18 Mei 2026

admin

Indonesia Pilar Utama Kerjasama Selatan-selatan dan Triangular (SSTC) Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM//Bandung - Negara-negara Selatan-Selatan mengakui peran vital Indonesia dalam meningkatkan sektor pertanian. Terutama, melalui komitmen dalam capacity building yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Pengembangan Penyuluhan dan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Pengakuan pentingnya peran Indonesia dalam sektor pertanian disampaikan oleh para perwakilan negara-negara yang hadir dalam Workshop Penguatan Kolaborasi Sektor Pertanian dalam Kerangka Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) Bidang Pertanian, Rabu (24/7/2024), di Kamboti Hotel Bandung, Jawa Barat.

Hadir dalam kesempatan itu Duta Besar H.E. Mr. Galma Mukhe Boru dari Kenya, H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali D Duta Besar Sudan, dan Mr. Suleiman Ahmed Saleh dari Tanzania, yang merespons paparan Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang menyampaikan peran aktif BPPSDMP sejak 1980-2024 dalam meningkatkan kapasitas petani dan pejabat negara-negara Selatan-Selatan di bidang pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pertanian adalah sektor yang sangat penting. Pasalnya, pertanian berhubungan dengan kebutuhan Masyarakat banyak. Oleh karena itu, Mentan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan. Mentan mengimbau agar pertanian tidak bersoal dalam kondisi apa pun.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) aktif menjalin kerjasama dengan negara mitra. Salah satunya, kerjasama Selatan-selatan dan Triangular sebagai peran pro aktif Indonesia dalam meningkatkan kualitas SDM baik secara nasional maupun internasional.

Baca juga: 

Gelar Rakor, BPPSDMP Kementan Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Berbasis Artificial Intelligence

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menjelaskan jika sejak 1980 hingga 2024, BPPSDMP telah melatih lebih dari 2.150 peserta dari negara-negara Selatan-Selatan melalui 81 pelatihan yang mencakup berbagai tema dan keahlian.

“Selain itu, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP telah menyelenggarakan 27 workshop yang dihadiri oleh 700 peserta dari negara-negara Selatan-Selatan untuk berbagi pengalaman, belajar dari satu sama lain, dan mengembangkan solusi bagi tantangan pertanian,” terangnya.

Tidak itu saja, Siti Munifah mengatakan jika Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) juga telah melaksanakan 31 program pemagangan dengan melibatkan 303 peserta magang dari Fiji, Mozambik, Gambia, PNG, dan negara-negara Selatan-Selatan lainnya di Indonesia.

“Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui BPPSDMP juga telah mengirimkan lebih dari 78 tenaga ahli bidang pertanian melalui 20 program pengiriman tenaga ahli ke berbagai negara Selatan-Selatan,” lanjutnya.

Sebagai penutup Siti Munifah menekankan bahwa komitmen ini dapat ditingkatkan dengan menggandeng kerjasama pendanaan, seperti yang telah dilakukan Kementerian Pertanian dengan Kementerian Keuangan melalui Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional (LDKPI).

“Kerjasama ini perlu diperluas dengan mitra baik di dalam negeri maupun multinasional seperti IFAD dan JICA. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor pertanian dalam kerangka SSTC ke arah yang lebih masif dan lebih baik lagi,” jelasnya.

Hendra Satya Pramana dari Kementerian Luar Negeri menambahkan, perjalanan panjang ini membuktikan komitmen Indonesia yang berawal dari Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955, yang merupakan hasil pemikiran Presiden Soekarno saat itu dan saat ini berkembang menjadi Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC).

Gelar Rakor, BPPSDMP Kementan Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Berbasis Artificial Intelligence

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi Platform CERMAT, yaitu Sistem Pelayanan Informasi Publik Terintegrasi Berbasis Kecerdasan Artificial Intelligence.

Sosialisasi dilakukan dalam Rapat Koordinasi Kehumasan (Rakor) lingkup Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kamis (25/7/2024), di Hotel Aston Simatupang, Jakarta.

