18 Mei 2026

NEWS

Kejar Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Provinsi Kalimantan Tengah

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Training of Trainers Mendukung Brigade Pangan Angkatan 1 dan 2, yang dilaksanakan secara hybrid.

Sesi daring (online) mulai tanggal 11 – 13 Maret 2025 dan sesi luring (offline) tanggal 18 – 21 Maret 2025 bertempat di Asrama Haji Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Kegiatan dibuka resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian secara daring, Selasa (11/3/2025). Hadir pada pembukaan, Kepala Balai didampingi tim manajemen dan widyaiswara BBPP Lembang serta seluruh peserta pelatihan.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Brigade Pangan adalah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Program ini juga diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Pendampingan yang efektif penting untuk memastikan keberhasilan program ini. Kementan melibatkan penyuluh pertanian untuk mendampingi brigade pangan,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan brigade pangan sudah terbentuk dibeberapa wilayah di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman.

“Kami mengharapkan dukungan para penyuluh pertanian, sebagai ujung tombak untuk membantu mendorong dan mendesiminasikan inovasi kepada patani agar kesejahteraan yang menjadi target utama dapat terwujud,” ungkapnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/08/temukan-3-perusahaan-minyakita-sunat-volume-mentan-amran-minta-tutup-dan-segel-perusahaannya/

Kepala Pusat Pelatihan, Inneke Kusumawaty, saat membuka pelatihan menyampaikan bahwa dari berbagai materi yang akan diberikan selama pelaksanaan TOT.

Pada materi pencatatan dan analisa usahatani, para brigade pangan diharapkan mampu mengakses pembiayaan KUR sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas pangan.

“Saya juga berharap pendamping brigade pangan bersama dengan para petani melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak agar saat mengelola lahan 200 hektar, bisa bekerja sama dengan poktan lain untuk operasional alsintan karena tujuan pembentukan brigade pangan untuk meningkatkan indeks pertanaman," katanya.

“Brigade Pangan dibentuk, didampingi, diberikan bantuan alsintan. Bergerak di budidaya, pascapanen bahkan diharapkan hingga hilirisasi agar memiliki pendapatan yang layak, mampu mandiri dan memiliki daya saing sehingga swasembada pangan terwujud,” tutur Inneke lagi.

Training of Trainers diikuti 60 orang yang terbagi menjadi 2 angkatan. Peserta berasal dari 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai salah satu dari 14 provinsi wilayah program brigade pangan Kementerian Pertanian.

Selama berlatih, peserta akan menerima materi yang terbagi menjadi 3 kelompok materi, yaitu materi kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok penunjang.

Untuk kelompok inti, ada 7 materi yaitu pemeliharaan padi lahan rawa, penanganan pascapanen, pengoperasian TR 2, pengoperasian drone, pengoperasian combine harvester, pengelolaan usaha jasa alsintan, dan proposal agribisnis berorientasi bisnis.

Fasilitator pelatihan berasal dari widyaiswara BBPP Lembang, BSIP Lahan Rawa Kalimantan Selatan, PEPI Serpong, Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, dan PT. Maxxi Kalimantan Tengah.

BRI TB Simatupang Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) gencar melakukan inovasi untuk produk dan program perbankan. Kepercayaan masyarakat menjadi nasabah BRI membuat bank ini menerima banyak penghargaan.

Berbagai cara dilakukan oleh BRI agar bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Salah satunya dengan Program Jumat Berkah.

Pimpinan Cabang BRI Simatupang, Yanuar Akademikus Arbifirdaus menjelaskan, Program Jumat Berkah ini sudah menjadi agenda rutin. Kali ini Program Jumat Berkah dilaksanakan di Masjid 18 Office Tower dan Masjid Al Maimun. Sebanyak 100 nasi kotak dibagikan kepada para jamaah yang melaksanakan Salat Jumat (14/2/2025).

"Kalau Program Jumat Berkah memang sudah kami agendakan sebagai kegiatan rutin, hanya saja lokasi dan bentuknya menyesuaikan," ungkapnya.

Baca juga:

BRI Warung Buncit Bagikan 300 Takjil

Selain kepedulian seperti ini, BRI TB Simatupang juga rutin memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan dan lain sebagainya. Tentunya ini merupakan bentuk rasa syukur BRI TB Simatupang terhadap pencapaian selama ini.

"Terimakasih untuk para nasabah setia yang telah mempercayakan BRI TB Simatupang," tegasnya.

