13 Mei 2026

Politeknik Enjiniring Kementan

Politeknik Enjinering Kementan Percepat Tanam Serempak, Bangka Selatan Siap Panen Raya

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus diperkuat. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian melaksanakan koordinasi persiapan tanam serempak di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan tanam di berbagai wilayah, mulai dari kesiapan lahan, sarana produksi, pendampingan teknis, hingga penguatan sinergi antar stakeholder pertanian guna meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terus mendorong seluruh jajaran pertanian untuk mempercepat tanam serempak, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai upaya nyata mewujudkan swasembada pangan nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan percepatan tanam sangat ditentukan oleh kuatnya koordinasi, pendampingan lapangan, dan keterlibatan aktif seluruh stakeholder pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin. Ia menilai penguatan sinergi antar lembaga dan kesiapan sumber daya manusia pertanian menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberhasilan program swasembada pangan.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa koordinasi persiapan tanam serempak merupakan bagian dari upaya memastikan proses budidaya berjalan lebih optimal, terencana, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjinering Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

“Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh unsur bergerak bersama mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional. PEPI siap mendukung melalui pendampingan, penerapan teknologi pertanian, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian di lapangan,” ujar Harmanto.

Sementara itu, Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah, menekankan pentingnya kesiapan teknis dan pendampingan intensif agar pelaksanaan tanam serempak berjalan sesuai target.

“Kegiatan ini bukan sekadar koordinasi, tetapi juga bentuk penguatan kolaborasi dan semangat bersama dalam mendukung percepatan tanam. Dengan pengelolaan yang baik dan pendampingan optimal, produktivitas pertanian diharapkan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” jelas Enrico.

Dalam koordinasi tersebut turut dibahas strategi pengelolaan lahan, penyusunan jadwal tanam, kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pola pendampingan petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan.

Melalui langkah ini, PEPI Kementan berharap pelaksanaan tanam serempak di Bangka Selatan dapat berjalan maksimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(*)

Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjinering Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Bangka – Upaya memperkuat Brigade Pangan sebagai ujung tombak pertanian modern terus dilakukan. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengelolaan Brigade Pangan bagi penyuluh pendamping, Babinsa pendamping, manajer, kepala divisi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kepala divisi budidaya di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

Kegiatan yang berlangsung 4–6 Mei 2026 di BP Kemuja Sejahtera, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PEPI bertema “Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah”.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Brigade Pangan agar mampu mendukung percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan pertanian modern, penguatan kelembagaan Brigade Pangan, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kemampuan teknis dan manajerial usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi faktor utama keberhasilan Brigade Pangan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Pengetahuan yang memadai, terutama dalam bidang pertanian modern, manajemen agribisnis, dan pemeliharaan alat pertanian, akan memastikan Brigade Pangan dapat beroperasi secara efektif dan efisien guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak utama percepatan swasembada pangan.

Baca Juga: Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional

“Diperlukan strategi terintegrasi mulai dari pengelolaan lahan, optimalisasi produksi, hingga penguatan kapasitas SDM agar Brigade Pangan mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan agar pengelola Brigade Pangan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

“Brigade Pangan harus didukung SDM yang kompeten, adaptif, dan mampu menerapkan teknologi pertanian secara tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani,” katanya.

Direktur PEPI Harmanto mengatakan, kegiatan bimtek ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi teknis dan manajerial bagi seluruh pengelola Brigade Pangan di Bangka dan Bangka Tengah.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama agar Brigade Pangan mampu bekerja lebih profesional dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam mendukung keberhasilan budidaya pertanian, pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan, serta percepatan tercapainya ketahanan pangan daerah dan nasional. Brigade Pangan harus mampu menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.(*)

Kunjungi BRMP Padi, Mahasiswa Politeknik Enjiniring Kementan Perdalam Teknologi dan Mekanisasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melaksanakan kunjungan pembelajaran ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP Padi) Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan praktis mahasiswa di bidang pertanian modern.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung terkait penerapan teknologi mekanisasi pertanian serta pemanfaatan sarana dan prasarana yang terus berkembang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.

