13 Mei 2026

Politeknik Enjiniring Kementan

Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Enjiniring Kementerian Pertanian turut berpartisipasi dalam kegiatan Semarak Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium F Kementan pada Selasa, (03/02/2026).

Partisipasi DWP Politeknik Enjiniring Kementan ini merupakan bentuk dukungan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarunit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, diikuti oleh berbagai perwakilan satuan kerja dan lembaga pendidikan lingkup Kementan.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi penguat nilai integritas, kebersamaan, dan semangat melayani. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarpegawai serta meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional.

Beliau juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan etos kerja demi kemajuan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat karakter dan kebersamaan seluruh insan pertanian.

Ia menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya anggota DWP, dalam mendukung tugas dan fungsi organisasi melalui penguatan nilai moral, etika, serta kepedulian sosial. Menurutnya, semangat Ramadhan harus tercermin dalam peningkatan kualitas diri, solidaritas, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga: Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Politeknik Enjinering Pertanian Siap Cetak SDM Kompeten Berdaya Saing

“Momentum Ramadhan ini hendaknya menjadi penguat semangat untuk terus berkarya, menjaga kekompakan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.
Direktur PEPI Harmanto juga mengapresiasi atas partisipasi aktif DWP PEPI dalam kegiatan Semarak Ramadhan. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan hendaknya menjadi sarana memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh sinergi antarpegawai di lingkungan kampus dan Kementerian Pertanian.

Melalui partisipasi ini, DWP PEPI berharap dapat terus berkontribusi dalam kegiatan positif yang membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah fashion show busana muslimah. Dari DWP PEPI, Ibu Andi dan Ibu Andriwan turut berpartisipasi sebagai perwakilan dalam ajang tersebut. Keduanya tampil anggun dan percaya diri dengan balutan busana bernuansa Ramadhan yang elegan serta tetap mencerminkan nilai kesederhanaan dan etika berbusana.

Berkat kekompakan dan penampilan yang memukau, perwakilan DWP PEPI berhasil meraih Juara Harapan II dalam lomba fashion show. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PEPI sekaligus bukti semangat dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan Kementerian Pertanian.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DWP Politeknik Enjiniring Kementan berharap dapat terus memperkuat solidaritas, meningkatkan semangat kebersamaan, serta berkontribusi aktif dalam setiap program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.(*)

Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Politeknik Enjinering Pertanian Siap Cetak SDM Kompeten Berdaya Saing

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 secara virtual pada Kamis (26/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat anak petani serta siswa berprestasi agar dapat melanjutkan studi di bidang pertanian.

Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan informasi lengkap mengenai program studi yang ditawarkan, tata cara pendaftaran, serta peluang dan manfaat menempuh pendidikan di PEPI. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat memahami berbagai keuntungan yang diperoleh dari pendidikan pertanian yang berkualitas.

Menteri Pertanian,Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan untuk menjadikan sekolah pertanian bertaraf internasional, dengan harapan pertanian Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga bahkan di tingkat global. Menurutnya, penguatan kelembagaan pendidikan vokasi pertanian menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa modernisasi pertanian tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung ke lapangan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani dan penyuluh harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Baca Juga: Alumni Politeknik Enjiniring Kementan Lulus Bakomsus Pertanian dan Aktif Kembangkan Pertanian Modern

Investasi di bidang pendidikan pertanian bukan hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.Ujar Arsanti

Untuk memperluas jangkauan informasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota serta para guru sekolah dari berbagai daerah. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan tenaga pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi kepada lebih banyak calon mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga petani dan penyuluh pertanian. Melalui peran aktif guru sekolah, informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan di bidang pertanian dapat disampaikan secara langsung kepada siswa, terutama yang memiliki latar belakang keluarga petani.

