, dari satu pot tanaman sukulen ini, bisa menghasilkan banyak anakan sukulen sehingga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan,” ujar Ida Farida, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya tanaman.

Para siswa lalu mempraktikkan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam. Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

UPT Pelatihan Kementan Beri Pelatihan Hilirisasi Komoditas Hortikultura bagi Masyarakat Subang Terdampak Tol

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui OCG Associates, melatih masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Olahan Keripik Singkong dan Pisang, dilaksanakan di masing-masing desa terdampak dengan widyaiswara BBPP Lembang sebagai fasilitator.

Kunjungan lapang pelatihan dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Kamis (20/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada kunjungan lapangan ini, 21 orang peserta dibagi 3 kelompok dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium. Mereka mempraktikkan salah satu olahan pisang yang menjadi produk unggulan BBPP Lembang, yaitu eggroll pisang.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat eggroll pisang mulai dari pencampuran semua bahan menjadi adonan dan mencetak adonan di mesin pencetak eggroll, memasukkannya ke dalam kemasan.

Peserta lalu diberikan materi tentang pembuatan label produk yang di dalamnya memuat komposisi produk dan merk produk sehingga nantinya dapat meningkatkan nilai jual.

Widyaiswara BBPP Lembang juga memberikan materi analisa usahatani, dengan menganalisa biaya tetap, biaya tidak tetap dari usaha olahan keripik singkong dan pisang ini.

Disampaikan pula penerimaan yang akan diperoleh dan pendapatannya sehingga bisa dianalisa kelayakan usahanya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/23/hidroponik-dan-hilirisasi-upt-pelatihan-kementan-tarik-minat-calon-purna-tugas-bumn/

Setelah itu, dilakukan kegiatan pelepasan pelatihan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan dihadiri tim manajemen dan widyaiswara serta Team Leader Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP), Neneng Nurbaeti Amien.

Neneng menyampaikan peserta merupakan ibu rumah tangga.

“Setelah pelatihan ini diharapkan peserta terinspirasi karena telah memiliki bekal ilmu untuk memulai usaha olahan pisang dan singkong dan diharapkan memperoleh keuntungan dari olahan usaha tersebut,” katanya.

Neneng juga menjelaskan bahwa program pemulihan mata pencaharian ini bertujuan meminimalkan dampak adanya pembangunan jalan tol yang menyebabkan warga harus realokasi tempat tinggal.

“Diharapkan dengan tempat tinggal baru, suasana baru dengan fasilitas yang lebih baik, warga lebih semangat memulai usaha sehingga dapat memulihkan mata pencahariannya,” kata Neneng.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika saat melepas kegiatan pelatihan, menyampaikan jika pangan sangat penting untuk terus diupayakan.

"Hilirisasi pertanian melalui pengolahan hasil pertanian mampu meningkatkan nilai tambah produk, untuk orientasi ekonomi mampu meningkatkan pendapatan. Karena itu bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan,” jelasnya.

Ajat juga mengingatkan para peserta agar bisa membentuk organisasi kelembagaan, minimal kelompok tani, karena ini akan membawa banyak keuntungan mulai dari akses permodalan dan kemudahan akses pasar.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri oleh setiap peserta sesuai rencana tindak lanjut yang disusun.

BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan hingga produk olahan keripik singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Harapan dari kegiatan kerja sama ini, dampak pelatihan dirasakan oleh semua peserta yaitu peningkatan taraf hidupnya melalui aktivitas hilirisasi komoditas hortikultura.(***)

Bangun Pertanian Indonesia, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Mahasiswa Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberi kesempatan kepada lima mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, melaksanakan praktik magang, periode 20 Januari sampai 20 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya, pelatihan, kunjungan singkat dan kegiatan magang atau PKL.

Para mahasiswa semester 7 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon melaksanakan kegiatan PKL di laboratorium pengolahan hasil pertanian dan tentang penyuluhan pertanian BBPP Lembang.


Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/19/lirik-peluang-bisnis-calon-purna-tugas-bumn-dalami-pertanian-modern/

Setelah satu bulan, para mahasiswa melaksanakan seminar hasil, Selasa (18/2/2025), yang dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang magang di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil magang tentang Pembuatan Video Pembelajaran di BBPP Lembang dengan mengikuti proses produksi video pembelajaran tentang rangkaian budidaya tomat beef.

Peserta magang juga melakukan Analisis Usaha Pengolahan Hasil Pertanian di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang untuk produk es krim jagung, sorbet mangga, sistik wortel, dan eggroll pisang.

