18 April 2026

Bulan: Agustus 2025

Kementan Fokus Regenerasi Petani Muda untuk Terapkan Smart Farming

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebagai upaya mencetak generasi petani yang tangguh dan inovatif, Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu mereka. Kementan juga memperkenalkan smart farming kepada para petani muda.

Kesempatan ini dimanfaatkan lima mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 1 Juli - 25 Agustus 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian.

“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan bagi generasi muda secara periodik agar generasi muda bisa bergerak di semua sektor pertanian. Yang terpenting mereka diorganize dan didukung segala sesuatunya,” tutur Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengapresiasi tinggi kerja keras para mahasiswa.

“Kami bangga dapat menjadi tempat belajar bagi mereka. Praktik kerja yang dilakukan membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk menjawab tantangan pertanian. Ini adalah wujud komitmen kami dalam mencetak sumber daya manusia yang siap berkontribusi di sektor pertanian,” jelas Ajat.

Selama PKL, Kelima mahasiswa semester VII ini menunjukkan dedikasi tinggi dengan melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Mereka juga melakukan mini riset di bidang kultur jaringan komoditas bawang merah dan jahe merah, pengamatan tentang perangkap hama yellow trap untuk tanaman cabai, budidaya jagung ketan dan pengaplikasian pupuk kompos.

Mengakhiri kegiatan PKL, dilaksanakan seminar hasil, Rabu (20/08/2025). Masing-masing mahasiswa memaparkan hasil praktik kerja di hadapan widyaiswara pembimbing dan penguji oleh BBPP Lembang dan siswa PKL dari kampus lainnya.

Christianno Joshua fokus pada Budidaya Jagung Ketan (Zea mays Ceratina), sebuah komoditas lokal yang menjanjikan. Muhammad Abiyasa Adli mengembangkan Pembuatan dan Pengaplikasian Kompos dari Limbah Ternak, yang merupakan solusi cerdas untuk manajemen limbah sekaligus penyediaan pupuk organik.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Dorong Regenerasi Petani Melalui Magang

Mahasiswa lainnya, Muhammad Dhafa Bagandiandra melakukan pengamatan tentang Penggunaan Perangkap Hama yellow trap pada Budidaya Cabai Rawit di Inkubator Agribisnis, sebagai alternatif ramah lingkungan dari pestisida.

Sementara itu, Fachmi Akmal Mustafa melakukan mini riset Inisiasi Kultur Jaringan Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.), sebuah teknik yang dapat menghasilkan bibit tanaman secara masal dan berkualitas baik.

Terakhir, Riyandi Arif Budiman mengerjakan Sterilisasi dan Inisiasi Eksplan Jahe Merah (Zingiber Officinale var.rubrum) untuk menghasilkan bibit jahe merah yang bebas penyakit.

Para mahasiswa tidak hanya berhasil menyelesaikan kegiatan praktik kerja, tetapi juga memberikan kesan positif terhadap lingkungan belajar di BBPP Lembang.

Salah seorang mahasiswa, Christianno Joshua, mengaku mendapat pengalaman berharga selama di BBPP Lembang.

"Kami merasakan bahwa pegawai, baik widyaiswara, petugas pendamping di IA dan pegawai lainnya menyambut kami secara ramah seperti keluarga sendiri. Tidak hanya memberikan arahan teknis di lapangan, tetapi juga membagikan ilmu dan pengalaman yang berharga,”.

Hal senada juga disampaikan oleh Fachmi Akmal Mustafa, yang menyoroti fasilitas yang tersedia. Menurutnya, BBPP Lembang memiliki sarana prasarana yang sangat menunjang kegiatan PKL.

Begitupun dari Muhammad Daffa Bagandianra yang menyebut teknologi yang diterapkan di sini sangat mendukung.

"Dan didukung juga oleh fasilitas yang memadai, seperti penerapan pertanian presisi," ujarnya.

Sementara itu, Riyandi Arif Budiman menuturkan pengalamannya di laboratorium. Menurutnya, selama kegiatan di BBPP Lembang sangat menambah pengalaman dan juga wawasan.

Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman, Muhammad Abiyasa Adli juga merasakan manfaat dari sisi jejaring profesional.