Seperti diketahui BRI memiliki banyak keunggulan baik di program, produk hingga teknologi. Pelayanan yang maksimal di kantor-kantor cabang, program promo yang menguntungkan, hingga aplikasi BRImo yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.(***)

BRI Warung Buncit Bagikan 300 Takjil

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bulan suci Ramadan yang datang sekali dalam setahun hendaknya diisi dengan berbagai kebaikan. Baik memaksimalkan iman diri sendiri hingga berbuat kebaikan untuk orang lain. Sama halnya dengan kantor BRI cabang Warung Buncit, rutin menggelar kegiatan berbagi takjil di ramadan.

"Sudah menjadi bentuk kepedulian kami terhadap sesama, salah satu caranya dengan berbagi takjil kepada orang yang melintas didepan kantor BRI cabang Warung Buncit," ujar Pimpinan Cabang BRI Warung Buncit, Pamadi Purno Widodo.

Pamadi menuturkan, kegiatan berbagi takjil ini dilakukan oleh karyawan BRI cabang Warung Buncit. Biasanya dilaksanakan beberapa waktu menjelang buka puasa. Seperti biasa, takjil yang diberikan berupa makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Takjil diberikan kepada orang yang melintas didepan kantor BRI cabang Warung Buncit. Kali ini ada 300 takjil yang diberikan kepada masyarakat selama dua hari yaitu 6-7 Maret 2025.

Baca juga:

BRI Bekasi Siliwangi Berbagi Bantuan Sembako di Jati Rasa

"Kami merasakan ketika waktu berbuka puasa sedang berada dijalan, mungkin belum memiliki makanan dan minuman berbuka puasa, semoga dengan adanya takjil ini bisa sedikit membantu," ungkapnya.

Bank BRI cabang Warung Buncit tak hanya mengagendakan berbagi takjil, ada juga program dibidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan masih banyak kegiatan bermanfaat lainnya.
"Baik selama ramadan maupun diluar bulan suci ini, BRI cabang Warung Buncit terus mengupayakan membuat kegiatan yang sifatnya sosial bagi yang membutuhkan," tandasnya.(***)

BRI Bekasi Siliwangi Berbagi Bantuan Sembako di Jati Rasa

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Bekasi Siliwangi peduli terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Tentunya ini merupakan duka bagi seluruh warga. Oleh karena itu, bentuk kepedulian terhadap bencana banjir ini, BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan kepada para korban.

Pemimpin Cabang BRI Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira menjelaskan, pihaknya turut berduka atas peristiwa banjir besar di Bekasi. BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan ke Jalan Swantantra 1 Kav 8 RT09 RW05 Jati Rasa - Jati Asih. Sebanyak 150 KK terdampak atas banjir ini (5/3/2025).

"Kami memberikan bantuan kepada korban banjir di Jalan Swatantra 1 Kav 8 Jati Rasa - Jati Asih, ada 150 KK yang terdampak," ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan BRI Bekasi Siliwangi berupa sembako. Tentunya bahan pangan dasar sudah menjadi kebutuhan utama. Terlebih saat ini banyak masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Baca juga:

BRI Bekasi Siliwangi Turunkan Bantuan Banjir di Perumahan Pekayon Jaya 2

"Semoga dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan para korban banjir dalam memenuhi asupan makanan, apalagi ada yang berpuasa," tuturnya.

BRI gencar melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat. Tak hanya memiliki program dan produk perbankan unggulan. Beragam aksi sosial di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya terus dilakukan BRI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Masyarakat merupakan skup terdekat kami, dimana juga mendukung pertumbuhan BRI, oleh karena itu bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi saat ini," tutupnya.(***)

Temukan 3 Perusahaan Minyakita Sunat Volume, Mentan Amran Minta Tutup dan Segel Perusahaannya

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk memastikan ketersediaan 9 bahan pangan pokok tersedia untuk masyarakat. Dalam sidak tersebut, ia menemukan minyak goreng kemasan dengan merk Minyakita yang tidak sesuai aturan dan diatas HET. Mentan Amran menyebut hal ini merupakan pelanggaran serius, yakni Minyakita kemasan yang seharusnya berisi 1 liter ternyata hanya memiliki volume 750 hingga 800 mililiter.

Minyak tersebut diproduksi oleh PT Artha Eka Global Asia, Koperasi Produsen UMKM Koperasi Terpadu Nusantara (KTN), dan PT Tunasagro Indolestari. Selain volume yang tidak sesuai, harga jualnya juga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Meskipun di kemasan tertulis harga Rp 15.700 per liter, minyak ini dijual dengan harga Rp 18.000 per liter.

