18 Mei 2026

admin

Kementan Ajak Petani Demak Tingkatkan Produksi Lewat Teknologi Hidroponik

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengajak para petani asal Demak, Jawa Tengah, untuk meningkatkan produksi pertanian. Untuk mendukung hal tersebut, memperkenalkan pertanian modern, seperti teknologi hidroponik.

Hal tersebut dilakukan saat 150 petani binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak berkunjung ke BBPP Lembang, Jumat (25/10/2024). Rombongan yang terdiri dari petani dan kelompok wanita tani itu hadir bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak dan diterima oleh Kepala Balai dan tim manajemen BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami sedang membangun pertanian modern dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang gaspol menggenjot produktivitas agar target swasembada secepatnya bisa terealisasi.

“Sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” tutur Ajat saat menerima rombongan.

Ajat juga menjelaskan peran BBPP Lembang dalam pengelolaan SDM pertanian agar tercipta SDM pertanian yang profesional dan berkualitas.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/20/kolaborasi-kementan-dan-pemkab-cianjur-sukseskan-pompanisasi/

Pada studi lapangan ini, rombongan diajak berkeliling ke Inkubator Agribisnis (IA) yang membudidayakan aneka tanaman dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Ada 3 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang dikenalkan, yaitu komoditas melon varietas Robin yang dibudidayakan menggunakan sistem irigasi tetes, tanaman pakcoy memanfaatkan sistem deep flow technique (DFT), dan pembibitan kentang sistem aeroponik.

Di greenhouse (GH) hidroponik sistem irigasi tetes, petugas menjelaskan budidaya melon dan sistem kerja GH yang dapat secara otomatis mengatur suhu dan kelembapan di dalam GH.

Buah melon yang sudah siap panen setelah 120 hari ditanam, diserbu dan dibeli para petani Demak. Sebab, melon tersebut rasanya manis dengan brix 17 dan tekstur daging melon renyah yang belum pernah dibudidayakan oleh petani melon di Demak.

Di sudut IA lainnya, petugas juga menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, diantaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya ke berbagai segmentasi pasar.

Di screen aeroponik kentang yang sudah dilakukan pengeringan selama 10 hari dan telah dipanen untuk dilakukan proses dormansi selama 3 bulan.

Petugas menjelaskan proses pembibitan kentang G0 varietas Granola, mulai dari planlet di laboratorium kultur jaringan, penyetekan hingga penanaman di dalam bak-bak aeroponik, pemeliharaan, panen, proses pengeringan hingga bibit kentang ditanam G1 sampai G4.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, mengatakan para petani tertarik dengan pengembangan yang dilakukan BBPP Lembang.

“Alhamdulillah kami sangat tertarik sekali dengan apa yang dilakukan di BBPP Lembang dalam penerapan pertanian modern melalui budidaya sayuran dan buah seperti pakcoy, kentang, dan melon dengan hidroponik,” tuturnya.

“Ini sangat bermanfaat bagi petani binaan kami, tampak dari antusias mereka berdialog dengan widyaiswara dan petugas lapangan terkait budidaya secara hidroponik,” ucap Agus.(***)

Tinggalkan Pertanian Tradisional, Kementan Gandeng Milenial Menuju Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah berupaya melakukan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Dengan memanfaatkan teknologi, Kementan optimis generasi milenial tertarik untuk mengambil peran dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Disampaikan dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) pada Jumat (25/10/2024), Tenaga Ahli Menteri Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Desrial mengajak milenial dan generasi Z untuk mengambil peran dalam pertanian modern.

“Dalam pengembangan pertanian ke depan, mutlak melibatkan kaum milenial. Di negara maju, petaninya adalah orang-orang terdidik. Sehingga berorientasi pada keuntungan. Ini yang akan dibangkitkan, agar milenial termotivasi untuk ikut” jelasnya.

Terlebih, Ia menyebutkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi, lebih dari 60% penduduknya berada pada usia produktif. Jika ini dimanfaatkan, Ia optimis pembangunan akan berjalan maksimal.

