17 Mei 2026

BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN

Kembangkan Biofarmaka Unggulan, Politeknik Kementan Jalin Kemitraan dengan BPP Patuk

TANIINDONESIA.COM, GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) mengembangan biofarmaka di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wilayah ini dipilih Polbangtan Yoma sebagai Laboratorium Lapangan bagi mahasiswanya. Tujuannya agar mahasiswa bisa meningkatkan keterampilan melalui praktik langsung di lapangan.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menyebut peran generasi muda sebagai penentu masa depan pertanian.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Semua yang kita lakukan ini ujungnya untuk petani dan rakyat,” ujarnya.

Mentan Amran pun mengajak mahasiswa melanjutkan perjuangan melalui riset, inovasi, dan aksi nyata.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan output dan tujuan pendidikan vokasi Kementan adalah menciptakan sumber daya manusia pertanian yang unggul.

“Pertanian ke depan harus maju, mandiri dan modern. Kuncinya pada kemampuan SDM pertanian. Pertanian bukan hanya tentang makan. Pertanian itu lapangan kerja. Pertanian itu bisnis besar,” jelas Idha.

Hadir di lokasi, Sabtu (22/11/2025), Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, yang menyampaikan bahwa BPP Patuk ini merupakan BPP yang ditunjuk Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul untuk dijadikan BPP Model.

"Semua program studi yang ada di Polbangtan Yoma diarahkan untuk berkegiatan di BPP Patuk. Salah satu contohnya adalah pengembangan biofarmaka” ucapnya.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tampilkan Karya di Public Expose

Hermawan mengatakan pengembangan komoditas biofarmaka sudah berjalan di Desa Semoyo. Ia menyebut mahasiswa Polbangtan Yoma terlibat secara aktif dalam upaya itu.

Menurutnya, pembentukan BPP Model dan Pengembangan Laboratorium Lapangan di BPP Patuk, merupakan salah satu bentuk implementasi perjanjian kerjasama antara Polbangtan Yoma dengan Bupati Gunungkidul.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Wagino menyambut gembira dan memberikan dukungan penuh untuk mengembangkan BPP Patuk sebagai BPP Model apalagi dengan menghadirkan Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) langsung di lapangan.

Hadir mewakili Kepala Pusluhtan, Septalina Pradini menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai upaya telah dilakukan oleh BPP Patuk bersama bersama Polbangtan Yoma untuk membentuk BPP Patuk sebagai BPP Model. Ia menyebut perlunya keterlibatan seluruh pihak. "BPP model tidak bisa berjalan sendiri – sendiri. Perlu kolaborasi yang baik antara dinas pertanian, Polbangtan Yoma, Pusluhtan, TNI, maupun Kepolisian." ucapnya.

Septalina mengapreasiasi upaya Koordinator BPP Patuk, Mei Rini yang telah menginisiasi pembuatan website sendiri dan sudah berjalan dengan baik.

Septalina berharap, ke depan website BPP Patuk ini bisa dihubungkan dengan Kementan, Pusluhtan, Pusdiktan, dan Polbangtan Yoma. Sehingga, lanjutnya, bisa menjadi pusat penyebaran informasi pertanian(*)

Pastikan Tenaga Kerja Kompeten, Kementan Latih Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Indramayu, 17–19 November 2025, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Terisi.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah, diikuti 45 orang anggota BP Maju Sejahtera, BP Cempaka Mulya, dan BP Petani Muda.

Program Brigade Pangan sendiri adalah bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam regenerasi petani muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut bahwa Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah," katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan jika keberadaan Brigade Pangan sudah dirancang oleh Kementerian Pertanian. Brigade Pangan yang awalnya dibentuk dikembangkan di beberapa provinsi di luar pulau Jawa, saat ini diadopsi di pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Pangandaran.

Baca juga:

Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi

“Tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian. Ciri khas BP bahawa anggotanya menguasai moderninsasi pertanian baik benih unggul dan pemanfaatan alsintan seperti traktor, combine harvester, cultivator, dan drone sehingga bisa tercapai efisiensi,” jelas Ajat, saat pembukaan pelatihan.

Ajat berharap setiap anggota BP yang beranggotakan 15 dan dipimpin manajer, nantinya betul-betul memahami keberadaan BP dan tugas dan fungsi masing-masing sehingga BP dapat berjalan dengan baik serta meningkat produksi dan produktivitasnya.

“Harapannya BP bisa menjadi kelembagaan ekonomi petani yang lebih baik dari kelembagaan lainnya karena digerakkan oleh generasi muda,” jelas Ajat.