Menanggapi temuan ini, Mentan Amran menegaskan bahwa praktik seperti ini merugikan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi. Ia meminta agar perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran segera diproses secara hukum dan ditutup.

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan, salah satunya minyak goreng bagi masyarakat, tetapi justru menemukan pelanggaran. Minyakita dijual di atas HET, dari seharusnya Rp 15.700 menjadi Rp 18.000. Selain itu, volumenya tidak sesuai, seharusnya 1 liter tetapi hanya 750 hingga 800 mililiter. Ini adalah bentuk kecurangan yang merugikan rakyat, terutama di bulan Ramadan, saat kebutuhan bahan pokok meningkat,” ujar Amran.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi minyak goreng di pasaran agar kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta Satgas Pangan dan Bareskrim Polri segera bertindak untuk menegakkan aturan.

“Kita tidak boleh membiarkan praktik semacam ini terus terjadi. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi kepentingan masyarakat. Saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan ini harus ditutup dan izinnya dicabut. Tidak ada ruang bagi pelaku usaha yang sengaja mencari keuntungan dengan cara yang merugikan rakyat,” tegasnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/07/sediakan-pangan-terjangkau-upt-pelatihan-kementan-gelar-gerai-pasar-pangan-murah/

Lebih lanjut, Mentan Amran mengingatkan para pelaku usaha untuk menaati regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan sidak dan memastikan produk pangan yang beredar di pasaran sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Saya ingatkan kepada semua produsen dan distributor, jangan bermain-main dengan kebutuhan pokok rakyat. Jika ada yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara tidak jujur, pemerintah akan bertindak tegas. Kami tidak segan-segan menutup dan mencabut izin usaha yang terbukti melanggar aturan,” tambahnya.

Dalam sidak tersebut, Mentan Amran didampingi oleh Penyidik Madhya Pideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Burhanuddin. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti temuan ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami dari Bareskrim Mabes Polri hari ini mendampingi Bapak Mentan Amran dalam sidak di Pasar Jaya Lenteng Agung. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan ini dan segera menindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Kombes Burhanuddin.

Dengan adanya temuan ini, pemerintah memastikan akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi minyak goreng di seluruh wilayah. Masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti saat membeli minyak goreng dan segera melaporkan jika menemukan produk yang tidak sesuai dengan ketentuan.(***)

Sediakan Pangan Terjangkau, UPT Pelatihan Kementan Gelar Gerai Pasar Pangan Murah

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Memasuki bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan upaya menyediakan pangan terjangkau. Operasi pasar bertajuk Gerai Pasar Pangan Murah tersebut diadakan di beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT), salah satunya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan upaya masif ini dilaksanakan untuk menyediakan pangan strategis kepada warga.

“Pemerintah menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang menjual bahan pangan strategis melebihi Harga Eceran Tertinggi terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” tegas Mentan Amran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/01/cetak-petani-muda-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk-pertanian/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, operasi pasar tersebut bertujuan untuk memastikan stok pangan tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama ramadan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di bawah BPPSDMP Kementan, turut menggelar operasi pasar Gerai Pasar Pangan Murah. Para warga dapat mengunjungi area kafe praktik BBPP Lembang untuk membeli berbagai bahan pangan.

Bahan pangan yang disediakan adalah beras premium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), daging ayam beku, daging kerbau beku, minyak goreng, telur, bawang merah, terigu, dan berbagai produk pangan hortikultura lainnya.

Bahan-bahan pangan tersebut disediakan atas sinergi Kementerian Pertanian dengan BUMN Bulog, ID Food, dan lainnya. Sementara komoditas seperti telur dan bawang merah disediakan oleh petani dan peternak ayam. Ada pun komoditas hortikultura seperti brokoli, bawang daun, kentang, ubi, dan sebagainya disediakan langsung dari kebun praktik dan binaan BBPP Lembang.

“Kami berharap dengan adanya Gerai Pasar Pangan Murah ini kebutuhan pangan masyarakat tercukupi dengan harga yang terjangkau,” terang Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (7/3/2025).

Gerai Pasar Pangan Murah di BBPP Lembang dapat dikunjungi masyarakat pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 hingga 14.00. Per 7 Maret 2025 komoditas seperti bawang merah, minyak goreng, dan telur menjadi komoditas yang paling dicari masyarakat. Ada pun beras premium dan beras SPHP yang juga menjadi incaran masyarakat di sekeliling BBPP Lembang.(***)

BRI Bekasi Siliwangi Turunkan Bantuan Banjir di Perumahan Pekayon Jaya 2

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Bekasi Siliwangi peduli terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Tentunya ini merupakan duka bagi seluruh warga. Oleh karena itu, bentuk kepedulian terhadap bencana banjir ini, BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan.

