17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

TANIINDONESIA.COM, Magelang – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Rapat Persiapan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, 9 - 11 Februari 2026, di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan, dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), serta tenaga kependidikan Polbangtan Yoma. Rapat bertujuan untuk memastikan kesiapan perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat koordinasi lintas unit dalam mendukung proses pembelajaran vokasi yang berkualitas dan berdampak.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah masa depan pertanian tanah air. Oleh sebab itu, ia mengajak para generasi muda untuk turut menekuni sektor pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

"Di tangan anak-anak muda yang penuh inovasi lah masa depan pertanian kita berada. Apalagi saat ini petani-petani yang ada sudah tua, oleh karena itu kita harus siapkan regenerasi," ujarnya.

Sementara Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antarjurusan dan unit kerja dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, adaptif, serta selaras dengan kebijakan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

“Persiapan pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan RPS dan jadwal praktikum, tetapi juga bagaimana pembelajaran mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan mendukung implementasi Teaching Factory serta MBKM,” ujarnya.

Kegiatan diisi dengan koordinasi kerja dan sarana prasarana, evaluasi kegiatan UPPM tahun 2025, serta pemaparan materi Transformasi Pembelajaran MBKM Menuju Kampus Berdampak oleh Prof. Moh. Khairudin, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Pemaparan kegiatan Teaching Factory, penjaminan mutu perguruan tinggi vokasi, serta strategi optimalisasi bagian akademik dalam mendukung proses pembelajaran di Jurusan Pertanian Polbangtan Yoma.

Selanjutnya, peserta dibagi dalam kerja kelompok untuk menyiapkan perangkat pembelajaran, termasuk RPS, SAP, serta perencanaan kebutuhan praktikum.

Melalui rapat persiapan ini, Polbangtan Yoma berharap proses pembelajaran Semester Genap TA 2025/2026 dapat berjalan lebih terstruktur, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan vokasi pertanian yang kompeten serta siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern.(*)

Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Re-Akreditasi Perguruan Tinggi, Jumat (13/2/2026).

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan dokumen persyaratan akreditasi dapat dipenuhi oleh Polbangtan Yoma. Dokumen inilah yang nantinya akan diunggah dalam aplikasi SAPTO 2.0 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Sedangkan akreditasi sendiri memiliki fungsi esensial dalam menjamin dan meningkatkan mutu Polbangtan Yoma secara berkelanjutan. Selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan kebijakan nasional.

Hal ini sesuai komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dengan fokus pada keahlian praktis, karakter, dan teknologi.

Ia mendorong pendirian sekolah unggulan, peningkatan kompetensi mahasiswa melalui magang luar negeri, dan integrasi teknologi di pendidikan pertanian, terutama untuk mencetak generasi muda yang mandiri di sektor pertanian.

Baca Juga: Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan kapasitas generasi muda pertanian.

“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” katanya.

Senada, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menekankan pentingnya penjaminan mutu dalam suatu lembaga.

"Salah satu indikator mutu lembaga dapat dilihat melalui akreditasi institusi tersebut. Maka benar – benar harus dikawal dalam proses penyiapan dan unggah dokumen melalui sistem aplikasi akreditasi SAPTO 2.0 sehingga dapat dicapai mutu yang sesuai standar yang berlaku." katanya.

Untuk itu, Ia berkomitmen memenuhi standar untuk memastikan kualitas terbaik Polbangtan Yoma.

Lebih lanjut, Kepala Unit Penjaminan Mutu Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, mengajak seluruh tim reakreditasi untuk menyiapkan dokumen – dokumen sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.(*)

Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

TANIINDONESIA.COM, SUKOHARJO. Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi kepada Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo atas keberhasilannya menjalankan bisnis jasa alat mesin pertanian (alsintan).

Dari usaha sewa alsintan, koperasi yang berdiri di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini berhasil mendapatkan keuntungan 15 juta sepanjang tahun 2025.

