18 Mei 2026

admin

Sinergi Kementan dan PUPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Hortikultura Subang

TANIINDONESIA.COM//SUBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berkolaborasi bersama Kementerian PUPR, melalui OCG-Associates, menggelar pelatihan dengan tema Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Hortikultura.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan untuk terus meningkatkan produksi maka harus memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh keuntungan dalam mengusahakan lahannya.

"Mimpi kita bersama ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut, maka perlu dilakukan upaya peningkatan produksi pangan dan ini bisa dicapai dengan singkat kalau dilakukan kolaborasi berbagai pihak," tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang andal, mandiri, profesional, dan berdaya saing penting untuk peningkatan produktivitas.

Pasca Pelatihan, di lokasi masing-masing purnawidya ditetapkan lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi sebagai tindak lanjut kegiatan budidaya hortikultura bagi purnawidya.

Di lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi, purnawidya melakukan Praktik Mandiri (PM).

Siklus pelatihan dilaksanakan dengan melakukan pendampingan PM bagi purnawidya untuk melaksanakan tahapan demi tahapan budidaya hortikultura, pengolahan hasil produk pertanian dan pemasaran.

Terdapat 7 titik lokasi lahan Praktik Mandiri yang saat ini sedang dan terus dikelola oleh purnawidya sebagai wujud penerapan hasil pelatihan. Beberapa lahan Praktik Mandiri telah memberikan hasil panen yang diharapkan.

Kamis (15/8/2024), dilakukan panen raya komoditas sayuran di salah satu Lahan Percontohan Praktik Mandiri Kelompok Tani Muncang Rahayu Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.

Baca juga: 

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

Panen dihadiri Kepala BBPP Lembang, Pimpinan LRPPUPR, Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Patokbeusi, Kapolsek, Kepala Desa, Babinsa dan Gabungan Kelompok Tani serta Kelompok Tani di sekitar Desa Rancabango.

Aneka komoditas hortikultura, seperti cabai, mentimun, kacang panjang dan bunga kol dibudidayakan oleh Poktan Muncang Rahayu di atas lahan seluas 2.500m2. Pada kegiatan panen keempat komoditas mentimun ini, diperoleh hasil panen 517 kg yang siap dipasarkan ke berbagai segmentasi pasar dan beberapa offtaker di Kabupaten Subang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan, pertanian adalah sektor yang meliputi hajat hidup orang banyak. Jatuh bangunnya bangsa ditentukan oleh sektor pertanian.

“Alhamdulillah hari ini kita semua menyaksikan hasil pelatihan. Ini sebagai bukti bahwa SDM penting dan menentukan peningkatan produksi pertanian. Apa yang sudah kita rancang bersama-sama, kolaborasi dengan Kementerian PUPR baik itu SDM dan teknologi budidaya pertanian, bisa kita lihat bersama-sama hari ini,” kata Ajat.

Lebih lanjut Ajat menyampaikan, dari kolaborasi yang telah dilakukan, menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat mencukupi kebutuhan keluarga, disamping bisa dikonsumsi oleh keluarga, juga bisa dijual sehingga dapat menjadi sumber penghasilan keluarga.

Dalam sambutannya, ketua Poktan Muncang Rahayu, Ibrohim, mengatakan pembelajaran teknologi budidaya tanaman hortikultura selama pelatihan di BBPP Lembang memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan budidaya ala petani yang selama ini dilakukan.

"Pengalaman budidaya dengan sentuhan teknologi ini akan kami lanjutkan dan tularkan kepada Poktan dan Gapoktan lain,” jelas Ibrohim.(*)

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, meninjau lokasi pompanisasi dan olah tanah di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (16/8/2024), yang merupakan wilayah tanggung jawab BBPP Lembang pada program pompanisasi.

Kegiatan dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, penyuluh pertanian, dan kelompok tani Abadi Sejahtera. Di lokasi ini terdapat 50 hektar sawah yang harus terairi.

Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah (provinsi, kabupaten/kota) serta TNI gencar menjalankan program pompanisasi sebagai upaya akselerasi pertanaman menghadapi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air.

Khusus untuk irigasi perpompaan, kegiatan ini dilakukan secara swakelola dengan pola padat karya dan melibatkan partisipasi penuh anggota kelompok tani penerima bantuan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan serta pemeliharaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya program pompanisasi.

Baca juga: 

Monitoring Irigasi Perpompaan, Kementan Pastikan Keberhasilan Program PAT

“Pompanisasi menjadi solusi cepat untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan jumlah produksi padi di tengah ancaman El Nino,” sebut Menteri Amran.

Menteri Amran menegaskan, solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional dengan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman semula tanam hanya 1 kali bisa 2-3 kali.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Program PAT dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang akan semakin meningkat di masa depan.

Pada kunjungan langsung ke lokasi irigasi perpompaan di Desa Jelekong Kabupaten Bandung, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika meminta agar usulan irigasi perpompaan di lokasi ini segera direalisasikan.

“Kami melihat langsung kondisi di sini bahwa kondisi lahan sawahnya terjadi kekeringan sehingga perlu adanya pompanisasi untuk mengairi sawah. Ini harus cepat untuk mencegah gagal panen,” kata Ajat.

Ajat berharap agar usulan pompanisasi segera disetujui sehingga irigasi perpompaan dapat segera terealisasi mengairi sawah di musim kemarau ini.(*)

Monitoring Irigasi Perpompaan, Kementan Pastikan Keberhasilan Program PAT

TANIINDONESIA.COM//CIANJUR - Kementerian Pertanian terus memastikan keberhasilan pelaksanaan kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan penanaman padi gogo di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi, 18 – 19 Agustus 2024 di Kabupaten Cianjur, salah satu wilayah tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan solusi cepat peningkatan produksi petanian yang ditawarkan saat ini adalah Perluasan Areal Tanam (PAT). Mentan Amran meyakini apabila program ini dijalankan maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

“Saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, menegaskan, PAT adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan ke depannya yang akan semakin meningkat.

Monitoring dan evaluasi di lokasi PAT Kabupaten Cianjur dihadiri Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Nurdiyati beserta jajarannya.

Rapat membahas tentang perkembangan pemanfaatan pompanisasi, irigasi perpompaan, dan Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Kabupaten Cianjur.

Baca juga: 

Smart Farming, Kunci Pertanian Berkelanjutan

Selanjutnya, dilaksanakan monitoring lokasi irigasi perpompaan di beberapa lokasi. Pertama, di Kelompok Tani Tumaritis, Kelompok Tani Subur dan Kelompok Tani. Tani Mukti, Desa Cikidang Bayabang, Kecamatan Mande. Kedua, dilaksanakan di Kelompok Tani Sarinande, Desa Cihaur, dan di Kelompok Tani Hegarmanah Desa Cibaregbeg Kecamatan Cibeber.

Dari hasil monitoring bahwa irigasi perpompaan sudah selesai pembangunannya dan sudah dapat digunakan mengairi lahan sawah. Sumber air tersedia dari sungai.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, Selasa (19/8/2024), menyampaikan bahwa irigasi perpompaan yang sudah terpasang agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dilakukan perawatan berkala. Bisa juga memanfaatkan pompa yang sudah ada. Ajat juga mengingatkan untuk tertib administrasi atas semua berkas-berkas yang ada.(*)

Dosen Polbangtan Kementan Sabet Penghargaan Dosen Berprestasi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Dua dosen dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), Endah Puspitojati dan Budi Purwo Widiarso, berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Dosen Berprestasi di tingkat nasional dan Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam sektor pertanian. Dijelaskannya, kualitas SDM sangat menentukan kesuksesan pertanian. Terutama untuk menjaga ketahanan pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan jika Polbangtan adalah tempat untuk mencetak SDM-SDM handal sektor pertanian.

Menurutnya, pertanian memiliki banyak sektor yang sangat menjanjikan jika digarap dengan baik. Dan tugas Polbangtan adalah menyiapkan SDM-SDM yang benar-benar siap saat terjun ke masyarakat ataupun masuk ke dunia industri.

Salah seorang dosen Polbangtan Yoma yang meraih penghargaan, Endah Puspitojati, dikenal dengan dedikasinya dalam inovasi pertanian berkelanjutan. Ia menerima penghargaan Dosen Berprestasi Lingkup Nasional.

Penghargaan diserahkan dalam momen Sidang Terbuka MPR RI, yang menjadi ajang berkumpulnya para pemimpin bangsa dan figur-figur teladan dari berbagai sektor.

Pengakuan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan Endah dalam mengajar dan penelitian, tetapi juga kontribusinya dalam memajukan sektor pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: 

Tingkatkan Kompetensi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikut Sertifikasi

“Saya merasa sangat bangga dan terhormat mendapat kesempatan ini. Terimakasih untuk Kementerian Pertanian yang telah memberikan saya peluang untuk mengikuti kegiatan istimewa ini. Bertemu dengan insan-insan teladan dari berbagai profesi dan latar belakang di seluruh Indonesia sungguh menginspirasi," tuturnya.

"Mereka adalah teladan yang bekerja keras dengan talenta masing-masing, membawa Indonesia jauh lebih maju dan hebat,” ungkap Endah dengan penuh rasa syukur dan bangga.

Sementara Budi Purwo Widiarso, telah lama berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian dan pemberdayaan petani. Ia juga meraih penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Lingkup Kementerian Pertanian. Penghargaan ini diserahkan dalam upacara peringatan HUT RI ke-79 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Budi, yang selama ini dikenal sebagai sosok inovatif dalam pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian, berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi yang konsisten selalu membuahkan hasil.

Direktur Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, mengatakan penghargaan yang diterima oleh Endah dan Budi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pertanian di Indonesia terus mengalami perkembangan positif.

 

"Prestasi mereka tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Polbangtan Yoma, tetapi juga menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri," kata Bambang.

Melalui pengakuan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan apresiasinya terhadap para pendidik yang telah bekerja tanpa lelah untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi sektor pertanian Indonesia.

Semoga prestasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh tenaga pendidik dan generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi, demi mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.(*)

Tingkatkan Kompetensi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikut Sertifikasi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Sertifikasi Kompetensi (Serkom) di Gedung Serbaguna Polbangtan Yoma, Senin (19/08/2024).

Kegiatan yang dibuka Direktur Utama Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Benih (TB) dan Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB).

Baca juga: 

Upayakan Akselerasi dan Percepatan Target, Polbangtan Kementan Lakukan Evaluasi Kegiatan PAT

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan peningkatan kompetensi harus dilakukan setiap insan pertanian. Sebab ilmu pertanian terus berkembang dan SDM pertanian harus adaptif terhadap kondisi tersebut.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, SDM memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan pertanian.

Idha menambahkan, SDM adalah faktor utama dalam peningkatan produktivitas, hal yang sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan.

Sementara ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK), Nurrohmah Lutfhi A’yuni, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi (Serkom) ini berlangsung selama 3 hari.

“Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi PPB yang sudah berstatus alumni dan 32 mahasiswa TB tingkat tiga akan menjalani serangkaian assessment terkait sertifikasi kompetensi Pertanian Organik dan Pelaksana Produksi Benih oleh assesor yang berasal dari praktisi dan akademisi,” jelasnya.

Direktur Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, saat membuka kegiatan Sertifikasi Kompetensi (Serkom) berharap agar mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi mereka.

“Tujuan Program Sertifikasi Kompetensi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkompeten, untuk mewujudkan hal tersebut maka mahasiswa harus mendapat sertifikat serkom terlebih dahulu” jelas Bambang.