"Kami juga sangat senang karena dapat berjumpa dengan teman-teman dari berbagai sekolah dan universitas di seluruh Indonesia," tambahnya.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang modern, penuh inovasi, dan menjanjikan.(***)

Cetak SDM Unggulan, Wamentan Lepas 267 Wisudawan Polbangtan Yoma

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mewisuda 267 orang mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) pada Rabu (20/08/2025).

Bertempat di Graha Pradipta, Banguntapan - Bantul, DI Yogyakarta, Wamentan Sudaryono secara khusus melepas 261 wisudawan regular dan 6 wisudawan Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Dalam kesempatan ini, Ia mendorong wisudawan untuk menjemput impian dengan usaha terbaiknya.

“Takdir tidak ada satupun yang tahu. Ketetapan Tuhan tidak ada yang tahu. Belajar dengan keras, manakala kesempatan itu datang, kita sudah siap,” ucapnya.

“Jangan pernah meremehkan dirimu, jemput takdir dengan usaha terbaikmu.” dorong Wamentan.

Untuk itu, Wamentan Sudaryono mengajak wisudawan untuk bangkit membangun sektor pertanian.

“Kiprah Anda dinantikan oleh Masyarakat. Jadilah wirausahawan terbaik, pengusaha terbaik, jadilah yang terbaik,” ucapnya.

Selebihnya, Ia mengatakan pendidikan berperan penting dalam meningkatkan value.

“Saya dari Grobogan. Orang tua saya petani, tidak punya ijazah SD. Saya menjemput takdir, modal saya adalah pendidikan.” jelasnya.

Mendapatkan beasiswa Kementan adalah kesempatan terbaik yang sudah didapatkan oleh wisudawan. Setelah melalui seleksi ketat untuk diterima di Polbangtan Yoma.

Untuk itu, Ia pun mendorong wali wisudawan yang hadir untuk mendampingi keberhasilan putra – putrinya.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek dan Serkom

“Putra – putri Anda sulit masuk (Polbangtan Yoma), dan hari ini telah terbukti lulus dengan baik. Dorong terus, motivasi terus. Dan doakan putra – putrinya.” kata Wamentan.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menaruh harapan besar pada wisudawan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya pada masyarakat.

“Saya sangat berharap agar lulusan Polbangtan Yoma dapat menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan mengatakan Polbangtan Yoma bertugas menyiapkan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha.

Menegaskan komitmennya ini, Ia menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk bersama mengkurasi calon - calon pengusaha muda pertanian. Melalui pembangkitan semangat berusaha, berinovasi, dan berjejaring.

“Sebanyak 65 wisudawan telah berwirausaha dan 6 wisudawan merupakan penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP),” jelas Hermawan.

Tak hanya itu, 42 wisudawan lainnya diterima di beberapa perusahaan ternama dan BUMN.

Ia mengatakan sektor pertanian membutuhkan generasi muda untuk menjadi agrosociopreneur, pencetus ide, inovator dan motor penggerak pembangunan daerah.

“Mahasiswa Polbangtan Yoma disiapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi wirausahawan pertanian yang tangguh dan berdaya saing global.” jelasnya.

Ia mendorong wisudawan untuk memanfaatkan teknologi terkini.

“Saudara harus adaptif memasuki era 5.0 (human-centered society) yang memadukan teknologi cerdas (AI, IoT, big data, robotik) dengan pemecahan masalah sosial,” cetusnya.

Ia menambahkan, teknologi bukan hanya untuk produksi, tapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ajak generasi muda di lingkungan saudara membangun desa, membangun pertanian yang maju, mandiri dan modern. Indonesia Emas 2045 adalah generasimu, dan lumbung pangan dunia adalah kiprahmu,” ucap Hermawan.(***)

UPT Pelatihan Kementan Dorong Regenerasi Petani Melalui Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus mendorong regenerasi petani dengan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk magang.

Kesempatan ini dimanfaatkan 11 mahasiswa dari Universitas Majalengka yang baru saja menyelesaikan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, periode 14 Juli hingga 14 Agustus 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun sektor pertanian Indonesia.

“Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh. Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” jelas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa mayoritas petani saat ini sudah semakin tua, padahal kebutuhan pangan terus meningkat.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa PKL merupakan komitmen BBPP Lembang dalam mengembangkan SDM pertanian yang siap berkontribusi.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian, baik itu petani, penyuluh, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tuturnya.