Pemimpin Cabang BRI Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira menjelaskan, pihaknya turut berduka atas peristiwa banjir besar di Bekasi. BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan ke Perumahan Pekayon Jaya 2 di RT01-07, RW06. Sebanyak 800 KK terdampak atas banjir ini (6/3/2025).

"Kami memberikan bantuan kepada korban banjir di Pekayon Raya 2, ada 800 KK yang terdampak," ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan BRI Bekasi Siliwangi berupa obat-obatan dan air mineral. Tak ketinggalan BRI Bekasi Siliwangi juga memberikan makanan siap saji.

Baca juga:

BRI Bekasi Siliwangi Berikan Bantuan Untuk Korban Banjir di Perumahan Pekayon Jaya 1

"Semoga dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan para korban banjir dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dan asupan makanan," tuturnya.

BRI gencar melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat. Tak hanya memiliki program dan produk perbankan unggulan. Beragam aksi sosial di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya terus dilakukan BRI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Masyarakat merupakan skup terdekat kami, dimana juga mendukung pertumbuhan BRI, oleh karena itu bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi saat ini," tutupnya.(***)

BRI Bekasi Siliwangi Berikan Bantuan Untuk Korban Banjir di Perumahan Pekayon Jaya 1

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Bekasi Siliwangi peduli terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Tentunya ini merupakan duka bagi seluruh warga. Oleh karena itu, bentuk kepedulian terhadap bencana banjir ini, BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan.

Pemimpin Cabang BRI Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira menjelaskan, pihaknya turut berduka atas peristiwa banjir besar di Bekasi. BRI Bekasi Siliwangi memberikan bantuan ke Perumahan Pekayon Jaya 1 di RT01-05, RW05. Sebanyak 300 KK terdampak atas banjir ini (6/3/2025).

"Kami memberikan bantuan kepada korban banjir di Pekayon Jaya 1, ada 300 KK yang terdampak," ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan BRI Bekasi Siliwangi berupa sembako yaitu beras, minyak, telur, mie, sarden dan air mineral. Tak ketinggalan BRI Bekasi Siliwangi juga memberikan makanan siap saji.

Baca juga:

Lagi, BRI Depok Bersama RO Jakarta 2 Undi 32 Pemenang Panen Hadiah Simpedes

"Semoga dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan para korban banjir dalam memenuhi kebutuhan asupan makanan," tuturnya.

BRI gencar melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat. Tak hanya memiliki program dan produk perbankan unggulan. Beragam aksi sosial di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lain sebagainya terus dilakukan BRI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Masyarakat merupakan skup terdekat kami, dimana juga mendukung pertumbuhan BRI, oleh karena itu bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi saat ini," tutupnya.(***)

Cetak Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Siswa SMK Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sembilan siswa SMK Tiyasa Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, melaksanakan praktik kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), mulai 2 Desember 2024 sampai 28 Februari 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/01/jelang-ramadhan-upt-pelatihan-kementan-gelar-operasi-pasar-pangan-murah-di-lembang/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Siswa-siswi kelas XII SMK Tiyasa Kabupaten Sumedang melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Tepatnya di zona screen house tomat cherry dan melon hidroponik sistem irigasi tetes, budidaya tanaman pakcoy hidroponik sistem DFT, budidaya pakcoy di lahan terbuka, budidaya anggur, dan budidaya tanaman hias

Setelah hampir 3 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil. Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang serta siswa lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang. Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja.

Pelepasan praktik kerja dilakukan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (28/2/2025).

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan praktik kerja,” jelasnya lagi.

Ajat meyakini dengan pendidikan formal yang dijalani para generasi muda di sekolah menengah kejuruan pertanian, akan menjadi kelebihan saat nanti menekuni dunia pertanian baik di dunia usaha dan dunia industri.

“Pertanian itu keren, apalagi dengan memanfaatkan teknologi karena generasi muda saat ini adaptif dengan teknologi. Ayo tekuni dunia pertanian karena pertanian tidak boleh berhenti dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.(***)

Perluas Wawasan Mahasiswa Polbangtan dan PEPI Kementan, Delegasi Jepang Kenalkan SSW

TANIINDONESIA.COM//Yogyakarta - Delegasi Jepang yang terdiri dari 6 Perusahaan di bidang Pertanian dan Peternakan Jepang ingin agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI bergabung bekerja di Jepang, hal ini disampaikan dalam sesi Sosialisasi Specified Skilled Worker (SSW) dan juga dihadiri Atase Pertanian KBRI Tokyo di kampus Polbangtan Yoma pada Rabu, 26 Februari 2025, merupakan kegiatan dari Kementerian Pertanian (Kementan) c.q Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bekerja sama dengan National Chamber of Agriculture (NCA) Jepang.