Harmanto, Direktur PEPI menyatakan bahwa tahun ini lebih banyak kuota mahasiswa berasal dari anak petani/penyuluh dan jalur prestasi. Sehingga dibutuhkan sosialisasi kepada semua Dinas Pertanian kabuapaten/kota agar ikut berpartisipasi dalam merekomendasikan anak petani dan penyuluh yang berada di wilayahnya untuk melanjutkan studi di PEPI

melalui sosialisasi ini, PEPI berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. Diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia.(*)

Alumni Politeknik Enjiniring Kementan Lulus Bakomsus Pertanian dan Aktif Kembangkan Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Sidik, salah satu lulusan PEPI, berhasil lulus seleksi Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang pertanian, yaitu jalur rekrutmen yang menitikberatkan pada kompetensi profesional dan keahlian teknis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kapasitas, daya saing, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Ilmu terapan, keterampilan teknis, dan pengalaman praktik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI menjadi bekal kuat dalam menghadapi seleksi yang kompetitif.

Saat ini, Sidik bertugas di satuan kerja Binmas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Kuning. Dalam perannya tersebut, ia melaksanakan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan problem solving yang humanis.

Tidak hanya menjalankan tugas pembinaan keamanan, Sidik juga aktif mengimplementasikan ilmu pertanian yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di kampus. Di wilayah Kelurahan Batu Kuning, ia turut memberikan penyuluhan pertanian serta membina para petani untuk mendorong penerapan pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menekankan pada peningkatan kesadaran petani terhadap pentingnya transformasi menuju sistem pertanian yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia pertanian. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa generasi muda pertanian dan lulusan pendidikan vokasi harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian nasional guna mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.

Baca Juga: Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

Sejalan dengan hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di bawah kepemimpinan Idha Widi Arsanti terus mendorong penguatan kompetensi penyuluh dan praktisi pertanian agar mampu mengawal penerapan inovasi di tingkat lapangan. Peran alumni seperti Sidik dinilai strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan implementasi nyata di masyarakat.

Sebagai alumni PEPI, Sidik membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti pada tataran teori, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata melalui pendampingan masyarakat binaan. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian modern sebagai bagian dari upaya bersama membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Direktur PEPI, Harmanto, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Lulusan PEPI harus menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Kami mendorong seluruh alumni untuk terus mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di kampus dalam bentuk aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan alumni yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk melalui jalur Bakomsus, menjadi motivasi bagi civitas akademika PEPI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, serta mendukung percepatan transformasi pertanian menuju sistem yang modern, mandiri, dan berdaya saing.(*)

Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong keberlanjutan swasembada pangan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya generasi muda.

Komitmen ini diwujudkan melalui Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 8 bertema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Swasembada Pangan”, Sabtu (21/02/2026).

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam menjawab tantangan sektor pertanian di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian melalui penyusunan strategi program kerja yang mendukung swasembada pangan nasional.

“Membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas, andal, serta memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis. Semua insan pertanian, termasuk penyuluh dan mahasiswa pertanian, memiliki peran penting untuk mewujudkannya,” ujar Menteri Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menegaskan pentingnya perencanaan kerja yang adaptif terhadap tantangan pertanian modern, termasuk dampak perubahan iklim, serta selaras dengan program swasembada pangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin yang hadir dalam forum tersebut memaparkan perspektif kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan melalui program-program strategis Kementerian Pertanian.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari kebijakan yang terarah, penguatan kapasitas SDM pertanian, serta transformasi sistem produksi melalui inovasi teknologi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga digitalisasi sistem pertanian. Keberlanjutan swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

Forum yang berlangsung dinamis ini diikuti mahasiswa serta sivitas akademika Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia secara luring maupun daring.

Direktur PEPI, Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa adaptasi perubahan iklim menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, ancaman banjir dan kekeringan, hingga munculnya organisme pengganggu tanaman yang semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut menuntut transformasi sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan secara menyeluruh.

“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan inovasi, riset terapan, serta penguatan kapasitas petani milenial. Pertanian harus mampu beradaptasi melalui teknologi ramah lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta sistem budidaya yang resilien,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang adaptif dan solutif. Melalui pendidikan berbasis praktik, penguatan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi pertanian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika iklim global.

Harmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam merumuskan langkah-langkah adaptasi yang terukur. Menurutnya, sinergi tersebut akan mempercepat adopsi inovasi di tingkat lapangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.