Peserta magang, Raffi Ammaf Rachman, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan ini.

“Kami memperoleh pengalaman baru dan ilmu yang berharga saat praktik kerja di BBPP Lembang. Sarana untuk praktiknya juga lengkap sehingga mempermudah kegiatan kami selama praktik di sini,” ujarnya.

Baca juga:

Konsultasi Gratis, UPT Pelatihan Kementan Beri Solusi Bagi Petani

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Raiza R. Abdurohman, yang mengatakan melalui praktik kerja, mereka siap terjun ke dunia usaha dan dunia industri.

“Kami menjadi lebih terampil dan banyak insight baru dari widyaiswara BBPP Lembang yang sangat bermanfaat, baik teknis pertanian dan tentang public speaking,” ucapnya.

Sementara, 11 mahasiswa dari Universitas Majalengka yang baru saja menyelesaikan program PKL, melakukan seminar hasil, Rabu (13/08/2025).

Para mahasiswa memaparkan hasil pembelajaran mereka di hadapan pembimbing dan penguji. Topik yang dibahas sangat bervariasi, mencakup berbagai inovasi dan teknik pertanian modern.

Di antaranya, Inovasi Media Tanam dan Pupuk Organik yang disampaikan oleh Raiza R. Abdurohman, untuk mengoptimalkan penggunaan arang sekam dan cocopeat sebagai media semai.

Sementara itu, Mufidah membuat kompos bokashi menggunakan mikroorganisme lokal dari rumen sapi, dan Ega membandingkan kecepatan pupuk organik cair dari urin sapi dan pupuk dari daun lamtoro.

Materi lain yang disampaikan dalam seminar adalah Teknik Budidaya Modern oleh Hani Narulita dan Hilda Damayani mempelajari budidaya pakcoy di screen house. Dewi Safitri fokus pada pemeliharaan melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes, dan Adid Nazmudin meneliti budidaya brokoli.

Perbanyakan dan Perlindungan Tanaman oleh M. Najib Muhasyin meneliti pertumbuhan vegetatif kentang G0 dalam sistem aeroponik.

Rafi Ammaf Rachman menggunakan teknik Deep Flow Technique (DFT) untuk perbanyakan stek mini kentang, sementara Egi Nurhidayattilah berfokus pada pemeliharaan kentang G1.

Aspek perlindungan tanaman juga didalami oleh Aad Ahmad Syahid, yang meneliti hama dan penyakit pada kentang G1. (RIS/MIR)

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek dan Serkom

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Peningkatan kemampuan dan kapasitas Mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (Yoma) ditingkatkan melalui bimbingan teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi (Serkom), yang dilaksanakan di kampus Polbangtan YoMa.

Kegiatan Bimtek dan Serkom dibagi menjadi dua. Mahasiswa Semester VI Program Studi Agribisnis Hortikultura mengikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri.

Sedangkan mahasiswa Semester VIII mengikuti Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi Digital Marketing.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan masa depan pertanian berada ditangan generasi muda, khususnya para mahasiswa pertanian.

"Untuk itu kemampuan para mahasiswa harus terus ditingkatkan agar pertanian kita semakin maju dan semakin adaptif dengan kemajuan teknologi," katanya.

Baca juga:

Dukung Cetak Wirausahawan Muda, Polbangtan Kementan Terima Campus Entrepreneurial Marketing Award

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti.

"Pertanian saat ini sudah tidak sama dengan masa lalu. Sekarang pertanian dijalankan secara modern dan menggunakan teknologi bahkan digital. Dan digitalisasi ini dekat dengan generasi muda. Oleh sebab itu, kita mengajak anak-anak muda untuk terjun ke pertanian," katanya.

Sementara Kepala Unit Penjaminan Mutu mewakili Direktur Polbangtan YoMa, Rr. Siti Astuti, berharap bimtek dan serkom dapat membuat mahasiswa menguasai teori dan praktek sebagaimana yang telah dipelajari dalam perkuliahan.

"Kita juga berharap mahasiswa memiliki kompetensi kewirausahaan, pemahaman industri agribisnis serta digital marketing yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan usaha saat ini. Semoga kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat," ujarnya.

Salah seorang narasumber Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi Kewirausahaan Industri dan Digital Marketing, Syahril Yose Rizal, dari LSP PT. Prodigi Mitra Kreasi, berharap peserta mengikuti dengan serius, semangat dan penuh tanggung jawab.

"Sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa lulusan Polbangtan YoMa siap bersaing , siap berkarya,” katanya.(***)

Dukung Cetak Wirausahawan Muda, Polbangtan Kementan Terima Campus Entrepreneurial Marketing Award

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan), Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menerima penghargaan “Campus Entrepreneurial Marketing Award” di ajang bergengsi Yogyakarta Marketing Festival 2025 pada Selasa (12/8/2025).

Penghargaan ini diberikan oleh MarkPlus Institute sebagai bentuk apresiasi kepada perguruan tinggi yang berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Entrepreneurial Marketing – Creativity, Innovation, Entrepreneurship, Leadership (CI-EL) – serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Polbangtan Yoma dinilai telah berkontribusi aktif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembangnya wirausahawan muda.

Hal ini sejalan dengan upaya Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk mendorong generasi muda menjadi wirausahawan muda di sektor pertanian.

“Saya yakin anak muda adalah kunci kemajuan Indonesia. Dan sektor pertanian memiliki potensi besar jika dikelola dengan pendekatan yang tepat,” kata Mentan Amran.

Ia pun menekankan pentingnya inovasi dan penggunaan teknologi untuk menciptakan ekosistem wirausaha dalam pertanian modern.

Baca juga:

Tingkatkan Peluang Bisnis, Polbangtan Kementan Gandeng Walikota Yogyakarta Dorong Tekuni Industri Jamu

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti terus berupaya untuk mengembangkan kapabilitas perguruan tinggi vokasi Kementan dalam melahirkan wirausahawan muda.

Atas upaya ini, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, menyerahkan langsung penghargaan kepada Direktur Polbangtan Yoma di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

“Penilaian ini didasarkan pada kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan kewirausahaan yang berdampak pada kemajuan masyarakat,” jelasnya.

Penghargaan ini, lanjutnya, diberikan setelah melalui proses seleksi oleh panel juri yang terdiri dari manajemen puncak MarkPlus Institute, tokoh masyarakat, dan media lokal.

Seperti diketahui, Yogyakarta Marketing Festival telah menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival di tujuh kota besar di Indonesia, menjadi ajang pertemuan pelaku bisnis, industri, pemerintah, dan akademisi dalam mendorong inovasi pemasaran untuk keberlanjutan dan impact positif di berbagai sektor.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan ini.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pendidikan vokasi pertanian berbasis kewirausahaan yang berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi petani dan masyarakat luas,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Peluang Bisnis, Polbangtan Kementan Gandeng Walikota Yogyakarta Dorong Tekuni Industri Jamu

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Di era digitalisasi ini, Walikota Yogyakarta mendorong mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) salah satu perguruan tinggi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menekuni industri jamu.

Pasalnya Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas tanaman obat terbesar di dunia. Yakni 30.000 jenis tanaman, 9.600 di antaranya memiliki khasiat obat.

Sementara itu, digitalisasi menyuguhkan peluang besar untuk pengembangan industri jamu nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan hilirisasi pertanian sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam mendorong inovasi sektor pertanian berbasis lokal.

Demikian pula Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menyebut pentingnya digitalisasi dalam dunia pertanian.

“Memasuki dunia digital adalah sebuah keharusan. Digitalisasi pertanian sendiri merupakan perubahan mendalam yang mengubah lanskap pertanian modern, menghadirkan revolusi yang terus berkembang dengan dampak signifikan terhadap rantai produksi dan konsumsi pangan,” papar Idha.

Pada kuliah umum yang digelar Polbangtan Yoma di Gedung Serbaguna, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Sabtu (9/8/2025), Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyebut generasi muda sebagai digital native yang memiliki peran strategis.

“Generasi muda memiliki kemampuan digital marketing dan lebih adaptif dengan perkembangan teknologi saat ini. Mereka mempunyai peran besar dalam mengembangkan industri jamu”, papar Hasto.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Berikan ToT bagi Penyuluh dan Babinsa Provinsi Bangka Belitung

Mereka bisa memilih menjadi inovator, edukator, entrepreneur, digital marketer, develpoer, atau peneliti muda di industri ini.

Alih-alih ingin meninggalkan jamu- jamuan, Walikota Yogyakarta sekaligus dokter spesialis kandungan ini justru mengajak mahasiswa untuk menekuni industri jejamuan. Ia mengatakan industri jamu memiliki pangsa pasar yang sangat luas.

“Pada tahun 2023 – 2024, sekitar 59,6% masyarakat Indonesia telah mengkonsumsi jamu. Setara dengan 6 dari 10 orang. Sementara di Pulau Jawa sebesar 72,62%,” jelasnya.

Ia menyebut generasi muda harus memanfaatkan peluang digitalisasi.

“Media sosial bisa digunakan sebagai sarana edukasi dan promosi. Aplikasi digital digunakan untuk mengidentifikasi tanaman obat dan manfaatnya. Serta tersedianya big data untuk melakukan riset dan pengembangan formulasi jamu,” ucap Hasto.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyambut antusias dukungan pemerintah kota Yogyakarta dalam upaya meningkatkan minat generasi muda pada bisnis jamu nasional.

Ia mengatakan pihaknya telah menginisiasi pengembangan biofarmaka pada kurikulum akademik. Dan berupaya untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dalam menyambut peluang digitalisasi di industri jamu.(***)

Konsultasi Gratis, UPT Pelatihan Kementan Beri Solusi Bagi Petani

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (07/08/2025).

Kali ini, konsultasi diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri sekitar 30 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik KAK.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan KAK dibangun dan dikembangkan karena komitmen kuat untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Konsultasi sendiri dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center. Sementara secara offline (luring), para petani datang langsung ke kantor dan KAK datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Baca juga:

Gen Z Pelajari Pertanian Melalui PKL di UPT Kementan

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi petani di berbagai kecamatan Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan yaitu widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Kunjungan ke BP3K Cipatat merupakan kunjungan ke-11 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani dengan rasa ingin tahu besar atau mereka yang memiliki pertanyaan untuk disampaikan.

Dalam rangkaian KAK kali ini konsultasi berjalan dalam bentuk diskusi. N. Ida Farida dan Iwan Hernawan menjadi widyaiswara fasilitator. Konsultasi dimulai dengan materi ajar mengenai tanaman hia

Materi tanaman pangan diangkat untuk memberikan petani wawasan alternatif dalam bercocok tanam. Petani di daerah Cipatat mayoritas adalah petani dan menurut Ida akan membantu penghasilan mereka apabila menanam komoditas lain.

Komoditas tanaman hias seperti sukulen ideal karena dapat dibudidayakan dengan bahan yang relatif murah dan memberikan imbal hasil yang cukup baik.

“Tanaman hias dapat memberikan penghasilan jika dikembangkan untuk jual-beli, misalkan sebagai suvenir,” terang Ida.

Selain itu tanaman hias lain memiliki nilai ekonomis tinggi bergantung dengan tren dan musim. Ida memisalkan tanaman janda bolong yang kerap menjadi perhatian di kala pandemi sekitar tahun 2020 hingga 2021.

Sedangkan Iwan membuka sesi diskusi yang lebih aktif. Beberapa petani menanyakan cara untuk menghindari anjloknya harga dan menanggulangi perubahan musim. Iwan menerangkan bahwa kunci dari menanggulangi hal tersebut adalah dengan memiliki data.

“Bapak dan ibu sekalian dapat menggunakan data untuk mengenali potensi tanaman yang akan dibudidayakan, paling sederhana adalah dengan menggunakan teori supply dan demand,” terang Iwan.

Ia kemudian memisalkan harga tanaman atau buah-buahan di pasar suatu ketika dapat turun bergantung dengan ketersediaan.

Sehingga petani harus mengenal musim dan harga untuk menentukan momentum menanam tanaman dan buah yang sesuai untuk memaksimalkan keuntungan.

“Petani harus mengenal pasar agar mampu menentukan potensi tanaman yang akan dibudidayakan,” tuturnya.(***)

Gen Z Pelajari Pertanian Melalui PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebagai upaya melakukan regenerasi petani, Kementerian Pertanian, melalui BBPP Lembang, membuka kesempatan bagi generasi muda untuk praktik atau magang. Hal ini dimanfaatkan sejumlah mahasiswa dari Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.”

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Sementara itu kebutuhan akan bahan pangan semakin meningkat.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Kegiatan PKL Unsoed dan Unpad diikuti empat mahasiswi selama satu bulan dan berakhir Selasa (5/8/2025). Para mahasiswi ini menyuguhkan hasil pembelajaran praktiknya kepada para widyaiswara di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Pertanian, Delapan Mahasiswa Unila Tamatkan PKL di UPT Pelatihan Kementan

Suasana sidang berlangsung dengan atmosfer akademik dengan adanya pembimbing dan pembahas yang juga berlaku sebagai penguji. Masing-masing peserta didik melaksanakan PKL-nya di berbagai instalasi di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Ulima Fatikah Nadia Fawwaz dan Naurotul Ahadiyah dari Universitas Jendral Soedirman mempelajari budidaya dan pengolahan hasil tanaman Kopi.

Ulima mendalami pengolahan kopi dengan metode full wash dan semi wash sementara Naurotul belajar pengolahan dengan metode honey dan wine. Kopi tersebut mereka pelajari dari perawatan, pemanenan, hingga pasca panen.

Sedangkan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, Vamela Amelia Mulyana dan Dea Mariska, mempelajari budidaya Pakcoy.

Vamela mendalami teknik persemaian untuk peningkatan produksi bibit sementara Dea mempelajari sistem irigasi tetes dengan pemanfaatan internet of things untuk budidaya pakcoy di dalam screenhouse.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika mengatakan bahwa pendidikan mahasiswa PKL dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi di bidang pertanian.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tutup Ajat.(***)

Regenerasi Pertanian, Delapan Mahasiswa Unila Tamatkan PKL di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak delapan mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila), menyelesaikan tahap akhir praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Senin (04/08/2025).

Ke-8 mahasiswa itu adalah Lutfi Apriyadi, Made Wira Dika, Cintami Amajaya Prauli, Muhammad Ijlal Mua’fa, J Prima Yudha, Dini Anggraini, Meila Adzra Azzahra, dan Mazaya Ajrina Nahdah. Di tahap akhir ini mereka menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL melalui seminar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI AD

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Dalam seminar hasil PKL, widyaiswara penguji dan pembimbing silih bergantian mengajukan pertanyaan setelah presentasi masing-masing mahasiswa tersebut.

Mereka juga berdiskusi dengan rekan PKL dari kampus lain untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari lebih lanjut. Mereka pun silih bertukar informasi mengenai teknologi yang mereka pelajari di BBPP Lembang.

Delapan mahasiswa Unila tersebut melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang. Berbagai topik dipelajari meliputi budidaya, manajemen agroeduwisata, penerapan smart farming, dan penyakit pada tumbuhan. Komoditas yang dipelajari pun beragam mulai dari brokoli, kentang, selada, hingga kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Lutfi yang mendalami penyakit pada benih kentang aeroponik meninggalkan kesannya.

“Kami telah dibimbing oleh widyaiswara yang ahli dalam bidangnya,” kata Lutfi.

“Kami rasa BBPP Lembang dapat menjadi tempat untuk belajar mengenai pertanian baik dari budidaya hingga pengolahan hasil,” tambah mahasiswa lainnya, Cintami.(***)

Hadir dengan Teknologi Terkini untuk Anak Muda, realme Capai 300 Juta Pengguna Global dalam 7 Tahun

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Menjelang ulang tahunnya yang ke-7, realme dengan bangga mengumumkan pencapaian penting dalam perjalanannya yaitu berhasil meraih lebih dari 300 juta pengguna di seluruh dunia, sebagaimana dikonfirmasi oleh lembaga riset Counterpoint. Setelah mencapai 100 juta pengguna pada 2021 dan menembus 200 juta pengguna pada 2023, realme terus menunjukkan semangat “Make it real” sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu brand smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Strategi Berfokus pada Anak Muda

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, realme menempatkan anak muda sebagai inti dari visi strategisnya. realme hadir sebagai tech popularizer yang relevan dan terjangkau, dengan membawa inovasi terkini ke tangan generasi muda. Mulai dari fitur gaming, fotografi, hingga aktivitas outdoor, realme berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi anak muda yang aktif dan dinamis.