Untuk itu, Desrial menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam praktik pertanian. Pasalnya teknologi mampu meningkatkan produktivitas.

“Dengan panen tradisional terdapat susut panen sebanyak 12 persen. Sedangkan jika mengaplikasikan teknologi hanya 1 %. Maka dengan hadirnya teknologi akan meningkatkan prosentase panen sebesar 11 persen.” papar akademisi IPB ini.

Selain itu, Ia mengatakan teknologi dan alsintan modern dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya kerja pada budidaya padi.

“Dengan alsintan, dapat menekan biaya produksi hingga 50%, dan meningkatkan produksi hingga 100%,” ungkapnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/20/optimalkan-upja-kementan-dorong-pendirian-koperasi/

Ia menyebutkan dengan penggunaan alsintan, proses tanam jauh lebih singkat. Jika dilakukan secara tradisional, waktu tanam yang diperlukan sebanyak 200 jam per hektar. Dengan cultivator, hanya memerlukan 5 jam per hektar.

"Alsintan dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja, biaya kerja, dan mengurangi susut hasil.” tegasnya di depan ratusan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang yang mengikuti kuliah umum.

Untuk itu, Kementan tidak ragu untuk berinvestasi pada teknologi. Bahkan mendorong milenial untuk mengadaptasi teknologi di sektor pertanian.

“Ke depan, Kementan akan fokus pada petani milenial. Kita dorong milenial untuk membentuk suatu kelompok, yang terdiri dari 15-20 orang. Meraka akan mendapatkan 1 paket mesin. Di sana, mereka terjun langsung ke Masyarakat, membantu petani mengelola pertanian. Bola ada di tangan generasi muda,“ ungkapnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti melibatkan mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI pada program Pertanian Modern di beberapa kawasan.

"Sangat penting mendorong regenerasi petani untuk ketahanan pangan Indonesia," tegas Idha.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto terus mendorong mahasiswa untuk serius menekuni sektor yang menguntungkan ini.

“Saat ini sektor pertanian menjadi yang utama. Ke depan, anak - anak akan berkiprah. Kalian harus berjuang, karena sektor pertanian nantinya akan di tangan anak-anak,” ujarnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus berkolaborasi menuju Indonesia modern.

"Kita harus siap menghadapi tantangan. Siap merealisasikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” pungkas Bambang.(***)

Kementan Gaungkan Peningkatan Produksi Padi melalui Penggunaan Benih Unggul di Bertani on Cloud

TANIINDONESIA.COM//SUBANG – Saat menyampaikan pidato pertama, Presiden Prabowo mengungkapkan harapannya agar Indonesia segera swasembada pangan dalam 4 sampai 5 tahun ke depan. Kementerian Pertanian meresponsnya dengan peningkatan produksi padi menggunakan benih unggul.

Hal itu disampaikan dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 281 yang diadakan langsung dari lokasi P4S di Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Kamis (24/10/2024). Sebanyak 440 participants mengakses zoom dan 201 viewers dari live streaming youtube BBPP Lembang yang menyaksikan BOC kali ini.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan, solusi cepat menuju swasembada dan mitigasi kekurangan pangan diantaranya adalah intensifikasi melalui kegiatan pompanisasi, pemanfaatan IT dan optimalisasi lahan rawa dari produksi 1 kali hingga 2-3 kali.

"Kedua, ekstensifikasi lahan pertanian dengan cetak sawah di berbagai lokasi, di antaranya Merauke 1 juta hektar, Kalimantan Tengah 500 ribu hektar, Kalimantan Selatan 400 ribu hektar,” tuturnya.

Mentan Amran juga membeberkan strategi lainnya.

“Ada Gerakan Pangan Lestari dengan potensi 70 juta rumah tangga yang bisa memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam aneka komoditas sayuran, buah, perikanan, peternakan. Terakhir, sangat penting berkolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak,” ucap Amran.