Selesai melaksanakan seminar hasil, salah satu peserta, M. Irfan Akbar menyampaikan kesannya menjalani magang selama satu bulan di BBPP Lembang.

“Pengalaman yang sangat berharga dan mendalami magang di BBPP Lembang. Di sini lingkungan belajarnya kondusif, fasilitas yang lengkap, serta dukungan dari para mentor dan staf yang sangat berpengalaman," katanya.

"Saya merasa sangat beruntung bisa belajar langsung tentang teknologi pertanian modern, manajemen pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian di sini,” ucapnya.

Irfan menceritakan selama interaksi dengan peserta pelatihan dan rekan-rekan magang lainnya juga memperkaya wawasan tentang berbagai praktik pertanian dari berbagai daerah.

“Saya sangat terkesan dengan dedikasi dan semangat tim BBPP Lembang dalam mencetak SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing,” tuturnya.

“Saya berharap agar BBPP Lembang ini terus berkembang dan menjadi pusat pelatihan pertanian terdepan di Indonesia. Semoga BBPP Lembang dapat terus memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun lembaga internasional, untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pengembangan inovasi pertanian," kata Irfan lagi.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak di BBPP Lembang yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengalaman berharga selama magang.(***)

Lirik Peluang Bisnis, Calon Purna Tugas BUMN Dalami Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Selasa (18/2/2025). Para calon purna tugas ini menyiapkan peluang bisnis di sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan selalu siap untuk melayani stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian modern.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/komitmen-kementan-cetak-regenerasi-petani-melalui-agrowisata/

Rombongan calon purna tugas PT KAI diterima secara resmi oleh Kepala Bagian Umum dan tim manajemen BBPP Lembang.

Dalam kesempatan itu, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang teknologi hidroponik, berbagai sistem hidroponik diantaranya deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), irigasi tetes, aeroponik, dan wick sistem.

Mulai dari pembuatan instalasinya, pemberian nutrisi, pemeliharaan dan peluang bisnis masing-masing sistem.
Agar lebih memahami teknologi hidroponik, peserta diajak praktik membuat instalasi DFT di Inkubator Agribisnis.

Petugas mendemokan pembuatan instalasi DFT dengan menyambungkan rangka baja, paralon, knee dan bahan lainnya. Selain itu diperlihatkan pelarutan nutrisi A dan B sebagai nutrisi utama budidaya hidroponik.

Setelah itu, peserta beranjak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Petugas laboratorium memperkenalkan konsep pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan.

Peserta dikenalkan satu produk olahan sayuran, yaitu manisan terong ungu.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat manisan terong dan peserta juga ikut mempraktikkannya.

Saat mencicipi terong ungu, rata-rata peserta memberi komentar positif.

“Enak manisan terong ini, manisnya pas, ada terasa segar karena diberi asam sitrat ya, dan yang amazing, rasa terong ungunya jadi tidak berasa ya, enak seperti kurma saja,” ucap mereka.(***)

Komitmen Kementan Cetak Regenerasi Petani Melalui Agrowisata

TANIINDONSESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 167 siswa kelas VIII dan IX SMP Al-Muhadjirin Bekasi, Rabu (12/2/2025). Para siswa yang didampingi sejumlah guru hadir untuk melakukan agrowisata.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.


Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/tingkatkan-kualitas-sdm-pertanian-upt-pelatihan-kementan-kenalkan-teknologi-true-shallot-seed/

Para siswa yang dibagi menjadi 4 kelompok, secara bergantian mengunjungi dan praktik budidaya tanaman hias. Widyaiswara BBPP Lembang dibantu petugas memberi informasi budidaya kaktus dan sukulen.

“Adik-adik, dari satu pot tanaman sukulen ini, bisa menghasilkan banyak anakan sukulen sehingga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan,” ujar Ida Farida, widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya tanaman.

Para siswa lalu mempraktikkan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam. Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen. Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

Kelompok lainnya bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Di sana, widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Selanjutnya didampingi petugas laboratorium, murid-murid kelas VIII dan IX ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung. Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat es krim dan anak-anak juga ikut mempraktikkannya.

“Ternyata mudah ya membuat es krim jagung ini. Kami akan coba praktikkan nanti di rumah,” ungkap mereka.

Anak-anak juga tampak antusias saat mencicipi rasa es krim jagung yang manis, gurih dan segar ini. Apalagi ketika merasakan produk lainnya seperti es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet mangga, dan sorbet cabai.(***)

Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi True Shallot Seed

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menjalin kerjasama peningkatan kompetensi SDM pertanian dengan dua perusahaan swasta, yaitu PT. Bejo Benih Indonesia dan PT. Saprotan Utama. Kerjasama dilakukan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) True Shallot Seed (TSS) Bawang Merah, Selasa (11/2/2025).