Rakor yang dibuka Plt Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, diisi dengan paparan Progress Kehumasan BPPSDMP yang disampaikan Sekretaris Badan, Siti Munifah. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi Platform CERMAT oleh Ketua Kelompok Substansi Hukum dan Hubungan Masyarakat, Septalina Pradini, serta Mengelola Humas Pertanian yang Agile - Kolaboratif oleh Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, dan Strategi Pengelolaan PPID Sektor Publik oleh Syawaludin anggota, Komisi Informasi Pusat (KIP).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, insan pertanian harus terus memperbarui pengetahuan. Karena, kemajuan teknologi juga telah merambah ke sektor pertanian. Menurutnya, jika pengetahuan tidak diperbarui, pertanian bisa tertinggal.

Plt Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan tantangan yang dihadapi semakin kompleks, mulai dari dinamika media sosial, peningkatan literasi digital masyarakat, hingga berbagai isu yang berkembang dengan cepat.

Baca juga: 

Tingkatkan Kinerja, Pergeseran Posisi Terjadi di BPPSDMP Kementan

“Oleh karena itu, Saya berharap, rapat ini dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, bertukar pikiran, dan menemukan solusi bersama atas berbagai tantangan yang ada.

Menurutnya, rapat koordinasi ini memiliki dua agenda utama.

“Pertama, kita akan membahas strategi kehumasan yang perlu kita perkuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kedua, kita akan mensosialisasikan Platform CERMAT yang merupakan inovasi terbaru untuk mendukung kegiatan kehumasan kita,” ujarnya.

Dedi menambahkan, strategi kehumasan yang efektif sangat penting untuk membangun citra positif, menjaga reputasi, dan memastikan komunikasi yang baik antara organisasi dan publik.

“Saya juga ingin mengingatkan pentingnya kolaborasi dan kerja sama di antara kita. Dengan saling mendukung dan bekerja sama, saya yakin kita dapat menghadapi setiap tantangan dengan lebih baik dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan institusi kita,” jelasnya.

“Untuk itu, saya mengharapkan pusat-pusat dan UPT lingkup BPPSDMP mendukung, memanfaatkan dan mengimplementasikan Platform Cermat agar pelayanan informasi kita semakin bagus dan berkualitas,” terang Dedi lagi.

Platform Cermat sendiri merupakan tools Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) inovatif yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan permintaan informasi.

Cermat dikembangkan untuk mendukung tugas dan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi insan pertanian di seluruh Indonesia.

Tiga fitur utamanya yaitu Fitur Ticketing, Fitur Press Release, dan Fitur Livechat dengan memanfaatkan kecerdasan buatan/AI. CERMAT sesuai dengan akronimnya, bertujuan untuk memberikan layanan informasi yang cepat, responsif, dan bermanfaat.(***)

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tinjau Simulasi Drone Tabur Pupuk di Papua Selatan

TANIINDONESIA.COM//Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo berkunjung ke Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Selasa, 23 Juli 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung simulasi penggunaan teknologi pesawat nirawak atau _drone_ dalam penyebaran pupuk di hamparan sawah seluas 40.000 hektare.

Simulasi drone tabur pupuk tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep pertanian pintar _(smart farming)_. Roni, Kepala Balai Pelatihan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian menyebut bahwa pertanian pintar berbasis _internet of things_ di mana segala keputusan dieksekusi menggunakan jaringan internet.

"Lalu untuk mewadahi itu kita buat bahas pemogramannya bahasa Android sehingga bisa di _handphone_," ujar Roni.

Baca juga: 

Tingkatkan Kinerja, Pergeseran Posisi Terjadi di BPPSDMP Kementan

Selain penggunaan pesawat nirawak untuk tabur pupuk, Roni juga mengatakan bahwa _smart farming_ memiliki banyak manfaat nyata bagi para petani. Mulai dari pengendalian jarak jauh, _automatic weather station_, mengetahui suhu udara, curah hujan, kelembapan arah angin, kecepatan angin, sinar matahari, fluktuasi dan lainnya.

"Dengan menggunakan _smart farming_, kita melaksanakan kegiatan penyiraman itu ada kontrol namanya kelembapan tanah, batasnya itu 30 persen. Di bawah itu berarti tanah kering, siram. Kalau 30 persen ke atas tanah itu basah, tidak perlu disiram. Begitu juga pupuk eksekusi kita masukan ke program kita lalu bisa dieksekusi di hp," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan petani terkait manfaat serta tantangan dalam penerapan teknologi tersebut. Mereka mengapresiasi upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam menjadikan teknologi sebagai solusi bagi tantangan pertanian di Papua Selatan.

