Gelar Bimtek Traktor Roda Empat, Kementan Cetak Petani Adaptif Teknologi Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Traktor Roda Empat. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh petani muda dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor dan berlangsung selama lima hari, 20–24 April 2026.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendorong modernisasi pertanian melalui peningkatan kapasitas teknis generasi muda. Peserta memperoleh pembekalan komprehensif, mulai dari pengenalan komponen traktor roda empat, prosedur pengoperasian yang aman dan tepat, teknik perawatan berkala, hingga penanganan gangguan (troubleshooting) di lapangan.
Tidak hanya teori, pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta memahami penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara aplikatif, sekaligus meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri dalam mengoperasikannya secara mandiri dan efisien.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan kapasitas petani, khususnya generasi muda menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Penguasaan teknologi dan mekanisasi dinilai sebagai faktor utama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas, Kelompok Tani Bogor Studi Lapang di Politeknik Enjiniring Kementan
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti. Ia menekankan pentingnya pelatihan yang berkelanjutan dan terarah sebagai sarana mencetak petani yang terampil sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam mempercepat transfer teknologi kepada petani. Menurutnya, pelatihan seperti ini mampu membentuk pola pikir petani yang lebih inovatif dan berorientasi pada kemajuan.
Direktur PEPI, Harmanto, berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga melahirkan petani muda yang menjadi motor penggerak modernisasi pertanian di daerah. Ia menegaskan bahwa peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh serta menjadi agen perubahan dalam mendorong pertanian yang maju, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan alsintan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani. Lebih jauh, bimtek ini diharapkan turut memperkuat regenerasi petani serta meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.(*)
