17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPPl Lembang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, menampilkan sejumlah inovasi dalam kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling di Kecamatan Lembang, Kamis (24/7/2025).

Konsultasi gratis ini diberikan BBPP Lembang sebagai solusi langsung di lapangan untuk para petani.
Metodenya berupa pemutaran tayangan atau bahan ajar yang dilanjutkan sesi tanya jawab. Konsultasi juga tersedia secara daring melalui situs BBPP Lembang.

Tujuannya, agar petani dapat menyelesaikan masalah pertanian dan meningkatkan kompetensinya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini bisa tercapai jika kita bergandengan tangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci kemajuan pertanian.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mendorong peningkatan SDM dibidang pertanian,” ujarnya.

Konsultasi di Lembang kali ini terasa istimewa karena selain menghadirkan Widyaiswara BBPP Lembang, turut melibatkan akademisi dari PNJ yang memperkenalkan inovasi smart trap.

Baca juga:

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

Alat jebakan pintar ini dirancang oleh dosen PNJ, Toha Zen. Menggunakan energi terbarukan dan teknologi Internet of Things, alat ini dapat dikendalikan lewat ponsel.

Smart trap dipasang di atas tiang besi dengan komponen seperti panel surya, lampu, dan penangkap serangga. Cahaya lampu memancing hama untuk terjebak di dalam alat.

“Toh, daerah Lembang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup baik, ini bisa dikembangkan untuk instalasi lainnya,” jelas Toha.

Alat ini juga bisa diatur sesuai jenis hama yang ingin dijebak dan waktu operasinya.
Petani lokal akan mengujicobakan alat ini dengan pendampingan dari widyaiswara BBPP Lembang, penyuluh pertanian, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, dan akademisi PNJ.

Yudi Permana, petani dari Kelompok Giri Tani Putri Cikole, menyampaikan apresiasinya.
“Kami berterima kasih atas kesempatannya. Konsultasi ini sangat membantu dan menjadi pengalaman berharga,” katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa pertanian kini makin modern.

“Tak perlu takut kotor ke sawah, teknologi bisa mempermudah mulai dari menanam hingga membasmi hama,” pungkasnya.(***)

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membekali 170 calon purnabakti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai persiapan menyongsong masa pensiun.

Pembekalan yang merupakan kerja sama antara BBPP Lembang, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan UPI Bandung, diberikan saat para calon pensiunan berkunjung ke BBPP Lembang, Rabu (23/7/2025).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berpendapat kerja sama akan memuluskan jalan bagi Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Selama kunjungan, para calon purnabakti UPI meninjau beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka mengawali kunjungan dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, dan dilanjutkan perjalanan ke screen house tanaman hias.

Di lokasi ini, para calon purnabakti disuguhkan pemandangan berbagai komoditas seperti kaktus, sukulen, dan anggrek.

Para peserta menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki anggrek sebagai tanaman hias, dan tak lupa mengabadikan momen dengan berfoto bersama tanaman-tanaman tersebut.

Baca juga:

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

Selanjutnya, mereka melintasi lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan, khususnya hortikultura, tampak tumbuh subur di dataran tinggi ini, termasuk brokoli, daun bawang, selada, dan jagung.

KRPL BBPP Lembang juga telah mengadopsi prinsip pertanian modern dengan memanfaatkan Internet of Things.

Rombongan calon purnabakti lalu meninjau instalasi hidroponik BBPP Lembang, termasuk instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Mereka melihat cara pengoperasian DFT yang praktis dan mampu menghasilkan volume panen yang signifikan, minat mereka semakin meningkat. Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas tomat.

Puncak acara kunjungan adalah praktik pembuatan es krim jagung. Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan kesempatan untuk berkreasi di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Selama sesi praktik, mereka dibekali bahan-bahan yang dibutuhkan serta panduan langkah demi langkah dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik, mereka juga berkesempatan mencicipi ragam rasa es krim hasil kreasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian yang telah disediakan sebelumnya.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar jenis komoditas lain yang dapat diolah menjadi es krim atau produk olahan lainnya.

Menutup kegiatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, kembali menegaskan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

"Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan," pungkas Ajat.(***)

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//KAPUAS - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan pelatihan "Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP)" di Balai Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, 17-19 Juli 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kementan untuk mencapai target swasembada pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan fokus pada peningkatan produksi pangan. Dan pembentukan Brigade Pangan adalah salah satu strategi utama.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran vital Brigade Pangan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Salah satu tugas krusial mereka adalah mengoptimalkan lahan tidur dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan petani," tuturnya.

