18 Mei 2026

admin

Tingkatkan Kepercayaan Publik, Kementan Bangun Integritas di Sektor Pendidikan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang bersih dan berintegritas. Melalui penguatan manajemen anti penyuapan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) membekali pegawai dengan Bimbingan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016.

Sebanyak 19 pegawai dari Unsur manajemen, Satuan Pengendali Internal (SPI), dan tim penjaminan mutu mengikuti giat ini pada 7-9 November 2024 di kampus Polbangtan YOMA Jalan Kusumanegara No.2, Umbulharjo, Yogyakarta.

Giat ini dinilai strategis dalam menciptakan budaya kerja yang bersih di sektor pendidikan. Utamanya dalam menyediakan lingkungan yang bebas praktik koruptif bagi mahasiswa. Sehingga upaya mencetak SDM pertanian yang berkualitas dan berintegritas dapat berjalan dengan baik.

Seperti komitmen Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Integritas adalah kunci dalam mencapai ketahanan pangan nasional, dan bahwa aparatur yang berintegritas tinggi akan berkontribusi lebih besar pada pencapaian visi Kementan,” jelas Mentan Amran.

Ia mendorong pegawai Kementan untuk bekerja dengan jujur, transparan, dan mengutamakan pelayanan publik. Mentan juga menekankan pentingnya mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan wewenang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/29/dukung-program-makan-bergizi-presiden-prabowo-kementan-bangun-ketahanan-pangan-di-gunung-kidul/

“Saya menginginkan komitmen penuh dari seluruh jajaran Kementan untuk bekerja secara profesional dan menjauhi praktik korupsi. Harta melimpah tidak ada artinya jika kehormatan kita ternoda. Mari kita bekerja untuk membangun reputasi yang baik bagi anak cucu kita di masa depan,” lanjut Mentan Amran.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berharap agar seluruh ASN menerapkan nilai-nilainya dalam setiap tugas sehari-hari, menjaga reputasi institusi, dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel.

Sementara itu, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto menyebutkan Ia dan jajarannya secara serius mengembangkan tata kelola yang lebih transparan di lingkungan Polbangtan YOMA.

“Giat ini dilakukan untuk merefresh, meninjau ulang, dan memperbaiki tata kelola yang sudah ada. Untuk selanjutnya disertifikasi dalam Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016,” jelas Bambang.

Dalam 3 hari, peserta melakukan penyusunan dokumentasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; pemenuhan klausul Standar Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; pendampingan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; melaksanakan dan memonitor pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; dan melakukan review dokumen Panduan SMAP Polbangtan YOMA.(***)

Peran Penyuluh Pertanian untuk Capai Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli dan Terampil (Pola PNBP), 7 – 28 November 2024. Pelatihan diikuti 53 peserta dari 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.

Pelatihan digelar untuk membangun landasan pelaksanaan tugas, menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja, dan tata hubungan kerja penyuluh pertanian. Serta memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komprehensif bagi penyuluh pertanian, dan meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan sikap sebagai penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan jika langkah strategis pencapaian swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo, dilaksanakan melalui berbagai program.

“Swasembada pangan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan jika SDM memegang peran penting untuk kemajuan pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat membuka pelatihan, Jumat (8/11/2024), menekankan pentingnya penyediaan pangan sebagai penentu hidup matinya suatu bangsa.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/01/belajar-pertanian-modern-siswa-siswi-smpn-11-bekasi-kunjungi-upt-kementan/

Menurutnya, pembangunan pertanian ke depan fokus untuk mencapai swasembada pangan.

“SDM pertanian menjadi kunci penggerak pembangunan pertanian. Kita sebagai bagian dari SDM pertanian harus selalu menyiapkan dan membekali diri agar mampu mengaktualisasi diri dengan perubahan yang begitu cepat dari waktu ke waktu," katanya.