Koperasi yang terbilang masih muda ini membuktikan bahwa jasa alsintan bisa memberikan keuntungan yang jelas. Sebab, petani saat ini membutuhkan alsintan untuk mengurangi biaya produksi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut teknologi tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan indeks pertanaman serta hasil panen nasional. Sehingga, mampu menguatkan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

"Kita gunakan semua teknologi. Dan ke depan kami yakin biaya produksi turun," tegasnya.

Ia mengatakan efisiensi yang dihasilkan sangat signifikan, di mana dahulu satu hektare sawah memerlukan 25 pekerja, kini 25 hektare bisa ditanam hanya dalam satu hari dengan bantuan drone pertanian.

Ditambahkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, selain soal alsintan, pertanian modern juga menggunakan varietas unggul yang dikelola manajemen kelompok tani agar dapat bekerja secara bersama-sama.

Baca juga: Jelang Nataru, Mentan Amran Pastikan Jaga Distribusi dan Stok Pangan

“Mereka punya struktur, mereka punya pembagian tugas, dan semua yang bertugas di dalam kelompok harus optimal melakukan fungsinya masing-masing, baik di sektor produksi, alsintan, pengelolaannya, kemudian pemasaran dan juga administrasi dan keuangan,” katanya.

Hadir pada Rapat Anggota Tahunan Rabu (21/1/2026), Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut koperasi memiliki posisi strategis dalam mengakselerasi program prioritas Kementerian Pertanian.

“Koperasi pertanian yang dikelola secara profesional dan berbasis teknologi akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.” ucapnya.

Ia mengapresiasi Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo yang bergerak cepat dan berpenghasilan 122 juta rupiah dalam 1 tahun pendiriannya.

“Saya melihat, baru ini koperasi pertanian modern yang sudah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan. Dan telah berkolaborasi dengan berbagai stakeholder , bahkan dari kabupaten lain. Hebat sekali!” katanya.

Ia menegaskan Polbangtan Yoma selalu siap mendampingi dan bersinergi dengan koperasi sebagai bagian dari penguatan SDM dan kelembagaan pertanian.

Karjono, Ketua Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo mengatakan keberhasilan ini adalah bentuk komitmen seluruh pengurus dan anggota dalam memperkuat peran koperasi sebagai lembaga ekonomi petani yang modern, profesional, dan berkelanjutan.

“Koperasi harus menjadi tulang punggung modernisasi pertanian. Melalui peningkatan pelayanan alsintan, penguatan kapasitas pengurus dan operator, serta pengembangan unit usaha dan jejaring pemasaran, kami ingin koperasi hadir secara nyata dalam meningkatkan Indeks Tanam dan kesejahteraan petani,” papar Karjono.(*)

Kementan Latih Perangkat Desa Tanjung Jabung Timur Jambi Wujudkan Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan upaya mencapai ketahanan pangan di desa kepada 75 orang perangkat desa di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Senin (22/12/2025).

Kunjungan ini diikuti juga oleh Bupati dan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Inspektorat, dan Kepala Bakeuda Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” ujar Kabadan Santi.

Kepada para perangkat desa, Widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian menjelaskan budidaya tanaman jagung mulai dari persiapan lahan, pengolahan lahan, pemilihan benih, penanaman, pemeliharaan dan panen pascapanen serta pemasaran hasil komoditas jagung.

Baca juga: Kementan Dorong Generasi Muda Jadi Wirausaha Bidang Pertanian

Didampingi petugas Inkubator Agribisnis, peserta praktik penanaman benih jagung. Diskusi antara peserta kunjungan dan widyaiswara berkaitan dengan budidaya jagung yang baik dan benar agar menghasilkan jagung yang berkualitas.

Selanjutnya, peserta mengunjungi gudang pascapanen kopi. Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan alur pascapanen kopi dan melihat aktivitas yang ada mulai dari pencucian biji kopi, pulping, dan roasting hingga mencicipi secangkir kopi varietas arabica khas Lembang. Peserta juga mempraktikkan pengolahan kopi.

Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, sangat terkesan dengan aktivitas agribisnis di BBPP Lembang.