Pelatihan literasi keuangan ditujukan agar Brigade Pangan mampu menilai keuntungan kegiatan usahatani terhadap kegiatan produksi tanaman, mengidentifikasi kegiatan yang memungkinkan untuk ditekan, menyiapkan perencanaan untuk tahun berikutnya, dan membandingkan realisasi dengan rencana untuk menarik kesimpulan di perencanaan selanjutnya.

Selama 3 hari, peserta menerima materi inti tentang literasi keuangan, yaitu pencatatan usahatani, analisa kelayakan usahatani, dan membuat proposal usahatani berorientasi bisnis.

Secara berkelompok, peserta juga mempraktikkan membuat dan mempresentasikan tentang pencatatan usahatani dan proposal kegiatan.

Selain itu para anggota BP juga mendapatkan praktik dalam mengoperasikan dan menggunakan alat mesin pertanian mulai dari traktor baik roda dua maupun roda empat, combine harvester, dan drone pemupukan.

Manajer BP Teddy Indrias, dari BP Petani Muda, berharap para Brigade Pangan yang kini tengah beroperasi dapat menjadi percontohan bagi lembaga petani lain.(***)

Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membuka kesempatan belajar praktik bagi siswa-siswi sekolah vokasi pertanian.

Melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), para siswa mendapat bimbingan dari widyaiswara yang merupakan pakar di bidang pertanian. Kesempatan ini diberikan demi mendukung program strategis nasional Kementerian Pertanian dalam regenerasi petani muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional.

"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.

"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para siswa-siswi PKL.

"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran siswa PKL seperti mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.

Baca juga:

Integrated Farming System, Kunci Pertanian Modern

Pada periode Agustus hingga November 2025, BBPP Lembang telah menerima sekitar 70 peserta PKL. Para peserta PKL berlatar belakang kampus dan sekolah kejuruan dengan fokus ilmu yang berkaitan dengan pertanian.

Diantara para peserta PKL tersebut, terdapat empat siswi dari SMKN 4 Padalarang baru saja menyelesaikan masa belajar mereka di BBPP Lembang, Kamis (20/11/2025).

Selama enam bulan mereka dibimbing oleh widyaiswara dan petugas lapangan BBPP Lembang dalam bercocok tanam dan agribisnis.

Nurhayati, misalnya, mempelajari budidaya selada keriting dengan sistem hidroponik. Sementara rekannya Yuni Nuraini. mempelajari Kentang yang dibudidayakan secara aeroponik.

Astri Indah Kirana dan Fitri Nursifa masing-masing mempelajari budidaya tanaman pakcoy dan melon. Keempatnya menyelesaikan periode PKL setelah diuji dan menyajikan laporan PKL di hadapan widyaiswara dan pembimbingnya.

Nurhayati menyampaikan kesannya selama 6 bulan PKL di BBPP Lembang. “Kami telah dibimbing oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan kami sehingga lebih memahami tentang budidaya,” tegasnya.

“Terima kasih kepada BBPP Lembang!” ucap keempat siswi tersebut kompak.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tampilkan Karya di Public Expose

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menyatakan komitmennya untuk terus mendukung swasembada pangan nasional.

Hal ini disampaikan pada Public Expose 2025 yang dilangsungkan di Atrium Artos Mall, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (16/11/2025).

Beragam karya dan inovasi digelar untuk mengenalkan Polbangtan Yoma sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan). Utamanya sebagai garda terdepan penyiapan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten.

Seperti dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, peningkatan kompetensi SDM adalah hal penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian Indonesia.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” terang Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti terus mendorong kinerja pendidikan vokasi di bidang pertanian.

“Pendidikan vokasi mempunyai peran penting dalam membangun kompetensi SDM. Yang berfokus pada praktik kerja dan keahlian terapan untuk memenuhi kebutuhan industri.” papar Idha.

Hadir membuka Public Expose , Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyebut giat ini sebagai ajang memperkenalkan Polbangtan Yoma kepada khalayak.

“Polbangtan Yoma adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan milik Kementerian Pertanian. Yang hadir untuk mendukung swasembada pangan.” tegasnya.

Ia menyebut ingin melakukan publikasi program serta memberikan informasi sebanyak-banyaknya untuk masyarakat.

“Di sini, kami menampilkan semua karya dan inovasi dari mahasiswa dan dosen. Ini adalah hasil dari pembelajaran.” ucap Hermawan.

Ia kembali menegaskan bahwa Polbangtan Yoma dengan 6 program studinya, siap mendukung swasembada pangan.

Dalam expose ini, menampilkan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Benih, Penyuluah Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Pakan, dan Teknologi Produksi Ternak untuk mengenalkan program – program unggulannya.