Rombongan PEPI terdiri dari 39 mahasiswa yang didampingi oleh 7 dosen, 4 Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), serta 2 tenaga kependidikan. Selama kunjungan, peserta berkesempatan melihat secara langsung berbagai inovasi dan teknologi yang diterapkan di BRMP Padi.

Pihak BRMP Padi menyambut baik kunjungan tersebut. Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan diskusi aktif antara mahasiswa dan pihak balai terkait mekanisasi pertanian, mulai dari proses perakitan alat hingga modernisasi sistem budidaya padi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Generasi muda pertanian diharapkan mampu menguasai mekanisasi dan inovasi guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor pertanian nasional.

Baca Juga: Gelar Bimtek Traktor Roda Empat, Kementan Cetak Petani Adaptif Teknologi Modern

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas mahasiswa melalui pembelajaran lapangan menjadi kunci dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.

Hal serupa disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan siap terjun ke dunia kerja.

Direktur PEPI, Harmanto, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis praktik. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman teknologi mekanisasi pertanian serta meningkatkan kompetensi sebagai calon tenaga profesional.

Para dosen pendamping juga berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi kunjungan, tetapi mampu memberikan pengalaman belajar yang mendalam. Mahasiswa diharapkan dapat menyerap ilmu secara maksimal, meningkatkan keterampilan teknis, serta menumbuhkan sikap inovatif dalam pengembangan teknologi pertanian.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PEPI diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas serta kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tantangan sektor pertanian modern, khususnya dalam pengembangan teknologi mekanisasi pertanian di Indonesia.(*)

Tingkatkan Kapasitas, Kelompok Tani Bogor Studi Lapang di Politeknik Enjiniring Kementan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Dalam upaya mempercepat transformasi sektor pertanian menuju era modern, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar kuliah lapang bagi kelompok tani dari Kabupaten Bogor, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pendidikan vokasi berbasis praktik yang terintegrasi dengan teknologi pertanian terbaru.

Program ini tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga memberi pemahaman penerapannya dalam usaha tani sehari-hari. Peserta memperoleh gambaran lebih komprehensif tentang mekanisasi pertanian modern, mulai dari penggunaan alat mesin pertanian yang efisien hingga metode pengolahan lahan yang ramah lingkungan dan produktif.

Pelaksanaan diawali dengan sesi penyuluhan oleh dosen dan tenaga pengajar PEPI terkait inovasi teknologi pertanian, termasuk penggunaan alat dan mesin modern. Salah satu topik utama adalah sistem irigasi otomatis untuk efisiensi air, serta pemanfaatan drone untuk pemantauan dan pemetaan lahan. Peserta juga mengikuti praktik langsung agar dapat merasakan manfaat teknologi tersebut.

Di lapangan, petani diberi kesempatan mengoperasikan mesin pertanian modern seperti traktor dan alat panen otomatis yang belum banyak digunakan di daerah mereka. Pengalaman ini diharapkan mempermudah adopsi teknologi, sehingga mampu meningkatkan hasil panen dan menekan biaya operasional.

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendidikan dalam mendorong transformasi pertanian melalui modernisasi.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik menjadi kunci mencetak SDM pertanian yang kompeten dan adaptif terhadap teknologi.

Baca Juga: Akademisi dan Mahasiswa: Swasembada Pangan Bukan Isapan Jempol Belaka

“Pendidikan vokasi berbasis praktik memberikan keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan di lapangan. Kami berharap petani tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara efisien,” ujar Idha.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan petani dalam meningkatkan produktivitas.

“Kolaborasi yang erat menjadi kunci percepatan adopsi teknologi untuk efisiensi dan keberlanjutan usaha tani,” katanya.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen PEPI dalam memperkuat kapasitas petani menghadapi tantangan pertanian yang semakin kompleks.

“Kami menghadirkan pelatihan berbasis praktik agar teknologi yang dikembangkan di kampus bisa langsung dimanfaatkan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kelompok tani penting dalam percepatan modernisasi. Kelompok tani diharapkan tidak hanya menjadi wadah kerja sama, tetapi juga pusat inovasi yang mendorong adopsi teknologi.

“Kelompok tani yang solid akan menjadi motor penggerak perubahan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Peserta juga akan dilibatkan dalam pemantauan hasil penerapan teknologi, dengan fokus pada efisiensi biaya, peningkatan kualitas hasil, dan keberlanjutan lingkungan. Diharapkan, mereka dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.(*)

Drone Ambil Alih Penyemprotan! Mahasiswa Politeknik Enjinering Kementan Ikut Terjun di Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kapuas – Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengikuti praktik penyemprotan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) menggunakan drone pertanian di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyemprotan lahan berbasis drone. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan presisi dibandingkan metode konvensional, terutama dalam aplikasi pestisida dan pupuk cair.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, transformasi dari sistem tradisional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas nasional.

“Penggunaan teknologi seperti drone mampu menekan biaya operasional, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung pertanian modern dan berkelanjutan.

Baca Juga: Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

“Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda, termasuk mahasiswa vokasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi perlu selaras dengan perkembangan teknologi di sektor pertanian. Ia menyebut praktik penggunaan drone sebagai implementasi pembelajaran berbasis teaching factory.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi teknis dan kesiapan kerja lulusan.

“Penggunaan drone pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan,” ujarnya.

Program CSR ini juga bertujuan mendorong transfer teknologi kepada masyarakat dan generasi muda pertanian. Mahasiswa yang terlibat mengaku antusias karena memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Kapuas serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.(*)

Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

TANIINDONESIA.COM, Tanggerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melaksanakan tes wawancara bagi calon mahasiswa baru gelombang pertama jalur undangan pada Selasa–Rabu, 8–9 April 2026. Sebanyak 109 peserta mengikuti tahapan ini setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, didominasi anak petani dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan. Hal ini mencerminkan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong regenerasi petani melalui jalur pendidikan vokasi.

Tes wawancara menjadi tahap krusial dalam proses seleksi. Selain menilai aspek akademik, panitia juga menggali motivasi, komitmen, kompetensi, serta kesiapan fisik dan mental peserta untuk menempuh pendidikan di bidang pertanian. Seleksi dilakukan secara hybrid, yakni melalui tatap muka langsung dan daring menggunakan Zoom, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan objektivitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berdaya saing global.

“Polbangtan dan PEPI adalah masa depan pertanian Indonesia. Dari sinilah akan lahir generasi petani modern yang mampu bersaing dengan negara lain,” tegas Amran.

Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan SDM pertanian yang kompeten.

“Pendidikan vokasi tidak hanya membekali kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan individu yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menambahkan bahwa proses seleksi juga menitikberatkan pada aspek integritas, kedisiplinan, dan semangat juang peserta.

“Seleksi ini tidak hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga karakter, komitmen, serta kesiapan fisik calon mahasiswa,” jelasnya.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa tahapan wawancara dan tes fisik merupakan bagian penting untuk memastikan peserta memiliki minat dan dedikasi tinggi di sektor pertanian.

“Melalui seleksi yang ketat, kami ingin menjaring kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan pertanian modern,” katanya.

Melalui rangkaian seleksi ini, PEPI menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian nasional. Dukungan penuh Kementerian Pertanian diharapkan dapat melahirkan inovator muda yang siap membawa pertanian Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan drone pertanian bagi mahasiswa pada 2–3 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi digital.

Pelatihan dilaksanakan secara komprehensif melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) pertanian, regulasi ruang udara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), mitigasi paparan bahan kimia, serta pemahaman komponen dan sistem propulsi drone.