"Ini semua untuk pemberdayaan petani agar mereka mampu berusaha tani dengan baik, menyiapkan pangan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya,” sambung Ajat.

Ajat mengajak seluruh peserta penyuluh pertanian agar dapat berkontribusi positif untuk kemajuan sektor pertanian.

“Menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak juga penting agar dapat memaksimalkan semua upaya untuk kemajuan sektor pertanian,” katanya.

Selama pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang akan memberikan materi sebanyak 168 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi.

Ini akan membuat suasana pembelajaran serius namun terlihat mampu dicerna dengan baik oleh peserta.

Sesuai dengan pendekatan orang dewasa yang mengundang partisipasi peserta agar aktif selama proses pembelajaran.

Di penghujung pelatihan, peserta akan menjalani Kegiatan Praktik Kompetensi.

Peserta akan melakukan identifikasi potensi wilayah, membuat programa penyuluhan, membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menentukan metode penyuluhan, menyiapkan media penyuluhan yang tepat dan melakukan praktik penyuluhan serta evaluasi penyuluhan.(***)

BRI BO Cibubur Kenalkan Transaksi QRIS melalui BRImo

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank BRI banyak sekali memiliki jenis layanan perbankan yang bisa dilakukan secara offline maupun online. Salah satunya yaitu aplikasi unggulan BRI bernama BRImo, yang dapat digunakan di smartphone para nasabah.

Disini nasabah bisa melakukan beragam transaksi perbankan, diantaranya transfer dan pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan, serta transaksi pembayaran melalui QRIS. BRI Branch Office (BO) Cibubur terus mengedukasi nasabah tentang keunggulan aplikasi BRImo salah satunya adalah penggunaan QRIS BRI.

Pemimpin cabang BRI BO Cibubur, Yulizar Verda Febrianto menjelaskan, dalam kesempatan ini senantiasa mengingatkan kepada nasabah untuk selalu menjaga kesehatan finansial dengan menabung di BRI dan bertransaksi aktif menggunakan aplikasi BRImo guna kemudahan kebutuhan transaksi nasabah sehari-hari

"Transaksi perbankan lebih mudah dengan adanya aplikasi BRImo terlebih proses pembayaran bisa menggunakan QRIS," ungkapnya.

Baca juga:

BRI KC Pasar Minggu Berbagi Jumat Berkah

Menariknya lagi, saat ini BRI mengadakan program undian berhadiah yaitu BRIMO FSTVL. Para nasabah yang sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku bisa mengikuti undian ini. Adapun caranya adalah dengan mengumpulkan poin sebanyak-banyak nya dengan cara aktif bertransaksi melalui BRIMO, termasuk bertransaksi pembayaran dengan QRIS BRI, kemudian menukarnya dengan kupon undian.

"Khusus di hari Jum'at, juga ada program Friday Deals, dimana nasabah dapat melakukan penukaran poin dengan hadiah langsung," tegasnya.

Oleh karena itu tingkatkan terus saldo tabungan dan transaksi aktif melalui BRIMO agar bisa mengikuti beragam program yang disediakan oleh BRI. Dengan menjadi nasabah BRI artinya akan banyak kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan hingga berkesempatan memenangkan program berhadiah yang sudah disediakan rutin setiap tahunnya.

"Ayo menjadi nasabah BRI, tingkatkan terus saldo tabungan, lakukan aktivitas perbankan di aplikasi BRImo, rasakan berbagai kemudahan," tutupnya.(***)

Petani Gelar Kenduri Babah Leung, Kementan Dukung Peningkatan Areal Sawah di Bireun

TANIINDONESIA.COM//BIREUN - Kementerian Pertanian memberikan dukungan kepada petani di Bireun, Aceh, untuk meningkatkan areal sawah sekaligus meningkatkan produksi pertanian. Hal terlihat saat masyarakat dan petani di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun, melaksanakan Kenduri Babah Leung, di Lhok Pudeng Desa Meurah, Kecamatan Samalanga, Minggu (3/11/2024).