Selain mahasiswa, hadir juga pembimbing kegiatan, Sutoyo, yang merupakan koordinasi pembimbing asesor serta pembimbing asesor lainnya.

“Kami berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti Sertifikasi Kompetensi dapat bersungguh sungguh dalam mengikuti semua tahapan, sehingga dapat direkomendasikan kompeten oleh asesor” harap Sutoyo.

Setelah dilaksanakannya Pembukaan Sertifikasi Kompetensi selesai, mahasiswa diharapakan untuk melengkapi berkas APL 1 dan APL 2, untuk diperiksa oleh pembimbing asesor agar dapat mengikuti Sertifikasi Kompetensi.(*)

Smart Farming, Kunci Pertanian Berkelanjutan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Teknologi smart farming menjadi andalan Kementerian Pertanian (Kementan) di era digital saat ini. Teknologi ini turut diperkenalkan kepada 50 mahasiswa dan dosen Politeknik Negeri Lampung, yang berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (14/08/2024).

Pertanian modern berbasis teknologi dan smart farming menjadi peluang untuk mendorong budidaya pertanian menjadi efisien, terukur, dan terintegrasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Di berbagai kesempatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan membuka kerja sama dengan stakeholder diantaranya kegiatan kunjungan bagi generasi muda sebagai upaya mengenalkan teknologi pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Dalam kunjungan itu, para mahasiswa Polinela diajak mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis, melihat koleksi tanaman sayuran yang dibudidayakan secara konvensional maupun teknologi hidroponik dan pemanfaatan smart farming pada budidaya tanaman di BBPP Lembang.

Di zona rumah pangan lestari, mahasiswa memperoleh penjelasan budidaya sayuran di dalam polybag dan di lahan terbuka.

Baca juga: 

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Laksanakan Monev Perluasan Areal Tanam di Kalimantan Selatan

Petugas lapang juga mengenalkan inovasi pemanfaatan kolam ikan dan budidaya padi terapung yang dikenal sebagai minapadi. Padi varietas inpara sedang diujicoba pertumbuhannya di sini. Di zona ini petugas juga menjelaskan budidaya pakcoy dalam polybag yang diberi perlakuan bahan organik trichoderma.

Petugas juga menjelaskan penerapan smart farming pada aktivitas penyiraman tanaman cabai rawit yang ditumpangsarikan dengan selada dan bisa dikendalikan dari smartphone.

Hal ini menarik perhatian para mahasiswa karena generasi muda akrab dengan teknologi sehingga diskusi mengalir tentang cara penerapan smart farming untuk budidaya pertanian.

Di zona lainnya yaitu screen aeroponik perbanyakan benih kentang G0, mahasiswa menerima informasi kegiatan pemeliharaan tanaman kentang yang sedang dilakukan pada umur tanaman 3 minggu. Tanaman sedang proses penurunan batang agar pertumbuhan lebih maksimal hingga usia panen 3 bulan.

Sementara itu, di sudut lainnya, sayuran pakcoy yang sedang dipanen dan dikemas untuk dipasarkan, juga menarik mahasiswa program studi agribisnis pangan untuk diskusi tentang pemasaran dan proses budidayanya. Petugas menjelaskan kegiatan budidaya pakcoy sistem DFT (deep flow technique) dan pola tanam yang dilakukan sehingga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas sayuran terjaga untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Salah seorang mahasiswa, Ari Afrizal, menyatakan kekagumannya.

“Di BBPP Lembang sudah menerapkan pertanian modern seperti penyiraman otomatis dan deteksi cuaca untuk pengendalian hama. Ini menginsipirasi kami untuk diterapkan di Lampung,” katanya.

