8 Mei 2026

Hari: 24 Oktober 2025

BRI BO Bogor Dewi Sartika Apresiasi Desa BRILiaN di Cisarua

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - BRI Branch Office (BO) Bogor Dewi Sartika apresiasi Desa BRILiaN Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua tepatnya di Kampung Koboy. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Regional Micro Banking Head BRI, Susanto mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas capaian prestasi yang telah diraih oleh masyarakat Desa Tugu Selatan sebagai Pemenang 15 Desa BRILian Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2024.

"Pencapaian ini tentu merupakan hasil kerja keras, komitmen dan kebersamaan yang luar biasa," ungkapnya.

Adapun penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) ini menjadi salah satu bentuk nyata dari kepedulian Bank BRI dalam mendukung pembangunan desa. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat program pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Desa Tugu Selatan.

"Saya meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari sinergi antar berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat itu sendiri," terangnya.

Kerjasama yang harmonis ini perlu terus dijaga agar mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan untuk kemajuan daerah. Semua pihak memiliki tanggung jawab bersama dalam mendukung setiap langkah pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Mari kita jadikan penyerahan CSR ini sebagai momentum untuk semakin mempererat kolaborasi dalam berbagai bidang. Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal serta menjadi stimulan untuk inisiatif-inisiatif baru demi kemajuan Desa Tugu Selatan.

"Saya berharap kerjasama ini terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi semua pihak dan semoga Tuhan YME senantiasa memberikan bimbingan dan keberkahan dalam segala usaha kita," tutupnya.(***)

Manfaatkan Peluang Pasar, Kementan Bekali Generasi Muda Cara Budidaya dan Pengolahan Kopi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada generasi muda teknik budidaya, pengolahan, hingga menjual produk kopi. Hal itu dilakukan dalam pelatihan agribisnis, Jumat (17/10/2025), yang diikuti peserta praktik kerja lapangan (PKL).

Pelatihan agribisnis kopi juga memuat kajian mengenai teknik budidaya dimulai dari penyiapan lahan hingga pemanenan.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengenai komoditas yang harus dihilirisasikan.

“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Saatnya petani menjadi pengusaha. Hilirisasi kopi, kakao, lada, pala, kelapa, tebu, jambu mete, sawit, hingga gambir harus kita dorong agar nilai tambahnya tinggal di desa. Dengan begitu, manfaatnya dirasakan langsung oleh petani kita, oleh bangsa kita, bukan dibawa ke luar negeri,” kata Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya generasi muda dalam memajukan pertanian Indonesia dan mewujudkan hilirisasi.

“Program pelatihan dan pendampingan kami terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan petani muda,” ujar Idha.

Baca juga:

Agroeduwisata, Sarana Kementan Edukasi Generasi Muda Sektor Pertanian

Sejalan dengan tujuan tersebut BBPP Lembang membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Para peserta PKL mendapat kesempatan mempelajari berbagai hal termasuk budidaya hingga pengolahan kopi.

Materi yang diberikan antara lain persiapan benih dan lahan. Kemudian mereka juga mempelajari penanaman dan pemeliharaan tanaman kopi dimulai dari pemupukan pengendalian, hingga panen.

Tidak kalah penting adalah pengolahan hasil kopi dan analisis usaha tani yang akan memperkuat pengetahuan para peserta mengenai agribisnis.

Para peserta pun dibekali dengan teknik-teknik pemasaran yang mengikuti zaman. Pemasaran kopi yang dulunya hanya dari tanaman ke pengepul kini dapat dilakukan dari lahan pertanian ke marketplace online terang widyaiswara BBPP Lembang Yeyep Dintan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam melatih generasi muda.

“Petani muda kini tidak hanya harus menguasai Teknik budidaya namun juga memasarkan produk mereka agar tercapainya tujuan hilirisasi,” terang Ajat.(***)

Agroeduwisata, Sarana Kementan Edukasi Generasi Muda Sektor Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Keberadaan Agroeduwisata di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), dimanfaatkan untuk menarik minat generasi muda dalam mempelajari pertanian. Hal ini juga dimanfaatkan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama saat mengunjungi BBPP Lembang, Selasa (21/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan sektor pertanian memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkarir.

“Kita mentransformasi pertanian dari tradisional ke modern. Kita buat setara dengan Amerika dan China dengan teknologinya sehingga anak muda turun,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya mengubah paradigma bertani.

“Mindset harus berubah. Pertanian modern adalah keharusan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

Upaya modernisasi tersebut dapat dilihat di UPT seperti BBPP Lembang. Penggunaan teknologi internet of things hingga otomatisasi di green house sudah dapat dilihat praktik dan penggunaannya.

Baca juga:

Lewat KATALIS, Kementan Kenalkan Teknologi Aeroponik Kentang ke Petani Bandung Barat

Hal ini menarik bagi generasi muda seperti para siswa SMPIT Insantama yang melakukan study tour ke BBPP Lembang.

Para siswa yang mendapatkan tugas untuk menulis karya ilmiah mengenai pertanian kemudian antusias mengelilingi inkubator agribisnis yang ada di balai tersebut.

Yang menarik bagi mereka diantaranya adalah budidaya tanaman dengan menggunakan teknik hidroponik. Instalasi hidroponik di BBPP Lembang menunjukkan berbagai teknik yang dimungkinkan tanpa media tanam berupa tanah. Diantaranya adalah menggunakan teknik aeroponik, irigasi tetes, dan deep flow technique (DFT).

Masing-masing teknik tersebut memiliki keuntungannya tersendiri. Aeroponik misalnya, yang digunakan untuk membudidayakan kentang di BBPP Lembang, dapat menghasilkan kentang G0 yang digunakan untuk membudidayakan bibit unggul tanaman kentang.

Para siswa juga mengunjungi greenhouse otomatis BBPP Lembang yang digunakan untuk membudidayakan melon dan tomat. Di sampingnya terletak instalasi DFT yang umumnya digunakan untuk membudidayakan tanaman berdaun seperti selada, pak choi, dan sebagainya.

Sebagai penutup, para siswa mengunjungi Lab Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. Di sana mereka dapat melihat beragam sayuran diolah menjadi makanan kemasan seperti es krim, cheese stick, eggroll, dan lainnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang terbuka untuk masyarakat yang ingin mempelajari pertanian.

“Ini adalah komitmen kami dalam menumbuhkan petani generasi selanjutnya,” tegas Ajat.(***)