18 Mei 2026

admin

Computer Assisted Competencies Test (CACT) Menuju Indonesia Emas 2045

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Dalam rangka percepatan penyediaan data kompetensi dan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau talent pool serta tindak lanjut program prioritas nasional di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada tahun 2024, dilakukan pemetaan/penilaian kompetensi dan potensi pegawai menggunakan Computer Assisted Competencies Test (CACT) untuk pegawai Kementerian Pertanian.

CACT merupakan penilaian kompetensi menggunakan metode lainnya untuk mengungkap kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, literasi digital, serta emerging skills. Hasil dari CACT dapat digunakan untuk melakukan pemetaan pegawai bagi pegawai jabatan administrator, pengawas, pelaksana, dan jabatan fungsional setaranya.

Program ini merupakan amanat Presiden RI, Joko Widodo, dalam rangka mendukung implementasi manajemen talenta termasuk sistem meritnya.

   Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/09/24/kementan-latih-aparatur-desa-kabupaten-indramayu-teknologi-hidroponik/

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. "Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Selaras dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan akan terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, mandiri, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan pegawai untuk terus belajar, perkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Enam puluh delapan orang ASN Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terbagi 2 sesi pagi dan siang, menjalani CACT pada Jumat (20/9) di Kantor Regional III BKN Kota Bandung. CACT dilakukan untuk mendapatkan gambaran kompetensi pegawai lingkup BBPP Lembang.

Total pertanyaan/soal 435 buah soal terbagi 22 sesi, terdiri dari 3 jenis test yaitu Emerging Skills (ES) sebanyak 232 soal. Emerging Skills adalah kompetensi yang dimiliki individu untuk mengatasi masalah atau tantangan yang kompleks secara terorganisasi.

Selanjutnya Managerial Sosial Kultural (MSK) sebanyak 118 soal. MSK adalah kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh pegawai baik ASN, Non ASN, PPPK, Swasta, PNS atau lainnya untuk mendukung tercapai tujuan organisasi.

Terakhir, ada materi Literasi Digital (LD) sebanyak 85 soal. Ketiga sub tes ini membutuhkan waktu kurang lebih 4,5 jam.

Salah seorang pegawai, Achmad Handyoko, menyampaikan harapannya, “Semoga dengan kegiatan CACT ini dapat memetakan potensi pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya.” (yoko/che)

Siapkan Irigasi Pompanisasi, Kementan Gerak Cepat Tanam Padi di Gunung Kidul

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL – Untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi, Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program pompanisasi diberbagai daerah, salah satunya Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Dengan memanfaatkan Irigasi pompanisasi, gerakan tanam padi dilaksanakan di Kelompok Tani Handayani 2 Dusun Purworejo, Desa Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Kamis (19/9/2024).

Hal ini membuktikan program pompanisasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan. Hingga 13 September 2024, tercatat realisasi Perluasan Areal Tanam (PAT) mencapai 1.338.888 hektar atau 74,90% dari target, dengan kontribusi pompanisasi mencapai 1.048.930 hektar atau 91,99% dari total luas tanam.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan perlunya memaksimalkan penggunaan pompa dan optimalisasi lahan (oplah) untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT).

Baca juga: 

Pompanisasi, Bukti Gerak Cepat Kementan Atasi Dampak Kekeringan

“Tolong maksimalkan pompa dan oplah, karena capaian LTT perlu ditingkatkan target hariannya. Mohon fokus tingkatkan LTT,” tegas Mentan Amran.

Ia juga terus mendorong pencapaian target LTT agar tujuan swasembada pangan dapat tercapai.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong jajarannya untuk memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Sementara itu, pelaksanaan program irigasi pompanisasi di Kabupaten Gunung Kidul dipantau Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Bambang Sudarmanto, yang juga penanggung jawab PAT Kabupaten Gunung Kidul.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sudarmanto mendorong pemanfaatan bantuan irigasi pompanisasi ini.

Baca juga: 

Bentuk Karakter Mahasiswa Baru, Polbangtan Kementan Bekali Kursus Kepramukaan

“Dari 58 bantuan irigasi pompanisasi di Provinsi Yogyakarta, sebanyak 39 unitnya digelontorkan di Gunung Kidul. Kami berharap bantuan irigasi pompanisasi ini bisa dioptimalkan dengan lahan yang ada di Ngawen ini,” kata Bambang.