Tenang Wibowo, salah satu petani yang telah merasakan perbedaan yang cukup signifikan setelah menggunakan konsep pertanian pintar. Menurut Tenang, melalui konsep pertanian tersebut, ia dan para petani lainnya mendapatkan potensi hasil pertanian yang lebih baik.

"Alhamdulillah setelah ada kegiatan ini, kami belajar sehingga dengan ini bedanya untuk produksi lebih bagus. Kalau kami dulu satu hektare mentok biasa cuma dapat 80-90 ikat karung, kalau dengan begini _(smart farming)_ alhamdulillah bisa naik sampai 120-130 ikat," ujar Tenang.

Tenang juga berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan pompanisasi bagi para petani. Tenang menyebut pompanisasi saat ini masih belum mencukupi kebutuhan para petani.

"Alhamdulillah sudah ada (pompanisasi), tapi memang kebutuhan kami di sini untuk 1000-an hektare. mudah-mudahan ke depannya semua petani bisa merasakan itu," ucap Tenang.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pj. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanlo, dan Bupati Merauke Romanus Mbaraka.(***)

Peringati Dies Natalis, Polbangtan Kementan Lakukan Bakti Panti

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Kemeriahan Dies Natalis ke 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang turut dirasakan anak-anak panti asuhan. Pasalnya, Polbangtan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut menggelar kegiatan Bakti Panti, di Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu, Ngemplak, Sleman, Sabtu (20/7/2024).

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menjelaskan jika pertanian adalah milik semua orang. Oleh sebab itu, tidak salah jika kegiatan seperti dies natalis pun turut melibatkan pihak lain. Menurutnya, hal ini juga menjadi bukti kepedulian Polbangtan terhadap sesama.

[caption id="attachment_2005" align="alignnone" width="300"]Mahasiswa Polbangtan Kementan Mahasiswa Polbangtan Kementan[/caption]

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Bibit Terong dan Jambu

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mempertegas hal tersebut. Menurutnya, selain berbagi, kegiatan itu juga bisa menjadi momen untuk menyampaikan betapa pentingnya pertanian untuk mendukung kehidupan.

Sehingga pihak-pihak terkait juga bisa meningkatkan kepedulian terhadap pertanian. Sebab, menurut Dedi, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah, pertanian tidak boleh bersoal.

Dalam kunjungan ke Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu, para mahasiswa Polbangtan YoMa didampingi Yuwono, perwakilan dari Polbangtan YoMa. Ia menyampaikan, acara Bakti Panti merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Kegiatan Bakti Panti dimulai dengan mewarnai bersama anak-anak panti. Kemudian, dilanjutkan dengan penanaman benih kangkung. Selain itu, para mahasiswa juga melakukan pindah tanam bibit cabai.

Kegiatan ini juga sebagai edukasi bahwa mahasiswa Polbangtan wajib melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat, tidak terkecuali anak – anak berkebutuhan khusus (difable).(***)

Tingkatkan Kinerja, Pergeseran Posisi Terjadi di BPPSDMP Kementan

TANIINDONESIA.COM//JAWA BARAT – Untuk meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan di masa depan, pergeseran posisi terjadi di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Serah terima jabatan dilakukan Sabtu (20/7/2024), di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Jawa Barat.

Serah Terima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lingkup BPPSDMP melibatkan Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Sukim Supandi, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara I Gusti Made NGR. Kuswandana, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Jamaludi Al Afgani, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Indra Zakariya Rayusman, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Yoyon Haryanto, dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari O'eng Anwarudin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Bustanul Arifin Caya, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin, dan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti.

Menurut Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, Rotasi, Mutasi dan Promosi merupakan bagian dinamisasi organisasi sebagai upaya meningkatkan kinerja dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Hari ini telah dilakukan serah terima 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian, terimakasih dan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasi yang luar biasa,” tutur Dedi.

Baca juga: 

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

“Kepada pejabat baru saya berpesan dan berharap kinerja dapat ditingkatkan lagi, terutama yang menjadi konsentrasi program Kementan, Perluasan Areal Tanam (PAT) sebagai antisipasi darurat pangan nasional,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Prof Dedi ini menambahkan, kegiatan ini merupakan program yang sangat strategis.

“Oleh karena itu, sesuai dengan arahan menteri pertanian Amran Sulaiman, seluruh insan pertanian, mulai dari eselon 1, eselon 2, sampai eselon 4 termasuk seluruh staff, wajib hukumnya untuk mensukseskan program tersebut, agar produksi meningkat sehingga kita terbebas dari krisis pangan nasional,” katanya.