Kenduri ini merupakan warisan leluhur yang menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat, terutama petani, yang dilaksanakan secara turun temurun.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terus mengingatkan untuk meningkatkan produksi dalam rangka mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada pangan dalam waktu singkat.

Mentan Amran menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu empat tahun, namun dengan sinergi seluruh elemen bangsa, Ia optimis target tersebut dapat diraih dalam waktu kurang dari tiga tahun.

"Kita akan mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, ini adalah perintah Presiden yang tidak bisa ditawar,” tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai terjaganya kearifan lokal ini membuktikan masyarakat di Aceh memiliki komitmen yang tinggi terhadap pertanian.

"Lewat kearifan lokal inilah masyarakat setempat mampu menjaga produksi pertanian," katanya.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang hadir menyampaikan apresiasi dan penghormatannya terhadap kearifan lokal yang sampai saat ini masih berlaku.

Di hadapan peserta ia juga berharap agar prosesi Babah Leung bisa dimajukan sehingga olah tanam bisa lebih cepat sehingga bulan Desember bisa dilakukan panen dan bisa tercatat oleh Badan Pusat Statistik di tahun 2024.

Menurut Siti Munifah agar apa yang dilakukan para petani dan stakeholder pertanian dihargai dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

"Mudah-mudahan bisa menjadi pemikiran kita bersama, kalau kenduri ini dilakukan bulan September maka bapak ibu petani yang menanam itu akan tercatat BPS di tahun yang sama. Karena kalau kenduri bulan September, tanam di Oktober, Desember sudah panen," ungkap Siti Munifah.

Sebagai informasi pola tanam padi serentak terbukti mampu meningkatkan produksi dan meminimalisir serangan hama tanaman.

Menurut Ketua Mukim, Zulkifli, masyarakat yang hadir memanjatkan doa meminta kepada Allah SWT agar tanaman padi dijauhkan dari hama penyakit sehingga diharapkan hasil panen melimpah.

"Sebelum turun ke sawah masa tanam rendengan, ini merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen dan memanjatkan doa untuk hasil ke depan agar lebih baik dan melimpah," kata Zulkifli.

Kenduri diselenggarakan oleh warga secara mandiri, patungan menyumbang dana untuk membeli kerbau untuk disembelih.

Produksi padi Kabupaten Bireun pada umumnya mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi saat menyampaikan sambutannya.

Salah satu upaya yang dilakukannya adalah menekan serendah mungkin potensi serangan hama dengan melaksanakan tanam serentak.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/09/07/kunker-di-banjar-kepala-bppsdmp-kementan-tanam-bersama-dan-kunjungi-upja/

"Kami dari dinas pertanian bekerja sama dengan semua elemen masyarakat komitmen bahwa kalau sekarang buka pintu air maka dua hamparan sawah akan olah tanah sekaligus," ujar Mulyadi.

Dalam filosofi masyarakat setempat, istilah Babah Leung adalah adalah prosesi buka pintu air, tanda dimulainya musim tanam di mana air yang menjadi salah satu unsur penting diharapkan bisa mengairi semua sawah.

Oleh karena itu, dijelaskan Mulyadi bahwa Kenduri Babah Leung menjadi momentum kesepakatan bersama semua unsur masyarakat untuk melakukan tanam serentak. Harapannya nanti Maret 2025 semua petani melakukan panen dengan hasil yang meningkat.

"Kita komit kemarin, di masa musim rendeng ini semua harus olah tanam agar panen nanti di Maret tahun depan selesai," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa luas sawah di Bireun awalnya 14.944 hektar, setelah ada intervensi program dari Kementerian Pertanian meningkat menjadi 15.711 hektar.