“Mahasiswa pertanian hari ini harus berpikir visioner. Mereka bukan hanya calon petani atau teknisi pertanian, tetapi calon entrepreneur dan problem solver yang mampu merancang sistem produksi yang efisien, berkelanjutan, serta tangguh terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Ia berharap melalui MAF ini lahir gagasan, komitmen, dan jejaring kolaborasi yang memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Dalam MAF Vol. 7 Edisi 8 ini, para narasumber juga mengupas strategi konkret adaptasi perubahan iklim, mulai dari penerapan smart farming, manajemen risiko usaha tani, diversifikasi komoditas, hingga pemanfaatan data dan digitalisasi dalam pengambilan keputusan usaha pertanian.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan komitmennya mencetak generasi petani milenial yang inovatif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjadi motor penggerak keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.(*)

Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Seorang lulusan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mengharumkan nama almamaternya setelah sukses mengembangkan teknologi pertanian inovatif yang kini diterapkan di kampus tempat ia menempuh Pendidikan. (14/02/2026)

Lulusan tersebut, Hakim (25), merupakan alumni Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian PEPI. Berbekal pengalaman riset dan praktik lapangan selama masa studi, ia mengembangkan sistem irigasi pintar berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang mampu mengoptimalkan penggunaan air serta meningkatkan produktivitas lahan percobaan kampus.

Teknologi yang diberi nama “SmartAgri-PEPI” ini dirancang untuk memantau kelembapan tanah, suhu udara, dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time. Data yang terkumpul diolah melalui aplikasi berbasis web sehingga dosen dan mahasiswa dapat memantau kondisi tanaman secara langsung melalui perangkat gawai.

Inovasi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi dan digitalisasi. Ia mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian menjadi pusat inovasi yang mampu melahirkan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi produksi, menghemat sumber daya air, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa satuan pendidikan di bawah Kementerian Pertanian harus menjadi center of excellence dalam pengembangan SDM pertanian yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Ia mendorong agar setiap inovasi mahasiswa dan alumni tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dikembangkan hingga siap diterapkan di tingkat petani.

Baca juga: Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

Kampus vokasi pertanian harus menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan smart farming. Inovasi seperti sistem irigasi pintar ini perlu diintegrasikan dengan kurikulum, teaching factory, serta kegiatan penyuluhan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani,” ujar Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai inovasi Hakim menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi konkret bagi sektor pertanian nasional.“Kami bangga karena inovasi ini lahir dari proses pembelajaran di kampus dan kini kembali memberi manfaat bagi civitas akademika,” Ujar Harmanto.

Hakim menjelaskan, pengembangan teknologi ini berangkat dari keprihatinannya terhadap pemborosan air dan kurang optimalnya sistem pengairan di lahan praktik. “Saya ingin menciptakan sistem yang sederhana, terjangkau, tetapi berdampak nyata bagi produktivitas pertanian, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi,” ujarnya saat ditemui di area Teaching Farm Kampus PEPI.

Sejak diterapkan enam bulan terakhir, sistem SmartAgri-PEPI dilaporkan mampu menekan penggunaan air hingga 30 persen serta meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura di lahan praktik mahasiswa. Selain menjadi sarana efisiensi produksi, teknologi ini juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk memahami integrasi mekanisasi dan digitalisasi pertanian.

Ke depan, Hakim berencana mengembangkan versi lanjutan dari sistem tersebut agar dapat diterapkan pada lahan petani skala kecil dan menengah di berbagai daerah. Ia berharap inovasinya dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian Indonesia sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda dari bangku politeknik, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(*)

Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang— Generasi muda merupakan penerus pembangunan pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian mengajak generasi muda untuk melakukan transformasi pertanian dari yang dulu tradisional menjadi modern. Kementerian Pertanian terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya dilakukan politeknik enjiniring pertanian indonesia dengan menggelar Kuliah Umum dengan tema optimalisasi rawa dan alsintan bertempat di auditorium pada kamis (12/02/2026)

Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika PEPI yang antusias menyimak pemaparan materi dari narasumber yang ahli di bidang pengelolaan lahan rawa dan alat mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan terkait pengembangan lahan rawa dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan menegaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi pangan nasional bila dikembangkan secara konsisten dan terencana.