Untuk menggaungkan pengetahuan mengenai peningkatan produksi padi melalui benih unggul, Kementerian Pertanian menggelar Bertani On Cloud (BOC) Volume 281 dengan menggaet Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Oryza Sativa Sukamandi (OSS) Farming.

Tema yang diangkat adalah Benih Unggul Dongkrak Produktivitas Padi. Kegiatan dibuka secara online oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Santi menyampaikan pentingnya peran benih unggul dalam meningkatkan produktivitas padi sangat penting.

 

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/20/kolaborasi-kementan-dan-pemkab-cianjur-sukseskan-pompanisasi/

“Kita harus memilih benih unggul yang sesuai agroekosistem setempat, usianya genjah, dan potensi produksi tinggi," kata Santi.

Santi menambahkan, benih unggul padi akan memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, toleransi terhadap Iklim ekstrem, memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, kualitas hasilnya akan bagus, dan penggunaan input yang efisien.

Sementara Ketua P4S OSS Farming, Otong Wiranata, menceritakan sejarah berdirinya P4S OSS Farming yang terbentuk pada tahun 2021.

Menurutnya, P4S OSS Farming diawali sebagai kelompok penangkar benih padi pada tahun 1995, terus berjalan menerima kegiatan magang bagi petani penangkar padi dan yang akan memulai menjadi penangkar benih padi.

Dalam kesempatan itu, Otong menjelaskan pentingnya benih padi yang unggul dan bermutu untuk peningkatan produktivitas, kualitas dan efisensi yang otomatis akan meningkatkan harga komoditas padi.

Otong menjelaskan pula peluang untuk menjadi penangkar benih padi sangat terbuka karena masih ada 40% benih padi yang belum menggunakan benih padi unggul dan bermutu.

Pada BOC Volume 281, pengelola P4S OSS Farming juga memberikan materi tentang pembukuan cerdas ala kebundata my.id.

Platform berbasis website yang bermanfaat untuk monitoring kebun dan mencatat keuangan di buku kas secara digital. Ini menarik untuk menarik generasi milenial terjun ke pertanian dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan manfaat kegiatan BOC sebagai sarana belajar untuk menambah pengetahuan tentang inovasi-inovasi dibidang pertanian.

“Keberadaan BOC ini untuk memajukan sektor pertanian melalui peningkatan SDM dibidang pertanian,” ujarnya saat kegiatan BOC berlangsung

Salah satu peserta BOC, Sri Maulida, Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari Provinsi Kalimantan Timur mengatakan materi BOC ini memberi motivasi.

"Memberi motivasi kepada kami untuk memahami pentingnya benih unggul padi yang akan kami sebarluaskan kepada petani binaan kami, untuk meningkatkan produktivitas padi,” ujarnya.(***)

BRI RO Jakarta 2 Kenalkan Transaksi QRIS melalui BRImo di Car Free Day

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yang dikenal Car Free Day di Jakarta digelar secara rutin setiap Hari Minggu mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

BRI Wilayah Jakarta 2 dan Kantor Cabang Gatot Subroto ikut meramaikan di Sekitaran Gelora Bung Karno (GBK), di tengah kebersamaan dengan masyarakat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Mass Funding Department, Dwinanto Prasetyo menjelaskan, dalam kesempatan BRI mengingatkan agar nasabah untuk menjaga kesehatan finansial dengan menabung di BRI dan mengunduh aplikasi BRImo guna kemudahan transaksi.

Stand BRI Kantor Cabang Gatot Subroto di GBK telah mengundang perhatian masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait produk BRI dan kemudahan transaksi perbankan melalui BRImo.

"Aplikasi BRImo memudahkan para nasabah dalam melakukan semua transaksi perbankan," ungkapnya.

Baca juga:

Undian Hadiah Simpedes BRI 2023, 2 Hadiah Mobil Dibagikan untuk Nasabah Setia BRI Branch Office Cibubur

Dalam kesempatan itu juga banyak warga yang membuka tabungan BRI serta mengunduh BRImo kemudian mendapatkan minuman isotonik seharga Rp1 melalui transaksi menggunakan BRImo.