Pada sesi praktik, peserta dibekali keterampilan teknis seperti manajemen baterai lithium polymer (Li-Po), kalibrasi instrumen, prosedur pengoperasian drone, serta penanganan kondisi darurat.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih dalam penyusunan perencanaan misi penerbangan, pembuatan peta lahan, serta pengoperasian sistem autopilot dan telemetri untuk pemantauan secara real-time.

Kegiatan ini dipandu oleh instruktur profesional dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BBPM Mektan). Materi yang disampaikan mencakup pemetaan digital, teknik penerbangan, hingga pengolahan data menjadi peta digital menggunakan aplikasi DroneDeploy. Peserta juga mendapatkan wawasan terkait pemanfaatan drone dalam kegiatan penyuluhan, seperti pemantauan serangan organisme pengganggu tanaman dan pendataan kondisi lahan.

Baca Juga: Di Hadapan Saudagar Bugis Makassar, Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian modern.

“Kami berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengoperasikan teknologi pertanian modern, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan digitalisasi. Penguatan sistem data pertanian berbasis teknologi juga menjadi fokus utama dalam mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan akurat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian merupakan kunci dalam mendorong transformasi pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital, termasuk drone, dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Ke depan, PEPI berkomitmen untuk terus mengembangkan pelatihan serupa dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Dengan penguasaan teknologi yang semakin baik, lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian presisi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.(*)

Kopi Gayo Jadi Sorotan Kuliah Umum, Politeknik Enjiniring Pertanian Generasi Muda Didorong Terjun ke Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar kuliah umum bertema “Pengembangan Komoditas Kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah: Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda di Sektor Pertanian” pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di kampus PEPI di Kabupaten Tangerang serta disiarkan secara daring melalui Zoom.

Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber utama Haili Yoga yang memaparkan potensi besar Kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah dikenal hingga pasar internasional.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Andy Saryoko, dosen di PEPI. Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian modern, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan komoditas kopi.

Hal ini sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya regenerasi petani serta peningkatan nilai tambah komoditas pertanian. Ia mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta penguatan hilirisasi produk.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Wida Arsanti dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menyampaikan bahwa mahasiswa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern. Ia menilai mahasiswa perlu dibekali tidak hanya pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan kewirausahaan, inovasi teknologi, serta penguatan jejaring agribisnis.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan potensi komoditas unggulan daerah seperti Kopi Gayo sebagai peluang pengembangan usaha berbasis pertanian yang memiliki nilai tambah tinggi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Direktur PEPI Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan upaya kampus untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pengembangan komoditas pertanian unggulan serta peluang besar yang dapat dikembangkan generasi muda di sektor pertanian.

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi seperti PEPI memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek besar. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, generasi muda dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan pertanian modern,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Haili Yoga menjelaskan bahwa Kopi Gayo dari wilayah Aceh Tengah memiliki kualitas yang sangat baik dan telah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, teknologi, serta keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Kopi Gayo bukan hanya produk unggulan daerah, tetapi juga kebanggaan Indonesia di pasar global. Peran generasi muda sangat penting untuk membawa pertanian ke arah yang lebih modern dan berdaya saing,” kata Haili.

Selain membahas potensi komoditas, kuliah umum ini juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari regenerasi petani, penerapan teknologi pertanian modern, hingga penguatan daya saing produk di pasar global.

Melalui kegiatan ini, PEPI berharap mahasiswa dan generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Kuliah umum ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menumbuhkan semangat inovasi dalam memajukan pertanian Indonesia.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang siap berperan aktif dalam membangun pertanian Indonesia yang inovatif, modern, dan berkelanjutan.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Turut Mengawal Program Ketahanan Pangan dalam Diskusi Strategis Nasional

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) ikut hadir dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang diselenggarakan di Ballroom Gale-Gale Restaurant, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (5/3/2026). Seminar yang mengangkat tema “Mengawal Mandat Pangan: Harmonisasi Langkah Legislatif dan Petani dalam Program Ketahanan Pangan Era Presiden Prabowo” tersebut menjadi wadah diskusi strategis dalam memperkuat kolaborasi pembangunan sektor pertanian.

Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 500 orang dari berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, serta para penyuluh pertanian, petani, dan perwakilan lembaga pendidikan pertanian dari berbagai wilayah di Bangka Belitung, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Kehadiran PEPI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia pertanian serta mendorong penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian di lapangan. Melalui keterlibatan tersebut, PEPI turut berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seluruh elemen pembangunan pertanian didorong untuk bekerja lebih cepat, terukur, dan kolaboratif dalam mewujudkan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. Menteri Pertanian menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan harus didukung oleh penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang turut hadir dalam kegiatan ini menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis dalam melakukan pendampingan teknologi kepada petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani di daerah.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung dalam pembangunan sektor pertanian.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa program Brigade Pangan memberikan dampak positif dalam menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di Bangka Belitung, banyak anak muda yang sebelumnya bekerja di sektor pertambangan kini mulai tertarik menjalankan usaha di bidang pertanian karena dinilai memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.

Menurutnya, penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal Brigade Pangan agar berhasil dalam menjalankan usaha tani, termasuk membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Fokus pendampingan diarahkan pada peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani, khususnya generasi muda.

Penyuluh juga diharapkan terus bersemangat dalam mendampingi berbagai program utama Kementerian Pertanian dan mampu membuktikan bahwa kebijakan penarikan penyuluh ke Kementerian Pertanian memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian. Hal tersebut mencakup upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, penguatan hilirisasi produk pertanian, serta pengembangan berbagai program strategis lainnya, ujar Harmanto.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa terbitnya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2026 memberikan mandat kepada pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Pemerintah pusat bertugas menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab menjaga keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta tidak mengalihfungsikan BPP.

Sebagai bentuk motivasi, penyuluh yang mampu mencapai target kinerja akan diberikan penghargaan (reward). Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja penyuluh dalam mendampingi petani dan mengawal berbagai program pembangunan pertanian di lapangan.

Peran penyuluh dinilai sangat vital dalam mengawal berbagai program pembangunan pertanian, mulai dari pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT), penyaluran dan pemanfaatan bantuan pemerintah, pendampingan petani, pengembangan hilirisasi, hingga pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Khusus untuk pupuk subsidi, proses verifikasi dan validasi penebusan harus melibatkan tim yang terdiri dari dinas terkait bersama penyuluh pertanian agar penyaluran tepat sasaran.

Seminar ini menjadi wadah diskusi strategis antara pemerintah, legislatif, penyuluh, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya dalam memperkuat sinergi guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran PEPI bersama BRMP Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong modernisasi pertanian serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Bangka Belitung. (*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Tanam Bersama yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi target tanam padi di wilayah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, dan para petani.

Partisipasi PEPI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi nasional. Melalui kegiatan ini, civitas akademika juga berkesempatan melihat langsung praktik budidaya di lapangan serta mendukung penerapan teknologi pertanian modern kepada petani.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seluruh jajaran pertanian terus didorong untuk mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di berbagai daerah. Mentan menekankan pentingnya optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Selain itu, Mentan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, lembaga pendidikan, dan petani guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang turut mengikuti kegiatan tanam serentak tersebut menyampaikan bahwa peran lembaga pendidikan vokasi pertanian sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Baca Juga: Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menegaskan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian tetap aktif mendukung program pembangunan pertanian nasional, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan seperti gerakan tanam bersama. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa dan civitas akademika, khususnya dalam penerapan teknologi pertanian, mekanisasi, dan inovasi sektor pertanian, agar lahir generasi muda yang siap mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Harmanto menegaskan komitmen PEPI untuk terus mendukung program percepatan LTT dan penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan seperti gerakan tanam bersama menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya tanaman pangan, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan petani di lapangan, sehingga ke depan dapat menghadirkan inovasi teknologi yang lebih tepat guna bagi sektor pertanian.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.(*)