Hal itu menjadikan Bireun sebagai kabupaten nomor 2 yang berhasil memperluas areal sawahnya di Provinsi Aceh.(***)

Belajar Pertanian Modern, Siswa-Siswi SMPN 11 Bekasi Kunjungi UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 370 siswa dan siswi dari SMPN 11 Bekasi mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (30/10/2024), untuk mempelajari pertanian modern. Hal ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk melakukan regenerasi petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, berulang kali menegaskan peran penting pemuda-pemudi Indonesia dalam regenerasi petani di masa yang akan datang.

“Pemerintah berkomitmen mengawal regenerasi petani dan menjadikan pertanian sebagai dunia usaha atau bisnis yang strategis dan menguntungkan,” tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan kembali pentingnya generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Tentu saja kita sangat berharap dengan kehadiran anak-anak muda ini, mereka akan menjadi pengganti atau penerus dari SDM pertanian yang ada di Indonesia,” tutur Santi.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Kementerian Pertanian meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan pertanian bagi generasi muda melalui program-program vokasi dan magang.

Selain itu, Kementan juga menggencarkan promosi dan kampanye untuk menumbuhkan citra positif profesi petani di generasi muda.

Mewujudkan semangat tersebut, UPT di bawah BPPSDMP membuka lebar kerja sama dalam bentuk study tour bagi pelajar. BBPP Lembang menjadi salah satu destinasi bagi para pelajar untuk mendalami ilmu pertanian.

Sebagaimana para murid SMPN 11 Bekasi mendalami mengenai hidroponik, kompos, bercocok tanam di lahan terbuka, dan tanaman hias.

Di BBPP Lembang, siswa dan siswi yang seluruhnya kelas 8 SMP dibagi ke beberapa kelompok.

Sebagian langsung menuju lahan praktik. Sedangkan lainnya diterima di Aula Catur Gatra oleh Kepala Bagian Umum BBPP Lembang Yullyndra Tisna Diputri.

Para siswa kemudian mempelajari cara membangun susunan rangka untuk bercocok tanam secara hidroponik menggunakan sistem deep flow technique (DFT).

Kelompok lainnya mempelajari cara membuat pupuk kompos dari kotoran sapi di rumah kompos. Sedangkan lainnya antusias menyimak cara bercocok tanam tanaman selada dan brokoli di lahan terbuka pada Kawasan Rumah Pangan Lestari BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/30/semangat-sumpah-pemuda-kementan-temui-petani-muda-kabupaten-bandung/

Ada pun para siswa dan siswi yang berminat mendalami tanaman hias dan mempelajari cara budidayanya secara vegetatif melalui metode stek.

Selain mempelajari segala hal mengenai pertanian, kawasan Lembang yang kerap menjadi lokasi wisata menangkap perhatian para peserta didik.

Sambil belajar pertanian mereka berkeliling di lahan seluas 6 hektar yang merupakan Inkubator Agribisnis di BBPP Lembang. Para siswa-siswi kerap berhenti untuk berfoto dan mengagumi pemandangan.

Kepala Sekolah SMPN 11 Bekasi, Munajam, menegaskan kembali tujuan para siswa di BBPP Lembang.

“Dalam waktu yang singkat ini kami sangat berharap para siswa mempelajari pertanian utamanya mengenai hidroponik dan cara merawat tanaman di dalam Greenhouse,” tutur Munajam.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menitipkan harapan besar bagi generasi petani di masa yang akan datang.

Ajat menekankan bahwa pembangunan pertanian harus diisi oleh aktor-aktor atau pelaku utama yang berkualitas unggul.

“Insan pertanian generasi muda harus lebih baik daripada generasi pendahulunya,” tegas Ajat.(***)

BRI KC Pasar Minggu Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - BRI Kantor Cabang (KC) Pasar Minggu terus memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah. Tak ketinggalan selalu mengupayakan melakukan hal bermanfaat kepada lingkungan sekitar.