BRI mengajak seluruh warga kembali manfaatkan kegiatan ini bersama keluarga, rekan, dan sahabat, dengan tetap menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga ketertiban agar semua pengunjung merasa aman dan nyaman.

"Banyak sekali promo yang bisa didapatkan di event yang spesial ini," tegasnya.

Rangkaian acara pada hari bebas kendaraan sekaligus memperkenalkan pelayanan transaksi QRIS dan alat pembayaran elektronik (EDC). Langkah ini tidak hanya membantu UMKM, tetapi juga mendorong terciptanya cashless society yang lebih inklusif dan modern mendapat sambutan hangat warga yang hari itu melewati.(*)

Kolaborasi Kementan dan Pemkab Cianjur Sukseskan Pompanisasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Menghadapi musim kering atau kemarau, Kementerian Pertanian menyiapkan berbagai cara agar petani tetap bisa panen. Salah satu program yang digencarkan adalah pompanisasi yang digelar diberbagai daerah, termasuk Jawa Barat.

Salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang giat dalam melakukan pompanisasi adalah Kabupaten Cianjur. Terhitung 40 titik di Kabupaten Cianjur yang mendapatkan bantuan berupa pompa untuk membantu irigasi di musim kemarau.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, pompanisasi bertujuan untuk memberikan asupan air kepada lahan-lahan kering agar mampu tetap bercocok tanam meski menghadapi cuaca tanpa hujan.

“Pompanisasi merupakan salah satu langkah cepat untuk mengatasi dampak El Nino. Kita perlu memastikan bahwa dengan adanya pompanisasi, lahan petani tidak mengalami kekeringan,” terang Mentan.

Selain pompanisasi, Kementerian Pertanian juga melakukan perluasan areal tanam, pembukaan lahan baru, dan pemanfaatan tumpang sari.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memastikan Kementan akan terus memprioritaskan berbagai program yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Kabupaten Cianjur sendiri saat ini menjadi salah satu daerah yang menjadi target Penambahan Areal Tanam (PAT) Kementan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/regenerasi-petani-kementan-bekali-gen-z-pelatihan-agribisnis-tomat/

Per Oktober ini, Cianjur telah memenuhi target capaian PAT sejumlah 17.644 HA dari target 17.359 HA. Salah satu capaian yang cukup dibanggakan adalah capaian padi gogo yang menghasilkan seluas 220 HA dari target 147 HA.

Hal tersebut diutarakan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Cianjur, Inna Ratna Sofia.

Capaian tersebut diutarakan dalam pembukaan “Persiapan Pelaksanaan Irigasi Perpompaan/Irigasi Perpipaan Kabupaten Cianjur 2024” di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (17/10/2024).

Pertemuan ditujukan untuk perencanaan lebih lanjut mengenai irigasi perpipaan yang melengkapi pompanisasi Kementerian Pertanian.

Inna menyebut jika Cianjur selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam menyukseskan pompanisasi dan pipanisasi sawah.

“Lebih penting lagi adalah dalam perawatannya agar pompa dan pipa yang kini telah diberikan ke petani dapat terus berfungsi dengan baik,” terangnya.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika memberikan motivasi lebih lanjut atas capaian Kabupaten Cianjur.

“Kita terus mendorong para petani dan kelompok tani bersama stakeholder yang terkait agar dapat menghasilkan pangan yang cukup,” gagas Ajat.

“Semangat kita bersama-sama mengusung pertanian sebagaimana yang Mentan Amran canangkan, kita berniat saat ini program pompanisasi di musim kemarau agar sawah tadah hujan masih terselamatkan. Selain itu kita manfaatkan juga lahan rawa, padi gogo, pencetakan sawah, dan tumpang sisip,” tambahnya.

Kepala Dinas TPHPKP Cianjur, Nurdiyati, berpesan kepada seluruh penyuluh dan jajaran staff yang hadir pada kesempatan itu agar tetap memantau keberlangsungan pompanisasi.

