8 Juni 2026

Teknologi

Gelar Bimtek Traktor Roda Empat, Kementan Cetak Petani Adaptif Teknologi Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Traktor Roda Empat. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh petani muda dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor dan berlangsung selama lima hari, 20–24 April 2026.

Bimtek ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendorong modernisasi pertanian melalui peningkatan kapasitas teknis generasi muda. Peserta memperoleh pembekalan komprehensif, mulai dari pengenalan komponen traktor roda empat, prosedur pengoperasian yang aman dan tepat, teknik perawatan berkala, hingga penanganan gangguan (troubleshooting) di lapangan.

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta memahami penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara aplikatif, sekaligus meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri dalam mengoperasikannya secara mandiri dan efisien.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan kapasitas petani, khususnya generasi muda menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Penguasaan teknologi dan mekanisasi dinilai sebagai faktor utama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas, Kelompok Tani Bogor Studi Lapang di Politeknik Enjiniring Kementan

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti. Ia menekankan pentingnya pelatihan yang berkelanjutan dan terarah sebagai sarana mencetak petani yang terampil sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam mempercepat transfer teknologi kepada petani. Menurutnya, pelatihan seperti ini mampu membentuk pola pikir petani yang lebih inovatif dan berorientasi pada kemajuan.

Direktur PEPI, Harmanto, berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga melahirkan petani muda yang menjadi motor penggerak modernisasi pertanian di daerah. Ia menegaskan bahwa peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh serta menjadi agen perubahan dalam mendorong pertanian yang maju, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan alsintan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani. Lebih jauh, bimtek ini diharapkan turut memperkuat regenerasi petani serta meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.(*)

Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melalui Program Studi Teknologi Alat dan Mesin Pertanian (TAP) selenggarakan Pameran Inovasi Pertanian Prodi TAP Batch V sebagai wadah diseminasi hasil karya dan inovasi mahasiswa dalam mendukung transformasi pertanian modern. Pameran yang mengusung tema “Transformasi Pertanian melalui IoT dan Energi Terbarukan” ini akan dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Depan Rektorat PEPI.

Kegiatan ini menampilkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan sektor pertanian. Sejumlah karya unggulan mahasiswa yang dipamerkan antara lain irigasi tetes otomatis berbasis IoT, sistem shading net otomatis pada mini greenhouse, pompa dan instalasi hidroponik tenaga surya, hingga Agrospray IoT, yaitu alat penyemprot tanaman yang dapat dikendalikan melalui smartphone.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan, regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus membina, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 300 ribu petani muda di Indonesia yang mulai menunjukkan peran signifikan.

“Petani milenial, pemuda-pemuda, ini membanggakan. Sekarang jumlahnya sudah ada 300 ribu. Yang menarik, ada omzet yang sampai Rp10 miliar per tahun. Ada juga yang Rp5 miliar per tahun. Ini harus kita kawal, kita bina, karena mereka inilah yang menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan arahan Kepala BPPSDMP, idha widi Arsanti yang selalu mengarahkan agar lembaga pendidikan vokasi pertanian, terus mendorong pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan kebutuhan lapangan, sehingga lulusan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian terkini.

Pemanfaatan teknologi digital, mekanisasi pertanian, serta energi terbarukan dipandang sebagai instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi usaha tani dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Baca juga: Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

Lebih lanjut, Harmnato, Direktur PEPI juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mentransformasikan hasil pembelajaran dan inovasi menjadi solusi nyata bagi petani dan pelaku usaha pertanian, sekaligus mendukung program pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Ia menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian. Dengan inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat secara langsung inovasi lain seperti hidroponik rakit apung, pintu air otomatis, aeroponik pengembunan (misting) berbasis timer, perancangan ombrometer otomatis, serta pengembangan apparatus pengujian pompa pendorong (booster pump) dengan rangkaian seri dan paralel. Tak kalah menarik, turut dipamerkan pompa aksial berbasis tenaga surya, simulasi penyiraman otomatis, dan perancangan hidroponik vertikal.

Melalui pameran ini, Ketua Program Studi, Anasiru juga menyampaikan besar harapannya PEPI dapat memperkenalkan solusi pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen inovasi dalam menjawab tantangan pertanian masa depan melalui pemanfaatan teknologi terkini.

Kegiatan ini terbuka bagi sivitas akademika, mitra, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian.(*)