13 Mei 2026

Politeknik Enjiniring Kementan

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

TANIINDONESIA.COM//Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus memperkuat reformasi birokrasi dengan membangun komitmen seluruh pegawai agar mampu beradaptasi dengan perubahan melalui penerapan Core Value ASN BerAKHLAK. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Core Value ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” yang dipimpin langsung oleh Direktur PEPI, Harmanto, serta diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan PEPI.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium PEPI, Senin (19/01/2026) menjadi momentum penting dalam penguatan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK diinternalisasikan sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh pegawai.

Implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan integritas, profesionalisme, serta budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan. Menteri Pertanian meminta seluruh ASN Kementerian Pertanian untuk bekerja cepat, adaptif, dan kolaboratif dalam mendukung pembangunan pertanian nasional serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sejalan dengan penekanan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mengingatkan pentingnya penguatan budaya kerja ASN yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Ia menegaskan bahwa implementasi Core Value ASN BerAKHLAK harus tercermin dalam kinerja nyata, disiplin kerja, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan pertanian.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

“Kunci keberhasilan pengembangan SDM pertanian terletak pada komitmen ASN dalam bekerja profesional, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar slogan,” tegas Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto dalam arahaannya mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penguatan internalisasi nilai-nilai dasar BerAKHLAK sebagai acuan penerapan budaya kerja di lingkup PEPI. Pada kesempatan tersebut, pimpinan PEPI menegaskan agar seluruh pegawai mengimplementasikan Core Value ASN BerAKHLAK secara utuh, sesuai dengan contoh perilaku yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Nilai-nilai dasar BerAKHLAK merupakan pondasi utama dalam membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. Semakin kuat budaya kerja yang dibangun, maka akan semakin tinggi disiplin dan kinerja pegawai, sehingga mampu mendukung pencapaian target institusi serta memberikan pelayanan prima,” tegas Harmanto.

Sebagai penutup, disampaikan bahwa perubahan menuju birokrasi yang dinamis tidak dapat dicapai dengan cara-cara lama. Diperlukan perubahan fundamental pada pola pikir dan sikap mental ASN, dari yang bersifat hierarkis menuju ASN yang lebih adaptif, lincah, dan inovatif. Oleh karena itu, penandatanganan komitmen bersama penerapan Core Value ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” ini diharapkan menjadi momentum penting dalam reformasi birokrasi, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi menggelar kegiatan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa terpilih. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pukul 19.30 WIB dan berpusat di Gedung Auditorium PEPI (14/01/2026).

Pelantikan diawali dengan pembacaan ikrar pengurus serta penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif bagi kemajuan institusi dan pembangunan pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) periode kepengurusan terbaru. Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, intelektualitas, serta karakter mahasiswa vokasi pertanian.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan bahwa Pelantikan pengurus BEM dan BPM ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika pembangunan pertanian nasional. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga menjadi mitra strategis institusi dalam mendukung program pendidikan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah dalam sambutannya menekankan pentingnya peran BEM dan BPM sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak inovasi, serta jembatan komunikasi antara civitas akademika dan manajemen kampus dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang partisipatif dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, melalui semangat baru kepengurusan ini, BEM dan BPM diharapkan dapat menyusun program kerja yang selaras dengan visi PEPI, khususnya dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa di bidang enjiniring pertanian, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian modern.

Direktur bersama jajaran dosen lainnya pun mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah terpilih sebagai pengurus BEM dan BPM tahun 2026/2027. Dirinya berharap dengan terpilihnya kepengurusan BEM dan BPM rekan – rekan mahasiswa dapat memajukan serta mengharumkan nama baik PEPI untuk kedepannya.(*)

Hasilkan Inovasi BRIKAM, Politeknik Enjiniring Kementan Raih Penghargaan KIPP 2025

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA – Inovasi teknologi BRIKAM (Briket Arang Sekam) karya Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mencuri perhatian publik dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.

BRIKAM secara resmi menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, Senin(13/10/2025).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi PEPI dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi tepat guna yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dalam pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif yang lebih bersih, efisien, dan memiliki nilai jual.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pelayanan informasi publik.

Dalam sambutannya, ini mengapresiasi kinerja Kementan dalam pencapaian swasembada pangan. Mentan menekankan pentingnya keterbukaan layanan informasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi perizinan hingga kinerja Kementan.

Kepala BPPSDMP, Widi Ida Arsanti, juga menegaskan bahwa pengembangan inovasi merupakan bagian dari komitmen peningkatan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan vokasi yang aplikatif.

“Kami terus mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Banyak inovasi nyata yang bisa dilakukan SDM pertanian guna menghasilkan solusi yang berdampak,” ujar Santi.

Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian, Nurwahida, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi dan capaian di lingkungan Kementan. Ia menegaskan pentingnya untuk secara aktif mengomunikasikan hasil-hasil kinerja kepada masyarakat.

“Reformasi birokrasi dan penguatan kapasitas aparatur harus diikuti dengan komunikasi yang terbuka dan efektif. Komunikasikan capaian, bangun kepercayaan publik. Dengan begitu, masyarakat akan semakin memahami dan mengapresiasi peran serta kontribusi pemerintah dalam pembangunan,” ujarnya.

Nurwahida juga menambahkan bahwa OSDMA terus mendorong terciptanya budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif di seluruh unit kerja Kementan agar pelayanan publik semakin berkualitas dan berdampak nyata.

Direktur PEPI Harmanto, yang hadir dalam acara penghargaan tersebut menyatakan rasa bangganya atas capaian inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika PEPI.

Harmanto mengungkapkan, “Saya sangat bangga karena inovasi BRIKAM yang dikembangkan oleh tim kami telah mendapatkan penghargaan dalam kompetisi ini. Ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kerja keras dalam pengembangan teknologi tepat guna di bidang pertanian mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Mona Nur Moulia selaku dosen dan pencetus Inovasi BRIKAM menyatakan bahwa inovasi tersebut berawal dari Kajian Dosen dalam pemanfaatan limbah sekam serta alat kebutuhan untuk terciptanya Briket Arang Sekam yang di cetus pada tahun 2023. Hal tersebut juga sebagai mengembangan kepada mahasiswa PEPI sebagai bahan Praktek Kerja Lapang (PKL).

BRIKAM sendiri menjadi tantangan dalam hal mengubah limbah sekam padi yang berlimpah menjadi produk bernilai tambah Khususnya bagi Petani. “Besar harapan saya dengan diraihnya Inovasi ini dapat dikembangkan dan dilakukan evalusi terus menerus sehingganya layak untuk dapat di produksi oleh masyarat banyak”, tegas Mona.

Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika PEPI untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam membangun pertanian yang lebih maju, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Kami juga berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung ketahanan energi di sektor pertanian,” pungkasnya.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Tampilkan Inovasi Vokasi Pertanian di Pameran Internasional

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA– Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut serta dalam Showcase Booth – Sixth Dialogue of the Technical Cooperation Agencies of IsDB Member Countries, sebuah pameran internasional yang digelar selama dua hari, yakni pada 7–8 Oktober 2025, bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta,(8/10/2025)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB), Palestinian International Cooperation Agency (PICA), dan Indonesian AID. Tujuan utama dari acara ini adalah memperkuat kolaborasi teknis dan kerja sama pertanian antar negara anggota IsDB, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan pembangunan global yang inklusif.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang pertanian Pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan secara sendiri dibutuhkan kolaborasi lintas negara dan institusi, terutama dalam pengembangan teknologi dan penguatan SDM pertanian. Melalui forum ini, Indonesia siap menjadi mitra aktif dalam kerja sama teknik pertanian global, ujar Amran.

Senada dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian, seperti yang dijalankan oleh Polbangtan dan PEPI memegang peranan kunci dalam menyuplai SDM unggul bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Partisipasi Polbangtan dan PEPI dalam forum internasional ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi pertanian Indonesia siap berkontribusi di level global. Kami terus mendorong agar seluruh unit vokasi pertanian aktif menjalin kerja sama internasional, agar lulusan kita punya wawasan global dan kompetensi yang relevan dengan tantangan masa depan, ungkap Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk nyata kontribusi PEPI dalam mendukung program diplomasi teknis pertanian Indonesia di kancah internasional.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi dan inovasi vokasi pertanian Indonesia. Kami berharap melalui kegiatan ini, PEPI dapat menjalin kerja sama internasional yang produktif dalam pengembangan SDM dan teknologi pertanian,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Mona Nur Moulia salah satu dosen dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian PEPI, turut berpartisipasi secara aktif. Ia hadir mewakili sivitas akademika PEPI sekaligus memperkenalkan salah satu inovasi unggulan, yaitu BRIKAM inovasi teknologi pengolahan hasil pertanian yang ramah lingkungan dan bernilai tambah.

Inovasi BRIKAM menjadi daya tarik tersendiri dalam booth PEPI karena mencerminkan komitmen pendidikan vokasi dalam mendukung sustainable agriculture melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat.

Dengan berpartisipasi aktif dalam acara ini, PEPI menunjukkan komitmennya dalam mendukung arah kebijakan Kementerian Pertanian untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai pilar utama dalam pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern, serta membuka pintu kerja sama yang lebih luas di tingkat internasional.(*)