Unit pendukung lain, seperti perpustakaan, unit penjaminan mutu, unit penelitian dan pengabdian masyarakat, serta produk – produk dari Teaching Factory dan penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) turut meramaikan Public Expose.

Selain berkonsultasi mengenai pilihan program studi, pengunjung juga menikmati berbagai pilihan produk pertanian dan peternakan. Diselingi dengan hiburan yang dibawakan oleh mahasiswa dari beragam unit kegiatan mahasiswa (UKM).(*)

Integrated Farming System, Kunci Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan Integrated Farming System dan Smart Farming kepada 7 petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, 11-12 November 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian terpadu dan smart farming adalah kunci untuk mewujudkan pertanian modern.

"Juga untuk meningkatkan produktivitas, mencapai swasembada pangan, dan menarik minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan sudah saatnya petani Indonesia maju di bidang pertanian.

"Saatnya pertanian maju melalui adopsi teknologi smart farming yang mengedepankan teknologi pertanian yang dapat mempermudah kegiatan usaha tani," kata Santi.

Kepada petugas dari Banggai, Widyaiswara BBPP Lembang menjelaskan materi tentang konsep pertanian terpadu dan smart farming.

Dijelaskan juga tentang teknologi pengolahan limbah di BBPP Lembang, menjadi produk seperti kom-mix hayati, pupuk organik cair, bioslurry, dan ecoenzyme.

Selanjutnya, peserta praktik membuat pupuk kompos dan dicampurkan dengan agens hayati trichoderma menjadi kom-mix hayati.

Petugas memberi penjelasan alat dan bahan yang diperlukan serta proses dan tahapan pembuatan hingga pupuk kompos jadi dan dapat diaplikasikan di tanaman.

Baca juga: 

Bertani on Cloud, Kenalkan Inovasi Ekonomi Sirkular Pertanian Desa

Beranjak ke laboratorium agens hayati, widyaiswara dan petugas menjelaskan jenis-jenis agen hayati yaitu Trichoderma, beauveria bassiana dan perbanyakannya yang dilakukan di BBPP Lembang serta cara pengaplikasiannya pada tanaman agar efektif mencegah penyakit pada tanaman.

Ketujuh peserta magang juga berkesempatan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar. Diantara yang dikunjungi adalah screen house otomatis yang ditanami melon teknologi hidroponik sistem irigasi tetes dan screen house tanaman hias.

Saat melepas peserta, Rabu (12/11/2025), Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika kembali menyatakan komitmennya untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka peningkatan kompetensi SDM dibidang pertanian.

Hal ini diapresiasi oleh pemimpin rombongan, Alfiansyah, yang menyampaikan ucapan terima kasih telah diterima dengan baik untuk mempelajari integrated farming system dan smart farming di BBPP Lembang.

“Menjadi pengalaman baru mengikuti magang di sini. Pengetahuan yang kami peroleh sangat bermanfaat sekali terutama bisa praktik langsung membuat kompos yang dicampurkan dengan agens hayati trichoderma (kom-mix hayati),” ujarnya

Alfiansyah bercerita bahwa selama ini hanya memahami teori saja yang diperoleh dari sosialisasi atau media sosial.

“Setelah langsung praktik pembuatan kom-mix hayati jadi memahami dan akan diimplementasikan agar bermanfaat untuk masyarakat petani dan kelompok tani di Kabupaten Banggai berkaitan dengan sistem keamanan pangan,” katanya.(***)

Sinergi Polbangtan Kementan dan Pemkot Yogyakarta: Panen Labu Madu, Perkuat Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional. Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), Kementan mengajak warga Kota Yogyakarta membudidayakan labu madu.

Bersama Walikota Yogyakarta, Polbangtan Yoma melaksanakan panen labu madu di Kebun Celeban, Kota Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Panen pada lahan seluas 3 x 27 meter persegi ini membuktikan bahwa labu madu dapat tumbuh baik di kawasan perkotaan.

Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran dan praktik agribisnis hortikultura. Karena itu, Polbangtan Yoma terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung program swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian.

“Perguruan tinggi berperan besar dalam kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi ini, kita dapat mempercepat tercapainya target swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya sinergi pendidikan vokasi dan teknologi modern untuk menyiapkan SDM pertanian yang mampu menjawab tantangan global.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Pertanian, Polbangtan Kementan Latih Literasi Penyuluh

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi program Polbangtan Yoma.

“Kami sangat tertarik, terutama aktivitas produksi pangan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mandiri pangan,” ujarnya.

Menurutnya, labu madu memiliki nilai gizi dan ekonomi tinggi, sesuai dengan upaya pemerintah daerah menyediakan pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan.