Kali ini BRI KC Pasar Minggu menggelar program Jumat Berbagi. Lokasinya diadakan di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Alhamdulilah kami ikhtiar terus berupaya memberikan yang terbaik dan bersinergi dengan berbagai pihak," ujar Pimpinan BRI KC Pasar Minggu, Moch Syarif Budiman.

Syarif menjelaskan, untuk program Jumat Berbagi ini biasanya diagendakan di beberapa lokasi. Bentuk Jumat Berbagi juga bervariasi, biasanya lebih berbagi makanan kepada masyarakat sekitar. Kali ini BRI KC Pasar Minggu membagikan 50 nasi boks.

"Jumat Berbagi seperti ini juga sudah umum dilakukan di berbagai tempat oleh beberapa instansi maupun pribadi," ungkapnya.

Tak hanya Jumat Berbagi, BRI juga memiliki banyak sekali program-program lain yang sejenis yaitu kepedulian sosial terhadap lingkungan, hanya saja berbeda bentuk.

BRI KC Pasar Minggu terbuka secara lebar dalam bekerjasama dengan berbagai pihak, tentunya jika sesuai dengan program yang ada.

Seperti kita ketahui, BRI memiliki banyak program dan produk unggulan yang bisa memudahkan para nasabah. Program undian berhadiah, produk digital seperti salah satunya yaitu Aplikasi BRImo hadir guna memudahkan nasabah dalam bertransaksi perbankan.

"Ayo terus bertransaksi perbankan bersama BRI, bisa datang ke KC Pasar Minggu maupun melalui aplikasi BRImo," tutupnya.(***)

Semangat Sumpah Pemuda, Kementan Temui Petani Muda Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Momen Sumpah Pemuda ke-96, dijadikan Kementerian Pertanian sebagai ajang untuk bertemu dengan 40 anak muda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam kegiatan bertajuk "Temu Petani, Pemuda, dan Mahasiswa", Senin (28/10/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika Kementerian Pertanian harus memenuhi permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan.

“Beliau memberi penugasan. Bahwa swasembada kita capai secepat-cepatnya, sesingkat-singkatnya,” tegas Amran.

Sedangkan Wakil Mentan, Sudaryono, menekankan pentingnya teknologi dan petani milenial dalam mencapai tujuan tersebut.

“Kita hidup di era dimana teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Saya mengajak milenial untuk terlibat dalam berbagai program dan inisiatif yang mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Sudaryono.

Pertemuan Kementan dan 40 anak muda yang diadakan di lahan Gapoktan Padasuka, Rancaekek, Bandung, diisi oleh diskusi dalam bentuk talkshow dan panen bersama.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/30/kementan-latih-manajemen-pendampingan-untuk-tim-gugus-tugas-pompanisasi-provinsi-jawa-tengah/

Panen bersama dilakukan dengan menggunakan konsep pertanian modern yang menggunakan alsintan. Praktik panen yang semula dilakukan dengan manual kemudian disandingkan dengan penggunaan alsintan combine harvester.

Dalam pertemuan itu, hadir Staf Khusus Menteri Sam Herodian dan Anggota DPR RI Komisi IV Sabam Rajagukguk.

Selain itu, hadir Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, dan Kadistan Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendasyah.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep pertanian modern dan Brigade Pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan Brigade pangan yang digagas oleh Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan partisipasi generasi milenial.

“Melalui pertanian modern brigade pangan ini kita mengundang anak-anak muda mau terjun langsung ke sektor pertanian utamanya adalah pada budidaya padi, harapannya bisa semakin meningkatkan langsung produksi,” tutur Santi.(***)

Kementan Latih Manajemen Pendampingan untuk Tim Gugus Tugas Pompanisasi Provinsi Jawa Tengah

TANIINDONESIA.COM//SEMARANG – Untuk mendukung keberhasilan Pompanisasi, yang merupakan bagian dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) bagi peningkatan Indeks Pertanaman (IP), Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan TNI sebagai tim gugus tugas untuk pengawalan dan pendampingan.

