8 Juni 2026

Hari: 22 Oktober 2025

BRI BO Jakarta Menara BRILiaN Fokus Tingkatkan Layanan dan Kepuasan Nasabah di HPN 2025

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025 pada 4 September, Pemimpin Cabang BRI BO Jakarta Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita turun langsung menyapa Nasabah setia Bank BRI.

Ini merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai BRILiaN Way yaitu "Customer Focus". Dimana Bank BRI sebagai salah satu Bank Nomor 1 di Indonesia yang sangat fokus meningkatkan layanan dan kepuasan terhadap nasabah.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan turun langsung menyapa dan melayani nasabah di kantor pelayanan kami," ujar Marco.

Marco menjelaskan, pihaknya menyapa nasabah secara langsung, kemudian juga memberikan bingkisan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI BO Jakarta Menara BRILiaN dengan Nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema  “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI BO Jakarta Menara BRILiaN dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tutupnya.(***)

Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Untuk pertama kalinya dalam sejarah program pupuk bersubsidi, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen, berlaku mulai 22 Oktober 2025. Langkah bersejarah ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk nasional.

Penurunan harga ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis , Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Penurunan ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, yaitu urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram. Kebijakan ini langsung dirasakan oleh lebih dari 155 juta penerima manfaat yang terdiri dari petani dan keluarganya di seluruh Indonesia.

Mentan Amran menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan pelaksanaan langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketersediaan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau bagi petani.

“Ini adalah terobosan Bapak Presiden, tonggak sejarah revitalisasi sektor pupuk. Bapak Presiden Prabowo memerintahkan agar pupuk harus sampai ke petani dengan harga terjangkau. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran. Kami langsung menindaklanjuti dengan langkah konkret: merevitalisasi industri, memangkas rantai distribusi, dan menurunkan harga 20 persen tanpa menambah subsidi APBN,” ujar Mentan Amran di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) bergerak cepat mengeksekusi perintah Presiden melalui pembenahan menyeluruh tata kelola pupuk bersubsidi. Mulai dari deregulasi distribusi langsung dari pabrik ke petani, penyederhanaan proses penyaluran, hingga pengetatan pengawasan dari hulu ke hilir.

Baca juga:

Pelajari Budidaya Bawang Merah, Jabatan Pertanian Malaysia Kunjungi Polbangtan Kementan

“Kita merevitalisasi sektor pupuk karena pupuk adalah darah pertanian. Tanpa pupuk kita tidak bisa berproduksi. Ini langkah cepat pemerintah untuk menolong petani, meningkatkan produksi pangan, dan memastikan tidak ada lagi kelangkaan pupuk di lapangan,” lanjutnya.

Pemerintah juga melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap penyalahgunaan pupuk bersubsidi oleh pihak manapun, termasuk korporasi besar yang menggunakan pupuk subsidi secara tidak sah. Bagi pelaku yang terbukti melanggar, akan dikenakan sanksi pencabutan izin usaha serta proses hukum pidana sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda hingga lima miliar rupiah.

Hasil revitalisasi tata kelola pupuk bersubsidi menghasilkan efisiensi besar bagi negara. Melalui pembenahan sistem, pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga Rp10 triliun, menurunkan biaya produksi pupuk sebesar 26 persen, serta meningkatkan laba PT Pupuk Indonesia (Persero) hingga Rp2,5 triliun pada tahun 2026, dengan proyeksi total keuntungan mencapai Rp7,5 triliun. Revitalisasi ini juga berpotensi menambah volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton secara bertahap hingga 2029.

Sebagai bagian dari program jangka panjang, pemerintah tengah membangun tujuh pabrik pupuk baru untuk memperkuat kemandirian industri pupuk nasional. Lima di antaranya ditargetkan selesai paling lambat pada tahun 2029. Dengan beroperasinya pabrik baru tersebut, biaya produksi dapat ditekan lebih dari seperempat dan ketergantungan pada bahan baku impor dapat dikurangi secara signifikan.

Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal harga pupuk, tetapi tentang keberpihakan negara kepada petani. “Presiden Prabowo memberi arahan yang sangat tegas, negara harus hadir di sawah, di kebun, di ladang. Petani tidak boleh menjerit karena harga pupuk. Kami di Kementan bersama BUMN pupuk bergerak cepat mengeksekusi perintah itu. Ini bukti nyata keberpihakan Presiden dan pemerintah kepada petani,” tegas Amran.

Melalui langkah besar ini, pemerintah memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat sasaran sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kedaulatan pangan nasional.(***)

BRI KC Pancoran Penetrasi Mesin EDC ke Merchant

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - BRI Kantor Cabang (KC) Pancoran Penetrasi Mesin EDC ke Merchant. Kegiatan ini dilakukan oleh tim dari BRI KC Pancoran ke nasabah yang menggunakan mesin EDC di beberapa lokasi usaha.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan serta penetrasi penggunaan mesin EDC BRI oleh Merchant kepada customer /nasabah.

Sekaligus juga kunjungan untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan Mesin EDC tersebut.

Pimpinan BRI KC Pancoran, Ainul Wardi mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan merchant bisa semakin memahami tentang penggunaan mesin EDC BRI.

Dan tentunya agar para pengguna atau nasabah bisa menikmati kemudahan serta keuntungan dari beragam promo dari BRI.

“Dengan adanya penggunaan mesin EDC BRI ini tentunya bisa memudahkan dan menguntungkan nasabah yaitu merchant ataupun konsumen,” tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI banyak memiliki produk dan program unggulan. Tak hanya penggunaan mesin EDC BRI, ada juga aplikasi BRImo yang tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman.

“Nasabah atau konsumen BRI bisa menikmati beragam program dan produk unggulan kami,” tutupnya.(***)