“Karena cita-cita kita adalah berdikari di bidang ekonomi dan pangan,” jelasnya.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun pertanian yang produktif, sehat, dan berkelanjutan.

“Panen labu madu ini bukan hanya hasil belajar mahasiswa, tetapi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan inovasi pertanian yang berdampak pada gizi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi contoh pembelajaran berbasis produksi dan kerja sama berkelanjutan.

Endah juga mengundang Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sebagai bentuk dukungan Polbangtan Yoma dalam pengembangan pertanian berorientasi gizi dan keberlanjutan.(***)

Tingkatkan SDM Pertanian, Polbangtan Kementan Latih Literasi Penyuluh

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL. Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melatih sejumlah penyuluh BPP Patuk tentang cara mengelola koleksi bahan pustaka.

Hal ini dirasa perlu karena fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai rujukan tempat berkonsultasi para petani.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan mengawal terwujudnya swasembada pangan nasional.

Mentan Amran menegaskan bahwa pertanian merupakan sektor strategis yang menentukan kedaulatan dan masa depan ekonomi bangsa. Ia menekankan bahwa Indonesia dapat menjadi negara superpower ekonomi melalui penguatan sektor pertanian.

“Tidak ada yang lebih menginginkan Indonesia maju dan berdaulat pangan selain kita sendiri. Pasarnya besar, potensinya besar, karena itu kita harus bergerak. Kalau kita diam, sama saja kita membiarkan rakyat kita sengsara,” tegas Mentan Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pentingnya penguatan peran penyuluh.

Baca juga:

Mentan Amran dan KSP Qodari Sidak Kios Pupuk, Petani Tersenyum Harga Pupuk Turun

“Penyuluh harus terus ditingkatkan kompetensinya agar lebih optimal untuk mendampingi petani dan mempercepat swasembada pangan,” ujarnya.

Mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Siti Nurlaela mengatakan bahwa perpustakaan memegang peran penting sebagai pusat penyebaran informasi bagi insan pertanian.

"Dengan pelatihan ini, diharapkan terbangun literasi dan kecintaan pada buku bagi masyarakat. Diharapkan juga dengan pelatihan ini manajemen perpustakaan BPP Patuk bisa terkelola dengan baik." papar Laela.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan Jumat (7/11/2025), Laela mengatakan peserta diajarkan bagaimana mengelola bahan pustaka yang dimiliki oleh BPP Patuk. Dimulai dari indentifikasi hingga proses shelving atau penataan dalam rak buku.

Peserta diajarkan pengelolaan Pustaka secara manual. Untuk selanjutkan akan diagendakan pengelolaan Pustaka secara digital.

Tak hanya dihadiri 11 penyuluh BPP Patuk, namun juga petani milenial di sekitar BPP Patuk.

Menurut Laela, giat ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polbangtan Yoma dalam pengembangan BPP Model dan Laboratorium Lapang BPP Patuk.(***)

Upaya Regenerasi Petani, Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian kepada Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan teknologi hilirisasi komoditas sayuran dan pertanian organik kepada 87 siswa didampingi guru SMA Galatia Kota Bekasi yang berkunjung ke UPT pelatihan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (5/11/2025).

Rombongan diterima secara resmi oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.

“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” tutur Amran.

Amran menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian. Dengan inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Bertani on Cloud, Kenalkan Inovasi Ekonomi Sirkular Pertanian Desa

Dalam kunjungannya, generasi zilenial kelas 10-12 ini diajak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian secara umum. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung.

Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari yaitu es krim jagung, mulai dari pencampuran bahan yaitu jagung manis pipil, telur, susu kental manis, susu murni, dan bahan pengembangan makanan.

Selanjutnya pemasakan bahan di atas kompor, pembekuan hingga adonan es krim dimixer sebelum dibekukan kembali dan siap konsumsi. Terakhir, dilakukan pengemasan es krim ke dalam kemasan yang menarik.

Sementara itu, di zona rumah kompos, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses pembuatan pupuk kompos, alat dan bahan yang diperlukan serta proses dan tahapan pembuatan hingga pupuk kompos jadi dan dapat diaplikasikan di tanaman.(***)

Bertani on Cloud, Kenalkan Inovasi Ekonomi Sirkular Pertanian Desa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Berlokasi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sarongge di Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Bertani on Cloud (BoC) volume 329 yang dibuka secara online dibuka oleh Kepala Balai, Ajat Jatnika, Kamis (06/11/2025).