“Kita pastikan juga agar pompanisasi berjalan dengan baik mengikuti petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan, dan aturan yang ada,” terangnya.(***)

Optimalkan UPJA, Kementan Dorong Pendirian Koperasi

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO - Melalui program Pertanian Modern, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pendirian Koperasi Krida Muda Agro Sukoharjo. Hal ini dalam upaya mengoptimalkan layanan UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian) sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Upaya ini disambut baik oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kepodang Topo yang berlokasi di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hadir mewakili Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) dan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo memberikan sosialisasi pendirian koperasi Krida Muda Agro Sukoharjo pada Kamis (17/10/2024).

Sebanyak 25 orang ketua dan anggota KUB yang merupakan pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi menghadiri rapat kerja perdana koperasi ini.

Dengan berdirinya Koperasi Krida Muda Agro Sukoharjo ini, Kementan optimis bisa menarik minat generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian.

Hal ini sejalan dengan komitmen Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk terus mendukung regenerasi petani di tanah air, salah satunya adalah dengan membangun ekosistem baru di sektor pertanian seperti memperbanyak pembentukan koperasi petani.

Tujuannya dibentuknya koperasi tani untuk mempermudah generasi milenial mengembangkan bisnis tani, yang pada akhirnya membuat sektor pertanian makin diminati anak muda.

"Saya ingin agar anak-anak muda kita juga mau melirik pertanian sebagai sektor yang diunggulkan," kata Amran.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan peran penting milenial dalam membangun korporasi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/18/kementan-pikat-generasi-muda-di-festival-lumbung-mataraman/

“Milenial menjadi pengungkit korporasi yang akan kita bangun bersama, karena itu dibutuhkan pendampingan secara intensif dari para milenial untuk mendukung berkembangnya korporasi”, lanjut Santi.

Untuk itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto mendorong pengurus koperasi untuk melibatkan generasi muda dalam operasional koperasi.

“Korporasi yang dibangun dalam pertanian modern akan berbasis pada aplikasi. Sehingga kita perlu anak muda dalam menjalankan bisnis ini.” kata Bambang.

Ia pun mengapresiasi semangat dari kelompok tani untuk mendirikan koperasi. Ia berharap koperasi bisa dijalankan segera setelah melangkapi persyaratan administrasi.

Ditambahkan oleh Susilo, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, bahwa dengan terbentuknya koperasi, pengelolaan alsintan akan dilakukan dalam 1 manajemen.

“Ini pekerjaan bersama, bukan individu. Dengan koperasi, alsintan dipakai besama, fokus pada profit oriented’ jelasnya.

Susilo juga berharap dengan terlibatnya 32 alumni Polbangtan/PEPI sebagai mentor dan pendamping dan 88 mahasiswa MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat) dalam program Pertanian Modern ini bisa memberikan kesan yang baik terhadap dunia pertanian khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

“Setelah kembali, kita harapkan mereka memiliki memori bahwa menjadi petani adalah idola” pungkasnya.(***)

Regenerasi Petani, Kementan Bekali Gen Z Pelatihan Agribisnis Tomat

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian melakukan berbagai upaya untuk melakukan regenerasi petani. Seperti melalui pelatihan, magang, dan pendidikan di bidang pertanian.

Salah satu upaya untuk memperdalam pengetahuan para peserta magang dan PKL adalah melalui Pelatihan Agribisnis Tomat yang digelar di BBPP Lembang, Rabu (16/10) sampai Jumat (18/10).

Dalam pelatihan ini para peserta diberikan motivasi agar mampu mengembangkan tanaman tomat dari benih hingga dijual ke pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan regenerasi SDM pertanian sebagai salah satu fokus Kementerian Pertanian.

Mentan menyebut generasi muda adalah ujung tombak masa depan pertanian Indonesia karena kedekatannya dengan perkembangan sains dan teknologi terkini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia inilah yang akan dididik untuk menjadi petani millenial melalui pendidikan vokasi,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan tentang pentingnya generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Tentu saja kita sangat berharap dengan kehadiran anak-anak muda ini, mereka akan menjadi pengganti atau penerus dari SDM pertanian yang ada di Indonesia,” tutur Idha.

