25 Juli 2026

Teknologi Pertanian Dukung PM-AAS, Kementan Perkuat SDM Pertanian Menuju Swasembada

0
IMG-20260725-WA0019

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) kembali menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 30 dengan tema “Teknologi Pertanian Mendukung PM-AAS.” Sabtu (25/07/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi sivitas akademika, mahasiswa, serta generasi muda pertanian dalam meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi pertanian sebagai upaya memperkuat produktivitas, mendorong modernisasi sektor pertanian, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Forum menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN. Indrastuti Apri Rumanti; Manajer Brigade Pangan Mekar Sari Kabupaten Bangka Selatan, Migo Dori.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, pembangunan pertanian modern harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu menguasai inovasi dan teknologi. Menurutnya, peningkatan produktivitas dan percepatan swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna.

“Pemanfaatan teknologi pertanian harus terus diperkuat agar mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa transformasi pertanian memerlukan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kompetensi menghadapi tantangan pertanian masa depan.

“Millennial Agriculture Forum menjadi ruang belajar strategis bagi mahasiswa dan generasi muda pertanian untuk memahami perkembangan teknologi pertanian sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai SDM pertanian yang profesional dan inovatif,” kata Idha.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, yang menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, riset, pemerintah, dan dunia usaha dalam mempercepat transformasi pertanian Indonesia berbasis teknologi.

Baca Juga: Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Pastikan Sinergi MBG dan Pertanian Perkuat Kesejahteraan Petani

Ia mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis praktik, memperluas kolaborasi dengan dunia industri dan lembaga riset, serta mendorong mahasiswa untuk menguasai teknologi pertanian modern sebagai bekal menghadapi tantangan sektor pertanian masa depan.

Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi harus mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan siap mendukung percepatan program prioritas Kementerian Pertanian, termasuk Program Makan Bergizi Gratis melalui Akselerasi Swasembada (PM-AAS) serta pencapaian swasembada pangan nasional.

Direktur PEPI,Harmanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan Millennial Agriculture Forum merupakan bagian dari komitmen PEPI dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan mampu menguasai teknologi pertanian modern.

“Melalui forum ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan berbagai inovasi teknologi seperti mekanisasi pertanian, digitalisasi, Internet of Things (IoT), hingga smart farming. Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, lembaga riset, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam paparannya, Indrastuti Apri Rumanti menyampaikan materi mengenai perkembangan inovasi teknologi di bidang tanaman pangan dan kontribusinya dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Ia menekankan bahwa inovasi teknologi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, efisiensi budidaya, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Sementara, Migo Dori membahas implementasi teknologi pertanian di tingkat lapangan melalui pemberdayaan petani dan penerapan mekanisasi pertanian. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas lahan, serta memperkuat daya saing petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian modern.

Kegiatan Millennial Agriculture Forum Vol. 7 Edisi 30 berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian. Forum ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan teknologi pertanian sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung tercapainya swasembada pangan Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *