7 Juni 2026

Vokasi

Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Prodi Agribisnis Hortikultura Polbangtan Kementan Jalani Asesmen BAN-PT

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan YOMA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian melalui pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Senin (20/4/2026).

Kegiatan asesmen ini difokuskan pada Program Studi Agribisnis Hortikultura Program Diploma IV sebagai bagian dari proses penjaminan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berbasis outcome.

Hadir sebagai tim asesor, Prof. Dr. Ir. Reny Herawati, M.P. dari Universitas Bengkulu dan Dr. Yulmira Yanti, S.Si., M.P. dari Universitas Andalas. Keduanya melakukan penilaian menyeluruh melalui verifikasi dokumen, wawancara dengan sivitas akademika, serta observasi langsung terhadap sarana prasarana dan proses pembelajaran.

Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan, menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan momentum strategis untuk mengukur capaian kinerja program studi sekaligus memperkuat langkah perbaikan berkelanjutan.

“Proses ini menjadi refleksi bagi kami dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kami juga terus mendorong penguatan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kapasitas SDM, serta perluasan jejaring kemitraan,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan standar administratif, tetapi bagian dari transformasi pendidikan vokasi agar mampu mencetak SDM pertanian yang adaptif dan berdaya saing global.

“BPPSDMP berkomitmen mendorong kelembagaan pendidikan vokasi pertanian agar semakin responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor pertanian modern,” jelasnya.

Dukungan juga disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi vokasi dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan inovatif.

Baca Juga: Gelar Sharing Session, Kementan Buka Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis

“Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan serta mampu menjawab tantangan global,” tegasnya.

Pada sesi penutupan, tim asesor menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi strategis. Secara umum, visi, misi, tujuan, dan sasaran (VMTS) program studi dinilai telah selaras dengan arah pengembangan institusi. Namun, penguatan perlu difokuskan pada pencapaian berbasis outcome dengan implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang lebih terukur.

Selain itu, asesor mendorong peningkatan kualitas kerja sama melalui riset kolaboratif, penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis digital, serta pengembangan jejaring internasional guna meningkatkan kompetensi global mahasiswa.

Peningkatan kualitas SDM dosen juga menjadi perhatian, khususnya dalam mendorong kenaikan jabatan akademik hingga Lektor Kepala yang didukung publikasi ilmiah bereputasi. Di sisi lain, optimalisasi teaching factory berbasis digital serta penguatan kolaborasi riset dengan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dinilai penting untuk mendukung inovasi berkelanjutan.

Asesor juga menekankan penguatan tracer study berbasis digital serta peningkatan jumlah lulusan yang berwirausaha, khususnya di bidang perbenihan dan biofarmaka.

Melalui asesmen ini, Polbangtan YOMA diharapkan mampu memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta meningkatkan daya saing Program Studi Agribisnis Hortikultura dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.(*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)