Bimtek diikuti 30 peserta terdiri dari widyaiswara, petugas teknis, dan mahasiswa yang sedang praktek magang di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong peningkatan produksi hortikultura, salah satunya bawang merah, agar mampu yang berdaya saing.

“Peningkatan produksi bawang merah penting agar kebutuhan nasional tercukupi dan bisa diekspor,” tuturnya.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan, bimtek, dan sebagainya.

Fasilitator dari PT. Bejo Benih Indonesia (PT. BBI) memberikan materi secara klasikal tentang True Shallot Seed (TSS), yaitu teknologi perbanyakan benih bawang merah yang mampu menghasilkan tanaman lebih baik dari sisi jumlah dan kualitas sehingga dapat memberi keuntungan lebih.

PT. BBI juga memperkenalkan minibulb yaitu umbi dari TSS yang disemai selama 85 hari untuk menghasilkan umbi yang siap tanam bagi petani bawang merah.

Setelah itu, peserta praktik membuat persemaian benih bawang merah di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Teknik pertama yang dikenalkan adalah persemaian di bedengan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/dorong-regenerasi-petani-demi-ketahanan-pangan-upt-pelatihan-kementan-gandeng-perguruan-tinggi/

Selain itu dikenalkan persemaian menggunakan tray dan alat soil block dengan media tanamnya berupa tanah, pupuk organik, cocopeat, dan arang sekam.

Peserta praktik menyiapkan media tanam, mencetaknya menggunakan soil block ke dalam tray, dan menyemai benih bawang merah. Selain itu juga praktik persemaian menggunakan media peatmoss.

Salah satu peserta yaitu widyaiswara, Sani Hanifah, mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa dari kegiatan ini.

“Mengikuti bimtek ini menjadi pengalaman yang luar biasa karena bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai perbanyakan benih bawang merah biji (TSS) yang merupakan teknologi terbaru dalam pertanian dan salah satu strategi budidaya bawang merah yang efektif,” katanya.

PT. BBI memberikan panduan yang informatif dan praktis, memberikan wawasan berharga serta solusi terbaik untuk meningkatkan hasil panen bawang merah.

Widyaiswara lainnya, Dewi PS, mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini.

“Bimtek ini menarik karena di BBPP Lembang belum pernah menanam benih bawang merah dengan TSS. Kami pun mengajarkan kepada peserta pelatihan menanam bawang merah melalui umbinya saja,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan tantangan mendiseminasikan TSS bagi petani bawang yang sudah terbiasa menanam benih menggunakan umbi. “Mengubah mindset petani dari menanam dengan umbi beralih ke TSS tidak mudah, terutama di kalangan petani kolotnial,” ujar Dewi.

Dewi berharap penanaman benih bawang merah dengan TSS ini bisa diajarkan ke peserta pelatihan baik penyuluh pertanian dan petani terutama petani milenial yang biasanya lebih adaptif dengan teknologi.

“Harus ada petani milenial champion yang bisa menjadi kiblat petani lain untuk mulai menggunakan TSS,” katanya.(***)

Dorong Regenerasi Petani Demi Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Perguruan Tinggi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Salah satu UPT di Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di antaranya melalui kegiatan praktik kerja lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menggagaskan bahwa generasi muda nantinya akan menjadi harapan bagi pertanian Indonesia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga berharap pada generasi muda.

Santi berpendapat bahwa kebutuhan pangan akan terus ada dan generasi petani saat ini sudah memasuki umur senja.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Mewujudkan hal tersebut, BBPP Lembang bersinergi dengan lembaga pendidikan baik perguruan tinggi maupun sekolah vokasi pertanian mendalami pertanian.

Jumat (14/2/2025), BBPP Lembang melepas lima orang mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang baru merampungkan periode magang.

Kelima mahasiswa tersebut merupakan peserta didik di Program Studi Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.

Menurut mereka, ketertarikan untuk mendalami pertanian muncul setelah datang dan mengunjungi BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/calon-purna-tugas-bumn-dalami-pertanian-modern-di-upt-pelatihan-kementan/

Salah seorang mahasiswa, Bryan Safiq Nugraha, mengaku tertarik untuk menjalani magang setelah mengunjungi BBPP Lembang pada Desember 2024 lalu.