Baca juga:

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

Terpisah, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menilai Brigade Pangan yang sudah terbentuk perlu terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan.

“Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Ajat.

Pelatihan selama tiga hari ini diikuti oleh 30 peserta dari Angkatan 17, yang berasal dari dua Brigade Pangan, yaitu Brigade Pangan Empati Kom III dan Empati Kom IV.

Pelatihan kali ini fokus pada agribisnis. Peserta diajak mengedepankan kelembagaan dimulai dengan menyusun proposal usaha tani berorientasi bisnis, analisa kelayakan usaha tani, dan menghitung penyusutan alsintan.

Para pesertapun mendapatkan materi baik secara klasikal maupun praktik.

Setelah penutupan pelatihan, Sabtu (19/7/2025), peserta pelatihan mengungkapkan apresiasinya.
Pelatihan dinilai sangat bermanfaat karena selain mengenai budi daya padi, Brigade Pangan juga dibekali tentang agribisnis padi.(***)

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, periode 2 – 31 Juli 2025.

Para mahasiswi ini melakukan riset mini dan pengolahan hasil pertanian laboratorium.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Sementara empat mahasiswi Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

Mereka melakukan mini riset berkaitan dengan 4 produk olahan yaitu stik wortel, manisan terong, sorbet buah naga dan sorbet cabai.

Selama melakukan mini riset, didampingi oleh widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian dan petugas laboratorium.

Mahasiswi membuat olahan pangan dengan memberikan 3 perlakuan berbeda untuk setiap jenis olahan dan dibandingkan dengan P0 kontrol yang biasa dibuat oleh laboratorium.

Pada sorbet buah naga diberikan bahan tambahan pangan CMC untuk memperlambat daya leleh produk sorbet dan tanpa menggunakan cake emulsifier SP.

Pada produk cistik, ada perlakuan menggunakan dan tanpa menggunakan backing soda dan soda kue.

Setelah produk jadi, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui preferensi (kesukaan) konsumen dengan menilai karakteristik produk seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan penampakan.

Uji organoleptik dilakukan dengan mengundang 10 pegawai lingkup BBPP Lembang datang ke laboratorium. Masing-masing melakukan penilaian dari 5 aspek tersebut terhadap 4 sampel setiap produk olahan.

Uji organoleptik penting untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap suatu produk dan dapat digunakan untuk pengembangan produk, pengawasan mutu, dan perbandingan dengan produk pesaing.

Saat ditemui, Kamis (17/7/2025), Nabila Maulida, salah seorang mahasiswi, mengaku lebih memahami dunia kerja.

“Mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang menjadikan kami lebih memahami tentang dunia kerja, bagaimana kerja sama tim dan yang terpenting bagaimana mengolah pangan lokal menjadi olahan pangan yang memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3. Kegiatan ini digelar selama bulan Juni dan Juli 2025 dengan total sebanyak 117 angkatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan fokus meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras, untuk mencapai swasembada pangan.

Salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

Dijelaskannya, Brigade Pangan bertugas untuk mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika berharap Brigade Pangan yang sudah terbentuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3 sebanyak 117 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan.
Salah satu lokasinya di Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Selama 3 hari pelatihan, 30 orang peserta dari 2 BP yang tergabung di Angkatan 8, memperoleh materi secara klasikal dan praktik. Peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan biosaka serta pengendalian hama penyakit.

Salah seorang peserta, Agus Anwar, Ketua Brigade Pangan Kupang 2, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan, Rabu (2/7/2025).

“Terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini baik dari BBPP Lembang maupun dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan BPP Kecamatan Bataguh,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

TANIINDONESIA.COM//PULANG PISAU - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, 10 – 12 Juli 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, Kementan fokus meningkatkan produksi untuk merealisasi target swasembada pangan

Dijelaskannya, salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Dan salah satu tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani," jelasnya.

Baca juga:

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, mengimbau Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan.

"Sebab, Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam pelatihan yang berlangsung 3 hari, terdapat 30 peserta yang tergabung di Angkatan 4. Para peserta berasal dari 2 brigade pangan yaitu Brigade Pangan Bunga Dahlia dan Harapan Kita Bersama. Mereka memperoleh materi secara klasikal dan praktik.

Saat ditemui selepas penutupan pelatihan, Rabu (12/7/2025), salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena menambah wawasan tentang budidaya padi lahan rawa terutama lahan rawa pasang surut.