Ia menekankan perlunya perawatan tanam yang benar, agar produktivitas bisa naik. Mengingat meskipun tanaman padi bukan tanaman air, namun butuh air yang banyak.

“Kenapa harus padi? Luas pertanaman padi di Indonesia turun drastis akibat El-Nino. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan pangan, Gunung Kidul mendapat target yang cukup besar. Namun dari target, DIY baru mencapai 59 %.” tutur Bambang.

Untuk itu, Ia bersama BSIP Yogyakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi DIY, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Kodim Gunung Kidul, Babinsa Kecamatan Ngawen, Danramil Ngawen, Kapolsek Ngawen akan melakukan monitoring pemanfaatan irigasi pompanisasi ini.(***)

Pompanisasi, Bukti Gerak Cepat Kementan Atasi Dampak Kekeringan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Dalam menghadapi bencana kekeringan yang melanda Indonesia akibat kemarau berkepanjangan pada tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat melalui program pompanisasi. Pompanisasi merupakan solusi tercepat untuk mengatasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Bantuan pompa disebut dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali per tahun.

”Kalau mau solusi tercepat ya dengan pompanisasi. Makanya kemarin pada sekitaran awal tahun, kami melakukan refocusing anggaran sehingga bisa secepatnya menyalurkan bantuan pompa ke daerah-daerah,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Kamis (19/09/2024).

Refocusing dilakukan dengan mengalihkan sejumlah pos kegiatan, seperti seremonial, rapat, dan kegiatan sejenis lainnya. Sehingga sepanjang tahun 2024, Kementan bisa mengalokasikan 62.378 unit pompa alsintan dan 9.904 unit irigasi perpompaan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pusdatin Kementan hingga 12 September 2024, program pompanisasi telah berhasil mengairi lahan tadah hujan seluas 1.048.930 hektare, atau 91,99% dari target yang telah ditetapkan.

Amran menyebutkan dirinya memang harus mengambil solusi yang tercepat karena dampak El Niño sangat serius dan dapat mengganggu ketahanan pangan. “Krisis pangan bisa memicu krisis politik. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengamankan pasokan pangan dengan cepat,” tegasnya.

Baca juga: 

Lewat Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi

Program pompanisasi ini mencakup pemasangan pompa air di berbagai sentra produksi padi. Menurut Amran, dirinya bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan semua jajaran Kementan turun ke lapangan untuk memastikan gerakan pompanisasi berjalan dengan maksimal.

“Tanpa gerakan masif, kita bisa mengalami kesulitan besar. Saat ini, 22 negara telah menghentikan ekspor pangan,” kata Amran.

Kerja keras Amran dan jajarannya itu berbuah manis. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras mengalami kenaikan berturut-turut dari Agustus hingga Oktober 2024, yaitu pada bulan Agustus mencapai 2,84 juta ton, September 2,87 juta ton, dan diperkirakan Oktober mencapai 2,59 juta ton. Jika proyeksi ini tepat, capaian Oktober tahun ini akan menjadi yang tertinggi selama enam tahun terakhir.

Amran menambahkan, untuk mewujudkan swasembada pangan, perlu adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak. ”Karena itu kami sangat berterimakasih atas dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan media. Berkat bantuan Bapak dan Ibu, program dan kebijakan kami bisa berjalan dengan baik,” jelas Amran.

Ke depannya, Amran akan fokus intensifikasi di Jawa dan ekstensifikasi di luar Jawa menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan langkah konkret ini, Kementan berharap dapat menjadikan Indonesia sebagai negara superpower dalam bidang pertanian.(***)

Lewat Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi

TANIINDONESIA.COM//CIANJUR – Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan produksi pangan terus meningkat. Untuk memastikan ketersediaan pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan sejumlah strategi, di antaranya Perluasan Areal Tanam (PAT).

PAT sendiri memiliki tiga program utama yaitu optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan padi gogo (tumpang sisip). Program pompanisasi ini dijalankan diberbagai daerah, salah satunya Kabupaten Cianjur.

Program Pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, fokus pada 2 cara yaitu optimalisasi pompa yang sudah ada dan menyediakan pompa baru sesuai kebutuhan petani di tiap wilayah.

“Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Cianjur, didampingi penyuluh pertanian dan babinsa, meninjau pelaksanaan pompanisasi di 2 kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Saluyu dan Bina Karya, Desa Karya Mukti, Kecamatan Leles, Sabtu (14/9).

Lokasi ini memiliki potensi sawah tadah hujan seluas 25 hektar dengan sumber air dari Sungai Ciderma.

Ajat juga melakukan monitoring irigasi perpompaan Kelompok Tani Leuweung Kalong, Desa Sindang Sari, Kecamatan Leles.

Baca juga: 

Kementan Asah Kompetensi ASN dan Non ASN Wujudkan Pelayanan Prima

Ajat juga memberikan motivasi kepada petani, penyuluh dan aparat desa terkait program pompanisasi ini.

“Setelah pompa terpasang, mohon segera dilakukan penanaman padi, harapannya meningkatkan indeks pertanaman dari sekali selama 1 tahun, bisa 2-3 kali melakukan tanam dan panen sehingga produksi beras meningkat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,” tutur Ajat.

Kelompok Tani Leuweung Kalong yang diketuai oleh H. Nawawi, memiliki potensi sawah tadah hujan seluas 19 hektar dengan sumber air dari Sungai Cisokan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian, bantuan ini memberi manfaat untuk kehidupan pertanian di wilayah kami,” kata Nawawi.

Ketua Kelompok Tani Bina Karya, Heri, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian atas terealisasinya program pompanisasi dan kunjungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, babinsa, dan Kepala BBPP Lembang.

“Pompanisasi ini bermanfaat untuk kelompok tani kami dan keberkahan bagi masyarakat sekitar pada umumnya,” katanya sumringah. “Kami akan mulai menanam padi pada akhir September ini,” ujar Heri.(***)

Bentuk Karakter Mahasiswa Baru, Polbangtan Kementan Bekali Kursus Kepramukaan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Tak hanya unggul secara akademik, Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyiapkan generasi muda berkarakter. Salah satunya melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA).

Kegiatan yang dilaksanakan 6 hari, Kamis-Selasa (12-17/9/2024), diikuti 180 mahasiswa baru jurusan pertanian. Mereka mendapatkan materi menarik seputar kepramukaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda untuk membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan zaman.

Baca juga: 

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Gandeng Perusahaan Jamu Nasional

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus melakukan upaya untuk melakukan regenerasi dengan menyiapkan penerus sektor pertanian yang unggul.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Saat pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, yang juga Ketua Kwarcab Yogyakarta, mengatakan pentingnya menyiapkan kader bidang pertanian untuk menyokong penyediaan pangan bangsa.

“Saya bangga, karena ikut menyiapkan kader-kader di bidang pertanian. Yang bisa bersinergi menjadi kader yang mempunyai karakter kuat dalam menyiapkan pangan bagi bangsa Indonesia,” tutur Heroe.

Ia mengajak mahasiswa untuk menyiapkan diri. Pasalnya, mereka akan melanjutkan jenjang kepemimpinan berikutnya.

“Sejak muda harus memperkaya diri dengan keterampilan dan keahlian. Kalau ingin sukses di hari tua, maka sejak muda kita harus bekerja keras menyiapkan diri melengkapi dengan ilmu.” ajaknya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, mendorong mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius.

"Mengapa harus ada pelatihan kepramukaan ini bagi mahasiswa? Kegiatan ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk membentuk karakter yang baik, percaya diri, mandiri, disiplin, santun, dan pandai bekerja-sama," pungkas Bambang.(***)

Kementan Asah Kompetensi ASN dan Non ASN Wujudkan Pelayanan Prima

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, konsisten mempersiapkan SDM agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di antaranya melalui Bimbingan Teknis Hospitality, Rabu (11/9). Dalam kegiatan ini, 20 pegawai ASN dan Non ASN BBPP Lembang diberikan pemahaman materi housekeeping.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia.

"Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan akan terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, mandiri, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing.

Selama proses berlatih, fasilitator yang merupakan dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, memberikan materi tentang perencanaan housekeeping dan tujuannya. Peserta diminta menganalisa situasi saat ini dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terkait housekeeping.

Baca juga: 

Aparatur Desa Kabupaten Bogor Pelajari Budidaya Pajale untuk Ketahanan Pangan

Peserta yang dibagi menjadi 4, dilatih memecahkan permasalahan dari 4 studi kasus terkait hosekeeping yang diberikan oleh fasilitator. Semuanya mampu dipecahkan oleh peserta karena bekerja secara teamwork. Peserta pun praktik membuat perencanaan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing, secara periodik baik harian, bulanan, dan tahunan.