“Semoga masyarakat pertanian bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan BBPP Lembang untuk menciptakan pertanian berkelanjutan,” katanya lagi.(*)

Menginspirasi Dunia, Indonesia Hadirkan Genta Organik dan Inovasi Biotron di Konferensi Biochar 2024 Malaysia

TANIINDONESIA.COM//MALAYSIA - Inovasi pertanian Indonesia mampu menarik perhatian dunia dalam Konferensi Biochar International 2024, 12-13 Agustus 2024, di Universitas Putra Malaysia. Pada kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Biochar Internasional Malaysia, Indonesia yang diwakili Kementerian Pertanian memperkenalkan Gerakan Tani Organik (Genta Organik) dan Inovasi Biotron.

Menurut Perwakilan Indonesia, Dedi Nursyamsi, Penyuluh Utama Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Indonesia berhasil memukau praktisi dan akademisi dari 13 lebih negara yang hadir, di antaranya Jepang, Amerika, Australia, Thailand, Korea Selatan, India, Nigeria, Filipina, Vietnam, New Zealand, China, Malaysia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, inovasi harus terus dilakukan agar ketahanan pangan dapat terjaga.

Ia menambahkan, tantangan pertanian tidak mudah. Oleh sebab itu langkah antisipasi harus dilakukan dan dibutuhkan juga inovasi untuk memastikan pertanian tidak terganggu.

Baca juga: 

Upayakan Akselerasi dan Percepatan Target, Polbangtan Kementan Lakukan Evaluasi Kegiatan PAT

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika inovasi dan pemanfaatan teknologi perlu dilakukan untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi darurat pangan.

“Dengan didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, Saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan, akan tercapai,” sebut Santi

Sementara, Dedi Nursyamsi menjelaskan jika Genta Organik dengan aplikasi biotron mampu memberikan tiga keuntungan signifikan.

“Meningkatkan hasil produksi hingga 21-36%, mengurangi penggunaan pupuk sebanyak 20-60%, dan potensi keuntungan dari perdagangan karbon yang mencapai 565 juta US Dollar atau setara dengan Rp 8 triliun,” jelasnya.

Prof. Dedi juga menjelaskan dengan metodologi terukur bahwa Biotron mampu memberikan lima parameter utama kesuburan tanah, yaitu meningkatkan oksigen, air, dan mikroba yang dibutuhkan tanah, serta membebaskan tanah dari patogen dan racun.

"Genta Organik dengan mengaplikasikan Biotron tidak hanya sejalan dengan bahasa dunia saat ini, yaitu keberlanjutan lingkungan hidup. Namun juga mendukung sasaran Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam meningkatkan produksi tanaman Padi Indonesia," tambah Prof. Dedi.

Tidak mengherankan jika inovasi Biotron mendapatkan penghargaan sebagai Inovasi Pelayanan Publik Terpuji pada tahun 2023 oleh Kementerian PANRB.

Keberhasilan BPPSDMP Kementerian Pertanian dalam Gerakan Petani Organik atau Genta Organik yang mendorong para petani untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan dengan penggunaan pupuk berimbang dan Biotron telah diakui oleh praktisi dan akademisi dunia di Konferensi Internasional Biochar 2024.

Innovator Biotron, Budiono, Widyaiswara Ahli Madya dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, UPT di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa Biotron merupakan Biochar yang dimodifikasi yaitu biochar yang diaktivasikan dengan pupuk organik cair dan agensi hayati.(*)

Upayakan Akselerasi dan Percepatan Target, Polbangtan Kementan Lakukan Evaluasi Kegiatan PAT

TANIINDONESIA.COM//BANTUL – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan dan Pertanian (Polbangtan Yoma), bersama Pemerintah Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian, serta pihak terkait tengah gencar melakukan upaya peningkatan produksi padi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan Perluasan Areal Tanam (PAT), juga penggunaan pompa air untuk irigasi sawah.

Untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan maksimal, dilakukan rapat koordinasi di Warung Omah Sawah Sewon Bantul, Senin (12/08/2024) pagi, Pukul 08.30 WIB.