Ia menyatakan keinginan untuk melanjutkan kerja sama berkaitan peningkatan kompetensi SDM di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam hal agribisnis kopi.

“Kami ingin kerja sama lebih lanjut dengan BBPP Lembang berkaitan dengan pengolahan limbah kopi menjadi briket. Menarik karena di wilayah kami komoditas kopi sangat strategis, sementara pengolahan limbahnya belum banyak kami lakukan, padahal ini bisa menjadi peluang usaha juga dan agar kita bisa menerapkan pertanian zero waste,” katanya.(*)

Kementan Dorong Generasi Muda Jadi Wirausaha Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG - Sebanyak empat mahasiswa dari Politeknik Negeri Subang, telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 1 Oktober – 31 Desember 2025, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian.

PKL menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk mencetak generasi muda yang siap terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian.

“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan bagi generasi muda secara periodik agar generasi muda bisa bergerak di semua sektor pertanian,” tutur Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Selama PKL, Keempat mahasiswa ini menunjukkan semangat tinggi dengan melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di sarana pascapanen kopi dan laboratorium pengolahan hasil pertanian, dibimbing widyaiswara dan petugas lapangan.

Mereka juga memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan gratis yang diselenggarakan oleh BBPP Lembang yaitu Pelatihan Agribisnis Kopi dengan fasilitator widyaiswara BBPP Lembang.

Baca juga: Hasil Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Light Trap untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Para mahasiswa ini juga aktif sebagai petugas upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan kegiatan internal lainnya yaitu literasi visual program dari perpustakaan BBPP Lembang.

Untuk mengakhiri PKL, dilaksanakan seminar hasil. Masing-masing mahasiswa memaparkan hasil praktik kerja di hadapan widyaiswara pembimbing dan penguji oleh BBPP Lembang.

Keempatnya menyajikan tentang: 1) Diversifikasi Limbah Kopi: dari Kulit Hingga Ampas Menjadi Briket sebagai Sumber Energi, 2) Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Menjadi Teh Cascara, 3) Mempelajari Proses Pembuatan Es Krim Daun Kelor (Moringa Oliefera) dengan Konsentrasi Berbeda, dan 4) Mempelajari Proses Pembuatan Brownies Kering Tepung Daun Kelor (Moringa Oliefera) dengan Konsentrasi Berbeda.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan sarana berlatih di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, salah satunya bisa dimanfaatkan para generasi muda untuk mempelajari agribisnis secara nyata.

“Saya harap sekembalinya dari BBPP Lembang bisa menyelesaikan tanggung jawab studinya dengan baik di kampus. Selanjutnya setelah lulus kuliah diharapkan bisa terjun ke dunia pertanian sebagai wirausaha muda pertanian,” tutur Ajat, saat melepas mahasiswa Politeknik Negeri Subang untuk kembali ke kampus, Rabu (31/12/2025)

Salah seorang mahasiswi, Shabila Putri mengatakan dirinya dan ketiga rekannya yang lain memperoleh pengetahuan yang lebih selama PKL di BBPP Lembang.

“Di sini kami mempelajari komoditas pertanian dari hulu hingga hilir. Selain itu dibidang pengolahan hasil pertanian, banyak inovasi berkaitan olahan aneka komoditas sayuran yang baru kami ketahui seperti olahan es krim dan sorbet sayuran, olahan daun kelor dan manisan terong yang ternyata lezat dan ada nilai gizinya,” ucapnya.(*)

Hasil Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Light Trap untuk Pertanian Ramah Lingkungan

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Sebagai pengembangan profesionalisme sesuai amanat PermenpanRB Nomor 42 Tahun 2021, widyaiswara BBPP Lembang melaksanakan kajiwidya penerapan smart farming selama 4 bulan di lahan usahatani Kecamatan Lembang, tepatnya di Kelompok Tani Perintis Tani Desa Cikole dan Kelompok Tani Multi Karya di Desa Cibodas. Seminar hasil kajiwidya dilaksanakan Senin (15/12/2025) di Kelas Krisan 2 BBPP Lembang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sangat mendukung penerapan smart farming di Indonesia. Menurutnya, smart farming menjadj kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing sektor pertanian.

