17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Polbangtan Kementan dan UGM Sepakati Kolaborasi Strategis 3 Tahun, Fokus SDM dan Inovasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Kolaborasi antara dunia akademik dan vokasi kembali diperkuat. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).

Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, serta jajaran pimpinan Polbangtan Yoma, mulai dari Direktur hingga Wakil Direktur dan tim kerja sama.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi yang lebih terarah dan aplikatif. Tidak sekadar formalitas, kedua institusi berkomitmen menindaklanjuti nota kesepahaman melalui program-program teknis yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Jaka Widada dari UGM menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi pertanian.

“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada implementasi nyata yang memberikan manfaat langsung, terutama bagi sektor pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pendidikan akademik dan vokasi dalam menciptakan ekosistem yang saling melengkapi.

“Fakultas Pertanian UGM siap berkontribusi dalam penguatan SDM, riset terapan, serta pengembangan teknologi pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian.

Menurutnya, kolaborasi yang lebih spesifik akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian nasional.

Baca Juga: Jaring Talenta Unggul, Polbangtan Kementan Gelar Seleksi PMB Jalur Prestasi 2026

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Sinergi antara pendidikan vokasi dan akademik menjadi kunci dalam mencetak SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global. Kami mendorong kolaborasi seperti ini untuk terus diperluas dan diimplementasikan secara nyata di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan model pembelajaran yang lebih aplikatif dan berbasis kebutuhan industri pertanian. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati bersama.

Setiap program lanjutan nantinya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama turunan yang lebih teknis, sehingga arah implementasi menjadi semakin jelas dan terukur.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Melalui penguatan kerja sama yang lebih spesifik ini, kedua institusi berharap dapat menghadirkan kolaborasi yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.(*)

Jaring Talenta Unggul, Polbangtan Kementan Gelar Seleksi PMB Jalur Prestasi 2026

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Tes Wawancara Jalur Prestasi dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Sebanyak 94 peserta yang telah lolos tahap administrasi mengikuti proses wawancara yang melibatkan panitia dan tim pewawancara. Tahapan ini bertujuan untuk mengklarifikasi capaian prestasi sekaligus menggali minat dan motivasi calon mahasiswa dalam memilih pendidikan di bidang pertanian dan peternakan.

Ketua Substansi Kelompok Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Demi Widi Kurniawati, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa jalur prestasi diharapkan mampu menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki prestasi nonakademik yang dapat mendukung kemajuan institusi.

“Melalui jalur ini, diharapkan terpilih mahasiswa dengan prestasi nonakademik di bidang olahraga, seni, keilmuan, organisasi, serta bakat dan minat lainnya. Prestasi dengan capaian lebih tinggi, seperti tingkat internasional, tentu menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan dan Alumni, Abdul Hamid, menambahkan bahwa wawancara menjadi tahapan krusial dalam proses seleksi.

“Dari 94 peserta, akan disaring menjadi 33 orang atau sekitar 10 persen dari total kuota PMB 2026. Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil wawancara, tetapi juga mempertimbangkan nilai rapor dan akreditasi sekolah asal,” jelasnya.

Direktur Polbangtan Yogyakarta–Magelang, R. Hermawan, menegaskan bahwa seleksi jalur prestasi merupakan strategi untuk mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga: Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

“Polbangtan Yoma berkomitmen menghadirkan SDM pertanian yang cerdas secara akademik, berkarakter, terampil, serta memiliki prestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa seleksi yang ketat dan objektif menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi pertanian.

“Melalui proses seleksi yang terukur, diharapkan lahir lulusan yang siap terjun ke dunia kerja dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” tuturnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turut mengapresiasi pelaksanaan seleksi jalur prestasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaring talenta terbaik bangsa.

“Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, kreatif, dan berprestasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Peserta yang dinyatakan lulus tahap wawancara akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni tes kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 April 2026 di RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Melalui rangkaian seleksi ini, Polbangtan Yoma menegaskan komitmennya dalam menjaring calon mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kelebihan di bidang nonakademik sebagai bekal mendukung pembangunan sektor pertanian di masa depan.(*)

Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM, Magelang — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang melaksanakan tahapan wawancara bagi 268 calon mahasiswa baru jalur undangan yang berasal dari SMK pertanian dan anak petani berprestasi.

