13 Februari 2026

Mahasiswa Bengkulu

Regenerasi Petani, Kementan Perkenalkan Budidaya Tanaman Hias Pada Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan agen pengendali hayati dan budidaya tanaman hias kepada 143 mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Rabu (15/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia. Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus mendukung pengembangan SDM pertanian sebagai upaya regenerasi petani.

“Program pelatihan dan pendampingan kami terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan petani muda,” kata Santi.

Saat menerima rombongan mahasiswa yang didampingi wakil dekan, kepala program studi serta dosen, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan pentingnya proses belajar.

“Pada hakikatnya kita semua harus terus belajar, mulai dari kecil hingga dewasa,” ujarnya.

Ajat menyampaikan kesiapan BBPP Lembang sebagai tempat belajar utamanya bagi petani dan penyuluh pertanian, serta stakeholder lainnya termasuk mahasiswa yang ingin mengenal pertanian yang diterapkan di BBPP Lembang.

“Silakan dipelajari apa yang ada di sini dan diharapkan dapat memberi insight baru terkait pertanian sebagai salah satu sektor utama pembangunan di Indonesia,” ujarnya.

Terbagi 3 kelompok, para mahasiswa secara bergantian mengunjungi laboratorium agens hayati. Widyaiswara spesialisasi hama penyakit tumbuhan menjelaskan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) pada pertanian organik.

Baca juga:

Kunjungi UPT Pelatihan Kementan, Siswa Sekolah Dasar Kenali Dunia Pertanian

Salah satu pengendalian PHT memanfaatkan jamur seperti Trichoderma. Trichoderma mampu mencegah penyakit tular tanah (fusarium) dan berperan untuk menjaga daya tahan tubuh/imunitas dari tanaman selayaknya pemberian vaksinasi pada manusia.

Widyaiswara didampingi petugas juga mempraktikkan perbanyakan Trichoderma. Selanjutnya beberapa perwakilan mahasiswa juga mempraktikkan inokulasi Trichoderma pada media jagung.

Kelompok lainnya bergerak menuju screen house tanaman hias. Widyaiswara spesialisasi budidaya tanaman memberikan penjelasan tentang budidaya tanaman sukulen dan kaktus.

Mahasiswa tampak antusias diajak praktik perbanyakan sukulen dengan stek pucuk dan stek daun serta perbanyakan kaktus dengan teknik menempel (grafting).

Salah seorang mahasiswi, Elisa Nuramanah, mengatakan kunjungan singkatnya ke BBPP Lembang memberi kesan positif.

“Saya mempraktikkan banyak hal di sini mulai dari perbanyakan Trichoderma dan perbanyakan tanaman hias kaktus. Senang sekali belajar pertanian di sini,” katanya.(***)

Masifkan Regenerasi, Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Mahasiswa Bengkulu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Februari sampai 15 Mei 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan dan Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Agribisnis Padi

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Tiga mahasiswa semester 6 Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house melon dan tomat beef sistem irigasi tetes dan zona screen house aeroponik untuk pembibitan kentang G0.

Setelah 3,5 bulan melakukan praktik kerja, untuk mempertanggungjawabkan hasil kegiatan maka dilaksanakan seminar hasil, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang praktik kerja di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan. Tema ketiganya adalah: Penerapan Teknik Irigasi Tetes dalam Budidaya Tomat Beef, Budidaya Tanaman Melon dengan Sistem Irigasi Tetes, dan Teknik Aklimatisasi Benih Kentang Varietas Granola dalam Sistem NFT.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Di BBPP Lembang kami jadi lebih memahami tentang budidaya tanaman menggunakan teknologi hidroponik. Di sini kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ucap ketiganya kompak. (yoko/che)