Tema yang diangkat adalah Alam Terpelihara, Pangan Terjaga. Sebanyak 500 orang yang mengakses kegiatan ini melalui aplikasi zoom meeting dan 3.490 yang menyaksikan melalui live streaming youtube BBPP Lembang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) nasional, sambil tetap mendorong investasi. Menurutnya, lahan pertanian adalah fondasi ketahanan pangan yang tidak boleh dikompromikan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pertanian berkelanjutan adalah kunci peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat guna, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta keterlibatan generasi muda.

Saat membuka BoC, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan insan pertanian harus terus memotivasi diri berkinerja baik dibidang pertanian.

“Program yang dicanangkan Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan telah mencapai produksi beras 33,1 juta ton karena terus berupaya menyiapkan bahan pangan yang cukup untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa UPI PKL di UPT Kementan

Ajat mengatakan, Bertani on Cloud kali ini mengenalkan pertanian yang produktif, sistematis, kolaboratif, dan mengenalkan pertanian berkelanjutan ramah lingkungan.

“Saat ini kita harus bisa menyeimbangkan produktivitas namun tidak merusak alam sekitar. Penggunaan pupuk berimbang dan pestisida organik menjadi praktik pertanian berkelanjutan agar keanekaragaman hayati tetap terjaga,” imbuhnya.

P4S Sarongge juga berkomitmen menggerakkan pemuda berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk mendapatkan penghasilan. Ini menjadi bukti bahwa pertanian bisa menyerap tenaga kerja.

Dipandu widyaiswara, narasumber kegiatan Bertani on Cloud volume 329, yaitu pengelola P4S Sarongge Nunung Nurhadi dan Enday Nurhidayah, menjelaskan kegiatan permagangan dan bisnis yang dijalankan sebagai upaya menjaga keseimbangan kelestarian lingkungan dan kemandirian pangan dengan model inovasi ekonomi sirkular pertanian desa melalui pengolahan limbah rumah tangga.

Menurutnya, P4S Sarongge yang berdiri sejak tahun 2022, kolaborasi dengan berbagai pihak agar setiap ada permasalahan ada solusinya. P4S ini mengelola Badan Usaha Milik Desa dimana salah satu unit usahanya adalah pengolahan sampah.

Di lokasi TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle), terdapat mesin pengolah sampah yang dapat menampung 10 ton sampah setiap harinya yang berasal dari Desa Ciawigajah dan wilayah lainnya.

Mesin pengolah sampah ini mampu mengolah 60% sampah menjadi produk organik. Mesinnya sudah otomatis memecah antara sampah organik dan anorgaik untuk diolah lebih lanjut.

Dijelaskan juga jika produk yang dihasilkan menjadi pupuk organik padat dan cair, pakan ternak, dan produk lainnya yang mengusung konsep zero waste menjadi aneka produk kreatif dan bahan baku pembuatan briket untuk bahan bakar pengganti batubara, dan biji plastik.

Dari sampah menjadi berkah, karena penerapan zero waste di usahatani P4S Sarongge sehingga alam terpelihara, pangan terjaga dan tentunya membuka peluang kerja yang mampu menjadi sumber pendapatan yang potensial meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(***)

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa UPI PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu UPT di Kementerian Pertanian, kembali dijadikan lokasi praktik kerja lapangan (PKL). Kali ini praktik dilakukan mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Fayza Auliana Aztari.

Menariknya, Fayza yang sudah merampungkan PKL di BBPP Lembang, mencoba mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada akhir periode PKL, Ia menjabarkan hasil temuan.

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” tutur Amran.

Ia menambahkan, teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

“Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (7/11/2025) menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkenalkan Agroeduwisata ke Siswa SD Cimahi

Selama menjalani PKL di BBPP Lembang, Fayza ditugaskan di Lab Agensi Hayati yang merupakan salah satu instalasi di Inkubator Agribisnis.

Fayza menelusuri Trichoderma spp. dan aplikasinya pada berbagai gulma pada tanaman pakcoy.

Berasal dari latar belakang jurusan Biologi, Fayza menyandingkan perbandingan berbagai perlakuan Trichoderma pada gulma tanaman pakcoy dan perbedaan kandungan yang dapat membantu budidaya tanaman pakcoy.

Menurutnya, penggunaan trichoderma sebagai pembasmi gulma alami akan berdampak baik pada tanaman.

“Sebenarnya ada alternatif yang lebih aman bagi petani dibandingkan menggunakan pestisida kimia, sehingga penggunaan trichoderma dapat menguntungkan,” terangnya.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Fayza memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Pembimbing dan widyaiswara telah membantu sehingga PKL saya berjalan lancar dan semoga BBPP Lembang tetap dapat menjadi tempat untuk belajar dan berlatih termasuk bagi kami mahasiswa,” terang Fayza.(***)