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan menggelar Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi bagi 9.294 Tim Gugus Tugas/Pendamping Lapangan dari 34 wilayah di Kodim IV Diponegoro Provinsi Jawa Tengah. Pembukaan dilakukan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Selasa (29/10/2024).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan beberapa solusi cepat menuju swasembada dan mitigasi kekurangan pangan.

"Di antaranya adalah intensifikasi, ekstensifikasi dan kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak,” jelas Mentan.

Pada arahannya secara daring, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, berharap tim gugus tugas/pendamping lapangan dapat menjadi akselerator untuk meraih swasembada pangan secepatnya.

Wakil Aster Kodam IV Diponegoro, Letkol Inf. Dipo Sabungan Lumban Gaol, mengatakan mendukung alsintan berupa pompa air yang sudah diturunkan oleh Kementan kepada kelompok tani, dinas pertanian dan jajaran Kodim IV Diponegoro.

"Bantuan itu harus dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung PAT. Babinsa sebagai ujung tombak pembina teritorial dapat mendampingi optimalisasi lahan melalui pompanisasi di wilayah masing-masing," katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tujuan pelatihan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/28/kementan-dampingi-pengembangan-klaster-pertanian-modern-di-sukoharjo/

“Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi tim gugus tugas dalam pendampingan pompanisasi untuk meningkatkan PAT dan produksi padi,” katanya.

Pelatihan dipusatkan di Kodam 0733 Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. selama 3 hari, mulai 29 sampai 31 Oktober 2024. Hari pertama dilakukan pembekalan secara hybrid.

Peserta menerima materi inti dari fasilitator widyaiswara BBPP Lembang yaitu Pengoperasian, Pemeliharaan dan Perbaikan Pompa, Komunikasi Efektif, dan Teknik Pendampingan.

Hari kedua dan ketiga dilakukan secara on the job training, seluruh peserta kembali ke wilayah kerjanya masing-masing.

Sentot Ari Mustiko, Serma yang bertugas di Koramil 03 Semarang Timur, mengatakan pelatihan ini sangat membantu selama di lapangan.

"Terutama dalam mendampingi petani mengatasi kekeringan,” ujarnya.

Sersan Edy Hartomo, Sersan Kepala yang bertugas di Koramil 25 Purwokerto Selatan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian.

"Terima kasih telah memberi pembekalan kepada kami. Ini sangat positif dan bermanfaat untuk kami sebagai pendamping kelompok tani,” ujarnya.(***)

Dukung Program Makan Bergizi Presiden Prabowo, Kementan Bangun Ketahanan Pangan di Gunung Kidul

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil peran strategis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ketahanan pangannya, Kementan berupaya memacu produktivitas pertanian nasional, tidak terkecuali di Kabupaten Gunung Kidul.

Salah satunya melalui Gerakan Tanam Padi yang dilakukan oleh Kelompok Tani Ajeg Muyek Dusun Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (28/10/2024).

Gerakan ini tidak lepas dari upaya Kementan membangun irigasi perpompaan di kantong-kantong pangan yang tersebar di Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut anggaran Kementan saat ini difokuskan pada cetak sawah, irigasi, dan optimasi lahan rawa.

“Program peningkatan produksi padi sebagai langkah strategis Kementan. Salah satu cara yang dilakukan adalah memperluas areal tanam melalui pompanisasi yang cepat,” ungkap Mentan Amran.

Ia optimis pompanisasi bisa mendorong percepatan tanam. Ini agar planting indeks atau indeks pertanaman (IP) meningkat.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, terus mendorong jajarannya untuk memprioritaskan pompanisasi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Hadir dalam giat, mewakili Kementan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Bambang Sudarmanto mendorong kelompok tani Dusun Gunungkrambil untuk meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan irigasi perpompaan (irpom).

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/26/tinggalkan-pertanian-tradisional-kementan-gandeng-milenial-menuju-pertanian-modern/

“Optimalkan irpom yang ada. Untuk lahan yang masih sulit air, irpom perlu digunakan,” tukasnya.

Panewu (Camat) Ponjong, Irwan Tri Wibowo menyambut baik irigasi pompanisasi di wilayahnya. Ia mengatakan keberadaan irpom bisa meningkatkan produktivitas petani di Kapanewon Ponjong.

“Sesuai dengan program nasional, ketahanan pangan menjadi prioritas utama. Adanya irpom ini mendukung ketahanan pangan.” tutur Irwan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ajek Muyek Gunungkrambil, Sabarno menjelaskan gerakan tanam ini adalah hasil dari irpom yang sudah dibangun Kementan.

“Gunungkerambil memiliki 52 hektar sawah dan 29 hektar pekarangan. Dari 52 hektar sawah terbagi menjadi 4 bulak. 1 bulak yang tersasar irpom sekitar 25 hektar, dan 10 hektarnya sudah menikmati irpom, dengan tambahan swadaya dan saluran cacing”, paparnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Hery Sulistio Hermawan mengatakan gerakan tanam ini menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk melanjutkan tanam.

“Makan siang bergizi gratis dan penguatan lumbung pangan desa, nasional dan dunia menjadi program strategis pemerintah. Untuk itu mari kita optimalkan irpom yang ada agar bisa berlanjut dan lestari dari waktu ke waktu” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin besar. Untuk itu ia mengajak petani dan pemerintah untuk berkerjasama dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.(***)

Kementan Dampingi Pengembangan Klaster Pertanian Modern di Sukoharjo

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO – Kementerian Pertanian melakukan pembangunan pertanian dengan pendekatan modern yang memanfaatkan teknologi, alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan infrastruktur, dan SDM yang kompeten.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami diminta oleh Presiden untuk membangun pertanian modern, dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan jika konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan fasilitasi kepada masyarakat berupa alsintan yang dapat meningkatkan produktivitas melalui efisiensi input produksi, waktu, dan susut panen jika dikelola secara terstruktur dan terintegrasi dalam bentuk kelembagaan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

Dalam rangka rnengkonsolidasikan pengelolaan alsintan secara terstruktur dan terintegrasi, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melaksanakan pengawalan dan pendampingan gerakan pertanian modern di lokasi sentra produksi pangan, salah satunya Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/28/kementan-ajak-petani-demak-tingkatkan-produksi-lewat-teknologi-hidroponik/

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pertanian modern suatu keharusan agar tercapai produktivitas dan harus dikelola oleh SDM yang berkualitas.

Pendampingan pelaksanaan program pertanian modern dilaksanakan berkelanjutan. Pada periode tanggal 14 – 19 Oktober 2024, tim pendamping dari BBPP Lembang melakukan pendampingan di 7 kecamatan wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Pengawalan dan pendampingan pada kurun waktu tersebut difokuskan pada target yang diamanahkan, meliputi pendampingan pengelolaan Koperasi Krida Muda Agro, yaitu koperasi yang bergerak dalam bidang jasa penyewaan alsintan.

Mengesahkan kelengkapan AD ART, kelengkapan administrasi koperasi, menentukan proses bisnis koperasi yaitu jasa alsintan dan pemantauan pemanfaatannya.

Pendampingan dilakukan juga dalam hal pengisian pembukuan pemanfaatan alsintan yang penting untuk membantu petani dan kelompok tani dalam mencatat penggunaan alat dan mesin pertanian secara akurat, transparan, dan efisien.

Berikutnya melakukan identifikasi offtaker yang bisa membeli produk dalam jangka waktu tertentu biasanya dalam jangka waktu yang cukup panjang dan melakukan identifikasi petani milenial.

Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) juga disampaikan dalam hal pelayanan pengelolaan alsintan. Dilakukan perancangan dan uji coba pelayanan alsintan berbasis TI.(***)