Terima kasih kami sampaikan kepada pendamping brigade pangan dan semua panitia yang telah menyelenggarakan pelatihan ini,” tuturnya.(***)

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) mengisi perayaan Dies Natalis Ketujuh dengan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur Polbangtan YoMa. Kunjungan pun dilakukan dengan tanam bibit bersama anak-anak panti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah milik seluruh masyarakat.

"Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan pangan. Semua membutuhkan pangan. Oleh sebab itu, semua pun harus peduli dengan pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, pertanian harus bisa merangkul semua pihak.

Bakti sosial Polbangtan YoMa di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, diawali dengan sambutan dari pengurus panti, Marwanta.

“Hal yang yang sudah biasa dilakukan anak-anak muda dalam beramal adalah berbagi ke anak-anak panti seperti yang sekarang dilakukan mahasiswa Polbangtan YoMa," katanya.

Baca juga:

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

Hanya saja, Marwanta mengakui kunjungan yang dilakukan para mahasiswa Polbangtan kali ini berbeda dengan yang lain.

"Bedanya, mahasiswa Polbangtan YoMa juga berbagi ilmu dengan penanaman bibit terong. Bibit terong ditanam bersama anak-anak panti sebagai simbol harapan dan tumbuhnya kebaikan," imbuhnya.

Suasana semakin ceria saat sesi game edukatif berlangsung, mempererat keakraban antara panitia dan adik-adik panti yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMK.

Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan dan penyerahan donasi, paket sayur dan sembako sebagai bentuk dukungan nyata untuk kebutuhan mereka.

Polbangtan YoMa diwakili oleh pendamping kegiatan Bakti Panti, Annisa Khoiriyah, menyampaikan harapannya.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Panti Asuhan Ghifari dapat terus tumbuh dengan semangat, memiliki rasa percaya diri yang kuat, serta terus mengejar impian mereka. Semoga setiap kebaikan yang ditanam hari ini menjadi bekal bagi masa depan yang lebih cerah," imbuhnya.(***)

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (10/7/2025), di kawasan waduk Saguling, di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan dihadiri 35 orang anggota kelompok tani dari 10 desa di wilayah Kecamatan Cihampelas yang mayoritas menekuni usahatani komoditas padi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah sektor yang penting. Karena, pertanian menyediakan pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan Konsultasi Agribisnis sebagai salah satu standar pelayanan di Balai Besar Pelatihan.

Ajat menjelaskan, BBPP Lembang berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Kompetensi Penyuluh Ditingkatkan

Kegiatan KAK kali ini dihadiri widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian, sosial ekonomi pertanian, dan penyuluhan pertanian. Selain itu, hadir petugas dari Inkubator Agribisnis dan pengelola perpustakaan BBPP Lembang.

Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Suherman, mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan solusi atas masalah petani.

“Kami ajak para petani di sini untuk bisa bertanya dan berdiskusi langsung apabila ada permasalahan yang dihadapi di lapangan, untuk diberikan solusi terbaik oleh para konsultan yang hadir," katanya.

Pada kunjungan kali ini, berbagai permasalahan diungkapkan terkait kegiatan budidaya pertanian tentang pengairan, pengendalian hama dan penyakit terutama hama tikus, penentuan varietas benih padi unggul dan pemasaran.

Widyaiswara memberi solusi berkaitan dengan varietas tanaman, solusi pengairan, pemeliharaan tanaman yang baik, alternatif pengendalian hama dan penyakit.

Widyaiswara juga menyampaikan 4 solusi mengatasi fluktuasi harga di sektor pertanian, yaitu menjalin kemitraan, pencatatan pola tanam, menerapkan tumpang sari, dan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah.

Asep Rustandi, Ketua Kelompok Tani Mukti Jaya I Desa Tanjungjaya, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Adanya kegiatan konsultasi agribisnis keliling ini sangat bermanfaat bagi kami, menambah pengetahuan tentang agribisnis pertanian,” ujarnya.

Asep pun menaruh harapan agar kegiatan ini rutin dilaksanakan.

“Semoga kegiatan serupa terus dilaksanakan agar dapat meningkatkan kompetensi petani dan berujung peningkatan kesejahteraannya,” katanya.(***)

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melakukan audiensi dengan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Selasa (8/7/2025), di Kantor Walikota, Balaikota Timoho.

Audiensi ini merupakan langkah awal strategis dalam mendukung program branding Kota Yogyakarta melalui pengembangan pertanian perkotaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian harus dilakukan bersama-sama. Karena, pertanian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti membangun pertanian bukan hanya tugas Kementan.

"Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi agar ketahanan pangan bisa diwujudkan," katanya.