Ia pun menyampaikan kepada pejabat yang baru untuk fokus di program ini.

“Support penuh, di saat yang sama juga tidak melupakan tugas reguler, sehingga kinerja organisasi Kementan dapat meningkat terus,” katanya.

Pada hari Senin (22/7/2024), di rapat pimpinan lingkup BPPSDMP, Pejabat yang baru di lantik diperkenalkan kepada pimpinan UK UPT yang lain, acara digelar offline dan online di Kantor Pusat Kementan.(***)

Jaga Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Bagikan Bibit Terong dan Jambu

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang mengisi rangkaian Dies Natalis dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, pembagian bibit terong dan jambu kepada KWT ASOKA dan Poktan Tani Tegal Hijau Lestari, Minggu (21/7/2024).

Pembagian bibit merupakan bentuk kepedulian Polbangtan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian itu terhadap masyarakat di wilayahnya. Bibit-bibit bantuan ini diharapkan dapat membantu ketersediaan bahan pangan masyarakat.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan menjaga ketahanan pangan adalah hal yang harus dilakukan dalam kondisi saat ini.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh komentar Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, pangan tidak boleh bermasalah. Untuk itu, Dedi mengajak Masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam.

Baca juga: 

Ramaikan Agroexpo J-Tugu 2024, Polbangtan Kementan Pamerkan Produk Inovasi

“Kita mulai menjaga ketahanan pangan dari lingkungan kita. Manfaatkan lahan-lahan yang tersedia untuk menanam. Karena, dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bersoal, pangan tidak boleh bermasalah,” katanya.

Di KWT ASOKA, pembagian bibit dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan setempat, ketua KWT ASOKA, seluruh pengurus dan anggota KWT ASOKA. Setelah itu, pembagian bantuan bibit dilakukan di Kelompok Tani Tegal Hijau Lestari.

Sementara Mahasiswa Polbangtan didampingi oleh Ketua Prodi Penyuluhan Pertanian, Siti Nurlaela, yang juga founder Great And Green, seluruh pengurus dan anggota Kelompok Tani Tegal Hijau Lestari.

Kegiatan bagi bibit ini dilakukan oleh mahasiswa yang terjun langsung kepada masyarakat. Para mahasiswa ini juga memberikan edukasi mengenai perawatan dan pengendalian OPT lalat buah menggunakan petrogenol.

Selain itu kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian pengolahan sampah organik. Penyerahan bantuan ini bukan hanya bentuk seremony tetapi bentuk pemberdayaan berkelanjutan yang diharapkan mahasiswa ada edukasi pemberdayaan yang berkelanjutan. Mahasiswa juga belajar melakukan edukasi kepada masyarakat.(***)

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo. Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Peningkatan pemahaman SDM pertanian dilakukan Kementan di antaranya melalui Training of Trainers (TOT) bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', yang akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 30 Juli – 01 Agustus 2024 mendatang.

Pelatihan ini akan digelar secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan secara online serentak di UPT Pelatihan, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, kata Mentan Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” ujar Amran.

Sementara itu, plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak, dan bioenergi.

"Peran pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional, terutama mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan," ujar Dedi saat Konferensi Pers secara online dalam rangka TOT 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', Jakarta, Senin (22/7/24).

Baca juga: 

Kementan Siapkan Generasi Milenial Mahir Agribisnis Cabai

Selain itu, kata Dedi, pertanian juga mendorong pertumbuhan agroindusti di hilir dan memacu ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan devisa negara.

"Dalam rangka menyediakan pangan masyarakat sebagai wujud ketahanan pangan dalam negeri, maka sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesia," ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, secara nasional, pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan diharapkan meningkat hingga 5,7-6,0% per tahun, yang didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM.

Oleh karena itu, kata Dedi, Kementan mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi musim kemarau melalui TOT dengan tema 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau'.

"ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait peningkatan produksi padi di musim kemarau dalam rangka mendukung peningkatan areal tanam sebagai upaya peningkatan produksi padi nasional," kata Dedi.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 47.764 orang yang terdiri dari 185 Widyaiswara, 262 Dosen, 70 Guru, dan 47.247 penyuluh pertanian (PNS, PPPK, THL Pusat, THL Daerah) di seluruh Indonesia.