UPT Kementan seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sangatlah terbuka bagi golongan pelajar yang ingin melakukan magang atau praktik kerja lapangan.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/19/perangkat-desa-kab-bogor-belajar-teknologi-pertanian-modern-di-upt-kementan/

Baik mahasiswa maupun siswa sekolah pertanian dapat mempelajari pertanian mulai dari bercocok tanam hingga pengolahan hasil pertanian.

Di BBPP Lembang sendiri peserta magang maupun PKL ditempatkan di Inkubator Agribisnis untuk mengelola komoditas-komoditas yang mampu tumbuh baik di iklim pegunungan.

Salah satu tanaman yang dikembangkan di BBPP Lembang adalah tomat dengan jenis tomat beef

Meski dikembangkan secara hidroponik, para widyaiswara di BBPP Lembang juga membimbing para peserta magang dan PKL agar menguasai budidaya tanaman tomat secara konvensional.

Dalam Pelatihan Agribisnis Tomat, materi yang disiapkan adalah persiapan benih, persiapan lahan, penanaman dan pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, panen dan tindakan panen hingga pasca panen tomat, pengolahan hasil tomat, analisa usaha tani, dan peluang bisnis dan rencana usaha tomat.

Pelatihan dilakukan secara klasikal dan praktik. Dalam kelas para peserta diberikan bahan ajar oleh tim widyaiswara BBPP Lembang agar mendalami teknik budidaya tomat yang baik dan benar.

Praktik di lapangan juga diberikan agar para siswa menguasai secara praktis hal yang dipelajarinya di ruang kelas.

Selain mendapatkan pelatihan, selama masa permagangan dan PKL para murid mempraktikkan hal yang mereka pelajari dalam keseharian.

Pelatihan ini bertujuan agar para peserta konsisten dalam menggunakan ilmu-ilmu yang mereka pelajari.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menitipkan harapan yang tinggi kepada para peserta magang dan PKL di BBPP Lembang.

“Setelah mengikuti PKL diharapkan para peserta didik terus konsisten untuk berkecimpung di bidang pertanian,” terang Ajat.(***)

Perangkat Desa Kab Bogor Belajar Teknologi Pertanian Modern di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 366 orang perwakilan dari 27 kecamatan, termasuk sejumlah perangkat desa, di Kabupaten Bogor mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Rabu (16/10/2024).

Kunjungan dilakukan untuk mendalami teknologi pertanian modern di BBPP) Lembang sekaligus memperdalam ilmu para perangkat desa tentang pertanian untuk ketahanan pangan di desa mereka masing-masing.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pangan bagi ketahanan suatu negara.

“Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara, kalau krisis ekonomi itu kita mampu bertahan, kita bisa lewati, krisis kesehatan, covid-19 kita lewati, tapi kalau krisis pangan bisa berdampak pada lainnya, jadi kita harus betul-betul bersama-sama menjaganya,” tegas Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa prioritas Kementan saat ini adalah meningkatkan ketahanan pangan di dalam negeri melalui program Penambahan Areal Tanam (PAT) dengan pompanisasi, pemanfaatan lahan rawa dan lahan perkebunan, dan sebagainya.

Dalam sambutannya kepada peserta kunjungan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat desa dan selanjutnya kecamatan. Sehingga, seluruh bagian masyarakat terpenuhi kebutuhan pangannya.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama agar bisa mencukupi kebutuhan pangan di masing-masing desa,” terang Ajat.

Rombongan kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjalani praktik di lahan BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/pelatihan-fungsional-kementan-optimalkan-peran-penyuluh-pertanian/

Lahan yang terletak di areal Inkubator Agribisnis menunjukkan berbagai komoditas dengan memanfaatkan teknologi pertanian terkini.

Salah satu teknologi yang menjadi penarik perhatian peserta adalah penanaman padi di atas air secara terapung. Teknik yang dikenal dengan akuaponik ini diadaptasi dari yang sudah diterapkan di negara seperti Cina dan Kamboja.