Saat audiensi, Rombongan Polbangtan Yoma dipimpin oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, didampingi oleh Wakil Direktur II, Budi Purwo, serta Ketua Kelompok Akademik Administrasi dan Kemahasiswaan (AAK), Demi Widi.

Dari pihak Pemerintah Kota, Walikota Hasto didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan serta Kepala Bappeda Kota Yogyakarta.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati menegaskan, audiensi merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun kolaborasi antara institusi pendidikan pertanian dan pemerintah kota.

Tujuannya, untuk memperluas dampak pertanian tidak hanya di pedesaan, tetapi juga dalam konteks perkotaan.

“Kami ingin Kota Yogyakarta dikenal tidak hanya sebagai kota pelajar, tetapi juga sebagai kota yang memiliki visi pertanian urban yang kuat dan berdaya saing. Kampung tematik dan denplot ini akan menjadi contoh kolaborasi nyata antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah,” ungkap Endah.

Walikota Hasto menyambut baik inisiatif Polbangtan Yoma. Ia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertanian di ruang-ruang kota yang terbatas.

Menurutnya, pertanian perkotaan merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga:

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk kerja sama lintas sektor seperti ini. Pertanian bukan hanya milik desa, tapi juga bagian penting dari pembangunan kota modern yang sehat dan mandiri secara pangan,” ujar Hasto.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas dua agenda utama yang menjadi fokus kerja sama. Pertama, inisiasi Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Kampung Tematik Pertanian di Kelurahan Warungboto dan Kelurahan Semaki.

Kampung tematik dirancang sebagai ikon baru dalam penguatan branding Kota Yogyakarta di bidang pertanian, dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian bersama nilai-nilai edukatif, estetika, ekonomi lokal, dan kearifan masyarakat.

Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan dan wisata edukasi, tetapi juga ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan pertanian perkotaan.

Kampung tematik juga diharapkan menjadi laboratorium lapang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota, mahasiswa, dan penyuluh pertanian.

Fokus utamanya meliputi pertanian organik, budidaya hidroponik, pemanfaatan lahan sempit, dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan, pengelolaan sampah organi, dan budidaya magot.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan kota yang adaptif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, disepakati untuk menyusun rencana aksi bersama serta penyusunan MoU resmi yang akan mengikat kerja sama jangka menengah.

Selain itu, tim teknis akan melakukan peninjauan lapangan ke lokasi-lokasi yang telah diusulkan guna menyusun desain teknis dan operasionalisasi program.

Audiensi ini menjadi tonggak awal dari kemitraan inovatif antara dunia pendidikan vokasi pertanian dan pemerintah kota dalam membangun masa depan pertanian perkotaan yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan di Kota Yogyakarta. (TW)

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) mendorong Brigade Pangan (BP) Kabupaten Bangka Selatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melalui aktivasi strategi bisnis.

Ini menjadi salah satu program Kementan untuk mencapai target swasembada pangan, utamanya pada komoditas padi. Sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Hadir di Desa Pergam, Kecamatan Air Gegas, dan Desa Serdang, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (5/7/2025), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebut BP harus berorientasi bisnis.

"Kami tidak memperbolehkan BP mengelola lahan skala usaha kecil-kecil, skala usahanya harus besar, harus efisien, harus ekonomis karena diarahkan dalam kegiatan bisnis," terang Idha.

Ia mendorong BP untuk memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam mengolah lahan.

Baca juga:

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

”Brigade Pangan diharapkan bisa mengelola lahan minimal 150 hektare. Brigade Pangan sendiri masuk dalam organisasi bisnis yang difasilitasi dengan alsintan. Agar kedepan bisa mandiri,” lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi manajer BP Beras Basa yang berinisiatif memodifikasi alsintan traktor roda 4 (TR4) yang sudah diterima untuk membuka lahan berat yang ada di wilayah mereka.

Beberapa BP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan pembukaan lahan vegetasi sedang - berat dengan meminjam excavator dari Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten, atau dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah tersebut.

”Untuk lahan vegetasi berat, BP bisa berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menurunkan alat berat. Yang digunakan untuk membuka lahan tersebut,” ucap Idha.

Hadir mendampingi Kepala BPPSDMP, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggungjawab BP Kepulauan Bangka Belitung, R. Hermawan mengatakan dirinya siap melakukan pendampingan di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan penerjunan dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP Kabupaten Bangka Selatan.

”Kami menerjunkan sejumlah dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP di lapangan. Tak hanya aspek teknis, namun juga dari segi manajemen agribisnisnya. Supaya target produksi, sekaligus kesejahteraan petani bisa dicapai secara simultan,” pungkasnya. (IMNS/os)