Para peserta akan diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan produksi padi di musim kemarau, memilih benih padi unggul, mengelola lahan sawah, Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK), pengelolaan OPT padi, pompanisasi dan pengelolaan air di lahan sawah, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.(***)

Kementan Siapkan Generasi Milenial Mahir Agribisnis Cabai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Cabai merah merupakan salah satu komoditas strategis yang terus diupayakan peningkatan produksinya di skala nasional. Untuk mendukung peningkatan produksi komoditas ini, Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Cabai, 17 - 23 Juli 2024, di BBPP Lembang yang diikuti 30 peserta yang sedang PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan gerakan menanam cabai di pekarangan menjadi solusi meningkatkan produksi cabai nasional sehingga dapat memenuhi konsumsi dalam negeri.

Sejalan dengan pernyataan Mentan, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menekankan pentingnya penerapan agribisnis di sektor pertanian, agar dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian.

Dalam pelatihan ini, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi dan praktik agribisnis cabai, mulai dari persiapan benih, persiapan lahan, pupuk dan pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit terpadu.

Baca juga:

Kementan Pacu Regenerasi Petani Melalui PKL

Selain itu juga diberikan materi tentang panen dan pascapanen cabai, pengolahan hasil cabai, analisa usahatani, pemasaran, dan dasar-dasar penyuluhan serta materi dasar tentang motivasi berprestasi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan generasi muda agar semangat belajar karena sejatinya belajar itu sepanjang usia.

“Teruslah belajar, asah kompetensi diri untuk menunjang pekerjaan dan menunjang kinerja organisasi,” tuturnya.

Pelatihan ini juga memanfaatkan teknologi informasi, berbasis Learning Management System untuk pengisian evaluasi pelatihan, sehingga memadukan tatap muka dan online.

Saat materi pascapanen cabai, peserta diajak praktik pengemasan cabai di packing house BBPP Lembang, Kamis (18/07/2024). Dijelaskan oleh widyaiswara masing-masing bagian ruangan di packing house dan fungsinya yang sudah sesuai SOP rumah pengemasan.

Penjelasan dimulai dari sayuran masuk, ruang pre-cooling, ruang utama tempat sayuran dibersihkan, sortasi, grading, dikemas, dan diberi label. Selanjutnya ruangan pengolahan hasil, cold storage dan berakhir di pintu tempat sayur keluar dan dipasarkan ke berbagai segmentasi pasar.

Anak-anak milenial para penerus pembangunan pertanian di Indonesia ini, semangat melakukan sortasi cabai, menimbang dan menempatkan cabai di kemasan, diwrapping dan diberi label.

Salah seorang peserta, Vera Fitriani, siswi PKL dari SMK Negeri 1 Sukaraja Sukabumi, memberikan kesannya berlatih agribisnis cabai.

“Menyenangkan sekali belajar tentang agribisnis cabai. Materi yang diberikan dan ilmu yang didapatkan sangat bermanfaat bagi saya sebagai pelajar,” ucapnya.(***)

Kementan Pacu Regenerasi Petani Melalui PKL

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk meningkatkan kualitas SDM, termasuk melakukan regenerasi petani, Kementerian Pertanian memberikan kesempatan ke semua kalangan untuk melakukan pelatihan, magang, dan PKL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP). Salah satu BBPP yang terbuka bagi umum, baik untuk pelatihan maupun magang, adalah BBPP Lembang.

Mentan Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya regenerasi SDM pertanian. Mentan menyebut generasi muda sebagai ujung tombak masa depan pertanian Indonesia karena akrab dengan perkembangan sains dan teknologi terkini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia inilah yang akan dididik untuk menjadi petani milenial melalui pendidikan vokasi,” tegas Amran.

Sedangkan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan komitmen Kementan untuk membangun SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.

Baca juga: 

Sertifikasi Kompetensi, Penyuluh Karawang Siap Dampingi Petani Tingkatkan Produksi Pertanian

“BPPSDMP terus menjalin kerja sama untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia pertanian,” kata Dedi.

Salah satu kampus yang melakukan pendidikan dalam bentuk Praktik Kerja Lapang (PKL) adalah Universitas Darussalam Gontor yang mengirim tiga mahasiswi ke BBPP Lembang. Ketiga mahasiswi itu adalah Rr Naura Rachma Pramesti, Husna Qathrun Nada, dan Nurul Hidayati, yang melakukan PKL pada periode 13 Mei - 13 Juli 2024.