Rapat dihadiri oleh Hermawan mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Yoris selaku Balai Besar Peralamalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Joko selaku Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Bantul, Arifin selaku Kepala Bidang Kabid Alsintan, Imawan selaku Kabid Penyuluhan, Suharsono selaku Kepala BSIP, Sugeng selaku Pasiter Kodim Bantul, dan Joko selaku Kadis Pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan perluasan areal tanam dibutuhkan untuk menjamin produksi pertanian tidak menghadapi kendala. Selain itu, juga untuk memastikan produksi pertanian memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan PAT dilakukan sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan. Idha menambahkan, dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bermasalah.

Pada rapat tersebut, pihak-pihak yang hadir menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung program peningkatan produksi padi. Target awal Perluasan Area Tanam (PAT) Pompanisasi, Irigasi Pompa (IRPOM) dan Irigasi Pipa (IRPIP) yang direncanakan oleh Kabupaten Bantul yaitu di bulan September dipercepat menjadi Agustus agar segera dipenuhi.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

Hermawan, yang mewakili Direktur Polbangtan Yoma, menyampaikan bahwa ada beberapa arahan dan laporan yang telah disampaikan pada saat rapat tersebut, bahwa semua pihak sepakat untuk mengoptimalkan penggunaan pompa air yang telah terpasang dan mencari sumber air alternatif.

“Lahan wedi kengser yang telah disetujui oleh Keraton akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian akan segera dilegalkan dan diupayakan penanaman padi dengan varietas yang cocok,” ungkap Hermawan.

Ia juga berharap Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) terus memberikan pendampingan kepada petani dalam memanfaatkan pompa air dan sumber air yang ada.

Hermawan memastikan bahwa pihaknya juga turut mengarahkan Mahasiswa Polbangtan Yoma yang ditempatkan di Kabupaten Bantul akan turut aktif dalam pendampingan petani dan kegiatan pertanian lainnya.

“Dimohon kepada Dinas untuk mendukung mahasiswa yang ditarget oleh Menteri Agar mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatannya selalu berkoordinasi dengan Dinas dan Penyuluh dalam hal data dan pelaporan,” jelas Hermawan.

Namun dilain sisi, Hermawan juga menjelaskan bahwa masih ada upaya uji coba lahan wedi kengser yang sudah dikelola dan ditanami padi.

“Hingga saat ini masih diupayakan mencari benih yang cocok. Karna benih yang saat ini dicobakan masih belum bisa tumbuh optimal,” jelasnya.

Pasiter Kodim Bantul, Sugeng, turut menyampaikan dukungannya.

“Apapun yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Dinas, PPL di kecamatan mohon di infokan ke kami, dalam upaya singkronisasi data, Jika diperlukan di lapangan sewaktu-waktu, khususnya kegiatan perpompaan Babinsa siap melakukan pendampingan,” tukasnya.

Joko Selaku Kadis Pertanian menyatakan siap berkirim surat jika memang diperlukan, untuk perubahan kebijakan karna sifatnya memang sangat diperlukan menempatkan mahasiswa dilokasi-lokasi yang target PAT nya masih rendah.

Berdasarkan hasil diskusi, Polbangtan Yoma dan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pertanian menyatakan komitmennya untuk terus menyukseskan program PAT dengan tekad yang kuat untuk meningkatkan keberhasilan program Perluasan Area Tanam (PAT) Pompanisasi, Irigasi Pompa (IRPOM) dan Irigasi Pipa (IRPIP).(*)

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Laksanakan Monev Perluasan Areal Tanam di Kalimantan Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANJARBARU - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo.

Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian.

Karenanya, kata Menteri Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” sebut Menteri Amran.

Guna memaksimalkan program perluasan Areal Tanam (PAT) diatas, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Idha Widi Arsanti melaksanakan  monitoring dan evaluasi (Monev) PAT untuk wilayah Kalimantan Selatan, Senin (12/08/2024).

Giat dipusatkan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, dihadiri Kepala Badan BPPSDMP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pusat Penyuluhan Pertanian, Korem 101 Antasari, Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota Kalsel, BBPP Binuang, SMK-PP N Banjarbaru, BSIP Kalsel, BSIP Lahan Rawa, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Banjarmasin, dan PJ PAT Kalsel.