Wawancara dilakukan secara daring dari dua lokasi, yakni kampus Kusumanegara Yogyakarta dan kampus Tegalrejo Magelang, pada 7–9 April 2026.

Dari total sekitar 600 pendaftar, sebanyak 282 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 280 peserta mengikuti psikotes secara daring, dan 272 orang memilih jadwal wawancara. Dari jumlah tersebut, 268 peserta tercatat mengikuti proses wawancara.

Tahapan wawancara ini menjadi bagian penting dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk memastikan calon mahasiswa memiliki minat, komitmen, dan potensi di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong regenerasi petani.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sebagai kebutuhan mendesak bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

Sementara itu, Wakil Direktur III Polbangtan Yoma, Abu Zaenal Zakariya, menegaskan bahwa proses wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam potensi peserta, mulai dari minat, bakat, hingga komitmen mereka terhadap sektor pertanian.

“Wawancara ini penting untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesungguhan dalam mengembangkan pertanian serta mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan di Polbangtan Yoma tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kejujuran.

Polbangtan Yoma menargetkan lulusan yang mampu menjadi petani modern dan inovatif, serta berkontribusi dalam peningkatan produksi di berbagai subsektor, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Dengan bekal pengetahuan dan karakter yang kuat, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.(*)

Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Bantul– Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan bagi calon mahasiswa Jalur Undangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) telah dilaksanakan pada tanggal 13–15 April 2026 di RSPAU Hardjolukito. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa yang diterima memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik sebagai syarat utama dalam mengikuti pendidikan vokasi di bidang pertanian.

Sebanyak 144 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, namun yang hadir tercatat sebanyak 129 orang, sementara 15 peserta tidak hadir. Secara umum, ketidakhadiran peserta disebabkan karena bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah di masing-masing daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan, Wakil Direktur III, Kepala Kelompok Substansi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (Kelsi AAKA), panitia PMB Polbangtan, serta orang tua calon mahasiswa yang turut mengantar peserta.

Dalam keterangannya, Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S menyampaikan komitmennya dalam mendukung proses seleksi kesehatan calon mahasiswa. “Kami memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar medis, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar yang akurat dalam menentukan kelayakan peserta,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan juga menegaskan pentingnya tahapan ini dalam proses seleksi mahasiswa baru. “Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan calon mahasiswa siap mengikuti pendidikan vokasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Selain itu, peserta tes kesehatan berikutnya dari jalur umum seluruhnya akan melaksanakan pemeriksaan di RSPAU Hardjolukito,” ungkapnya.

Baca Juga: Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi beberapa aspek utama, yaitu:

**1. Fisik Diagnostik**, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, tensi atau nadi, gigi dan mulut, THT, bedah, kulit, penyakit dalam, mata (termasuk buta warna), paru atau thorax, serta neurologi atau saraf.

**2. Laboratorium**, meliputi pemeriksaan darah rutin, urine rutin, narkoba (5–7 parameter), fungsi hati (SGOT/SGPT), fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), HBsAg, gula darah sewaktu (GDS), EKG atau rekam jantung, serta pemeriksaan kehamilan bagi peserta perempuan.

**3. Rohani/Jasmani**, meliputi tes kejiwaan menggunakan MMPI-2 Dewasa yang dilanjutkan dengan wawancara kejiwaan, serta tes kebugaran.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis profesional guna memastikan setiap calon mahasiswa memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi, mengingat tuntutan fisik dan mental dalam pendidikan serta praktik di bidang pertanian yang cukup tinggi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menyiapkan SDM pertanian yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan tangguh. “Pembangunan pertanian membutuhkan generasi muda yang kuat secara fisik dan mental. Oleh karena itu, proses seleksi seperti pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas SDM pertanian ke depan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kualitas lulusan Polbangtan sangat ditentukan sejak proses seleksi awal. “Kami berkomitmen mencetak SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan siap terjun langsung ke lapangan. Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan vokasi pertanian,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Polbangtan Yoma dapat memperoleh calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat dan siap menjalani proses pendidikan serta berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian ke depan.(*)

Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kalimantan Selatan – Kementerian Pertanian telah melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipusatkan di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mewakili Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, didampingi Sekretaris Badan, Zuroqi Mubarok, serta Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, dan dilaksanakan serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional.

Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.

Pada pelaksanaan hari ini, realisasi tanam mencapai sekitar 10.873.87 hektare dari target 10.000 hektare yang telah ditetapkan dan tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR.

Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan.

Baca Juga: Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

Turut hadir gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayahnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak.

“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional. Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar kita tidak kehilangan momentum, sehingga dalam waktu dekat seluruh lahan CSR dapat tertanam. Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.

Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.

Berikut sebaran realisasi tanam di lokasi CSR pada pelaksanaan hari ini:
* Kalimantan Tengah: 4.105.63 ha
* Sumatera Selatan: 2.062.72 ha
* Kalimantan Selatan: 2.197.60 ha
* Papua Selatan: 816 ha
* Bengkulu: 10 ha
* Sulawesi Selatan: 112.5 ha
* Sulawesi Tenggara: 343,25 ha
* Sulawesi Tengah: 457.33 ha
* Kalimantan Barat: 379.59 ha
* Riau: 51 ha
* Jambi: 52.50 ha
* Kalimantan Timur: 97 ha
* Kalimantan Utara : 35.00
* Papua: 5 ha
* Nusa Tenggara Timur: 72 ha
* Sulawesi Barat: 13 ha
* Gorontalo: 63.75 ha

Melalui pelaksanaan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan produktif baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.(*)

Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma), salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, memperkuat proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 melalui kerja sama strategis dengan RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai lokasi pelaksanaan tes kesehatan, psikologi, dan kebugaran.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus Polbangtan Yoma, Jalan Kusumanegara No.2, Yogyakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, bersama Direktur RSPAU Hardjolukito, Margono Gatot S pada Senin, 6 April 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang prima. Proses seleksi akan mengacu pada standar pemeriksaan nasional yang komprehensif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, pembinaan karakter, disiplin, dan kesiapan mental perlu ditanamkan sejak dini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. Anak-anak harus disiapkan sejak awal dengan disiplin dan semangat untuk meraih masa depan,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani unggul dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kebutuhan pangan terus meningkat, sehingga diperlukan SDM pertanian yang sehat, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini akan menghasilkan proses seleksi yang lebih berkualitas. Ia menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan meliputi tes fisik diagnostik, laboratorium, elektrokardiogram (EKG), kesehatan jiwa, serta uji kebugaran.

Baca Juga: Gaspol, Pasca Idul Fitri Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tingkatkan Kinerja

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima benar-benar siap secara fisik dan mental untuk mengikuti pendidikan vokasi pertanian,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Polbangtan Yoma telah bekerja sama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dalam pembinaan karakter mahasiswa, sehingga sinergi dengan RSPAU menjadi kelanjutan dalam penguatan kualitas input mahasiswa.

Sementara itu, Direktur RSPAU Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung proses seleksi secara profesional.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan pemeriksaan dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab, guna memastikan hasil seleksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selain mendukung seleksi mahasiswa baru, RSPAU Hardjolukito juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Melalui sinergi ini, Polbangtan Yoma optimistis dapat mencetak generasi muda pertanian yang unggul, sehat, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)

Gaspol, Pasca Idul Fitri Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tingkatkan Kinerja

TANIINDONESIA.COM, Magelang – Selepas hari raya Idul Fitri, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) lakukan Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapangan, Senin (23/3/2026).

Hadir di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, 110 penyuluh dari Kabupaten/ Kota Magelang, Temanggung, Semarang dan perwakilan dinas pertanian setempat.

Giat ini dinilai penting untuk memacu produktivitas pertanian di wilayah Kedu Raya melalui peningkatan kinerja penyuluh pertanian lapangan.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, penyuluh menjadi garda depan pertanian. Ia menekankan peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), bukan hanya sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai teladan nyata keberhasilan pertanian.