Para peserta juga mengunjungi screen house hidroponik yang ditanami melon, tomat, dan pak choi. Screen house yang diperagakan menarik minat karena telah diotomatisasi dan menggunakan teknologi smart green house.

Melengkapi wawasan tentang teknologi pertanian terkini, ada juga pendalaman mengenai praktik pertanian konvensional yang dipandu oleh widyaiswara BBPP Lembang Cece Mulyana dan Riyadi Pratiwa Sutardjo.

Cece menerangkan tentang penanaman jagung dimulai dari pengolahan lahan hingga penanaman dan perawatan tanaman jagung.

Di plot tanah yang lain, Riyadi menerangkan mengenai budidaya kedelai dan cara meraup untung sebesar mungkin.

Menutup, Riyadi menerangkan kepada para peserta kunjungan tentang penggunaan teknologi pertanian.

“Prinsipnya, untuk mendapatkan keuntungan yang setinggi mungkin, dibutuhkan penggunaan teknologi yang semaksimal mungkin,” paparnya.(***)

Pelatihan Fungsional, Kementan Optimalkan Peran Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//PANDEGLANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, dilaksanakan 15 Oktober – 4 November 2024, di Kantor BPSDMD Kabupaten Pandeglang.

Peserta terdiri dari penyuluh pertanian dari kabupaten/kota di Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Cilegon.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh pertanian adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan.

“Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menyebutkan peran penyuluh pertanian penting untuk meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor. Terlebih menghadapi ancaman dampak El Nino yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/siapkan-regenerasi-kementan-asah-wawasan-siswa-sekolah-menengah-kejuruan/

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” tutur Santi.

Pelatihan dibuka Selasa (15/10/2024) oleh Kepala BPSDMPD, Untung Saritomo.

“Pelatihan bertujuan untuk menyamaratakan persepsi dalam hal tugas, fungsi, organisasi, tata kerja, dan hubungan kerja penyuluh pertanian, memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta perilaku sebagai penyuluh pertanian, dan memberikan serta meningkatkan daya berpikir penyuluh pertanian secara komprehensif,” tutur Untung.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang juga menghadiri kegiatan pembukaan, mengatakan pentingnya untuk terus belajar.

“Terus bekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, kuasai informasi teknologi agar penyuluh pertanian mampu mendampingi petani sampai petani berhasil meningkatkan produksi dan kesejahteraannya,” kata Ajat.

Dalam pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi sebanyak 174 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi.

Di penghujung pelatihan, selama 1 minggu peserta akan menjalani praktik kompetensi, terjun langsung ke lokasi petani untuk menerapkan materi penyuluhan yang diperoleh secara klasikal.(***)

Siapkan Regenerasi, Kementan Asah Wawasan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan regenerasi petani dengan menyiapkan petani-petani muda berkualitas. Hal ini juga dilakukan kepada siswa-siswi SMKN 1 Rongga Kabupaten Bandung Barat yang melakukan PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian modern berbasis teknologi dan smart farming menjadi peluang untuk mendorong budidaya pertanian menjadi efisien, terukur, dan terintegrasi.

Menurutnya, menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Rongga Kabupaten Bandung Barat diikuti 3 orang siswa kelas XII, periode 15 Juli – 15 Oktober 2024.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya brokoli dan pakcoy.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/19/generasi-muda-pertanian-kementan-siapkan-siswa-smk-jadi-petani-berkualitas/

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Salah seorang siswa SMKN 1 Rongga, Agni Purnama Firmansyah, yang melaksanakan PKL di lahan budidaya pakcoy, menyampaikan kesannya.

“Semakin banyak pengetahuan pertanian yang saya peroleh terutama budidaya pakcoy. Langkah-langkah budidaya pakcoy dari awal penanaman sampai panen saya lalui,” ceritanya, Rabu (16/10/2024).

Agni menyampaikan semakin banyaknya pengalaman di dunia kerja bukan hanya banyak teori tetapi praktiknya juga. (yoko/che)