9 Mei 2026

Hari: 29 Agustus 2025

Kementan Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran kepada KWT Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (21/08/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BP3K) Parongpong, dihadiri oleh 30 orang anggota kelompoktani dan KWT.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan sektor pertanian sangat vital karena menyediakan pangan bagi kehidupan manusia.

"Tanpa pangan, sebuah negara dapat bubar, karena itu kita harus menjaga ketahanan pangan," tegasnya.

Pernyataan ini didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah kunci utama dalam memajukan sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menjelaskan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) merupakan salah satu bentuk standar pelayanan yang dikembangkan oleh balainya.

Baca juga:

Perkuat Kapasitas Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Agribisnis Cabai

Menurutnya, KAK adalah bagian dari upaya BBPP Lembang untuk mengembangkan inkubator agribisnis dan mendukung program pelatihan.

Pada kegiatan KAK kali ini, fokus utama adalah pengenalan hilirisasi komoditas sayuran, yaitu pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.

Praktik pengolahan dipandu langsung oleh widyaiswara BBPP Lembang didampingi petugas dari Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Para petani diajarkan cara membuat sistik berbahan dasar wortel dan minuman fermentasi khas Meksiko, tepache.

Tepache dibuat dengan cara merendam kulit nanas, lalu difermentasikan dengan ragi dan gula aren. Selain memiliki rasa unik, tepache juga kaya akan probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Dengan pengetahuan ini yang diperoleh saat kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), para petani tidak hanya bisa menjual produk segar, tetapi juga menciptakan produk olahan yang inovatif dan memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.(***)

Perkuat Kapasitas Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Agribisnis Cabai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda, 25 - 28 Agustus 2025.

Kegiatan diikuti 30 siswa dan siswi dari berbagai sekolah yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, harus terus ditingkatkan. Karena peran generasi muda sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia.

“Peran generasi muda sangat krusial. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia,” tutur Amran.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Sebab, petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda.

Ajat menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi, di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat, dan kegiatan magang. Di antaranya, Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda.

Baca juga:

Sudaryono: Anak Petani Desa yang Terima Bintang Kehormatan dari Istana Negara

Selama empat hari pelatihan, peserta diberikan berbagai materi, mulai dari motivasi berprestasi, persiapan benih, dan persiapan lahan.

Selanjutnya, mereka belajar tentang penanaman cabai, pupuk dan pemupukan, serta pemeliharaan tanaman cabai.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Panen dan Pascapanen Cabai, serta Pengolahan Hasil Cabai.

Untuk melengkapi pemahaman agribisnis, materi Analisis Usaha Tani Cabai dan Pemasaran Hasil Cabai juga disampaikan. Pelatihan diakhiri dengan materi Pembuatan Media Pembelajaran.

Di akhir pelatihan, Kamis (28/8/2025), salah satu peserta, Yuni Nuraini dari SMKN 4 Padalarang, mengaku mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan ini.

“Mulai dari teknik budidaya tanaman cabai yang baik, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian hama penyakit terpadu. Selain itu, saya juga belajar tentang proses panen dan pascapanen, pengolahan hasil, dan strategi pemasaran serta analisa usaha tani yang bermanfaat bagi perkembangan di sektor pertanian,” ujar yuni.

Hal senada disampaikan Hadi Maulana dari SMKN 1 Bojong.

"Menurut saya, materi yang paling menarik adalah materi penanaman, karena dari materi ini saya lebih tahu bagaimana memelihara tanaman dengan baik dan bagus. Misalnya, mengembangkan varietas cabai baru yang tahan lama terhadap penyakit,” ujarnya.

Sementara itu, Azhar Patu Rahman, siswa dari SMK Negeri 1 Bojong membagikan kesan positifnya setelah mengikuti pelatihan budidaya cabai.

“Kegiatannya seru, menambah wawasan dan pengalaman. Semoga saya menjadi pengusaha cabai yang sukses," tambahnya dengan penuh semangat.

Pernyataan ini menyoroti pentingnya program pelatihan praktis bagi para siswa SMK untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana pelatihan seperti ini dapat memotivasi siswa untuk meraih cita-cita.(***)

BRI BO Karawang – Kantor Imigrasi Adakan Pelatihan Hospitality Pelayanan Prima

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Kantor Imigrasi Kelas 1 non TPI Karawang mengadakan Pelatihan Hospitality Pelayanan Prima bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Karawang.

Kegiatan merupakan bentuk upaya untuk meningkatan pelayanan layanan yang profesional dan prima, terutama dibidang keimigrasian.

Kegiatan pelatihan ini diadakan pada 28 Juli 2025 di aula Kantor Imigrasi Kelas 1 non TPI Karawang dan dihadiri oleh tim dari BRI. Adapun tujuan acara ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai prinsip-prinsip pelayanan prima (service excellent) yang sangat relevan dengan tugas dan fungsi Kantor Imigrasi.

Branch of Head BRI Karawang yang diwakili oleh Manager Operasional dan Layanan, M Rifky Perdana mengapresiasi kerjasama yang terjalin antara Kantor Imigrasi Kelas 1 non TPI Karawang dan BRI. Serta pentingnya kegiatan ini dalam mendorong transformasi pelayanan publik.

Ia menekankan pentingnya dilakukan peningkatan kompetensi dan wawasan petugas menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan yang humanis bagi masyarakat.

“Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kantor Imigrasi Kelas 1 non TPI Karawang dan sektor perbankan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai produk perbankan, pelatihan service excellent juga memberikan bekal praktis bagi petugas dalam menghadapi tantangan pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas 1 non TPI Karawang dengan lebih sigap, empatik, dan profesional.

"Semoga dengan adanya pelatihan ini bisa semakin meningkatkan pelayanan Kantor Imigrasi Kelas 1 non TPI Karawang dan tentunya saling sinergi dengan BRI," tutupnya.(***)