“Pertanian maju dimulai dari mindset penyuluh. Jangan tanya apa yang negara berikan, tapi apa yang bisa kita berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, bahkan Bupati, asal mau bekerja keras dan konsisten,” sebutnya.

Ia berharap kinerja PPL semakin meningkat, sehingga pendampingan kepada petani dapat berjalan lebih efektif. Penguatan mindset penyuluh diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, daya saing pertanian, serta percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan

Sejurus, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mendorong penyuluh untuk merapatkan barisan dalam mendampingi petani di lapangan.

“Saat ini, penyuluh sudah menjadi bagian dari Kementan. Sehingga harus berkinerja lebih optimal untuk meraih swasembada pangan.” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Ia mendorong penyuluh untuk melakukan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) pasca hari Raya Idul Fitri.

“Penyuluh yang paling tahu kondisi petani di wilayahnya masing-masing. Butuh strategi untuk mengoptimalkan pertanaman : produktifitas tinggi dengan menggunakan varietas unggul baru, pertanaman tidak hanya di lahan yang sudah menjadi sawah tetapi bisa menggunakan lahan lainnya untuk diusulkan menjadi LPS (lahan pertanian strategis)” paparnya.

Idha menyebut penyuluh harus mampu menjadi penghubung untuk membantu mendetailkan keperluan petani seperti pupuk, saprotan maupun alsintan, melalui CPCL (Calon Petani Calon Lokasi).

“Untuk itu, penyuluh harus bekerja dengan loyal, akuntabel, serta mengikuti prosedur/ SOP yang berlaku” tekannya.

Sebagai tuan rumah, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyambut baik kehadiran penyuluh pertanian Kedu Raya.

“Selamat datang di Polbangtan Yoma, kantor kedua penyuluh pertanian lapangan Jawa Tengah. Mari bekerja bersama untuk mendukung swasembada pangan nasional.” sambutnya.

Ia berharap dengan giat ini bisa meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Tengah.(*)

Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan, sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional. Di Jawa Tengah, 58 Brigade Pangan telah dibentuk di 12 kabupaten, termasuk lima di Kabupaten Grobogan yang tersebar di Kecamatan Godong, Toroh, Tawangharjo, Kradenan, dan Gubug.

Dengan pemanfaatan alat mesin pertanian modern, diharapkan anak muda tertarik mengelola lahan secara produktif dan memperoleh keuntungan dari usaha pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong pemuda untuk memanfaatkan dukungan pemerintah berupa bibit dan pupuk gratis, serta akses pembiayaan.

“Kalau ada lahan dari orang tua, sepupu, atau keluarga, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Anak muda harus memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan peran Brigade Pangan dalam mempercepat swasembada pangan melalui modernisasi pertanian dan peningkatan kompetensi petani milenial.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan, menyatakan bahwa Brigade Pangan merupakan sarana regenerasi petani sekaligus wadah pengelolaan agribisnis yang terorganisasi.

Baca Juga: Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

“Brigade Pangan harus berjalan dan beroperasi, bukan sekadar dibentuk,” tegas Hermawan saat pertemuan Brigade Pangan di BPP Toroh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Kamis (12/3/2026).

Hermawan menambahkan pentingnya kelembagaan yang kuat, dengan manajer, sekretaris, bendahara, dan unit-unit usaha. Tidak hanya menjalankan alsintan, Brigade Pangan juga harus fokus pada budidaya padi untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).

Selain itu, konsolidasi lahan menjadi strategi penting. Brigade Pangan dapat bekerja sama dengan pemilik lahan melalui mekanisme yang disepakati bersama. Dalam kesempatan ini, Brigade Pangan Toroh menandatangani MoU dengan Gabungan Kelompok Tani Sumber Makmur 1 dan Kelompok Tani Sidodadi untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas padi di Kecamatan Toroh.

Dengan langkah ini, Kementan berharap Brigade Pangan menjadi model pertanian modern berbasis generasi muda yang mampu mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

TANIINDONESIA.COM, Sleman – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satunya melalui pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran aplikatif dan relevan dengan dunia kerja.