Di pertemuan ini, Idha Widi Arsanti mengapresiasi kerja keras dan capaian, PAT Kalsel dengan wilayah yang sangat luas.

Baca juga: 

Tak Kenal Waktu Libur, Kabadan PPSDMP Temukan Solusi Perluasan Areal Tanam Di Barito Kuala

“Semoga sebentar lagi bisa hijau, dan ini sebagai tugas kita semua. Intinya kita terus berprogres dengan pencapaian-pencapaian yang sudah ada,” kata Santi.

Pesan dari Mentan, dorong OPLAH, dan Ia berharap kegiatan ini bisa secepat-cepatnya bisa dilakukan secara paralel, meskipun tahun anggaran  mempunyai waktu sampai Desember.

“Tapi saya berharap November bisa diselesaikan,” tambah Santi.

Santi menambahkan terkait Luas Tambah Tanam (LTT) regular di Kalimantan Selatan harus di dorong dalam 1 minggu ini dan mencapai target di akhir agustus.

Selain itu diharapkan realisasai kontruksi dapat segera terealisasi dengan berkoordinasi dengan KPPN.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang Wahida Annisa Yusuf dalam kesempatan terpisah mengatakan pihaknya senantiasa mensupport perluasan areal tanam
dan Pencetakan sawah baru dalam rangka peningkatan produksi.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah menyampaikan bahwa Per 11 Agustus ini kita dalam optimalisasi lahan rawa berada di peringkat keempat secara nasional yaitu 65,13% atau 29,747 Ha, sedangkan pompanisasi mencapai 15.010 Ha, dan tumpang sisip mencapai 799 Ha.

“Jadi dari laporan di atas harus segera bisa tindak lanjuti adalah mencoba untuk bisa mencapai peringkat ketiga, dengan selisih 1 koma sekian %.

Diharapkan kerja keras semua, para-Pj Bupati dan dinas kabupaten kota dapat saling bersinergi.

“Semoga perkembangan optimalisasi lahan, pompanisasi, dan tumpeng sisip ini bisa maksimal dan kita selesaikan,” tandas Imam.(*)

Tak Kenal Waktu Libur, Kabadan PPSDMP Temukan Solusi Perluasan Areal Tanam Di Barito Kuala

TANIINDONESIA.COM//BARITO KUALA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pemenuhan pangan bagi 280 juta penduduk Indonesia melalui langkah strategis yang mencakup Perluasan Areal Tanam (PAT) dengan optimasi lahan, pompanisasi, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan rakyat .

Respon atas hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti gerak cepat (gercep) melaksanakan arahan tersebut, Minggu (11/08/2024)

Baca juga: 

Eksplorasi Teknologi Pertanian Modern, Mahasiswa USN Lampung Kunjungi BBPP Kementan

Dua hari setelah dilantik sebagai Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, langsung bertolak ke Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu tugas pengawalan program PAT.

Titik kunjungan yang dituju yakni Kelompok Tani Manunggal Jaya, Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (12/08).

Adapun, Barito Kuala merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai target hampir 30% dari target Kalimantan Selatan mengingat memang Barito Kuala menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

Wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan Pelatihan (Pusdiktan) ini tak kenal waktu libur, namun tetap ikhlas bekerja sepenuh hati demi produktivitas pertanian dan perkebunan.

Dalam kunjungan kerjanya Santi menemukan permasalahan di lapangan, yakni lahan di lokasi Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) kondisinya kering dan tanahnya merupakan tanah subsoil yang pH-nya masam.

“Perlu ada realisasi tanam pada lahan yang belum masuk dalam kegiatan PAT sebagai pengganti lahan Perluasan Sawit Rakyat yang luasannya minimal sama dengan luasan PSR,” sebut Santi.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementan turut mensupport penuh program kerja Kementan.