22 Januari 2026

Wirausaha Muda

Kementan Dorong Generasi Muda Jadi Wirausaha Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG - Sebanyak empat mahasiswa dari Politeknik Negeri Subang, telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 1 Oktober – 31 Desember 2025, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian.

PKL menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk mencetak generasi muda yang siap terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian.

“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan bagi generasi muda secara periodik agar generasi muda bisa bergerak di semua sektor pertanian,” tutur Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Selama PKL, Keempat mahasiswa ini menunjukkan semangat tinggi dengan melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di sarana pascapanen kopi dan laboratorium pengolahan hasil pertanian, dibimbing widyaiswara dan petugas lapangan.

Mereka juga memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan gratis yang diselenggarakan oleh BBPP Lembang yaitu Pelatihan Agribisnis Kopi dengan fasilitator widyaiswara BBPP Lembang.

Baca juga: Hasil Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Light Trap untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Para mahasiswa ini juga aktif sebagai petugas upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan kegiatan internal lainnya yaitu literasi visual program dari perpustakaan BBPP Lembang.

Untuk mengakhiri PKL, dilaksanakan seminar hasil. Masing-masing mahasiswa memaparkan hasil praktik kerja di hadapan widyaiswara pembimbing dan penguji oleh BBPP Lembang.

Keempatnya menyajikan tentang: 1) Diversifikasi Limbah Kopi: dari Kulit Hingga Ampas Menjadi Briket sebagai Sumber Energi, 2) Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Menjadi Teh Cascara, 3) Mempelajari Proses Pembuatan Es Krim Daun Kelor (Moringa Oliefera) dengan Konsentrasi Berbeda, dan 4) Mempelajari Proses Pembuatan Brownies Kering Tepung Daun Kelor (Moringa Oliefera) dengan Konsentrasi Berbeda.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan sarana berlatih di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, salah satunya bisa dimanfaatkan para generasi muda untuk mempelajari agribisnis secara nyata.

“Saya harap sekembalinya dari BBPP Lembang bisa menyelesaikan tanggung jawab studinya dengan baik di kampus. Selanjutnya setelah lulus kuliah diharapkan bisa terjun ke dunia pertanian sebagai wirausaha muda pertanian,” tutur Ajat, saat melepas mahasiswa Politeknik Negeri Subang untuk kembali ke kampus, Rabu (31/12/2025)

Salah seorang mahasiswi, Shabila Putri mengatakan dirinya dan ketiga rekannya yang lain memperoleh pengetahuan yang lebih selama PKL di BBPP Lembang.

“Di sini kami mempelajari komoditas pertanian dari hulu hingga hilir. Selain itu dibidang pengolahan hasil pertanian, banyak inovasi berkaitan olahan aneka komoditas sayuran yang baru kami ketahui seperti olahan es krim dan sorbet sayuran, olahan daun kelor dan manisan terong yang ternyata lezat dan ada nilai gizinya,” ucapnya.(*)

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, periode 2 – 31 Juli 2025.

Para mahasiswi ini melakukan riset mini dan pengolahan hasil pertanian laboratorium.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Sementara empat mahasiswi Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

Mereka melakukan mini riset berkaitan dengan 4 produk olahan yaitu stik wortel, manisan terong, sorbet buah naga dan sorbet cabai.

Selama melakukan mini riset, didampingi oleh widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian dan petugas laboratorium.

Mahasiswi membuat olahan pangan dengan memberikan 3 perlakuan berbeda untuk setiap jenis olahan dan dibandingkan dengan P0 kontrol yang biasa dibuat oleh laboratorium.

Pada sorbet buah naga diberikan bahan tambahan pangan CMC untuk memperlambat daya leleh produk sorbet dan tanpa menggunakan cake emulsifier SP.

Pada produk cistik, ada perlakuan menggunakan dan tanpa menggunakan backing soda dan soda kue.

Setelah produk jadi, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui preferensi (kesukaan) konsumen dengan menilai karakteristik produk seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan penampakan.

Uji organoleptik dilakukan dengan mengundang 10 pegawai lingkup BBPP Lembang datang ke laboratorium. Masing-masing melakukan penilaian dari 5 aspek tersebut terhadap 4 sampel setiap produk olahan.

Uji organoleptik penting untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap suatu produk dan dapat digunakan untuk pengembangan produk, pengawasan mutu, dan perbandingan dengan produk pesaing.

Saat ditemui, Kamis (17/7/2025), Nabila Maulida, salah seorang mahasiswi, mengaku lebih memahami dunia kerja.

“Mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang menjadikan kami lebih memahami tentang dunia kerja, bagaimana kerja sama tim dan yang terpenting bagaimana mengolah pangan lokal menjadi olahan pangan yang memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.(***)