Mentan Amran juga melihat smart farming sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan disektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penerapan smart farming sebagai solusi untuk pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Seminar hasil kajiwidya sendiri dibuka Kepala Balai dan dihadiri narasumber/pembimbing dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Winayamukti, seluruh pejabat fungsional widyaiswara dan petani, penyuluh pertanian, serta petugas POPT Kecamatan Lembang.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, menyampaikan jika salah satu kunci keberhasilan widyaiswara adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertanian.

"Kegiatan kajiwidya merupakan suatu bentuk pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Judul yang diangkat widyaiswara untuk kajiwidya adalah: 1) “Perbandingan Dua Jenis Light Trap Terhadap Serangga yang Tertangkap Pada Pertanaman Tomat” oleh widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian, 2) “Analisis Potensi Kerugian Ekonomi Serangan OPT Pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) berdasarkan data Light Trap di Desa Cibodas Kecamatan Lembang” oleh widyaiswara spesialisasi sosial ekonomi, dan 3) “Persepsi dan Kesiapan Petani terhadap Adopsi Teknologi SMART TRAP” oleh widyaiswara spesialisasi penyuluhan pertanian.

Masing-masing perwakilan widyaiswara setiap kelompok mempresentasikan hasil kajiwidya. Hasil tangkapan serangga pada Light trap A (UV Keunguan) sebanyak 283 serangga lebih banyak jika dibandingkan dengan Light trap B (UV Kuning/kemerahan) sebanyak 182 serangga.

Baca juga: Bidik Generasi Muda, Kementan Optimalkan Peran P4S

Light Trap A (UV Keunguan) lebih banyak memerangkap serangga hama sebesar 58% bila dibandingkan dengan Light trap B (UV kuning/ kemerahan) sebesar  4%.

Hasil kajiwidya bidang sosial ekonomi secara umum menunjukkan bahwa potensi kerugian ekonomi hanya menyebabkan kerugian Rp 49.200 per 300 m2, dengan kehilangan hasil 4,92 kg (0,33% dari potensi).

Hasil pengkajian tentang persepsi petani secara umum bahwa petani menilai light trap memiliki kemanfaatan tinggi (skor 49,12; kategori setuju) terutama dalam mengurangi serangan hama dan menekan penggunaan pestisida.

Selanjutnya, Kepala Balai dan pembimbing baik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Winayamukti memberikan komentar tentang hasil pengkajian.

Perwakilan petani, Dadang Rukmana, dari Kelompok Tani Multi Karya Desa Cibodas, menyampaikan ucapan terima kasih atas hasil pengkajian light trap ini.

“Kegiatan yang dilakukan di lahan usahatani kami ini sangat bermanfaat karena saya sebagai pelaku budidaya organik jadi mengetahui bagaimana cara menghindari pemakaian bahan kimia berlebih agar lingkungan dan masyarakat menjadi sehat. Saya juga merasakan dengan menggunakan bahan alami, kualitas produk jauh lebih baik dari aspek rasa maupun ketahanan mutunya,” ucapnya.

Sedangkan Penyuluh Pertanian Kecamatan Lembang, Andi Lesmana, sebagai pendamping petani juga mengatakan kajiwidya ini sangat membantu sekali karena hasilnya bagus dan bisa diterapkan untuk petani.

“InsyaAllah kami akan terus berkolaborasi karena hasil kajiwidya ini efektif dan efisien sehingga bisa diimplmentasikan di banyak lokasi petani untuk pengadaan light trap,” katanya.(*)

Polbangtan Kementan Gelar Pembinaan Kepemimpinan dan Disiplin ASN

TANIINDONESIA.COM, YOGYAKARTA - Salah satu UPT Kementerian Pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa), melaksanakan Peningkatan Kepemimpinan ASN Lingkup Polbangtan YoMa Untuk Membentuk Karakter Disiplin dan Berintegritas, Senin (8/12/2025).