Ketiganya ditempatkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk mempelajari budidaya tomat beef secara hidroponik, perbanyakan tanaman sukulen secara vegetatif di screen house tanaman hias, dan perbanyakan tanaman kentang varietas granola.

Selama dua bulan Rr Naura Rachma Pramesti, Husna Qathrun Nada, dan Nurul Hidayati dilatih oleh widyaiswara dan petugas lapang BBPP Lembang baik dari segi pengetahuan agribisnis maupun dari segi budidaya komoditas yang mereka kelola. Pada akhir periode PKL ketiga mahasiswi tersebut membuat laporan yang dipresentasikan kepada widyaiswara pembimbing dan penguji sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Setelah menyelesaikan presentasi, Naura menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BBPP Lembang.

“Pembimbing kami telah membantu kami agar lebih kreatif dan berinisiatif serta widyaiswara yang memotivasi kami untuk terus beragribisnis,” katanya.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan harapannya kepada para pemudi dari Universitas Darussalam Gontor.

“Setelah mengikuti PKL diharapkan para peserta didik terus konsisten untuk berkecimpung di bidang pertanian,” kata Ajat saat melepas para mahasiswi PKL itu.(***)

Ramaikan Agroexpo J-Tugu 2024, Polbangtan Kementan Pamerkan Produk Inovasi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, mengikuti gelaran Agroexpo J-Tugu tahun 2024 yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, 19 – 21 Juli 2024 di Sub Raiser Ikan Hias, Pasar PASTY Yogyakarta.

Menteri Pertanian Andi Amran mengatakan pertanian membutuhkan SDM-SDM muda yang terampil dan memiliki inovasi. Apalagi, kemajuan teknologi sudah turut merambah sektor pertanian. Ia berharap petani-petani muda bisa mengikuti perkembangan zaman.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Mindset mengenai pertanian sudah berubah. Pertanian sudah tidak lagi identik dengan kotor. Tapi kini sudah lebih modern, sudah tersentuh kemajuan teknologi. Hal ini harus dimanfaatkan para petani muda dan petani milenial untuk menghadirkan inovasi yang dapat mendukung kemajuan pertanian, termasuk meningkatkan harga jual produk pertanian,” katanya.

Agroexpo J-Tugu tahun 2024 sendiri dibuka Plt. Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, dan dihadiri jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOMPINDA).

Dalam sambutannya, Sugeng mengatakan bahwa selain mempromosikan produk agro, pameran itu adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menggeliatkan Kegiatan Pertanian di Kota Yogyakarta. Terutama memanfaatkan keberadaan Sub Raiser Ikan Hias Yogyakarta.

“Pangan itu meliputi perikanan, peternakan, dan pertanian. Kegiatan Agroexpo ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat dalam upaya pembangunan pertanian di Kota Yogyakarta yang lahannya sudah semakin sempit ini,” kata Sugeng.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Kadri Renggono, saat melaporkan kegiatan mengatakan bahwa Agroexpo J-Tugu ini juga bertujuan sebagai wadah promosi.

“Agroexpo J-Tugu ditujukkan sebagai sarana bagi bapak-ibu kelompok tani untuk dapat mempromosikan produk-produk inovasinya kepada masyarakat luas.

Baca juga: 

Jaring Bibit Unggul, Polbangtan Kementan Lakukan Wawancara PMB

Pada kesempatan kali ini, Polbangtan Yogyakarta turut memeriahkan dengan menampilkan produk-produk inovasi seperti pupuk cair organik, pupuk organik vermicompos, complete feed, pestisida nabati, dan aneka olahan lainnya. Produk yang ditampilkan merupakan produk hasil karya mahasiswa dan Teaching Factory.

Ina Fitria Ismarlin, Koordinator Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, mengatakan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam Agroexpo J-Tugu selain untuk turut mengenalkan Polbangtan Yogyakarta Magelang namun juga sebagai wujud kontribusi upaya pembangunan pertanian di Kota Yogyakarta.

“Expo-expo seperti ini bagus bagi kami sebagai sarana mempromosikan institusi. Selain itu juga sebagai upaya kami untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian dengan mengenalkan produk-produk inovasi pertanian,” ucap Ina.(***)