Beragam lini produk realme pun disesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan pengguna muda dari berbagai latar belakang, seperti:

realme GT Series untuk performa flagship yang all-rounder

realme Number Series sebagai pilihan mid-range serbaguna

realme C Series yang ramah di kantong namun tetap kaya fitur

realme Knows How to Play

Sebagai brand yang tumbuh dari kultur anak muda, realme juga ingin menjadi brand smartphone “paling keren” dan dekat dengan mereka. Untuk terus relevan dengan tren anak muda, realme aktif berkolaborasi dengan berbagai IP ternama, sebut saja Lonely Planet (travel dan lifestyle), Dragon Ball & Naruto (anime), dan FreeFire (esports).

Bagi realme, angka 300 juta bukan sekadar angka penjualan, tapi mencerminkan 300 juta cerita nyata dari pengguna di seluruh dunia yang menjadi bagian penting dari perjalanannya.

Selain kolaborasi, realme juga membangun komunitas global yang aktif dengan lebih dari 15 juta penggemar. Beragam kegiatan komunitas rutin digelar realme secara global untuk mendekatkan brand dengan penggunanya.

Setiap tanggal 28 Agustus, realme menggelar 828 Global Fan Festival untuk merayakan hari jadinya bersama para fans. Tahun lalu, acara ini berlangsung di Shenzhen dan dihadiri lebih dari 200 media serta penggemar internasional. realme juga memperkenalkan teknologi pengisian daya 320W revolusioner yang mampu mengisi daya penuh hanya dalam 4 menit.

Di ulang tahunnya yang ke-7 tahun ini, realme siap kembali menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam Fan Festival 828, sebagai bentuk apresiasi kepada para penggemar yang selalu setia dan antusias.

Pencapaian Membanggakan realme di Indonesia

Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi realme di Indonesia, dengan lebih dari 30 Juta pengguna di Indonesia. Angka ini mencerminkan kepercayaan dan antusiasme luar biasa dari para pengguna terhadap inovasi dan kualitas produk realme.

Lebih dari 40% konsumen Indonesia yang mengenal realme juga mengaitkannya dengan pengalaman gaming yang memuaskan, sebuah pengakuan yang menegaskan posisi realme sebagai brand yang mampu menjawab kebutuhan pengguna muda yang dinamis. Ke depannya, realme juga siap melangkah lebih jauh dengan menghadirkan kejutan baru demi memperkuat komitmennya dalam memberikan pengalaman teknologi terbaik untuk semua.

Langkah Selanjutnya untuk Paruh Kedua 2025

Memasuki kuartal pertama tahun 2025, realme mempertegas posisinya sebagai pionir teknologi smartphone yang relevan dengan kebutuhan anak muda global. Melalui peluncuran realme 14 Series 5G, realme mengambil langkah berani dengan mendorong batas pengalaman performa gaming di segmen mid-range, menghadirkan pengalaman flagship ke lebih banyak pengguna.

realme juga menegaskan bahwa pengalaman fotografi mobile akan menjadi fokus utama berikutnya pada tahun ini. realme memfokuskan beberapa pendekatan strategis yang tengah dan akan terus ditempuh, seperti: fotografi berbasis AI sebagai prioritas, kolaborasi dengan ekosistem kamera profesional, serta pendekatan yang bersifat human centric. Selain fotografi, realme juga akan menghadirkan inovasi di sektor baterai, yang mampu menyatukan dua hal sebelumnya dianggap bertolak belakang yakni kapasitas besar dan desain bodi yang tipis.

“Dengan tetap memegang komitmen pada inovasi dan kebutuhan anak muda, realme tidak hanya berfokus pada segi performance, tetapi juga mulai mengarahkan fotografi ke arah pengembangan pengalaman yang lebih intuitif dan pintar, serta daya tahan lama. Langkah-langkah ini menjadi fondasi kuat bagi visi jangka panjang kami dalam menciptakan smartphone yang tidak hanya canggih di tangan, tetapi juga bermakna di hati,” sebut Krisva Angnieszca – Public Relations Lead realme Indonesia.(***)