Selain itu, Amran mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penggunaan mekanisasi pertanian tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan rawa dan pemanfaatan alsintan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia pertanian. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian.

Baca juga: Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian dengan mengedepankan pendekatan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta kemampuan pendampingan kepada petani menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang modern dan berdaya saing.
Direktur PEPI, Harmanto juga menyampaikan bahwa lahan rawa memiliki potensi strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan tata air yang baik, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan rawa menjadi kunci keberhasilan optimalisasi lahan tersebut.

Menurut Harmanto, pemanfaatan lahan rawa dengan dukungan teknologi, perbaikan tata air, serta mekanisasi pertanian agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pertanian.

Trip Alihamsyah sebagai narasumber dalam materinya menyampaikan pemanfaatan alsintan modern dinilai sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Penggunaan alat mesin pertanian mampu mempercepat proses olah tanah, penanaman, hingga panen, serta menekan biaya produksi dan meminimalkan kehilangan hasil. Integrasi antara pengelolaan lahan rawa dan mekanisasi pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Harsono sebagai Narasumber kedua mengawali kegiatan kuliah umum ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi di lapangan serta peluang pengembangan lahan rawa sebagai sentra produksi pangan baru.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang enjiniring pertanian, guna mewujudkan sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.(*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)

Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melalui Program Studi Teknologi Alat dan Mesin Pertanian (TAP) selenggarakan Pameran Inovasi Pertanian Prodi TAP Batch V sebagai wadah diseminasi hasil karya dan inovasi mahasiswa dalam mendukung transformasi pertanian modern. Pameran yang mengusung tema “Transformasi Pertanian melalui IoT dan Energi Terbarukan” ini akan dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Depan Rektorat PEPI.

Kegiatan ini menampilkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan sektor pertanian. Sejumlah karya unggulan mahasiswa yang dipamerkan antara lain irigasi tetes otomatis berbasis IoT, sistem shading net otomatis pada mini greenhouse, pompa dan instalasi hidroponik tenaga surya, hingga Agrospray IoT, yaitu alat penyemprot tanaman yang dapat dikendalikan melalui smartphone.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan, regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus membina, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 300 ribu petani muda di Indonesia yang mulai menunjukkan peran signifikan.

“Petani milenial, pemuda-pemuda, ini membanggakan. Sekarang jumlahnya sudah ada 300 ribu. Yang menarik, ada omzet yang sampai Rp10 miliar per tahun. Ada juga yang Rp5 miliar per tahun. Ini harus kita kawal, kita bina, karena mereka inilah yang menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan arahan Kepala BPPSDMP, idha widi Arsanti yang selalu mengarahkan agar lembaga pendidikan vokasi pertanian, terus mendorong pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan kebutuhan lapangan, sehingga lulusan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian terkini.

Pemanfaatan teknologi digital, mekanisasi pertanian, serta energi terbarukan dipandang sebagai instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi usaha tani dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Baca juga: Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

Lebih lanjut, Harmnato, Direktur PEPI juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mentransformasikan hasil pembelajaran dan inovasi menjadi solusi nyata bagi petani dan pelaku usaha pertanian, sekaligus mendukung program pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Ia menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian. Dengan inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat secara langsung inovasi lain seperti hidroponik rakit apung, pintu air otomatis, aeroponik pengembunan (misting) berbasis timer, perancangan ombrometer otomatis, serta pengembangan apparatus pengujian pompa pendorong (booster pump) dengan rangkaian seri dan paralel. Tak kalah menarik, turut dipamerkan pompa aksial berbasis tenaga surya, simulasi penyiraman otomatis, dan perancangan hidroponik vertikal.

Melalui pameran ini, Ketua Program Studi, Anasiru juga menyampaikan besar harapannya PEPI dapat memperkenalkan solusi pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen inovasi dalam menjawab tantangan pertanian masa depan melalui pemanfaatan teknologi terkini.

