8 Juni 2026

SDM Pertanian

Tingkatkan SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Latih Petani Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (24/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti 20 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

BBPP Lembang sendiri sudah membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) sejak pertengahan 2024. Layanan konsultasi agribisnis menjadi salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Edukasi Gen Z Hilirisasi dan Agribisnis Pertanian

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi BPP di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan dari widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Kunjungan ke BP3K Sindangkerta merupakan kunjungan ke-4 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani dengan rasa ingin tahu besar atau mereka yang memiliki pertanyaan untuk disampaikan.

Materi yang disampaikan oleh widyaiswara diusahakan relevan dengan keadaan sekitar. Pada kunjungan ke sindangkerta, widyaiswara hadir dan memberikan materi pembelajaran mengenai trichoderma.

Pembuatan trichoderma membuka berbagai kesempatan bagi petani. Namun teknik yang digunakan harus tepat. Shinta Andayani, widyaiswara pada kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa tempat yang digunakan untuk trichoderma harus steril.

Selanjutnya trichoderma dapat digunakan sebagai pupuk, pestisida, dan sebagainya yang dapat membantu petani dalam mengurangi penggunaan zat kimia.

Penjelasan ini banyak mengundang berbagai pertanyaan petani tentang budidaya tanaman yang dilakukannya, baik tanaman padi, buah dan sayur serta permasalahan hama dan penyakit. Solusi disampaikan oleh para konsultan dengan rinci dan jelas.

Yaya, petani dari Kelompok Tani Gawe Rancage, mengucapkan harapannya pada KAK yang dilakukan BBPP Lembang.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya KAK ini, kami merasa ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kami petani. Harapan kami juga agar lebih banyak konsultasi seperti ini ke depannya,” kata Yaya.(***)

Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi True Shallot Seed

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menjalin kerjasama peningkatan kompetensi SDM pertanian dengan dua perusahaan swasta, yaitu PT. Bejo Benih Indonesia dan PT. Saprotan Utama. Kerjasama dilakukan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) True Shallot Seed (TSS) Bawang Merah, Selasa (11/2/2025).

Bimtek diikuti 30 peserta terdiri dari widyaiswara, petugas teknis, dan mahasiswa yang sedang praktek magang di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong peningkatan produksi hortikultura, salah satunya bawang merah, agar mampu yang berdaya saing.

“Peningkatan produksi bawang merah penting agar kebutuhan nasional tercukupi dan bisa diekspor,” tuturnya.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan, bimtek, dan sebagainya.

Fasilitator dari PT. Bejo Benih Indonesia (PT. BBI) memberikan materi secara klasikal tentang True Shallot Seed (TSS), yaitu teknologi perbanyakan benih bawang merah yang mampu menghasilkan tanaman lebih baik dari sisi jumlah dan kualitas sehingga dapat memberi keuntungan lebih.

PT. BBI juga memperkenalkan minibulb yaitu umbi dari TSS yang disemai selama 85 hari untuk menghasilkan umbi yang siap tanam bagi petani bawang merah.

Setelah itu, peserta praktik membuat persemaian benih bawang merah di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Teknik pertama yang dikenalkan adalah persemaian di bedengan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/15/dorong-regenerasi-petani-demi-ketahanan-pangan-upt-pelatihan-kementan-gandeng-perguruan-tinggi/

Selain itu dikenalkan persemaian menggunakan tray dan alat soil block dengan media tanamnya berupa tanah, pupuk organik, cocopeat, dan arang sekam.

Peserta praktik menyiapkan media tanam, mencetaknya menggunakan soil block ke dalam tray, dan menyemai benih bawang merah. Selain itu juga praktik persemaian menggunakan media peatmoss.

Salah satu peserta yaitu widyaiswara, Sani Hanifah, mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa dari kegiatan ini.

“Mengikuti bimtek ini menjadi pengalaman yang luar biasa karena bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai perbanyakan benih bawang merah biji (TSS) yang merupakan teknologi terbaru dalam pertanian dan salah satu strategi budidaya bawang merah yang efektif,” katanya.

PT. BBI memberikan panduan yang informatif dan praktis, memberikan wawasan berharga serta solusi terbaik untuk meningkatkan hasil panen bawang merah.

Widyaiswara lainnya, Dewi PS, mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini.

“Bimtek ini menarik karena di BBPP Lembang belum pernah menanam benih bawang merah dengan TSS. Kami pun mengajarkan kepada peserta pelatihan menanam bawang merah melalui umbinya saja,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan tantangan mendiseminasikan TSS bagi petani bawang yang sudah terbiasa menanam benih menggunakan umbi. “Mengubah mindset petani dari menanam dengan umbi beralih ke TSS tidak mudah, terutama di kalangan petani kolotnial,” ujar Dewi.

Dewi berharap penanaman benih bawang merah dengan TSS ini bisa diajarkan ke peserta pelatihan baik penyuluh pertanian dan petani terutama petani milenial yang biasanya lebih adaptif dengan teknologi.

“Harus ada petani milenial champion yang bisa menjadi kiblat petani lain untuk mulai menggunakan TSS,” katanya.(***)