Suatu perencanaan juga harus dilaksanakan dengan baik dan dilakukan evaluasi. Karena itu fasilitator menyampaikan pentingnya monitoring dan evaluasi berkala dilakukan oleh atasan terhadap kinerja stafnya, sehingga diperlukan instrumen monev yang tepat terkait kegiatan hospitality, terkait kualitas layanan, efisiensi, SOP, kinerja staf, dan pengelolaan persediaan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan pegawai untuk terus belajar, perkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Kesan menyenangkan mempelajari tentang housekeeping disampaikan Ahmad Fadjar Fikri Maulana, pegawai Non ASN yang bertugas di asrama Nusa Indah BBPP Lembang.

“Pelatihan ini melatih kami membuat perencanaan kegiatan secara periodik baik harian, bulanan, dan tahunan. Kami juga jadi memahami alat dan bahan yang cocok untuk kebersihan sarana prasarana,” katanya.

“Fasilitatornya juga berpengalaman dan banyak memberikan tips praktis yang langsung bisa diterapkan di tempat kerja,” ujarnya lagi.

Pria yang akrab disapa Iki inipun merasa lebih percaya diri untuk menjalankan tugas karena menjadi lebih paham pentingnya peran housekeeping sebagai wujud pelayanan prima kepada tamu yang datang ke BBPP Lembang.(***)

Aparatur Desa Kabupaten Bogor Pelajari Budidaya Pajale untuk Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, utamanya padi dan jagung, untuk menjaga ketahanan pangan. Pemahaman mengenai hal ini disampaikan kepada 315 aparatur desa dari Kabupaten Bogor yang berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (12/9).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian siap memaksimalkan program Pompanisasi untuk meningkatkan produksi perrtanian, sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Program strategis ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Sementara kunjungan 315 aparatur desa dari Kabupaten Bogor ke BBPP Lembang, dilakukan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara aparatur desa serta studi tiru untuk menjaga ketahanan pangan.

Baca juga: 

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Fokus Regenerasi Petani

Saat menyambut para aparatur desa, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang berkaitan pengembangan SDM pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Ajat juga menyampaikan pentingnya penerapan teknologi dibidang agribisnis pertanian.

“Kami mengelola Inkubator Agribisnis (IA) sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan ini, para perangkat desa baik camat, kepala desa dan lainnya diajak mengelilingi IA, melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan secara konvensional dan pemanfaatan smart farming pada budidaya tanaman di BBPP Lembang.

Di zona rumah pangan lestari, perangkat desa diberikan informasi terkait budidaya sayuran di dalam polybag yaitu budidaya pakcoy dalam polybag yang diberi perlakuan bahan organik trichoderma. Widyaiswara juga mengenalkan inovasi pemanfaatan kolam ikan dan budidaya padi terapung yang dikenal sebagai minapadi. Padi varietas inpara sedang diujicoba pertumbuhannya di sini.

Sementara di sudut IA lainnya, widyaiswara memberikan pemahaman tentang budidaya kedelai dan jagung mulai pemilihan benih yang bagus, pengolahan, pemeliharaan serta proses panen pascapanen.

Di lahan terbuka, petugas IA juga menjelaskan penerapan smart farming kerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta pada aktivitas penyiraman tanaman dan bisa dikendalikan dari smartphone.(***)

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Fokus Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya regenerasi petani muda. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua. "Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Tiga orang siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertanian I Sukaraja Kabupaten Sukabumi jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, melaksanakan PKL di BBPP Lembang mulai dari 7 Mei – 1 September 2024. Mereka melaksanakan PKL di 2 lokasi yaitu di budidaya sayuran brokoli dan lettuce lahan terbuka dan budidaya pakcoy teknologi hidroponik sistem deep flow technique (DFT).

Baca juga:

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil. Seminar dihadiri oleh widyaiswara dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang serta siswa-siswi dari sekolah lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang. Satu-persatu siswa mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Selasa (3/9/2024) saat ditemui setelah pelepasan oleh BBPP Lembang, ketiga peserta PKL dengan kompak menceritakan pengalaman menjalani PKL selama hampir 4 bulan di BBPP Lembang.
“Di sini kami jadi mengetahui dan memahami teknik budidaya sayuran baik secara konvensional maupun hidroponik,” kata Vera Fitriani. Siswi lainnya, berceloteh, “Melalui PKL ini juga kami jadi memiliki banyak teman baik dari SMK maupun universitas,” ucap Siti Salwa.

Sementara itu, Bunga Nuraliya menyampaikan ucapan terima kasihnya atas bimbingan dari petugas lapangan di BBPP Lembang. “Pegawai di BBPP Lembang juga sangat baik dan humble,” ucapnya. (Yoko/Che)

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya melakukan regenerasi. Menyiapkan petani muda berkualitas juga dilakukan Kementan di Papua. Salah satunya melalui PKL yang dilakukan siswa SMKN-PP Sentani, Kabupaten Jayapura, di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Sebagai Penggerak Perubahan

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pembangunan Pertanian (SMKN-PP) Sentani Kabupaten Jayapura diikuti sembilan belas siswa kelas XII jurusan pengolahan hasil pertanian, 15 Agustus – 10 September 2024. PKL dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Terbagi 4 kelompok, dibimbing petugas laboratorium, mereka mempelajari dan praktik langsung pembuatan 4 produk olahan komoditas pertanian yang dapat diaplikasikan sepulangnya ke Papua, yaitu teh daun kelor, manisan terong, es krim labu kuning, dan sorbet cabai merah.

Selain itu, mereka mempelajari tentang peralatan pengolahan yang ada di laboratorium, diantaranya hand sealer, UV sanitizer, vegetable cutting, ice cream maker, noodle maker, spinner, dll.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, Selasa (10/9), dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL selama 1 bulan, dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Peserta PKL, Yunita Ugipa, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kami belajar dengan baik di sini, dari tidak tahu menjadi memahami cara membuat 4 aneka olahan pangan yang nantinya ingin bisa diterapkan di Papua,” ungkapnya.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada BBPP Lembang atas dukungan, arahan dan mengajarkan kami tentang pengolahan hasil pertanian,” kata Yunita lagi.(***)

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Sebagai Penggerak Perubahan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Di tengah tantangan yang semakin kompleks, generasi muda harus hadir sebagai penggerak perubahan. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga: 

Optimisme Petani, Program Pompanisasi Kementan Tingkatkan Produksi Padi

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Dua orang mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) selama 1 bulan dari 5 Agustus – 5 September 2024. Selama 1 bulan, keduanya melaksanakan PKL di Laboratorium Agens Hayati.

Di Laboratorium Agens Hayati, dibimbing petugas laboratorium, mempelajari tentang agens pengendali hayati jamur trichoderma. Mereka mempelajari cara melakukan eksplorasi untuk mendapatkan trichoderma, cara perbanyakan trichoderma sampai melakukan pengamatan mengenai aplikasi formulasi trichoderma terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy.

Selain itu, keduanya juga mempelajari tentang tentang agribisnis tanaman mulai dari pembenihan, pengolahan lahan, perawatan tanaman, pengendalian OPT, panen hingga pasca panen.

Seminar hasil PKL dilaksanakan pada hari Jumat (6/9/2024). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta siswa dan mahasiswa lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang.

Mengambil judul penelitian Aplikasi trichoderma spp terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L) yang diinfeksikan penyakit akar gada, keduanya bergantian memaparkan hasil penelitian dan pengamatan selama 1 bulan. Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Peserta PKL, Tazkia Mega Aulya, mengaku mendapat kehormatan yang luar biasa karena pernah menjadi bagian dari BBPP Lembang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman yang di bidang pertanian.

“Sungguh pengalaman yang luar biasa karena bisa magang di BBPP Lembang dengan segala aktivitas yang tentunya sangat melatih softskill dan hard skill kami untuk siap dalam dunia kerja. Pengalaman ini akan menjadi salah satu bagian penting dan berkesan bagi kami yang tak akan pernah kami lupakan,” katanya.

“Di BBPP Lembang kami bisa berjumpa dengan orang-orang hebat yang selama ini membimbing dan mengajarkan kami banyak hal. Memotivasi kami untuk bisa hidup lebih bermanfaat lagi bagi banyak orang. Terima kasih BBPP Lembang," ucapnya.(***)