Kegiatan wajib ini, diikuti oleh seluruh ASN Lingkup Polbangtan YoMa yang berjumlah 125 orang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan memiliki karakter kepemimpinan sangat penting. Untuk itu, Ia mendukung keikutsertaan para ASN Polbangtan YoMa dalam kegiatan ini

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

"Sebagai pekerja yang berada di lingkup pertanian, karakter pemimpin sangat dibutuhkan. Karena, pertanian itu berkaitan dengan orang banyak," ujarnya.

Menurut Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, Peningkatan Kepemimpinan ini mengusung pendekatan yang lebih berkarakter.

Hal ini dipertegas Polbangtan YoMa dengan menggandeng Rindam IV/Diponegoro Magelang, Jawa Tengah untuk melaksanakan kegiatan Kepemimpinan tersebut dengan penekanan utama pada materi wawasan kebangsaan dan bela negara.

Baca juga : Kembangkan Biofarmaka Unggulan, Politeknik Kementan Jalin Kemitraan dengan BPP Patuk

"Kita kolaborasi dengan TNI, jadi bukan militeristik. Karena materinya adalah materi bela negara, materi wawasan kebangsaan agar kita dapat memberikan contoh ke mahasiswa untuk kedisiplinan. Tidak hanya ASN, kita akan mendidik juga provost mahasiswa ke Rindam IV/Diponegoro" ujar Hermawan saat apel penyerahan peserta ke Komandan Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara di Aula Utama Ruang Yudha Mako Rindam IV/Diponegoro.

Komandan Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara, Letkol Inf Slamet Riyadi turut menyambut positif kegiatan ini.

“Kita menerima 125 orang ASN Polbangtan YoMa untuk dibentuk menjadi lebih disiplin berkarakter dengan lebih berwawasan kebangsaan dan bela negara,” katanya.

ASN Lingkup Polbangtan YoMa mendapatkan beberapa materi yaitu Wasbang, Kepemimpinan dan Disiplin oleh Mayor Inf. Agus Ridwanto

"Meski waktunya hanya satu hari, kalau efektif, jiwa kebangsaan bisa tumbuh dan kita bisa Bersatu melawan radikalisme terutama di zaman sekarang yang muncul hukum netizen" katanya.(***)

Bidik Generasi Muda, Kementan Optimalkan Peran P4S

 

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG - Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) binaan UPT Pelatihan Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, P4S Green Partner yang berlokasi di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengadakan Wisuda Angkatan I Kegiatan Pelatihan bagi Petani Muda, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini dihadiri istri walikota Cirebon, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Cirebon dan perwakilan BBPP Lembang.

P4S memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia. P4S telah menjadi bagian dari pembangunan pertanian di Indonesia khususnya dalam hal pelatihan secara swadaya dan mandiri dari dan antar petani. P4S menjadi mitra pemerintah untuk mencetak SDM pertanian yang handal.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan dibutuhkan kerja sama untuk mewujudkan swasembada pangan.

"Kita harus mampu swasembada pangan. Namun, ini membutuhkan kerja keras kita semua, dan kolaborasi dari semua pihak di sektor pertanian,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian. Salah satunya mengoptimalkan peran P4S dalam pelatihan dan magang pertanian bagi generasi muda.

Sementara pelatihan di P4S Green Partner diikuti 14 peserta yang berasal dari Pondok Pesantren Daarul Huffazh. Mereka menjalani pelatihan selama 1,5 tahun dengan tema “Entrepreneurship Berbasis Pertanian Organik yang Mudah, Murah, Efektif, dan Berkesinambungan”.

Pada kurun waktu tersebut, P4S yang diketuai oleh Prayitno mengajarkan para generasi muda tentang budidaya pertanian baik secara konvensional juga memanfaatkan teknologi hidroponik. Komoditas yang diusahatanikan diantaranya cabai merah dan bayam.

Baca juga:Kemas Pertanian Modern Lewat Agroeduwisata, Kementan Tingkatkan Proses Regenerasi Petani

Mereka juga melakukan budidaya ikan dalam ember yaitu ternak lele sebanyak 1.000 ekor. Di sektor off-farm, mereka mempraktikkan olahan keripik bayam yang juga dijual secara komersil ke masyarakat.