Sebelumnya, Polbangtan Yoma menggunakan kurikulum berbasis Kewirausahaan untuk mencetak lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja. Dengan OBE, kurikulum disempurnakan agar proses pembelajaran berfokus pada kompetensi dan capaian nyata yang harus dimiliki lulusan, bukan sekadar materi pembelajaran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya strategi ini dalam mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian.

“Langkah ini sangat strategis untuk mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sektor pertanian harus bertransformasi menghadapi tantangan global. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan SDM unggul, selaras dengan program pemerintah seperti swasembada pangan, hilirisasi, dan program makan bergizi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polbangtan Yoma menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada 9–11 Maret 2026 di University Club (UC) UGM, Sleman, Yogyakarta. Workshop ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi pendidikan, termasuk Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dwi Sulisworo, yang memaparkan pentingnya penyelarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan evaluasi berbasis hasil.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum OBE penting untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja di sektor pertanian.

“Melalui kurikulum OBE, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan. Kurikulum ini akan diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027 agar lulusan Polbangtan Yoma memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian,” jelas Hermawan.

Workshop ini diharapkan memperkuat sistem pendidikan vokasi pertanian yang berorientasi pada hasil, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian, sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan nasional.(*)

Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut penyuluh berperan secara signifikan dalam capaian swasembada pangan Indonesia.

Hal ini disampaikan pada Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Brigade Pangan di Kantor Camat Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

Di depan 750 peserta yang hadir, Ia mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras pada akhir 2025.

“Berkat kerjasama semua pihak, Indonesia telah swasembada pangan dan tidak lagi impor beras!” sebutnya.

Karena inilah, Ia menyebut harga beras dunia turun hingga setengahnya. Pasalnya, sebelumnya Indonesia menjadi pelanggan beras terbesar dunia. Dan, kini tidak lagi mengimpor beras.

“Penyuluh berpengaruh besar dalam membawa kesejahteraan petani Indonesia. Sekaligus mempunyai andil dalam memotong harga beras dunia.” jelas Wamentan Sudaryono.

Untuk itu, Ia mengajak penyuluh untuk terus meningkatkan kinerjanya. Karena keberhasilan pangan Indonesia bergantung pada performa penyuluh di lapangan.

Seperti diketahui, sejak 1 Januari 2026, Penyuluh Pertanian telah ditarik dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian, sesuai dengan Inpres No 3 Tahun 2025.

Dijelaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, upaya ini untuk mempercepat swasembada pangan.

“Jumlah penyuluh yang dipindahkan ke Kementerian Pertanian sejumlah 38.318 orang. Penyuluh di Jawa Tengah mencapai 3.302 orang di 35 kabupaten/kota.” ucapnya.

Ia menyebut Penyuluh Pertanian harus menjadi agen perubahan dan percepatan program-program utama Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak pelaksanaan luas tambah tanam, optimasi lahan rawa dan non rawa, padi lahan kering, akses petani ke Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pendampingan dalam penggunaan benih unggul, maupun pupuk yang efisien serta penumbuhan brigade pangan dalam regenerasi pertanian yang adaptif terhadap teknologi.” papar Idha.

Hadir dalam acara, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo mengatakan dengan PPL dalam satu komando Kementerian Pertanian dapat mendukung percepatan adopsi teknologi pertanian di tingkat petani, sehingga hal ini menjadi lebih efektif.

“Kami berharap PPL memiliki arah kerja yang lebih jelas, terfokus, dan selaras dengan kebijakan nasional seperti swasembada pangan, modernisasi pertanian, serta ketahanan pangan dan kemandirian pangan.”ucapnya.

Sehingga, Ia melanjutkan, pembinaan karier, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara terstruktur dan seragam secara nasional.

“Dengan hal ini akan dapat meningkatkan kualitas PPL sebagai tenaga profesional di bidang penyuluhan.” pungkasnya.

Pj. Brigade Pangan Kabupaten Grobogan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut acara ini ditujukan untuk memberikan pembinaan kepada PPL agar memahami tugasnya di lapangan dalam mensukseskan program-program strategis Kementerian pertanian, khususnya program Brigade Pangan.(*)