“Kami jadi semakin tertarik untuk belajar tentang pertanian setelah kunjungan tersebut,” terangnya.

Setelah menjalani dua minggu periode magang, mereka mengaku bahwa banyak ilmu teknis yang dipelajari dari BBPP Lembang.

Mahasiswa lainnya, Erica Nadia Putrie, berharap ilmu yang didapat dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

“Kami yang selama ini hanya belajar teori di kampus jadi memahami teknik yang mungkin hanya dapat dipelajari ketika ada di lapangan,” sebutnya mengingat pengalaman magang mereka,

Layla Putri Hambali, peserta magang lainnya, mengaku sempat ada rasa kaget ketika menjalani magang.

“Ketika kami mulai belajar di sini, sempat agak kaget. Kami bertanya-tanya ‘kenapa tidak selalu menggunakan teknologi yang terbaru saja?’, namun setelah menjalani kami juga mengerti karena ini lembaga pelatihan dan yang kita hadapi nantinya adalah petani sehingga harus selalu bisa mengaplikasikan teknologi yang paling sederhana dan mudah didapat,” terangnya.

Sebagai penutup, Marsha Linda dan Pramesuara Cahaya Rahman menerangkan bahwa mereka juga mendapat pengalaman kerja sama yang berharga. Dari belajar di BBPP Lembang dan menjalani berbagai aktivitas bersama.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan bahwa ini merupakan komitmen dari BBPP Lembang untuk mencapai swasembada pangan.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung berbagai program strategis Kementerian Pertanian termasuk dalam regenerasi petani,” terang Ajat.(***)

Calon Purna Tugas BUMN Dalami Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 35 calon purna tugas dari PT. KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (13/2/2025) untuk mengenal pertanian modern dan potensi pengolahan hasil pertanian.

Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk berwirausaha di bidang pertanian atau sekadar menyalurkan hobi bertani di masa purna tugas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan jika penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha WIdi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Para calon purna tugas PT KAI sendiri berkunjung ke BBPP Lembang untuk mendapat bekal mengisi masa purna tugas.

“Kami harap kami dapat membekali calon purna tugas ini agar tetap bisa berkarya di masa depan,” terang Yudhistira selaku Kepala Bagian Sumber Daya Manusia PT KAI Daop 2 Bandung.

BBPP Lembang diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pertanian modern yang dapat dilakukan dengan praktis. Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementan, BBPP Lembang memiliki berbagai sarana untuk mewujudkan hal tersebut.

Beberapa teknologi yang ditunjukan pada peserta kunjungan pada kesempatan tersebut adalah hidroponik dengan metode deep flow technique (DFT) dan drip irrigation.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/14/gapai-indonesia-emas-2045-upt-pelatihan-kementan-gandeng-generasi-z/

Instalasi hidroponik berhasil menarik perhatian para peserta dan rasa ingin tahu mereka karena praktis dan tidak mengharuskan pelakunya untuk berada di lahan setiap saat.

Instalasi drip irrigation sendiri terbilang istimewa. BBPP Lembang merupakan salah satu UPT yang memiliki green house yang sudah terotomatisasi.

Setelah melakukan pemasangan dan penyetelan awal, rumah hijau tersebut dapat beroperasi sendiri. Masing-masing metode tersebut digunakan untuk menumbuhkan pakcoy dan melon.

Di samping mempelajari teknologi hidroponik, para peserta kunjungan juga mempelajari budi daya tanaman lain yang dapat tumbuh di dataran tinggi.

Beberapa komoditas tersebut dapat dilihat di Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Para peserta kemudian aktif bertanya dan berdiskusi dengan pendamping lapangan yang menerangkan mengenai budidaya brokoli, selada, daun bawang, dan komoditas hortikultura lainnya.

Terakhir, para peserta juga melihat potensi agribisnis dari tanaman hias dan pengolahan hasil pertanian. Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Lembang, mereka dibimbing untuk mengolah jagung menjadi es krim.

Para peserta juga berkesempatan untuk mencicipi berbagai olahan hasil pertanian yang dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah dan tidak memerlukan langkah yang panjang. Salah satu yang menjadi penarik perhatian adalah manisan terong.

Salah seorang peserta, Dadang, terlihat antusias mempraktikkan langkah-langkah pembuatan es krim.

Dalam diskusi dengan Widyaiswara BBPP Lembang Saptoningsih, Dadang mempelajari bahwa es krim dapat dibuat dengan berbagai hasil pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menerangkan bahwa UPT Kementan selalu siap untuk melayani stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian modern.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.(***)