Istri Walikota Cirebon merangkap Ketua Darma Wanita Persatuan, Noviyanti Edo, sangat mengapresiasi langkah P4S Green Partner memajukan sektor pertanian di Kota Cirebon. Ia memotivasi peserta pelatihan untuk terus bergerak memajukan pertanian.

“Jangan berhenti sampai di sini. Terus berjuang dan semangat. Lakukan bisnis pertanian secara berkelanjutan dan bersinergi dengan banyak pihak agar skala usaha membesar dan bisa jadi pengusaha sukses,” tuturnya.

Novi memuji Ketua P4S Green Partner karena apa yang dilakukan bisa menjadi berkah menciptakan pekerjaan untuk orang lain dan membuat kompetensi masyarakat meningkat dan percaya diri menekuni bisnis pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elmychaelani menyampaikan pelatihan yang diikuti sebagai upaya regenerasi petani muda.

“Pelatihan di sini tepat sekali mengingat Kota Cirebon adalah wilayah perkotaan sehingga aktivitas pertanian yang dilakukan di sini pemanfaatan pekarangan (urban farming) cocok untuk dipelajari dan diterapkan.

Salah seorang peserta, Hamzah, menceritakan pengalaman baiknya yang telah dilalui selama pelatihan di P4S Green Partner.

“Di sini kami belajar sambil bermain. Pak Prayitno mengajarkan kami banyak hal tentang agribisnis mulai dari budidaya, pemasaran, hingga pola kemitraan yang baik. Sangat bermanfaat ilmu yang diberikan karena ternyata dengan pertanian peluang usaha dan peluang kerja terbuka lebar,” ucapnya.

Hamzah juga sangat berterima kasih karena lebih dari setahun bersama rekan-rekan pelatihan di sini semuanya gratis,” ucapnya.(***)

Kemas Pertanian Modern Lewat Agroeduwisata, Kementan Tingkatkan Proses Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan teknologi pertanian kepada 50 siswa didampingi guru SMA Al-Azhar 33 Jatimakmur Kota Bekasi yang berkunjung ke UPT pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Senin (01/12/2025).

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.

“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” tuturnya.

Mentan Amran menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian.

Menurutnya, inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, para siswa kelas 10 SMA Al-Azhar 33 Jatimakmur Kota Bekasi diajak menuju 3 lokasi di lahan praktik Inkubator Agribisnis, yaitu ke laboratorium kultur jaringan, laboratorium pengolahan hasil pertanian, dan screen house tanaman hias.

Widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian didampingi petugas laboratorium kultur jaringan, memberi materi singkat tentang teknologi kultur jaringan.

Di awal materi, peserta diberikan pertanyaan-pertanyaan pengetahuan dasar berkaitan kultur jaringan melalui games online yang sangat menarik bagi mereka untuk berpartisipasi mengasah kemampuan kognitifnya.

Baca juga:

Brigade Pangan Kabupaten Ciamis Siap Sukseskan Swasembada Pangan

Selanjutnya, mereka diajak mempraktikkan 1 tahapan kultur jaringan, yaitu aklimatisasi bibit tanaman pisang. Satu-persatu siswa membersihkan bibit pisang dari dalam planlet, mencucinya dengan larutan fungisida, lalu mencelupkan ke zat pengatur tumbuh.

Bibit pisang dililitkan dengan humus kering sebelum dimasukkan ke pot-pot mini dan kemasan mika dan disemprotkan vitamin tumbuhan yang bermanfaat untuk memberikan daya tahan terhadap pertumbuhan tanaman.

Beranjak ke lokasi berikutnya adalah laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian lalu memberikan penjelasan tentang sub sistem dalam agribisnis, yaitu sub sistem hulu untuk penyediaan sarana produksi, usaha tani yaitu budidaya, hilir yaitu kegiatan pengolahan hasil pertanian, dan jasa penunjang yaitu kegiatan pemasaran, keuangan, dan pendidikan.