Dengan Sosialisasi ini diharapkan mahasiswa Polbangtan/PEPI dapat mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang, guna meningkatkan kompetensi di bidang teknologi pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan mengungkapkan agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI untuk menjadi pribadi mumpuni, "Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Diantaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil", ujarnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti turut bergabung secara daring memberi motivasi kepada Alumni dan Mahasiswa Polbangtan/PEPI untuk bersemangat mengasah keahlian bahasa Jepangnya dan mampu belajar dan bekerja serius dalam program SSW di Jepang, agar nantinya mampu menerapkan keahliannya di daerahnya masing-masing, "Sepulangnya dari Jepang, adik-adik kami harapkan bisa menjadi petani muda sukses di daerahnya dan menjadi mitra Kementerian Pertanian untuk membangun pertanian di daerahnya. Jadi selama di Jepang nanti adik-adik jangan semata-mata hanya bekerja, tapi pelajari juga cara kerjanya, etos kerjanya, dan pelajari juga teknologi-teknologinya,” pesan Idha.

Siti Munifah, Sekretaris BPPSDMP menjelaskan, Kementan telah menyiapkan 270 mahasiswa Polbangtan/PEPI yang berminat bekerja di Jepang dengan sertifikasi JFT A2/N4 dan ASAT agar siap bekerja di Jepang.

Program ini memiliki durasi 11 hingga 36 bulan di Jepang dan dijalankan bersama beberapa lembaga pertanian Jepang, seperti Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan International Agricultural Exchange Association (IAEA).

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga bertujuan untuk membentuk etos kerja tinggi, transfer teknologi, serta membuka jejaring bisnis bagi petani muda Indonesia.

“Peserta yang mengikuti program ini akan mendapatkan pengalaman bertani dengan teknologi canggih Jepang, yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional,” tambah Siti Munifah.

Para alumni program ini diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja di Jepang, tetapi juga mampu menjadi pengusaha pertanian di Indonesia.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/regenerasi-petani-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk/

Guna mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan mentoring bisnis, pelatihan daring selama program berlangsung, serta pembinaan setelah peserta kembali ke Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 93 peserta sudah diberangkatkan ke Jepang, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah juga berupaya memperluas kuota program SSW agar lebih banyak petani muda Indonesia bisa mendapatkan kesempatan serupa.

Sementara itu Hermawan, Direktur Polbangtan Yoma, mengenalkan kepada NCA tentang Polbangtan Yoma baik itu fasilitas termasuk TEFA (Teaching Factory) yang dimiliki Polbangtan Yoma sebagai bukti bahwa mahasiswa dan alumni Polbangtan benar benar memiliki skill yang mumpuni telah berkecimpung dalam pembelajaran serta praktek pertanian.

Muhammad Andi Hidayat, Attani KBRI Tokyo menyampaikan agar mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI yang berminat bekerja di Jepang agar mempersiapkan diri sebaik baiknya juga membangun komunikasi yang baik dari awal dengan host farmer yang dituju. Jepang sangat kekurangan SDM di bidang Pertanian, merupakan peluang yang sangat besar bagi para mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI untuk dapat bekerja di Jepang.

Ada 3 program untuk petani milenial yang ingin mencoba berkarier di Jepang. Pertama, yaitu program magang teknik. Program ini memberikan kesempatan bagi petani muda Indonesia untuk meningkatkan keterampilan kerja di Jepang.

Masa tinggal bagi peserta program ini adalah maksimal 5 tahun. Pekerja magang akan ditempatkan untuk bertugas di bidang pertanian budidaya, seperti tanaman hortikultura rumah kaca, tanaman ladang/sayuran dan tanaman buah.

Kedua, program keterampilan khsusu 1 (SSW 1), peserta harus SDM siap kerja di bidang pertanian Jepang. Lama kerja total maksimal 5 tahun secara akumulatif. Calon pekerja wajib lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang.

Ketiga, program keterampilan khusus 2. Pekerja menjadi karyawan dengan keterampilan khusus yang lebih tinggi dari SSW 1. Tidak ada batas waktu kerja di Jepang. Pendaftar harus memiliki keahlian praktis di bidang pertanian, serta lulus ujian pertanian dan bahasa Jepang (mry).(***)