Kegiatan ini terbuka bagi sivitas akademika, mitra, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian.(*)

Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menjalin kerja sama dengan Bumi Serpong Damai (BSD) dalam kegiatan normalisasi drainase sebagai upaya mendukung pengendalian banjir dan pengelolaan lingkungan kawasan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (29-30 Januari 2026) ini menempatkan peran mahasiswa PEPI sebagai sorotan utama melalui pengenalan berbagai inovasi antisipasi banjir yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peran aktif institusi pendidikan dan mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan di lapangan melalui inovasi yang aplikatif, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjadi garda terdepan dengan mengenalkan berbagai inovasi antisipasi banjir. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, sekaligus melakukan pengamatan dan evaluasi kondisi tata air kawasan.

Selain itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti kembali menegaskan bahwa mahasiswa vokasi pertanian harus didorong untuk terlibat langsung di lapangan, mengasah kompetensi melalui praktik nyata, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan dan permasalahan riil di masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan teknis di lapangan, seperti pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, tetapi juga memperkenalkan inovasi berbasis keilmuan yang telah mereka kembangkan di lingkungan kampus. Inovasi tersebut difokuskan pada peningkatan fungsi drainase, efisiensi aliran air, serta upaya pencegahan genangan di kawasan rawan banjir.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

Direktur PEPI, Harmanto juga mengatakan bahwa beberapa inovasi yang diperkenalkan mahasiswa antara lain konsep normalisasi drainase ramah lingkungan, penerapan sistem pengendalian aliran air sederhana, serta pendekatan integrasi tata air dengan pengelolaan lahan dan vegetasi. Inovasi ini dirancang agar mudah diterapkan, adaptif terhadap kondisi lapangan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran langsung yang menghubungkan teori dan praktik. Melalui kolaborasi dengan BSD, mahasiswa PEPI mendapatkan kesempatan untuk menguji gagasan dan inovasi mereka secara nyata, sekaligus memberikan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi Kawasan, tambah Harmanto.

Harmanto juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong mahasiswa agar aktif berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga hadir membawa solusi. Inovasi yang diperkenalkan menjadi bukti peran PEPI dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan solutif terhadap tantangan lingkungan.

Melalui kerja sama ini, PEPI berharap inovasi mahasiswa dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung mitigasi banjir dan pembangunan berkelanjutan.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) secara resmi akan membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 mulai 2 Februari 2026. PMB ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pertanian modern dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh generasi muda yang menguasai teknologi, berjiwa inovatif, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa. Pendidikan vokasi pertanian menjadi kunci dalam mencetak tenaga terampil yang siap terjun langsung ke lapangan.

Senada dengan arahan Kepala badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembangunan pertanian nasional tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang terampil, berkarakter, dan mampu menguasai teknologi pertanian modern.

Idha Widi Arsanti juga menekankan bahwa penguatan SDM pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pembentukan karakter dan etos kerja. Lulusan pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

Harmanto, Direktur PEPI dalam arahannya selalu mengatakan bahwa PEPI menyelenggarakan pendidikan berbasis praktik dengan porsi pembelajaran lapangan yang dominan. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis enjiniring pertanian, pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemahaman teknologi tepat guna yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

PEPI berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul, terampil, dan siap kerja di bidang enjiniring pertanian. Kurikulum yang diterapkan mengedepankan praktik lapangan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan karakter dan kedisiplinan, Ujar Harmanto.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026 membuka peluang bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, seperti ketahanan pangan, swasembada pangan, mekanisasi pertanian, dan hilirisasi sektor pertanian.

Seluruh tahapan seleksi PMB dilaksanakan secara transparan dan akuntabel guna menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi, kompetensi, serta komitmen tinggi terhadap pembangunan pertanian nasional. Calon pendaftar diimbau untuk mempersiapkan diri sejak dini dan mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, jalur pendaftaran, jadwal seleksi, dan tata cara pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru PEPI Tahun Akademik 2026/2027 dapat diakses melalui website dan media sosial resmi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia. Tambahnya.(*)