Sub sistem ini saling terintegrasi, mulai dari penyediaan input, proses produksi, pengolahan lebih lanjut, hingga distribusi dan pemasaran produk akhir.

Peserta diberikan penjelasan tentang sub sistem hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Mereka mempraktikkan olahan jagung menjadi es krim. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung.

Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari yaitu es krim jagung, mulai dari pencampuran bahan yaitu jagung manis pipil, telur, susu kental manis, susu murni, dan bahan pengembang makanan.

Selanjutnya pemasakan bahan di atas kompor, pembekuan hingga adonan es krim dimixer sebelum dibekukan kembali dan siap konsumsi. Terakhir, dilakukan pengemasan es krim ke dalam kemasan yang menarik.

Terakhir, di zona screen house tanaman hias, widyaswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan perbanyakan kaktus dengan teknik grafting dan sukulen dengan stek daun yang cukup mudah karena bisa dipraktikkan generasi muda dan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan di masa depan.

Kepala SMA Al-Azhar 33 Kota Bekasi, Sigit Raharjo, sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan ini karena pelayanan yang diberikan sangat baik.

“InsyaAllah pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak kami bermanfaat untuk mereka semua sebagai bagian pengenalan kewirausahaan di bidang pertanian,” tuturnya.(***)

Brigade Pangan Kabupaten Ciamis Siap Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, CIAMIS – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Ciamis, 25 – 27 November 2025 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pamarican dan BPP Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah, diikuti 30 orang anggota BP Tirto Sari Raharja dan BP Lakbok Berkarya.

Program Brigade Pangan sendiri adalah bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah," katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyebut Brigade Pangan sebagai inovasi di bidang kelembagaan petani untuk mencapai swasembada pangan.

“Diperlukan aktivitas yang kreatif dan luar biasa dalam pengelolaan Brigade Pangan agar tercapai peningkatan produksi sehingga swasembada pangan tercapai dan terus bertahan,” tutur Ajat.

Baca juga: 

Mentan Amran: Indonesia Kebut Swasembada, Halau Upaya Impor Ilegal

Ia menambahkan, tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian.

Selama 3 hari pelatihan, 15 orang peserta dari Brigade Pangan Lakbok Berkarya menerima materi inti tentang budidaya padi mulai dari persiapan lahan, persiapan benih dan penanaman, pemeliharaan padi, dan panen dan pascapanen.

Dalam kegiatan itu, fasilitator di BPP Kecamatan Pamarican memberikan materi tentang pencatatan keuangan usahatani, pengelolaan organisme pengganggu tanaman, dan pemupukan kepada 15 orang peserta dari Brigade Pangan Tirto Sari Raharja.

Salah seorang peserta dari Brigade Pangan Tirto Sari Raharja, Ahmad Alan, mengaku ini pengalaman pertama bisa mengikuti pelatihan tentang pertanian.

“Kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena ilmu tentang pembukuan keuangan ini sangat bermanfaat, karena sebelumnya kami tidak melakukannya sehingga tidak mengetahui apakah untung atau rugi aktivitas usahatani yang kami lakukan selama ini. Di sini diajarkan pembukuan keuangan yang benar dan lengkap dari awal sampai akhir,” ucap Ahmad.

Peserta lainnya, Sinta Amalia dari Brigade Pangan yang sama, menyampaikan terima kasihnya kepada BBPP Lembang bisa mengikuti pelatihan.

“Dengan ilmu yang diberikan oleh narasumber dan fasilitator, bisa mengenal lebih luas tentang pertanian dan pengelolaannya yang baik dan berkelanjutan untuk kesejahteraan petani,” katanya.

Sinta mengajak petani untuk bekerja lebih terstruktur dan tertata. Dirinya juga berharap petani bisa menjaga ekosistem dengan menerapkan pertanian organik, mengurangi penggunaan bahan kimia untuk pemupukan dan pengendalian hama serta menerapkan prinsip pupuk berimbang. (yoko/chetty)